Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Agrostophyllum cyathiforme J.J.Sm., Anggrek Koral

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidaklah mudah men-dtr-kan anggrek dari dataran tinggi. Agar lebih mudah beradaptasi plant harus benar-benar dalam kondisi prima dan dibawa beserta medianya. Tentunya syarat ini sulit dipenuhi karena BPG biasanya memungut anggrek-anggrek yang berjatuhan dan banyak yang dalam kondisi memprihatinkan. Hingga saat ini BPG belum juga dapat menemukan formula yang pas untuk mendomestikasi anggek-anggrek dataran tinggi supaya dapat survive, paling tidak prosentase kematiannya dapat diminimalisir.

Mengenai Agrostophyllum cyathiforme, Indonesia memiliki wilayah persebaran terbesar meliputi Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. Di luar itu, anggrek tersebar di Malaysia (Peninsular Malaysia dan Sarawak) serta Singapura. Ada pula yang menyatakan anggrek ini hanya tersebar di Jawa dan Sumatra beserta Malaysia (Sarawak).

Hingga saat ini BPG belum menemukan nama Indonesia maupun daerahnya. Karena itu bolehlah diusulkan beberapa nama:

  • Anggrek Bunga Karang
  • Anggrek Koral. Kedua nama ini merupakan terjemah dari Coral Orchid yang diberikan salah satu website anggrek luar negeri, merujuk pada puluhan kuntumnya yang saling berdesakan dan membentuk atau tergabung dalam wadah/karangan bunga yang menyerupai mangkok atau koral.
  • Anggrek Polip, kuntum-kuntumnya mirip polip-polip yang melekat pada karang laut.
  • Anggrek Piala, atau Anggrek Bokor, atau Anggrek Mangkok, terjemahan The Cup-Shaped Agrostophyllum. Karangan bunga (inflorescence)nya serupa mangkok, atau bokor, atau piala.

BPG lebih sreg dengan nama Anggrek Koral, karena kemiripannya lebih riil dengan koral laut. Selain gampang diingat, juga belum ada anggrek lain yang memiliki nama ini. Namun penamaan ini baru bisa diterima bila banyak yang memakai nama tersebut. Nah, bagaimana dengan anda, lebih suka nama yang manakah?

Secara umum habitat alamiah Agrostophyllum pada hutan-hutan hujan atau perkebunan karet, sawit (oil palm) dan menyukai area yang teduh, lembab dan basah yang terdapat banyak lumut. Biasanya menempel (epiphytic) pada batang pohon atau percabangannya yang agak terbuka atau kanopi pohon inangnya tidak rapat, seperti Pohon Bendo (Artocarpus elasticus), Sawit, atau pohon yang sudah mati dan kering. Ketinggian dataran antara 400 – 1600 m dpl. Namun BPG memperoleh anggrek ini pada ketinggian 1800 m dpl. Walau pada awalnya nampak segar dan beberapa plant ada yang berbunga, namun selanjutnya anggrek banyak yang bermasalah dan mati. Sepertinya lebih mudah beradaptasi yang berukuran kecil/tunas anakan yang hingga saat ini masih bertahan bahkan telah bertambah menjadi 2 bulb.

Bila di habitat aslinya, banyak yang mengiranya sebagai rumput biasa. Dan memang dari tampilannya seperti rumput itulah asal namanya, yakni gabungan antara Agrostis (rumput) dan phyllon/phyllum (daun).

Tipe anggrek simpodial. Pseudobulb berupa batang semu yang keras, terbungkus rapat-rapat oleh seludang daun. Selama hidupnya satu pseudobulb hanya berbunga sekali saja.  Setelah itu dia akan mengering dan mati digantikan individu baru (anakan).

Daun hijau dan kaku dengan permukaan yang mengkilap, ujung menyatu/merapat. Tepian seludang daun berwana kuning dan berlis, bersusun rapat membungkus bulb. Nampak seperti sisik.

Mempunyai perakaran yang mengikat kuat pada (pohon) inangnya. Akar keras.

Bunga tumbuh di ujung batang bergerombol banyak, padat dan berwarna putih kotor atau kekreman dengan lips kuning muda berbentuk letter “U”. Diameter kuntum 0,5 – 0,7 cm. Sedang diameter inflorescence (karangan) bunga 3 – 4 cm. Munculnya di ujung tengah-tengah batang (apex). Masa mekar 2 – 4 minggu. Uniknya, arah inflorescence (karangan bunga) berlawanan dengan arah tumbuh daun atau dengan kata lain karangan bunga tumbuh ke belakang.

Similar Flower

Agrostophyllum lampongense

Sinonim :

  • Agrostophyllum arundinaceum
  • Agrostophyllum cyathiforme var. sumatranum

Sinonim Genus:

  • Diploconchium
  • Chitonochilus
  • Appendiculopsis

Catatan:

  • Jawa Tengah menurut Comber, bukan termasuk daerah distribusi.
  • Kriteria dalam Red List IUCN: ”Beresiko rendah” (Least Concern; LC), “Informasi kurang” (Data Deficient; DD)
  • Genus Agrostophyllum mampu melakukan self-pollination (penyerbukan sendiri) tanpa bantuan makhluk atau benda lain.
  • Genus Agrostophyllum masih hanya sebagai ornamental plant dengan potensi sebagai anggrek hortikulturata (memiliki potensi diperdagangkan) yang sangat rendah, serta belum diketahui kemanfaatannya secara medis maupun lainnya. Bukan pula termasuk jenis yang langka maupun anggrek favorit. Walaupun begitu, namun semua anggrek Indonesia tidak boleh diperdagangkan antarnegara secara sembarangan.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phalaenopsis pulcherrima var. Atjeh, Doritis Endemik Aceh

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seorang teman PA (Pecinta Anggrek) memberikan hadiah kepada BPG anggrek-anggrek dari Aceh. Dari hampir sepuluh ID dengan total lebih dari duapuluh plant dua di antaranya telah berbunga, yakni Vanda pumilla dan Phalaenopsis pulcherrima atau yang lebih dikenal dengan nama Doritis varian Aceh.

Kalau secara karakter varian Aceh ini samalah dengan varian-varian lainnya, yakni sama-sama suka simat. Bedanya bunga dan plantnya lebih kecil dibanding Doritis yang umum dijumpai di Jawa. Sepal dan petalnya membentang ke belakang sehingga bila dilihat dari muka nampak ramping sekali. Kelebihannya, Doritis satu ini sangat mudah adaptif dan tidak menunggu waktu lama untuk berbunganya.

Mengenai populasi, informasinya hanya ditemukan di Aceh (endemik Aceh) dan relatif masih mudah dijumpai di habitatnya. Walau begitu diharapkan tetap harus dikira-kira dalam mengeksploitasinya agar tidak menjadi langka dan punah. Walau mudah dijumpai di kalangan para pecinta anggrek, namun setidaknya populasi di alamnya haruslah dijaga.

Salam Aku Cinta Anggrek Indonesia … mari kita jaga dan lestarikan mereka!!!!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aeschynanthus pulcher, si Lipstik Cantik yang Eksotis

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hanya ditemukan di Jawa pada hutan tropis dengan kelembaban yang terjaga. Seluruh bagian tanamannya berbulu. Bunganya berwarna merah ngejreng. Eksotis. Bentuknya mirip kepala belut Muray yang biasanya hanya nongol kepala dan sedikit bagian badannya dari liang karang. Sewaktu masih kuncup memang seperti lipstik, karena itu tidaklah mengherankan apabila disebut Bunga Lipstik/Lipstick Plant. Penamaan itu untuk semua member pada genus yang sama, Aeschynanthus yang artinya memang lipstik.Sedangkan pulcher artinya beautiful.

Warna merah vivid dengan semburat merah marun pada kelopaknya yang berbentuk menyerupai tabung lipstik

Menurut kabarnya sih, tanaman ini sangat mudah untuk dirawat dan dibudidayakan. Namun, beberapa kali BPG mendomistakasikannya selalu gagal. Terakhir yang berbunga plant berasal dari salah satu penduduk di sekitar hutan yang biasanya ke hutan untuk mencari pakan untuk ternak sekaligus hunter bila menjumpai tanaman-tanaman yang unik, seperti anggrek dan tanaman hias. Beberapa minggu lalu BPG juga sempat ‘leles’ (mungut yang berjatuhan) dari pohon yang tumbang. Berbekal pengalaman kemarin-kemarinnya, kali ini BPG lebih PD untuk mendomestikasikannya.

Plant yang BPG bawa dari hunter masih terdapat banyak media antara lain lumut-lumutan, plant paku pakis yang telah mati, dan kumpulan debu. Tanpa merubah media bawaan, BPG langsung mengikatnya pada papan pakis dan digantung pada tempat yang teduh. Sempat khawatir juga karena banyak daun yang berguguran, batangnya juga ada yang mengering. Mungkin terpengaruh musim kemarau yang panas. Apalagi BPG tinggal di dataran rendah yang memang panas. Plant yang semula nampak rimbun, kini nampak ramping karena kehilangan banyak daun dan beberapa ruas batang. Walau begitu mau berbakti juga akhirnya, meski hanya dua kuntum saja. Alhamdulillah, patut disyukuri.

tanaman evergreen yang selalu hijau sepanjang tahun dan berbunga sepanjang tahun yang mana kuntumnya muncul pada setiap ujung sulur

Sinonim

  • Aeschynanthus beccarii
  • Aeschynanthus boschianus
  • Aeschynanthus javanicus
  • Aeschynanthus lamponga var. parvifolius
  • Aeschynanthus lampongus
  • Aeschynanthus lanceolatus
  • Aeschynanthus lobbianus
  • Aeschynanthus neesii
  • Aeschynanthus parvifolius
  • Aeschynanthus zollingeri
  • Trichosporum beccarii
  • Trichosporum javanicum
  • Trichosporum lampongum
  • Trichosporum lobbianum
  • Trichosporum parvifolium
  • Trichosporum pulchrum
  • Trichosporum zollingeri
Daun kecil, bentuk oval, tebal serta berbulu, diameter 4 – 8 cm dengan permukaann memiliki lapisan lilin

Nama

Bunga Lipstik, Lipstick Plant, Red Bugle Vine, Royal Red Bugler, Basket Vine, Scarlet Basket Vine

Termasuk tanaman merambat, batangnya menjuntai dengan panjang tanaman mencapai 1,5 m (ada juga yang mengatakan hingga 3 meter)

Perawatan, Masalah, dan Alternatif Pemecahan

  • Di dataran rendah yang panas sebaiknya diletakkan di bawah naungan atau setengah teduh. Media seperti halnya anggrek, yakni bisa potongan kayu, papan pakis. Yang terpenting juga dijaga kelembabannya.
  • Serangan jamur pada daun. Tandanya ada pola yang mirip dengan jaring laba-laba. Bisa diberikan fungisida atau obat organik untuk serangan jamur.
  • Bila bunga tidak bisa mekar berarti kekurangan sinar matahari.
  • Bunga tumbuh sedikit. Lakukan pemangkasan agar bisa dihasilkan banyak bunga. Dengan pemangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru yang lebih banyak, sehingga prosentase bunga yang dihasilkan kelak juga lebih banyak. Setelah tanaman berhenti berbunga, lakukan pemangkasan secepat mungkin.
  • Perbanyakan. 1) Split atau pemisahan rumpun, 2) Stek batang, yakni potong batang dengan panjang yang disarankan 10 – 15 cm. Batang stek dibungkus dengan sabut kelapa secukupnya kemudian diletakkan pada tempat yang teduh namun masih terkena sinar matahari yang tidak terekspos/terkena langsung.
  • Kelembaban harus dijaga.
  • Ada yang menyarankan saat berbunga, kuntumnya tidak boleh kena air, walaupun spray.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

SURATAN TAKDIR BPG TERHADAP ANGGREK BULAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Judulnya kok bombay banget ya … bombastis dan lebay … xi…xi … tetapi gpp lah, siapa tahu bisa mendatangkan tamu banyak, aamiin.

Sejak dahulu hingga kini, meski selera kecintaan BPG  akan jenis-jenis anggrek selalu silih berganti, namun untuk anggrek bulan (Phalaenopsis) selalu ada ruang dan hati, cieee….

klasik dan anggun

Tampilan bunga Phalaenopsis memang sangatlah anggun, tidak ada yang mampu mengalahkan keanggunannya bahkan si Ratu Anggrek yang Glamour, Cattleya, sekalipun. Sedangkan anggrek Vanda tampilannya lebih tegas dan berwibawa. Namun masing-masing telah punya penggemarnya sendiri-sendiri. Dannnnn … BPG masih lope-lope ma Phal meskipun saat ini keglamoran Cattleya begitu menggoda. He…he…

Dulu memang nggak berani rawat anggrek bulan. Bukan karena tak bisa merawatnya, tetapi karena alasan harganya. Apalagi waktu itu tersiar gosip kalau anggrek bulan sangatlah susah dipelihara. Namun suratan takdir ternyata berkata lain.

masih belum bisa menaklukkannya, Phalaenopsis schilleriana

Awalnya, BPG membeli 2 plant amabilis sp. (lokal) yang terjamah kantong. Sempat kesulitan juga mengadaptasinya. Namun berbekal info2 dari internet/link2 anggrek, akhirnya kedua-duanya BPG ikat pada batang pohon rambutan dengan ketinggian 2,5 – 3 meter dari tanah. Subhanallah wal alhamdulillah, ternyata hidup dan berbunga walau yang satu plant mati karena kejatuhan dompolan rambutan.

Suratan takdir yang kedua, membeli Phalaenopsis fimbriata yang nampak merana di suatu kios. Ada 5 plant yang ditanam pada papan pakis. Semuanya nampak mungil-mungil dan g terawat, bahkan 1 sudah tampak kering kerontang, g ada harapan untuk hidup. Semuanya saya beli, yang nampak kering diberikan gratis. Alhamdulillah. Dari 4 plant, 1 dibarter, 1 dibeli teman, dan dua telah berbunga.

aroma mirip kayu manis namun lama-lama seperti pupuk urea, pesingg … hi…hi…

Suratan takdir yang ketiga, merawat angbul hibrid punya tante yang hidup segan mati juga g mau, bermasalah banget pokoknya … awalnya juga sangat sulit untuk survive, alhamdulillah setelah saya letakkan pada ‘keranjang’ pakis Kadaka bisa survive dan muncul 2 tunas anakan dari batangnya yang kering kerontang.

Suratan takdir yang keempat, dapat barteran angbul hibrid yang sudah berbunga ditukar sama anggrek kuku macan yang juga berbunga. Dan bunga barteran inilah yang BPG jadikan maskot postingan kali ini.

suka warna putihnya yang ‘kotor’ karena tersiram warna ungu lembut dan pucat, apalagi coraknya seperti terpercik cat nampak berkelas yaa … ?

Suratan takdir yang kelima, ada tawaran seedling yang murah meriah. Namun setelah saya konfirm ternyata harus membeli sekian puluh plant. Karena sudah ngebet plus ada budget, akhirnya terbelilah. Pesan 10 plant dengan ID yang berbeda hasil silangan pekebunnya sendiri (yang lainnya dendrobium sp kriting), dikasih bonus 1 plant. Di kemudian hari mati 1 dan kembang kempis 1 plant. Jadi yang sehat tinggal 9 plant. Mudah2an yang kembang kempis juga bisa survive, aamiin.

Suratan takdir yang keenam, dapat hadiah Phalaenopsis pulcherrima form ‘Atjeh’ dari teman di grup anggrek. Alhamdulillah dari tiga potong (2 potong terdiri satu bulb, 1 potong 2 bulb) satu telah spike. Hmmm gimana ya bunganya nantinya, tetap hahacem (harap2 cemas) menunggunya walau foto-fotonya berseliweran di internet. Sebelumnya BPG telah memiliki Phalaenopsis pulcherrima form Java, satu berdaun panjang mirip amabilis, dan lainnya biasa (kecil).

form Java

Suratan takdir yang ketujuh, saat mengikuti kuis di grup-grup anggrek, eh ternyata beruntung dan dapat hadiah 4 angbul dewasa, 2 sp dan 2 hibrid kwalitas premium. Ternyata saat plant datang di luar ekspektasi, rimbun dan semox xi…xi… alhamdulillah.

Dan kini saat foto2 dan gambar2 angbul berseliweran, BPG selalu berharap dan berdo‘a semoga juga dapat memilikinya. Namun kalau untuk bela-beli BPG sudah memutuskan untuk membatasi pembelian hibrid untuk form atau corak yang langka-langka saja, sedangkan untuk spesiesnya semua boleh … he…he…

saat pertama melihatnya langsung pingginnnn banget, hingga kini masih idaman

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

STOP BULLYING ANGGREK!!!!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Lagi viral perlakuan cabut pucuk dan tusuk jarum di berbagai grup anggrek Fb. Cabut pucuk lebih dahulu ada, disusul akupuntur. Namun sebenarnya kedua rekayasa ini bersifat negatif, karena dari berbagai postingan banyak yang mengatakan gagal. Anggreknya bermasalah. Ada yang mengering dan ada pula yang mati. Sangat disayangkan kan yaa … bukankah kita mengaku sebagai pecinta bunga tetapi kok melakukan tindakan ekstrim yang ‘kejam’ seperti itu. Ok-lah kalau itu dilakukan dalam ranah penelitian atau sains ilmiah, tetapi ini yang melakukan adalah mayoritas pemula atau masih awam, tanpa melengkapi dengan pengetahuan yang cukup tentang cabut pucuk dan akupuntur.

CABUT PUCUK

     Sebenarnya cabut pucuk awalnya hanya dilakukan para petani anggrek sebagai pemenuhan permintaan pangsa pasar. Jadi memang murni alasan ekonomi. Setelah mendapatkan bunga, batangnya pun distek kembali sebagai perbanyakan vegetatif buatan. Umumnya yang direkayasa seperti itu memang anggrek-anggrek potong tipe monopodial, seperti berbagai jenis Vanda tanah (Douglas), Renanthera (James Story, Emma Story), Arachnis, dan lain-lain. Namun entah mengapa cara atau trik ini kemudian juga dilakukan para pecinta anggrek yang notabene sejak semula sudah tahu kalau merawat anggrek itu harus banyak sabarnya. Jadi memang hanya didasarkan atas nafsu untuk segera menikmati bunganya. Padahal merawat anggrek itu butuh proses yang (sangat) lama. Selama pemenuhan faktor-faktor agroklimat yang meliputi suhu, kelembaban, simat/cahaya, dan sirkulasi udara terpenuhi, insya Allah keluarnya bunga akan indah pada waktunya juga.

     Awalnya memang masih wajar-wajar saja, yakni hanya melakukan pada anggrek tanah yang merupakan anggrek potong seperti yang dilakukan para petani anggrek, namun kemudian ada pecinta anggrek yang mencobanya pada jenis anggrek tipe monopodial lainnya seperti Vanda spesies yang memang terkenal sangat sulit berbunga. Dan dari sinilah akhirnya malapetaka terjadi. Banyak yang mengalami kegagalan, anggreknya menjadi bermasalah, dan ada pula yang mati.

     Perlu diketahui pada anggrek tipe pertumbuhan monopodial, artinya batang/bulb tumbuh hanya pada satu titik saja, apabila dicabut pucuknya tentu mata pertumbuhannya akan hilang, rusak, atau mati. Risiko kegagalan juga lebih besar apabila dilakukan secara serampangan saja, sehingga kerugian kita juga kian besar, rugi waktu, rugi perawatan, rugi tenaga, dan juga uang. Jadi BPG tidak menyarankan rekayasa seperti itu pada para pecinta anggrek. Biarlah itu dilakukan oleh para petani anggrek karena memang tujuannya adalah untuk mensuplai ketersediaan anggrek potong di pasaran.

AKUPUNTUR ANGGREK

     Belum juga tamat fenomena cabut pucuk, muncul fenomena baru yang juga tak kalah dahsyat efek negatifnya, yakni tusuk jarum. Beberapa teman memposting kegagalan mereka dalam melakukan rekayasa ini. Beberapa ruas batang sekitar luka menjadi coklat dan kering. Walau masih terdapat ruas-ruas yang hidup di atas maupun di bawah ruas yang mati tersebut, namun sudah dapat dipastikan lagi bahwa masa untuk menunggu kemunculan bunganya akan kian bertambah luama pula, pasti itu.

     Para pelaku akupuntur terpecah menjadi dua golongan tujuan, ada yang karena ingin merangsang keluarnya bunga dan ada yang mengharapkan keluar tunas anakkannya. Ini berbeda dengan cabut pucuk yang memang bertujuan untuk merangsang pembungaan.

     Ternyata awal mula perlakuan tusuk jarum terhadap anggrek berasal dari Vietnam. Dari video terlihat bahwa yang dicontohkan rekayasa tusuk jarum adalah anggrek Dendrobium anosmum, namun mengapa para pecinta anggrek di tanah air menjadi latah melakukannya pada anggrek tipe monopodial?

     Perlu ditegaskan bahwa pertumbuhan anggrek itu sangatlah lambat, tidak serta merta hitungannya adalah bulanan. Walaupun ada yang mencapai tahap mingguan, namun jenisnya tidaklah banyak. Jadi bila ada yang melakukan cabut pucuk dan juga tusuk jarum hanya dalam beberapa minggu kemudian sudah keluar bakal bunga, tentu itu bersifat untung-untungan saja. Perekayasa tidak melihat kronologis awalnya, tetapi hanya melihat hasil akhirnya saja. Siapa tahu sebelum dilakukan cabut pucuk dan akupuntun, sebenarnya mata tunas bunga/spike telah ada sebelumnya, tetapi tidak terlihat karena masih tertutup atau terbungkus seludang daun? Inilah banyak pelaku yang tidak menyadarinya.

     Walaupun BPG secara pribadi tidak menyarankan untuk cabut pucuk dan akupuntur, namun bila anda memaksa untuk melakukannya, BPG juga tidak dapat berbuat apa-apa, karena itu adalah anggrek-anggrek anda sendiri, yang bertanggung jawab juga anda sendiri. Namun sebaiknya rekayasa tersebut hanya dilakukan pada anggrek yang betul-betul sehat, tipe monopodial.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rhinacanthus nasutus, Kaya Manfaat dengan Bunga yang Unik Laksana Burung yang Sedang Terbang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sepertinya populasi di habitat liarnya sudah tidak ada, atau sudah langka ditemukan. Padahal di habitat yang terganggu, seperti area permukiman, juga tidak mudah untuk menemukannya. BPG tidak tahu mengapa sebabnya. Mungkin orang membuangnya karena belum tahu kegunaannya, atau memang tidak banyak yang menanamnya. Padahal tumbuhan ini telah diteliti kemanfaatan herbalnya di berbagai negara, seperti:

  • Jepang
  • India
  • Thailand
  • China
  • USA

Dari penelitian dan studi ilmiah, ternyata khasiatnya tidak kalah dengan tumbuhan yang lebih populer Sambiloto (Andrographis paniculata). Secara tradisional, telah teruji dalam pengobatan:

  • Taiwan: hepatitis, diabetes, hypertension dan penyakit kulit. Rebusan akarnya untuk melawan beberapa jenis kanker.
  • Thailand: beberapa penyakit seperti gatal-gatal, ruam-ruam, kurap, bisul/bengkak bernanah, penyakit kulit, gondok, kusta. Beberapa bagian tanamannya digunakan untuk penyakit eksim, TBC, dan herpes. Daun dan batangnya digunakan untuk penyakit hepatitis, diabetes, darah tinggi, dan penyakit kulit. Minyak daun/atsirinya mampu mengusir nyamuk. Juga memiliki anti jamur, anti proliferasi, anti oksidan, anti bakteri, anti virus, anti radang, anti alergi, ambein, dan anti kanker.
  • Penduduk lokal menggunakan herbanya untuk berbagai penyakit ringan, mulai dari digigit ular hingga, penyakit kulit, dan kurap.
  • Di Jawa selain digunakan sebagai tanaman obat, juga ditanam sebagai tanaman pagar serta untuk mencegah erosi tanah.
  • India: campuran akar dan daun yang segar, ditambah perasan jeruk nipis untuk kurap dan penyakit kulit. Bijinya juga untuk kurap. Akar sebagai obat gatal-gatal. Akar juga digunakan sebagai penangkal bisa gigitan ular.
  • Juga berpotensi dalam pengobatan berbagai macam penyakit neurologis (seperti Alzheimer, Parkinson dan depresi), infeksi virus dan bakteri (seperti hepatitis dan virus herpes), gangguan kulit, dan mengontrol kadar gula pada pasien diabetes.

Rasanya dari daftar pengobatan secara tradisional saja sudah mencukupi ya betapa dahsyat khasiatnya. Dan hal ini juga diperkuat dengan studi ilmiah/penelitian yang dilakukan di beberapa negara di atas.

Selain itu, tumbuhan ini juga dilaporkan bermanfaat sebagai akarisida (pembunuh hama tungau dan kutu pada tanaman).

Inilah nama-namanya:

  • Taksonomi: Rhinacanthus nasutus (Linn.) Lindau
  • Sinonim : Justicia nasuta; Rhinacanthus communis; Rhinacanthus nasuta
  • Internasional: Snake Jasmin, Leaf Powder, Rhinacanthus Communis Leaf Powder
  • Indonesia : Manukan, Melati Ular, Tarebak, Manukan, Daun Burung, Tereba Jepang, Celenge, Tereba, Bungo Dara
  • Familia: Acanthaceae

Native : India, dengan daerah persebarannya: China, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Madagaskar. Elevasi di atas 750 mdpl. Namun di kebun BPG yang dataran rendah, tumbuhan ini tumbuh subur dan berbunga.

Habitat

Area semak belukar, pinggir hutan, area terbengkalai dan area terganggu seperti pemukiman. Tumbuh subur pada area yang tercukupi kebutuhan airnya, namun dapat bertahan pada tanah yang miskin air seperti celah-celah bebatuan, juga tumbuh baik pada tempat yang terbuka maupun setengah terlindung.

Habitus

Termasuk tumbuhan tahunan yang bersemak atau semi belukar, batang langsing segiempat, tinggi 1-2 m, tumbuh tegak hingga rebah, bercabang, agak berbulu.

Daun: tunggal, panjang 4 – 10 cm, menyempit dan runcing pada pangkal dan ujungnya atau elips hingga bulat telur, jarang bentuk lanset/lanceolate atau menyerupai mata lembing, pinggir daun rata namun agak berombak, petiole/tangkai daun 0,5 – 1,5 cm. Daun muda ditutupi oleh rambut halus.

Bunga

Bentuk seperti seperti burung yang sedang terbang (zygomorf). Jumlah mahkota 5 helai berwarna putih.
Buah berbentuk seperti tongkat dengan isi 4 butir biji. Ada juga yang mengatakan bentuknya seperti silinder panjang berwarna kecoklatan dengan tipe buah kapsula (drupa).

Kultivar

Di beberapa tempat sudah dibudidayakan dan dapat dijadikan sebagai tanaman hias ataupun obat, dan sebagiannya masih tumbuh secara liar. Bila belum dimanfaatkan, Melati Ular ini juga cantik sebagai penghias taman ornamental plant. Bunga putihnya tampak cantik, apalagi bentuknya juga unik.

Perbanyakan

  • Biji sebagai perkembangbiakan generatif.
  • Pemotongan batang/stek kira-kira 10 cm panjangnya yang terdapat 2 – 3 ruas buku-buku.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Vanda pumila Hook, Vanda Mini yang Elok dan Wangi, Unik Pisan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dunia anggrek memang membikin puyeng untuk selalu ngikuti up-date-an. Dulu namanya Vanda pumila, kemudian genusnya diganti Trudelia karena dianggap tidak cocok dengan ciri-ciri keumuman genus Vanda. Dan kini genus Trudelia kembali dilebur ke dalam genus Vanda, tepatnya dalam Section Cristatae. Jadi, nama taksonominya Vanda pumila. Sekarang, BPG g mau rempong-rempong lagi ah ngurusin ID-nya, mau pake Vanda pumila, mangga, mau pake Trudelia pumila yah no what-what lah … he…he…

Di Indonesia habitatnya hanya ada di Sumatera Utara dan NAD. The Dwarf Vanda yang berada di kebun BPG ini berasal dari Aceh, hadiah seorang teman di grup anggrek Fb. Alhamdulillah g pake lama, mau juga berbunga di DTR yang panas. Cepatnya keluar bunga selama masa adaptasi sebenarnya mengkhawatirkan. Namun BPG memilih risiko ini dan membiarkan anggrek ‘memilih’ pilihannya sendiri. Mengapa BPG juga tidak merasa was-was? Karena plantnya nampak sehat dan sudah dewasa, bahkan terdapat bekas tangkai bunga. Apalagi dikirim sekalian dengan medianya. Selain itu, di masa-masa sebelumnya ada beberapa jenis anggrek yang berbunga, padahal masih dalam masa adaptasi. Dan alhamdulillah, mereka baik-baik saja.

= Bunga =

labellum unik menyerupai kantong dan terdapat guratan berwarna ungu atau maroon

Meski masih dapat masa adaptasi, BPG membiarkan anggrek untuk berbunga. Jadi, g perlu pake lama dapat dinikmati keindahan bunganya yang berwarna hijau kekuningan itu. Walaupun yang mekar hanya satu dari 3 calon bunga, namun itu sudah membahagiakan. Apalagi aromanya juga harum seperti sirup pandan buatan sendiri. Ada juga yang mengatakan seperti aroma sweet rose.

Warna bunga memang tergantung pada kondisi lingkungannya. Ada yang bewarna krem, kekuningan, atau hijau kekuningan. Menarik kan ya? Alhamdulillah di kebun BPG diameter bunga mencapai 5 cm yang merupakan ukuran maksimal. Meski plantnya termasuk kecil dan pendek, namun nampak kokoh.

= Persebaran =

panjang daun terpanjang 15 cm

Di luar Indonesia, Anggrek Vanda Mini yang memiliki diameter bunga antara 2,5 – 5 cm ini juga tersebar mulai dari India Utara dan sekitarnya (Bhutan, Sikkim, Nepal, Himalaya), Asia-Temperate: China Selatan; Asia-Tropical Indo-China: Vietnam, Laos, Myanmar, dan Thailand. Habitatnya pada hutan-hutan pada ketinggian 700 – 1400 mdpl. Bahkan ada yang melaporkan tumbuh juga pada hutan dataran rendah dan hutan sabana dengan ketinggian < 700 mdpl. Areanya harus cukup terang, kelembaban tinggi, dan sirkulasi udara lancar agar sempurna pertumbuhannya.

= Media =

Sinonim: Vanda flavobrunnea

Papan pakis dengan tambahan sedikit lumut. Itu adalah media awal. BPG tidak merasa perlu menggantinya. Mungkin setelah masa adaptasi telah terlewati, hanya perlu ditambahkan sedikit lumut lagi. Beberapa pecinta anggrek ada yang menanamnya dalam pot, baik dari plastik maupun tanah liat dengan media pakis cacah, cacahan kulit pinus, potongan kayu/ranting, atau hanya digantung dengan kawat saja. Insya Allah bila kelak BPG melakukan split pangkal batang, akan menempelkannya pada potongan kayu dengan dibungkus sedikit sabut kelapa.

= Populasi =

Namun sayangnya anggrek ini sudah sulit ditemukan pada habitat alamiahnya, tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara persebaran.

= Penyiraman dan Pemupukan =

masa mekar 2 – 4 minggu

Untuk penyiraman BPG melakukan perlakuan yang sama dengan semua jenis anggrek di kebun, yakni 2 hari sekali waktu pagi dengan siram kocor/pake slang. Dan 4 hari sekali dipupuk pake limbah dapur (POC/eco enzyme) yang diberikan di sela-sela hari siram.

ciri akar seperti umumnya akar Vanda

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Brachypeza pallida (Blume), Ratu Sehari yang Wangi

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Meskipun memiliki kemiripan dengan Phalaenopsis, baik dalam hal karakteristik maupun morfologi plantnya, namun para ahli taksonomi dahulu tidak langsung mengaitkannya dengan genus Phalaenopsis. Genus Pteroceras pernah ‘jalan-jalan’ dari genus satu ke genus lain, yakni genus Aerides, Dendrocolla, Sarcochilus, atau Thrixspermum. Kemudian, nama yang biasa dipakai untuk anggrek ini adalah Pteroceras pallidum, sesuai dengan World Checklist of Monocotyledons Database, The Board of Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew pada tahun 2003. Namun, pada tahun 2014 Kocyan & Schuit mengganti namanya menjadi Brachypeza pallida (Blume) yang dipublish di Netherlands National Herbarium Website dan Flora Malesiana Vol III. Nama terakhir ini jugalah yang dipakai oleh IOSPE (Internet Orchid Species Photo Encyclopedia). Hingga sekarang (2019) belum ada revisi apapun. So, dengan nama yang mana saja kita pakai, apakah Pteroceras pallidum atau Brachypeza pallida, sah-sah saja.

  • The Pale Pteroceras (nama internasional ini tetap dipakai hingga sekarang, meski genusnya telah berganti)
  • Ukuran plant kecil
  • Daun mirip phal dengan ukuran yang lebih kecil. Di kebun BPG daunnya lemas/lunglai. Mungkin masih efek dalam masa adaptasi, meskipun sudah berbunga. Tapi akarnya bagus dan sudah melekat pada media.
  • Akar putih kehijauan, miskin cabang, morfologi khas anggrek monopodial
  • Menyukai kondisi ternaung namun cukup terang
  • Memiliki aroma harum menyengat
  • Mekar sehari
  • Diameter bunga ± 5 cm
  • Penyebaran: Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, Philipina
  • Habitat: hutan-hutan dekat pesisir dan hutan-hutan primer pada area yang cukup terbuka
  • Ketinggian habitat: 900 – 1250 mpdl

Sinonim:

  • Aerides pallida
  • Dendrocolla pallida
  • Phalaenopsis fugax
  • Phalaenopsis ruckerana
  • Phalaenopsis ruckeri
  • Pteroceras caligare
  • Pteroceras pallidum
  • Sarcochilus caligaris
  • Sarcochilus pallidus
  • Thrixspermum pallidum

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bulbophyllum jayi, Tidak Hanya Native Borneo

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Termasuk bulbo sp baru/fresh from oven nih…hi…hi… karena baru dipublikasikan tahun 2013 oleh J.J.Verm. & A.L.Lamb pada Malesian Orchid Journal. Jadi informasi dan datanya masihlah sangat minim dan juga misterius. Berbagai link anggrek terkenal hanya mencantumkan namanya saja, tanpa foto/gambar sama sekali. Jadi kalau kita mencarinya di Google, g akan dapat kita temukan foto/gambar dari Bulbophyllum jayi.

Hingga sekarang, informasinya juga belum di-update. Dikatakan native-nya Borneo, padahal juga ditemukan di Sumatra Utara. BPG menduga bahwa informasi yang tidak akurat ini disebabkan beberapa hal, yakni:

  1. Adanya persebaran secara alamiah, baik melalui bantuan makhluk hidup maupun alam (angin misalnya).
  2. Kekurangan dalam hal penelitian atau ekspedisi. Hal kedua ini yang paling logis, karena untuk memasuki hutan belantara dimana habitat alamiah bulbo ini berada tidak semua expeditor mampu melakukannya. Apalagi ukurannya yang mungil juga menyulitkan pandangan mata.

Karena minimnya data, maka BPG kali ini juga tidak dapat mengupas banyak. Hanya saja ada beberapa  catatan selama BPG merawat Bulbophyllum ini.

  1. Saat adaptasi sebaiknya dihindarkan dari benturan air (hujan), karena itu sebaiknya diletakkan di bawah naungan beratap, atau diikat pada pohon pada sisi batang pohon yang terlindung dari benturan air hujan, misalnya di sisi bawah dahan dan sebagainya.
  2. Sekelilingnya diletakkan media yang mampu menyerap kelembaban/air lebih lama. Jangan menutup plantnya dengan media karena risiko busuk lebih besar. Bila telah mampu beradaptasi, media penyerap kelembaban dapat ditambahkan sedikit demi sedikit, tetap di sekelilingnya saja.
  3. Pertumbuhan daun sangatlah cepat, hanya dalam hitungan kurleb 1 bulan daun sudah mencapai stadium dewasa.
  4. Bunga tunggalnya (satu bulb satu kuntum bunga) mekar sekitar 2 hari. Pada cuaca yang sangat panas, kegagalan mekar sangatlah besar. Apabila mampu mekar sempurna, biasanya hanya mekar sehari saja.
  5. Bulbs saling sambung menyambung membentuk seperti untaian kalung/rantai.
  6. Akar sangat pendek. Satu bulb hanya memiliki beberapa utas akar. Akarnya juga mudah lepas akibat tarikan, meski g begitu kuat.
  7. Karena beberapa sebab bulbnya menjadi kering dan mati, padahal belum masanya. BPG tidak dapat memprediksi dan mengetahui secara pasti penyebabnya. Dugaan terbesar bulb yang mengering terkena sinar (cahaya) yang lebih banyak.
perbandingan dengan semut
satu bulb satu kuntum
memerlukan kondisi lembab, penambahan media di sekeliling anggrek yang menyerap kelembaban seperti lumut, rambut kadaka, atau sabut kelapa sangat diperlukan
satu daun
masa mekar 2 hari, saat kondisi lingkungan tidak kondusif, kuntum gagal mekar atau mekarnya hanya sehari saja
walau sudah 2 tahun lebih, jumlah bulb tidak terlalu menggembirakan, tetap bersyukur koloni yang ini mampu bertahan di DTR, karena rumpun-rumpun yang lainnya sudah mati
rumpun ini tinggal fotonya doang … hiks
labellum sangat berbeda dengan bulbophyllum lainnya

Bulbophyllum jayi berada dalam seksi Macrocaulia. Member seksi ini berbunga tunggal dengan masa mekar yang sangat singkat 1 – beberapa hari saja. Kemiripan spesies antar member sangatlah besar. Apabila tidak berbunga sangatlah sulit dibedakan antara mereka, walaupun sebenarnya juga terdapat ‘celah-celah’ pembeda meski sangat tipis. Bagi pemula memang betul-betul membingungkan.

Mungkin anda bertanya-tanya ya jika informasi yang tersebar di internet sangatlah sedikit dan misterius, darimana BPG tahu identitas bulbo ini? Begini kronologisnya.

Beberapa kali foto Bulbophyllum jayi dishare/upload di berbagai grup anggrek Fb. Namun tak seorangpun yang yakin mengenai ID-nya. Beberapa di antaranya pun berdebat. Namun semuanya tidak ada kesimpulan pasti. Dan kemudian ada salah satu teman grup yang mengirimkan spesimen/contoh tanaman ke the Swiss Orchid Foundation agar dapat diidentifikasi atau diregistrasi apabila memang new sp. Ternyata bulbo ini sudah memiliki nama sebelumnya, walau berbeda asal habitatnya. Selama ini bulbo ini masyhur native Borneo, namun ternyata juga ditemukan di Sumatra Utara, karenanya banyak pecinta anggrek yang g yakin akan identitas bulbo ini meski g asing dengan namanya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Spalgis epius, Kupu-kupu Karnivora

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mungkin kita mengira ya kalau fase ulat/larva dari kupu-kupu (termasuk juga Ngengat dan Skipper) memakan dedaunan (herbivora). Pengiraan seperti ini memang tidaklah salah karena memang hampir semua ulat memakan dedaunan.

Hampir? Berarti ada beberapa yang tidak ya?

Yap benar. Beberapa jenis kupu-kupu fase ulatnya tidak memakan dedaunan, tetapi bersifat carnivora. Salah satu di antaranya adalah ulat dari kupu-kupu Spalgis atau yang dikenal dengan sebutan Apefly. Disebut demikian karena corak pada pupa/kepompongnya seperti muka monyet Rhesus. Monyet rhesus (Macaca mulatta) atau Macaque Rhesus, adalah salah satu spesies monyet Dunia Lama yang paling terkenal. Selain itu genus ini juga dikenal sebagai Hemipterophagous butterfly, artinya pemakan serangga (genus) Hemiptera (sejenis kepik atau kutu/bug). Larva dan fase imago dari genus ini memakan larva genus Hemiptera.

Jadi kalau Anda memiliki perkebunan kopi, jeruk, jambu biji, mangga, sayur-sayuran, atau tanaman hias janganlah diusir kupu-kupu ini dari kebun Anda, karena dapat dijadikan sebagai biokontrol hama tanaman berbagai macam jenis mealy bug.

Bagaimana wujud dari ulat dan juga makannya yang sangat rakus dapat kita lihat di video link berikut.

Dari video tersebut dapat kita lihat bahwa ulat dari genus Spalgis juga memiliki kelebihan berkamuflase mirip seperti makanan/mangsanya, yakni larva kutu putih/kutu kebul (mealy bug). Dengan kamuflase seperti ini para kumbang tidak akan curiga terhadap pemangsa anak-anak mereka dan akan tetap meletakkan telur-telurnya di tempat itu. Dan ini merupakan keuntungan tersendiri bagi larva Spalgis karena tentu saja cadangan makanannya akan bertambah banyak.

Nama Binomial:

Spalgis epius strigatus (jantan/male), Family : Lycaenidae, Subfamily : Miletinae, Tribe : Miletini

Subspecies:

  • dilama
  • epius.
  • fangola
  • nubilus
  • pharnus
  • semperi
  • strigatus
  • substrigata
  • titius

Diskripsi:

Tidak banyak yang dapat dipelajari karena keterbatasan gambar/foto dan pengamatan.

Keunikan lainnya:

Fase imago/dewasa sering dijumpai bersimbiosis atau berasosiasi dengan semut untuk sama-sama memakan hama/parasit seperti aphids (kutu daun), coccids (kepik), psyllids (kutu loncat) atau membracids/Treehopper (serangga bertanduk, salah satunya dikenal sebagai wereng).

Spesies Carnivora Lainnya:

Genus Allotinus dan Taraka. Larva dan kupu-kupu dari kedua genus ini juga bersifat carnivora, dengan memangsa dari genus Hemiptera juga.

Persebaran:

Terdapat 7 spesies dalam genus Spalgi. 3 berada di benua Afrika, 1 endemik Papua New Guinea, 1 endemik Philippina, dan 2 spesies yakni baiongus dan epius tersebar di India. Namun data ini rupanya harus diperbaharui, karena spesies epius juga ditemukan di Indonesia.

Habitat:

Hutan hujan dan hutan lembab pada ketinggian 100 – 500 mdpl.

Populasi:

BPG hanya sekali saja menemui kupu-kupu jenis ini.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh