Ruellia tuberosa, Pletek … Pletek … Pletek … Batu Hancur Diabets Kabur

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Diabetes menjadi salah satu momok dari berbagai macam penyakit berbahaya. Tidak hanya orang-orang tua saja yang terkena, namun juga usia-usia dewasa produktif. Ditengarai gaya hidup yang amburadul-lah sebagai biangnya. Karena itu para penderita berusaha untuk mencari obatnya, di antaranya melalui pengobatan herbal. Dan ternyata berbagai macam tumbuhan yang ada di lingkungan kita juga bermanfaat menggempur penyakit diabetes, termasuk tumbuhan liar berbunga ungu yang cantik ini.

Meski bukan Indonesian native plant, namun keberadaannya sudah familiar banget. Tumbuh hampir di segala kondisi area, seperti sisi jalan, saluran air yang mengering, pematang sawah, lahan kosong, atau tempat-tempat lainnya, baik terbuka maupun terlindung, bunga ungu liar ini tumbuh dengan suburnya, kecuali di area perkotaan yang mana keberadaannya sudah kian jarang atau malahan sudah tidak lagi numbuh di sana. Kediri, meski termasuk kota kecil, tumbuhan liar berbunga ungu ini sudah relatif sulit dijumpai. Berbeda dengan pinggiran kota dan pedesaan, bunga ungu liar ini masih banyak populasinya. Bahkan saya pernah menemukan satu ladang yang tak terurus, 50%-nya areanya diisi tumbuhan ini.

Meski mungkin setiap hari kita melihatnya, namun kalau ditanya apa nama tumbuhan ini, saya yakin pasti banyak yang akan menggelengkan kepala. Banyak blog yang mengunggah bunga ungu liar yang cantik ini, namun kebanyakan tidak akan menyertakan namanya, bahkan kebingungan karena tidak tahu namanya.

Ruellia tuberosa itulah nama tumbuhan liar yang bermanfaat sebagai obat diabetes. Dikenal dengan sebutan Pletekan|Pethekan|Pletikan|Pletesan atau pun Ceplikan. Memang bukan termasuk jenis Ruellia hias. Walaupun mungkin sudah ada yang menanamnya, namun jumlahnya masih segelintir saja, padahal tumbuhan ini sangat bermanfaat. Hal ini mungkin dikarenakan populasi Pletekan sangatlah melimpah. Bahkan kita tak mengharapkannya pun, Ruellia Liar ini pun numbuh dengan suburnya di pekarangan kita.

Bunganya memang cantik, berbentuk terompet dan berwarna ungu, namun hanya mekar sehari|dayflower. Mekar pagi, siang atau menjelang sore sudah menguncup dan layu. Namun tumbuhan ini mempunyai kuncup-kuncup bunga yang banyak, jadi setiap hari kita akan terus dibuat terpesona akan keindahannya. Hampir semua bunganya akan menjadi biji dengan bantuan angin. Serangga sangat jarang membantu penyerbukannya. Biji tua akan pecah bila sudah kering benar atau terkena air / kelembaban. Karena bunyinya terdengar ‘pletek’, maka di beberapa daerah tumbuhan ini disebut Pletekan atau Mercon-merconan. Sewaktu kecil saya dan teman-teman sering menggunakan biji bunga ini untuk saling menjahili. Setelah semua kuncup habis bermekaran, maka untuk beberapa waktu tumbuhan ini tak berbunga. Kemudian, di masanya lagi dia akan mengeluarkan bunga-bunga ungunya yang cantik.

Sinonim –

Cryphiacanthus barbadensis, Dipteracanthus clandestinus, Ruellia picta, Ruellia clandestina

International Names –

Minnie Root, Fever Root, Potpoti, Wayside Tuberrose, Bluebell, Snapdragon Rroot, Watercanon, Watrakanu, Iron Root, Popping Pod, Ruwel (Marathi), Gilly Root. Cracker Plant, Meadow weed, Pink-striped Trumpet Lily, Popping Pod, Duppy Gun, Sheep Potato, atau Rumput Rumpai (Melayu).

Genus Ruellia

Mencapai 60-an spesies dengan beragam warna bunga. Selain ungu, ada yang berbunga merah, putih keunguan, dan lain-lain. Dikenal sebagai Wild Petunia, meski tak sekerabat. Beberapa membernya antara lain: Ruellia chartacea, Fringeleaf Ruellia Wild, Limestone Wild Petunia, Ruellia strepens, Ruellia brevifolia, Ruellia drummondiana (Drummond’s ruellia), Ruellia elegans, Ruellia makoyana (Monkey Plant|Trailing Velvet Plant|Plant Lust, Ruellia repens, Ruellia brittoniana, Ruellia peninsularis, Ruellia prostrata (sin. Dipteracanthus prostrata), Ruellia-macrantha, Ruellia napifera (Gempur Batu), dan lain-lain
Mayoritas member dari familia Acanthaceae disukai kupu-kupu dan lebah, namun saya belum menjumpai bunga Ceplikan ini disambangi kupu-kupu. Meski kupu-kupu tak begitu suka, namun daunnya merupakan santapan bagi ulat kupu-kupu Lemon Pansy (Junonia lemonias) dan Mangrove Buckeye (Junonia genoveva).

Level Gulma

Tinggi. Hampir dapat tumbuh dengan baik di segala tipe tanah, baik terlindung atau terbuka. Biji dapat dorman berbulan-bulan sebelum mendapatkan kondisi yang kondusif untuk bersemai. Juga tumbuhan ini sangat susah dicabut karena berakar tunggang, makanya juga dinamakan Iron Root. Akarnya menghujam tanah, karena itu untuk pengendaliannya cara pendongkelanlah yang terbaik. Bisa juga secara kimiawi, namun sebaiknya menggunakan bahan-bahan alamiah.

Morfologi

Aja

Habitus berupa herba tegak, tinggi ± 30 cm (ada yang mengatakan 1 m) dan dapat mencapai umur 2 tahun (biennial), memiliki banyak percabangan.

salah satu spot

Bulat telur, ujung tumpul pangkal menyempit nyaris runcing, tidak terdapat bulu-bulu, tepian rata, dan bertangkai pendek.

Batang

Di setiap sisi-sisi batang yang berbentuk segiempat tumpul itu terdapat rambut-rambut halus dan pendek.

Ceplikan

Bila sudah mekar, tumbuhan ini akan sangat mudah diidentifikasi. Terdapat 5 helai mahkota bunga ungu dengan percampuran warna biru lebih banyak dibanding merahnya. Putik 1 tangkai dengan warna putih keunguan, sedangkan benang sari 4 tangkai berwarna putih.

Ada referensi yang mengatakan kalau bunga ini dibantu serangga dalam penyerbukannya (disebut Entomogami) karena serbuk sarinya agak lengket.

Mahkota bunga, benang sari dan putik disokong|diwadahi oleh kelopak bunga yang berwarna hijau. Jumlahnya 5 helai.

Buah bentuk tabung berujung runcing. Semula berwarna hijau yang akan berubah menjadi coklat (coklat kehitaman) bila sudah tua. Sedangkan bijinya berbentuk bulat pipih berwarna coklat.

buah2

Kandungan Kimiawi

Alkaloid, triperpenoid/steroid, flavonoids (cirsimarin, cirsiliol 4′-glucoside, sorbifolin, pedalitin, dan juga betulin, vanillic acid, dan indole-3-carboxaldehyde), fenolik, saponin, kumarin, zat warna kuinon, apigenin serta luteolin,

Ada juga yang menulis kandungan senyawa alaminya sebagai berikut: Tirosin, Leusin, Valin, Glicone, Hentriacontane, Campesterol, Stigmasterol, Sitosterol, Lupeol.

Akar mengandung : apigenin , luteolin.

Minyak bijinya mengandung miristat, capril dan asam laurat.

Ada referensi kalau Pletekan juga mengandung senyawa Senobiotik yang berbahaya bagi fungsi hati dan ginjal, jadi penggunaan sebagai obat herbal dosisnya haruslah tepat.

Manfaat Herbal

Daunnya digunakan untuk menyembuhkan penyakit diabetes dan kencing batu. Caranya dengan membuat daunnya sebagai teh. Daun Ceplikan secukupnya (kira-kira dapat menutupi permukaan wadah|panci) dicuci hingga bersih, kemudian rebus (lebih baik panci|wadah dari tanah liat atau porselin Cina, boleh juga wadah stainless steel) dengan 1 2 gelas air. Setelah mendidih saring, minum air rebusan|teh-nya dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum maghrib.

Selain itu juga bermanfaat sebagai obat penyakit perut, cacingan, nyeri sendi dan otot, pembersih darah, batuk rejan, demam, masuk angin, hipertensi, diabetes, kencing batu, rematik, dan obat luka/borok. Bahkan di negara Republik Dominika digunakan sebagai obat kuat bagi pria.

Pastanya yang terbuat dari daun yang digiling digunakan untuk mengobati luka segar, gatal, gigitan serangga, penyakit kelamin, luka, tumor dan keluhan rematik.

Cara Domestikasi

Dengan menyemai bijinya, atau dengan stek batang, atau juga dengan memindahkan anakan.

ranjang pengantin

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Iklan

Satu komentar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s