Tips Membeli Bunga Krisan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat gardener siapa yang nggak terpikat bunga ini …

12

Kecantikannya tak diragukan lagi, awet pula. Termehek-mehek kita dibuatnya. Namun seringnya bunga ini lebih membuat kita nelangsa. Betapa tidak, bunga yang kita beli di kios bunga dalam keadaan cantik, segar bugar dan berbunga kompak, tidak menunggu lama saat kita bawa ke rumah, eh … si cantik ini pun go pass away. Ujung-ujungnya kita pun menjatuhkan talak pada si cantik ini, nggak akan beli lagi … Wah segitunya ya …

Namun jangan patah arang deh … Yuk kita coba lagi membeli si cantik ini dengan menyimak tips di bawah ini. Tips ini saya buat berdasarkan pengalaman saya yang tinggal di daerah Kediri. Kota dengan dataran rendah dan termasuk panas meski di kedua sisinya ada dua gunung. Mengapa lokasi ini begitu saya tekankan? Karena bunga krisan yang biasa dijual di kios-kios itu merupakan hasil produk dari nursery besar yang tentunya dirawat dengan segala upaya menggunakan obat-obatan dan tetek bengek lainnya, padahal kita kan hanya pecinta bunga yang nggak mungkin mengikuti penanganan yang njelimet gitu. Selain itu krisan berasal dari negara 4 musim yang sangat cocok ditanam di daerah-daerah yang sejuk seperti Batu, Malang, Puncak, Cipanas, dan lain-lain. Nah kalau begitu kita-kita yang tinggal di daerah rendah dan panas gigit jari dong, padahal kita kan juga cinta tengah mati ma si cantik ini. Jangan khawatir, kita bisa nanam krisan kok, namun tentu saja pilihannya sangat terbatas. Gpp khan, daripada kita gigit jari terus. Yuk diaplikasi …

  1. Jangan pilih krisan yang pendek, kekar, dengan bunga banyak dan kompak. Sebab apa? Bunga tersebut masih mengandung bermacam-macam hormon dan obat. Nah kalau anda tetap membelinya karena nggak bisa nahan godaan kecantikan krisan, bisa dipastikan sebentar lagi anda akan menangis semalaman. Tunggulah beberapa bulan lagi hingga pengaruh obatnya hilang. Namun kalau laku gimana? Ya relakan saja, wong itu masih miliknya si tukang bunga kok he …he …he …
  2. Pilih krisan yang relatif tinggi, bunganya pun nggak terlalu banyak dengan struktur percabangan dan pembungaan yang amburadul alias tidak kompak/serentak mekarnya – lain cerita kalau krisan berbunga-bunga saat sudah di rumah kita – wow … hati kitapun akan berbunga-bunga jadinya. Krisan yang relatif kurus dan tinggi, berarti tidak tumbuh secara alami, tidak melalui proses pemberian hormon.
  3. Pilih yang sudah berakar banyak, artinya prosentase keberlangsungan hidupnya lebih tinggi. Biasanya akar menyembul dari sisi atau bawah polibag/pot. Bila akar tidak menyembul? Lihat polibag atau medianya. Bila tampak kusam berarti krisan tersebut sudah lama ditanam. Pot/polybag dan media yang baru akan tampak berkilau/masih terang.
  4. Pilih krisan berdaun lebar, seperti jenis ini …

 Foto0274

           Bunganya …

 5 4

Dua jenis krisan ini tahan panas, tumbuh subur di daerah Kediri, juga sukses berbunga dengan rimbun dan berkembang biak. Namun tentu saja tetap harus rajin dilakukan penyiraman. Sayang dua jenis ini belum blooming di halaman saya.

Kalau anda ingin krisan berdaun kecil, karena bunganya memang relatif lebih cantik dan pilihannya juga sangat banyak, menurut pengalaman saya ada dua jenis yang bisa bertahan hidup lebih lama. Dari beberapa jenis krisan berdaun kecil yang saya beli, 2 jenis ini yang mampu bertahan, lainnya nggak ada hitungan bulan sudah mati. Awalnya berbunga sih, namun lama-lama mengering dan kemudian mati. Dugaan saya sih, sayanya yang kurang teliti membeli dan juga salah rawat karena kekurangtahuan saya.

Ini dia jenis pertama …

 Foto0200  Foto0230

Kiri: sudah tua dan berwarna putih Kanan: baru mekar berwarna pink/ungu lembut

Kiri: sudah tua dan berwarna putih
Kanan: baru mekar berwarna pink/ungu lembut

Krisan kedua petalnya mirip dahlia. Saat kuncup berwarna ungu. Setelah mekar petal berwarna putih dengan tepinya berwarna ungu yang kian lama semakin bertambahnya umur bunga kian hilang ungunya. Kemudian seluruh petal berangsur-angsur akan berganti menjadi warna ungu atau pink lembut. Namun sayangnya jenis yang kedua ini sekarang udah ko’it, keliru dalam merawatnya. Saya nggak punya fotonya, bongkar info di Google Garden juga masih sulit.

  1. Hindari krisan yang berpenyakit, seperti batangnya terlalu kurus, kering, daun serta tepinya berbecak-becak coklat. Daun tua pada krisan yang sehat berwarna coklat dan kering, tidak berbecak-bercak.
  2. Untuk pemula harus berani mencoba dan berkorban – uang dan perasaan

Sekian dulu tips dari saya, semoga bisa membantu. Insya Allah di masa depan akan saya posting tips merawat krisan skala pemula dan amatir seperti saya.

Keterangan: Tips ini berasal dari pengalaman saya, tentunya setiap orang dan daerah akan mengalami perbedaan dalam penanganannya. Mari berbagi pengalaman dengan menulis di kolom komen, trima kasih. Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Iklan

    • Maaf mbak sebenarnya krisan sangat sulit berbunga di dataran rendah. Lagian koleksi saya tinggal dua jenis, kuning n putih, smua sudah mati. Cobalah mbak ke stand tanaman hias di kota mbak. Oh ya saya cowok tua / pak. Trima kasih artikel saya dapat bermanfaat.

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s