Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Persicaria maculosa Gray, Antara Gulma Berdaun Indah, Tanaman Hias, dan Harganya yang Mahal

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

persicaria

Tumbuhan berdaun cantik ini di berbagai negara belahan dunia boleh dikategorikan sebagai gulma karena memang masih banyak dijumpai di alam liarnya, dan menjadi tumbuhan pesaing dalam memperebutkan zat-zat hara pada tanaman budidaya yang tumbuh di lahan basah, seperti padi. Namun, boleh juga dikategorikan sebagai tanaman hias karena memiliki warna bunga yang cantik, pink atau pinkish. Tentu saja kecantikan utama terletak pada daunnya yang memiliki motif indah. Boleh juga dikategorikan sebagai tanaman ekonomi karena memang di beberapa negara sudah mulai diperdagangkan sebagai tanaman hias. Harganya juga tak tanggung-tanggung. Pada salah satu situs jual beli dari LN tanaman ini dibrandol setara 100K Rp. Persicaria maculosa lah namanya. Banyak sebutan/nama internasionalnya, antara lain Redshank, Red Leg, Lady’s thumb, Spotted Lady’s thumb, Lady’s-thumb Smartweed, Adam’s Plaster, Jesus plant, Gambetta, Willow Weed atau Persicaria. Berada dalam genus Persicaria yang dikenal sebagai Smart Weed atau Knotweed dari Familia Polygonaceae (Dock Family). BPG belum menemukan namanya dalam bahasa Indonesia atau daerah.

Beberapa nama sinonimnya antara lain: Polygonum persicaria, Polygonum maculata, Polygonum maculosa, Polygonum ruderalis, Polygonum ruderalis, Polygonum vulgaris, Polygonum dubium, Polygonum fusiforme, Polygonum minus dan Polygonum puritanorum.

Seperti saudara-saudaranya yang lain, Redshank habitatnya pada area basah, seperti aliran air, area berlumpur (rawa-rawa/swam land), kolam-kolam alami (danau) atau pada area tertutup air/tergenang lainnya. Karenanya ada yang merekomendasikannya sebagai tanaman dekor akuarium atau aquascape. Karakter dan sosoknya memang mirip dengan Kangkung, yang juga memiliki kemampuan untuk tumbuh di darat dan air. Tetapi pada area yang basah pertumbuhannya jauh lebih bagus.

Sebaran alamiahnya mulai dari Rusia, Armenia, Azerbaijan, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Indian dan sekitarnya (Nepal, Pakistan,), Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, dan juga Indonesia. Namun kini, telah berekspansi hampir ke seluruh dunia, baik daerah tropis Amerika maupun sub tropis Eropa dan Amerika. Memang, walaupun sudah dibudidayakan dan dibuat hibrydnya, namun sebagian besar genus ini menjadi gulma yang serius. Di dataran Eropa, seperti Belgia, Finlandia, dan Inggris, Persicaria ini telah tersebar luas dan biasa ditemukan hampir di semua tempat. Begitu pula di Australia. Bahkan di negara ini, tumbuhan ini dimasukkan ke dalam daftar gulma serius/Red List Weed. Di Indonesia, walau dianggap sebagai tumbuhan liar, namun belum terdengar dampak negatif yang serius dari tumbuhan ini.

Walaupun beberapa situs menyebut bunganya biasa saja (regular/actinomorphic), namun menurut BPG bunganya yang berwarna pink atau pink pucat itu, yang berbentuk seperti lonceng (campanulate) dengan ukurannya yang kecil-kecil (diameter sekitar 3,5 mm) itu tampak indah dan unik. Dalam satu tangkai terdapat puluhan kuntum yang berderet-deret tak beraturan/crowded. Keseluruhannya nampak seperti gada. Tangkai bunganya bercabang-cabang, minimal 2 cabang yang tumbuh pada ujung batang dan ketiak daun. Mekarnya termasuk awet, karenanya dapat digunakan sebagai bunga potong.

Tinggi tanaman musiman ini relatif pendek, di bawah 60 cm. Batang kemerahan, bercabang-cabang, tumbuh agak tegak hingga benar-benar rebah. Terdapat rambut-rambut pada sekujur batangnya.

Daun bentuk lanceolate hingga lonjong, berwarna hijau muda dengan tepiannya berambut. Terdapat corak kehitaman seperti huruf V terbalik atau malahan tidak berbentuk sama sekali/noktah. Orang barat menyebutnya mirip cap jempol wanita. Karenanya tumbuhan ini dikenal dengan nama Lady’s thumb atau Spotted Lady’s thumb. Tangkai daun sangat pendek bahkan hampir tak kentara.

Secara umum, tumbuhan dari genus Persicaria sangat sulit dibedakan dengan genus lainnya, seperti Alternanthera, Hygrophila, atau Murdannia, karenanya dapat membuat kita bingung dan terkecoh akibat kemiripannya tersebut. Dari sesama genus, Persicaria ini hampir serupa dengan Persicaria lapathifolia (Amphibious Bistort, Pale Persicaria, Water Pepper), Pennsylvania Smartweed (Polygonum pensylvanicum), atau Tufted Knotweed (Polygonum caespitosum var. longisetum)

Persicaria ini memiliki fungsi herbal untuk diarrhoeah dan luka infeksi. Sedangkan daun dan pucuk tangkainya dapat dijadikan urap-urap /salad.

1
<< Pengontrolan >>

Pengontrolan secara biologi melalui serangan virus Mozaik Arabis atau fungi dan kuman belum menampakkan hasil seperti yang diharapkan. Belum diketahui bangsa serangga yang mengontrol populasinya. Jadi pencabutan merupakan cara yang paling efektif. Tapi ingat jangan mencabut dengan tangan telanjang karena dapat menyebabkan serangan terbakar/pedih. Cara yang paling ringan adalah dengan menutupinya dengan plastik hitam yang akan menyebabkan biji dan tanamannya bisa mati. Semakin lama perlakuan ini dilakukan, tentu akan semakin baik hasilnya. Para petani di Indonesia biasa membakar gulma di sekeliling area tanaman budidaya. Dapat juga dengan menyiramnya dengan asam asetat. Penggunaan herbisida memang bisa dilakukan, namun harus digunakan secara cermat dan ketat agar tak merugikan kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Pemakaian zat-zat kimia atau asam asetat tersebut merupakan langkah terakhir apabila cara-cara pencabutan dan pembakaran tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Murraya paniculata, Bunga Kemuning yang Bersahaja

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Bunga yang berbau wangi rupanya didominasi oleh tumbuh-tumbuhan yang memiliki bunga berwarna putih. Hampir semuanya menjadi bunga-bunga yang masyhur. Bisa disebut di sini Melati, Kamboja, Sedap Malam (yang berumbi), Sedap Malam (sejenis pohon), Gandasuli, Carnation (Ceplok Piring), Lily/Bakung-bakungan, Camelia, dan masih banyak lagi, termasuk bunga yang kita bahas saat ini.

NAMA DAN SINONIM

Di Indonesia, Murraya paniculata dikenal sebagai Kemuning, Kemoning, Kamoning, Kamuning, Kumuning, Kamuri, Kamuni, Kamoni, Kamone, Kajeni, Palopo, Eseki, Tanasa, dan masih banyak lagi Saking termasyhurnya, namanya pun dijadikan sebagai nama tempat atau desa. Khalayak dunia mengenalnya sebagai Chinese Box, Orange Jasmine atau Lime Berry. Mengapa dinamakan Lime? Yap, memang tanaman perdu ini masih sekerabat dengan jeruk dan berada dalam family yang sama (Rytaceae). Sosoknya juga semirip tanaman jeruk-jerukan.

Sedangkan nama sinonimnya:

  • Chalcas exotica
  • Chalcas paniculata
    Etteriya paniculata
  • Murraya exotica

1

BUNGA

Bunganya memang bersahaja. Tiada tahtahan warna di sana, hanya putih. Sederhana memang, namun memiliki daya pesona yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi uaran keharumannya memanjakan penciuman kita. Ukuran bunganya memang kecil, kurang lebih 2 cm. Helaian mahkotanya ada 5 (terkadang 6). Muncul dari ketiak daun atau ujung ranting. Sangat kontras dengan daunnya yang berwarna hijau mengkilap yang mirip daun jeruk. Dapat berbunga sepanjang tahun atau tidak tergantung musim.

daun

DAUN

Daun majemuk (satu tangkai terdiri dari beberapa anak daun), bersirip ganjil dengan anak daun 3 – 9, letaknya berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2 – 7 cm, lebar 1 – 3 cm, permukaan licin, mengkilap, berwarna hijau. Daun tidak berbau bila kita remas. 

HABITUSbuah

BUAH

Buahnya kecil-kecil (buni) berbentuk bulat telur atau bulat memanjang dengan warna yang menyala/oranye, yang lama-lama akan berubah menjadi merah. Meski sangat menggoda, namun kita tidak bisa memakannya. Buah dapat tersebar ke area yang luas/jauh karena hanyut oleh air hujan yang deras.

habitus1

TUMBUHAN PERDU

Batangnya keras, beralur dengan diameter yang termasuk kecil. Meski termasuk tumbuhan perdu, namun ukuran habitusnya relatif pendek atau di bawah < 7 m), bahkan sangat jarang mencapai 5 m, sehingga cocok ditanam pada pot. Apalagi pertumbuhannya super lambat, sehingga kita pun tidak ribet untuk selalu repotting. Hebatnya, saat masih kecil pun (kurang lebih 10 cm), sudah mampu berbunga, dan ada juga yang menjadi buah. Jadi memang gak perlu nunggu lama untuk menikmati kecantikan dan keharuman bunganya.

 

HABITAT

Dataran rendah hingga 950 m dpl, tumbuh liar pada daerah lembab dengan cahaya cukup. Misalnya semak-semak, ladang, tepian hutan. Sekarang dapat dijumpai tanaman hias di pekarangan rumah atau pot.

PERSEBARAN
Tiongkok dan Taiwan, India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Sri  Lanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailan, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Australia.

BUDIDAYA

Sangat mudah. Untuk perbanyakannya cukup hanya menebar buah/bijinya di atas media atau langsung di tanah. Boleh juga dengan sedikit ditanam dengan kedalaman hanya beberapa cm saja dari permukaan tanah (± 2 cm). Tingkat perkecambahannya termasuk tinggi atau hampir semua biji akan menjadi individu baru. Setelah dewasa tidak memerlukan perawatan yang berarti, hanya dilakukan penyiraman saja. Dapat juga diberikan pupuk organik atau pabrikan. Namun pemberian dedaunan kering di atas media sudah cukup sebagai suplemen nutrisinya. Dapat juga disiram dengan air cucian (beras, daging, ikan, kecambah, kacang-kacangan, dan lain-lain) atau minuman basi seperti bekas teh, susu, atau kopi.

gu1

KANDUNGAN KIMIAWI

Efek farmakologisnya memiliki rasa pedas, pahit, dan hangat yang berguna sebagai pemati rasa dan penenang atau berkhasiat analgesik, diuretik, dan stomakik. Mengandung alkaloid atau hiosamin (atropin) dan skopolamin yang bersifat racun sehingga pemakaiannya terbatas pada bagian luar saja. Terdapat juga glukosida murayin, minyak atsiri, kadinena atau senyawa golongan kumarin seperti murrmeranzin, isopropylidene murrangatin, murralonginal dan pranferin, serta yang lainnya.

KEGUNAAN

  • Manfaat Herbal: obat diare, disentri, radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, melancarkan haid, pelangsing, nyeri tukak (ulkus), kulit kasar, memar-memar, rematik, keseleo, ekzema, bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka kulit, digigit serangga atau ular. Hampir semua bagian tanaman dapat digunakan sebagai obat herba, mulai dari daun, ranting, akar, maupun kulit batangnya.

  • Akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok) – Minangkabau. Urat kemuning warnanya bagus dan kayunya liat, sehingga tidak mudah pecah jika digunakan.
  • Kayu kemuning juga bisa digunakan untuk sempoa, tangkai kuas dan juga untuk tongkat

DSC04629

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Maranta leuconeura var. kerchoveana, Maranta Pendo‘a atau Tumbuhan yang Berdo‘a

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Asalnya dari hutan-hutan hujan/tropis Brasil. Berada dalam family Marantaceae dan Order Zingiberales. Tak mengherankan apabila postur plantnya mirip jahe-jahean. Tanaman memiliki rhizome tahunan. Tingginya hanya 30 cm saja. Cocok memang untuk tanaman indoor yang memang tidak begitu memerlukan banyak tempat. Daunnya oval dengan panjang 12 cm. Memiliki motif seperti jamrud. Cantik memang.

Di dunia internasional, Maranta leuconeura disebut dengan the Prayer Plant. Tahu g kenapa disebut demikian?

Beberapa jenis tumbuhan akan mengatupkan daunnya apabila telah datang waktu sore/petang, seperti Lamtoro, Petai, Putri Malu, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan Maranta yang berdaun cantik ini. Saat datang sore hari, daun (beserta) tangkai daunnya akan berdiri dan menutup. Posisinya mirip tangan yang sedang ditangkupkan. Dari sinilah sebutan the Prayer Plant berasal. Jikalau demikian tidaklah mengapa kita sebut Maranta Pendo‘a karena dalam agama Islam pun percaya bahwa semua jenis tumbuhan dan juga ikan-ikan di luat bertasbih memuji Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Namun posisi daun yang mengatup tersebut sebenarnya tidak hanya pada sore hari saja, tetapi juga saat mendung dan gelap daun juga akan mengatup. Apabila cuaca kembali cerah, daun juga akan ‘mekar’ kembali.

Seringnya sih disebut the Rabbit Track Plant, sebab corak coklat pada daunnya seperti jejak kelinci. Sayangnya BPG belum menemui nama Indonesianya.

teduh

Dulu tanaman hias daun ini dimasukkan dalam genus Calathea, namun sekarang sudah dipisah dan memiliki genus tersendiri, Maranta. Namun, masih saja banyak yang kecele jikalau tanaman hias daun cantik ini dari bangsa Calathea. Perbedaan yang mendasar ada pada ukuran tanamannya. Tanaman Maranta lebih kecil sosoknya (< 90 cm, umumnya kurang lebih 30 cm) dibanding Calathea, pun lebih variatif motif daunnya dibandingkan Calathea yang didominasi motif garis itu.

Ada dua variannya, yakni:

  • Maranta leuconeura var. kerchoveana (Rabbit’s Foot), seperti pada artikel ini, dan
  • Maranta leuconeura var. erythroneura (Herringbone Plant), tulang dan urat daunnya berwarna merah tua

gu
Daunnya cantik dengan hiasan bundaran-bundaran yang tak sempurna, mirip permata. Saat muda warnanya kecoklatan, dan akan berubah menjadi hijau tua saat daunnya kian menua. Namun di tempat yang terang dan terkena sinar langsung, warna kecoklatan tersebut lebih dominan masanya (berumur lebih panjang).

Bunganya berwarna putih berbintik ungu. Tak begitu menarik memang. Namun kelemahan ini dapat tertutupi oleh tampilan daunnya yang indah. Di kebun BPG, tanaman ini belum pernah berbunga.

5

## Perawatan

Cukup mudah. Cukup disiram saja dan diletakkan pada keteduhan. Namun kalau sobat BPG ingin memiliki tanaman hias ini tampilannya bagus dapat diberikan pupuk, boleh organik maupun non.

Bila daun sudah nampak tua/mengering sering-seringlah mengeceknya, karena semakin tua batangnya akan merebah dan kemudian membusuk atau mengering. Sebelum terjadi yang demikian, potong batang dan kemudian tanam di lokasi/pot baru agar dapat tumbuh lebih lama lagi yang akhirnya tanaman akan mengeluarkan tunas anakan baru. Seperti inilah perkembangbiakannya secara vegetatif, selain dengan pemisahan rumpun. Atau dapat juga dengan stek batangnya.

Media tanamnya sama seperti tumbuhan tanah lainnya. BPG hanya memakai campuran tanah + seresah + ranting-ranting yang dipotong kecil-kecil. Ketiganya boleh dicampur/diaduk atau dipisah. Pada dasar pot diletakkan seresah dan cacahan ranting kemudian baru ditutup dengan tanah gembur/humus. Bila punya, boleh juga dicampur dengan pupuk kandang.

Relatif bebas hama dan penyakit. Meski begitu kita tetap dianjurkan untuk senantiasa mengadakan pengecekan.

3

## Kandungan Kimiawi

Asam rosmarinic. Asam ini juga dikandung oleh seluruh jenis dari familia Marantaceae lainnya, termasuk Calathea.

1

## Sinonim

  • Calathea leuconeura (E.Morren) G.Nicholson
  • Maranta massangeana E.Morren
  • Calathea kerchoveana (E.Morren) André
  • Maranta kerchoveana E.Morren
  • Maranta kerchovei Van Geert
  • Maranta leuconeura var. kerchoveana E.Morren
  • Maranta leuconeura var. massangeana (E.Morren) Planch
  • Calathea massangeana (E.Morren) G.Nicholson
  • Maranta massangeana atrata G.Nicholson
  • Maranta massangeana florentina G.Nicholson
  • Maranta massangeana metallica G.Nicholson
  • Maranta leuconeura var. erythroneura G.S.Bunting

4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Appendicula anceps Blume

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

101

Sekilas memang nampak seperti anggrek Dendrobium. Tampilannya sama persis, sehingga tak jarang membuat kita terkecoh. Apabila kita perhatikan secara seksama, batang/pseudobulb anggrek ini mulai pangkal hingga ujungnya ukurannya hampir sama. Jadi, kita dapat mencoretnya dari daftar anggrek Dendrobium. Perbedaan akan semakin terlihat saat knop bunganya muncul. Mirip knop Vanda-vandaan. Ya inilah deskripsi sekilas dari anggrek Appendicula anceps dari seksi Appendicula yang diidentifikasi oleh Karl Ludwig von Blume. Meski direkomendasikan diletakkan pada area yang terpapar sinar matahari, namun di kebun BPG, anggrek hanya mendapatkan sinar langsung sekitar 3 jam saja, selebihnya situasinya sangat terang. Pada keadaan seperti ini anggrek masih dapat tumbuh baik bahkan berbunga.

3

The Double Edged Appendicula termasuk rajin berbunga, namun ukuran bunganya yang super mini (teeny weeny) ≤  4 mm menjadikannya anggrek yang tidak banyak dilirik, padahal sebenarnya bunganya termasuk cantik. ‘Kelemahan’ dari segi bunganya tersebut pun dapat tertutupi oleh sosok tanamannya yang cantik, semirip ganggang laut atau pakis-pakisan.

11

Selain Thailand, Malaysia, Philipina, anggrek ini juga terdapat di Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara/Bali, Sumatra dan Sulawesi mulai dataran rendah hingga ketinggian 2500 m dpl pada hutan-hutan hujan tropis. Terkadang didapati berkoloni dengan genus Appendicula atau anggrek lainnya yang setipe karakternya. Terdapat 2 varian, yakni anceps dan celebes (Sulawesi) dan dimasukkan ke status perlindungan CITES Appendix II.

1324

Bunganya yang kecil imut berwarna putih dengan corak ungu tua pada bagian dalamnya itu tumbuh pada cincin ruas batang, berpasangan dengan helai daun. Pada tangkai bunga yang panjangnya sekitar 4 cm tersebut terdapat ± 5 kuntum bunga atau kurang yang mekar berurutan mulai kuntum terbawah hingga paling ujung.

98

Batangnya pipih mulai dari pangkal hingga ujungnya hingga seakan-akan seperti sayap. Panjangnya mencapai 50 cm yang terdapat puluhan helai daun yang tumbuh berselang-seling (berhadapan).

12

Sinonim

Appendicula anceps var. anceps

Appendicula anceps var. celebica Schltr

Appendicula complanata Ridl.

Appendicula lewisii Griff.

Metachilum cyathiforme Lindl.

Podochilus anceps Schltr.

gu

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium linearifolium Teijsm.& Binn., si Anggrek Udang Bungkuk

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

9

Lebar bunganya sekitar 2 cm, namun panjangnya mulai ujung sepal hingga pangkal bunga dapat mencapai 4 cm dengan bentuk yang sangat unik, mirip udang bungkuk jikalau dilihat dari samping, baik saat masih kuncup maupun mekar sempurna. Jadi tak berlebihan kiranya jika BPG menyebutnya Anggrek (Dendrobium) Udang Bungkuk. Ada juga yang mengatakan Anggrek Garis atau Anggrek Lidi. Lama mekarnya memang relatif singkat, kurang lebih 1 minggu. Namun berbunganya tidak mengenal musim, serta rajin berbunga maupun menumbuhkan keiki. Bunganya juga wangi seperti aroma (sirup) pandan. Berwarna putih dan terdapat garis-garis warna ungu atau ungu kemerahan pada sisi dalam bunga. Pada varian ini garisnya tidak tembus atau tidak tampak dari sisi bawah. Labellum disapu warna hijau saat baru mekar yang akan berubah menjadi kuning sampai menjelang gugur, pada tengahnya. Pangkal bunga berwarna hijau dan tidak berubah warnanya. Timbul pada cincin-cincin ruas, antara 1 – 3 kuntum per ruasnya. Seperti Anggrek Merpati, pada tempat yang sama, bunga akan muncul kembali di kemudian hari apabila kondisinya terpenuhi.

Menyukai sinar langsung, walau disarankan diletakkan pada tempat yang terang (agak ternaung). Habitatnya pada pohon-pohon pinggir jalan dan juga hutan-hutan tropis yang berada pada dataran rendah hingga menengah antara 0 – 1800 m dpl. Termasuk anggrek simpodial epifit. Ada yang memasukkanya ke dalam section Diplocaulobium, ada yang menggolongkannya ke seksi Rhopalanthe, namun IOSPE memasukkannya ke dalam seksi Crumenata (merpati-merpatian).

8

Seperti dendrobium lainnya, anggrek ini juga memiliki ciri khas, yakni pseudobulb nya terdiri dari dua type batang, lurus dan membengkak (swollen stems). Bentuk umbinya mendekati bulat atau membola, namun kebanyakan agak lonjong/oval dengan permukaan batang kemerahan. Terdapat alur-alur. Batang lurusnya berukuran sangat kecil dan memanjang. Ukurannya tidak lebih besar dari rumput. Panjangnya dapat mencapai 70 cm hingga 1 m. Sekilas memang nampak seperti rumput yang lagi menclok di pohon. Jarak antar ruasnya berkisar 2,75 cm. Umumnya tumbuh tegak, tapi BPG mendapatkan anggrek ini sudah ditempel pada papan pakis, jadi tumbuhnya menggantung.

 6

IMG_20171216_164518

IMG_20171216_164543

Daun bentuk linear / garis / lidi, ukuran 6 cm x 6 mm yang tumbuh di sepanjang batang. Jumlahnya puluhan helai.

Akar seperti mayoritas dendrobium lainnya, berwarna putih dengan ujung hijau dengan diameter kecil. Tipe akar seperti ini tahan menerima sinar langsung.

5

Secara bahasa Dendrobium linearifolium berasal dari kata linear = linier dan folium = daun, karenanya disebut The Linear Leafed Dendrobium. Sebelumnya dinamakan Ceraia linearifolia Teijsm. & Binn. dan Dendrobium gracile Kranzl.

1

Daerah persebaran meliputi Jawa, Sumatera, dan Bali. Jadi memang Indonesia banget. Populasi in-situ masih dapat dijumpai pada beberapa titik di wilayah Jawa Timur. Meski perkembangbiakannya sangat bagus, namun populasinya terus terancam. Dan menurut kabar sudah menjadi anggrek langka.

3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Asplenium nidus Linn., Paku Sarang Burung, Kadaka, Bird Nest Fern

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

bakul

Penampilannya mirip sarang burung, nampak cantik dan eksotik. Sejatinya tajuk/bakul tersebut berfungsi sebagai perangkap dedaunan kering atau kotoran hewan-hewan pohon untuk mendapatkan nutrisi dan juga sebagai penyimpan air (hujan), serta dapat ditumbuhi/ditumpangi tumbuhan epifit lainnya. Nutrisi dan kelembaban juga dibantu oleh lumut-lumut yang tumbuh di sekitarnya.

Dikenal dengan sebutan Bird Nest Fern (internasional), Paku Sarang Burung (Indonesia), Kadaka (Sunda), Kedakah atau Simbar Merah (Jawa), Lokot (Kalimantan), Tato Hukung (Maluku), Bunga Minta Doa (Ujung Pandang/Bugis).

 

 

Sinonim:

  • Asplenium antiquum Makino
  • Asplenium australiasicum (J.Sm.) Hook.
  • Asplenium filicifolium
  • Asplenium pachyphyllum
  • Neottopteris maritania Fée
  • Neottopteris musaefolia Sm.
  • Neottopteris nidus (L.) J.Sm.
  • Neottopteris rigida Fée
  • Phyllitis arborea
  • Thamnopteris nidus
  • Thamnopteris pachyphylla

4

Meski herba epifit, paku ini dapat ditanam pada pot dengan media tanah dicampur seresah. Tampilannya akan membundar laksana shuttlecock terbalik atau tidak membusur seperti apabila menempel pada pohon.
Di alam sering dijumpai menempel pada pohon-pohon tinggi, utamanya yang dekat dengan sumber air, seperti sungai, danau, laut (mangrove), atau rawa di dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian antara 0 – 2.500 m dpl dan tersebar di seluruh daerah tropis, mulai wilayah sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur, India tropis, Indocina, Malesia) hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik, termasuk Indonesia.

Tahan terhadap sinar matahari langsung. Namun umumnya tumbuh subur pada tempat ternaung atau yang masih mendapatkan sinar dari sela-sela dedaunan.

Daun lanset tersusun roset (melingkari rizhome) membentuk semacam keranjang. Panjangnya antara 50 – 150 cm dan lebarnya 10 – 20 cm. Warna hijau muda, berkerut atau berombak, tepiannya rata. Peruratan daun menyirip seperti susunan tulang ikan. Pada sisi bawah daun fertil (penghasil spora) terdapat garis-garis coklat yang merupakan deretan sporangium, tersusun sepanjang anak tulang.

Tangkai daun kokoh, warna hitam dengan panjang sekitar 5 cm. Pelepah atau tulang daun juga berwarna hitam dan kaku.

Daun fertil (penghasil spora) memiliki kesamaan bentuk dan warna dengan daun steril (daun mandul). Perbedaannya, selain ukurannya lebih besar dan panjang, pada daun fertil terdapat deretan sporangium yang tampak seperti garis-garis coklat.

 

Rhizome pendek ditutupi sisik-sisik coklat, akar, dan rambut pada sepanjang batangnya.

5

Daur Hidup (Metagenesis)

Fase Spora

Spora merupakan perkembangbiakan generatif dari pertemuan antara gamet jantan (anterozoid) dengan gamet betina (sel telur) dengan bantuan air.

6

Fase Gametofit (gametophyte)

Spora yang jatuh di tempat yang tepat akan tumbuh menjadi individu baru yang disebut protalus (prothallus) atau protalium (prothallium) berupa lembaran-lembaran seperti daun yang berwarna hijau. Wujudnya mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki akar semu (rizoid/rhizome), tidak berbatang, dan juga tak berdaun.  Pada fase ini sudah terbentuk anteridium (antheridium atau organ penghasil sel kelamin jantan/spermatozoid) dan arkegonium (archegonium atau organ penghasil sel telur/ovum). Ukuran keduanya sangat kecil sekali yang tidak mudah dilihat dengan mata telanjang bersifat mikroskopik.

3

Protalium akan terus tumbuh dan berkembang menuju tahap berikutnya yaitu Fase Sporofit (sporophyte atau tumbuhan penghasil spora), mulai yang berukuran kecil yang sudah nampak daun, batang/rhizome, akar, dan rambut hingga Paku Sarang Burung dewasa. Tumbuhan paku ini tidak menghasilkan perkembangan vegetatif.

 8

 7

Manfaat

  • Sebagai tanaman hias
  • Di Taiwan ental mudanya dijadikan
  • Akar dan rambutnya dapat dijadikan media anggrek bertipe lembab seperti Bulbophyllum. Sedangkan akar yang dicincang halus dapat digunakan untuk media cangkok tanaman.
  • Digunakan sebagai obat penyubur rambut. Caranya daun ditumbuk hingga lembut, dicampur dengan parutan kelapa, kemudian dioleskan pada rambut dan kulit kepala sebagai cem-ceman.
  • Anti radang dan pelancar peredaran darah. depuratif, dan sedative. Caranya 15 gr daun segar, dicuci, rebus dengan 200 ml air hingga mendidih (±15 menit). Setelah dingin kemudian disaring, diminum sekaligus, pagi dan sore.
  • Obat bengkak atau luka memar. Caranya 15 gr daun segar dicuci, ditumbuk halus, kemudian borehkan ke bagian yang sakit.
  • Juga dapat digunakan sebagai obat demam, sakit kepala, kontrasepsi, gigitan atau sengatan hewan berbisa.

2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Dendrobium bicaudatum Reinwardt.

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Papua memang terkenal akan Dendrobium seksi spatulata-nya, namun pulau-pulau lain juga memiliki pesona dari section ini, termasuk Sulawesi dan Maluku yang merupakan habitat dari anggrek ini.

Berikut data selengkapnya.

tri

Nama Internasional The Two-Tailed Dendrobium
Nama Indonesia & Daerah ?
Sinonim Callista bicaudata Reinw.

Ceratobium bicaudatum Reinw.

Ceratobium minax Rchb.f.

Dendrobium antelope Rchb.f.

Dendrobium burbidgei Rchb.f.

Dendrobium demmenii J.J.Sm.

Dendrobium minax Rchb.f.

Dendrobium rumphianum Teijsm. & Binn.

kuncup

Seksi Spatulata
Asal Sulawesi dan Maluku
Habitat Hutan hujan
Level Ketinggian Dataran rendah < 1000 m dpl
Tipe Epifit simpodial dan lithophyte
Kebutuhan Sinar Terang dan disarankan diletakkan di bawah naungan. Namun menurut BPG, seperti Dendrobium lainnya, dendrobium yang satu ini juga menyukai sinar langsung, karenanya anggrek pun saya jemur
Tingkat Kesulitan Gampang
Pseudobulb Tidak terlalu panjang antara 30 – 40 cm

Agak merunduk, terdapat kurang lebih 20 ruas per bulb

pseudobulbdaun dan batang

Bunga Ukuran: lebar 2 – 3 cm, tinggi 4 – 5 cm

Warna: campuran warna kehijauan, kecoklatan, dan kekuningan (krem) yang bergradasi, baik pada sepal maupun petalnya. Petal lebih ramping dan lebih gelap warnanya serta sedikit melintir seperti tanduk antelope atau telinga kelinci

Labellum: bentuk sekop terbagi dua. Satu bagian berujung lancip yang dihiasi garis-garis tajam berwarna ungu. Satu bagian lagi dihiasi garis-garis ungu kemerahan

Berbunga tidak tergantung musim

Tangkai bunga keluar dari ujung bulb atau pada cincin ruasnya.

Aroma sangat tipis

Lama mekar: 30 hari – 2 bulan

bungalidah

Daun Hijau mengkilat, berbelah (lobe) ujungnya seperti bentuk kuku yang melengkung

1

Media Lebih baik ditempel pada pohon atau kayu seperti di habitat aslinya. Kalau memakai pot hindari media tanam yang basah dan menyerap air
Penyiraman 1x sehari atau saat media telah kering
Keunggulan Bunga tahan lama dan dijadikan indukan untuk silangan, baik dengan sama maupun lain section dalam genus yang sama (stratiotes, bigibbum, antennatum, capra, phalaenopsis, taurinum)
Dendrobium turunan Dend. Sri Gading, Dend. Ayub Parnata, Dend. Batavia City, Dend. Udjungpandang
Varian Alba, kuning, hijau, coklat
Status Konservasi CITES Appendix II

Dilaporkan masih ada di habitat alamiahnya. Tentu saja populasinya kian berkurang akibat terganggunya hutan dan juga eksplorasi yang berlebihan

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aku Cinta Anggrek Indonesia: Cymbidium aloifolium Lindl. var. simulans

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cymbidium aloifolium Lindl.  atau The Aloe Leafed Cymbidium (Cymbidium Daun Gaharu) mempunyai kemiripan dengan Cymbidium bicolor atau Cymbidum Dwiwarna atau The Two Colored Cymbidium. Keduanya sering membuat terkecoh atau membingungkan karena kemiripannya tersebut, baik pada sosok plant maupun bunganya.  Apalagi dua jenis anggrek ini juga tumbuh pada tipe habitat dan koloni yang serupa. Selain itu, keduanya juga sangat mudah dirawat dan dibudidayakan, sehingga banyak dijumpai ke kebun-kebun pecinta anggrek. Jauh-jauh sebelumnya, Rolfe telah mengadakan penelitian untuk membedakan keduanya. Namun sayang saya belum menemukan referensinya. Karenanya untuk membedakan keduanya, saya pun banyak-banyak mencari referensi lainnya. Perbedaan keduanya adalah:

  • Warna sepal dan petal pada aloifolium adalah burgundy, sedang pada bicolor warnanya lebih tajam dan pekat atau marun, utamanya pada labellumnya. Keduanya dikelilingi warna krem pada pinggir sepal dan petalnya.
  • Terdapat warna oranye dengan garis-garis yang jelas pada aloifolium
  • Ukuran lip aloifolium juga lebih panjang.

7

Varian Spesies

Aloifolium yang dibahas pada artikel ini variannya adalah simulans yang mana pinggiran sepal dan petalnya berwarna krem, sedangkan mayoritas aloifolium berwarna hijau. Tersebar di negara-negara Asia Tenggara – walau tidak semuanya – seperti Vietnam, Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia yang hanya terdapat di pulau Sumatera dan Jawa.

 

Bunga

Kuncup-kuncup bunganya bagaikan anting-anting yang berjejer-jejer pada malai/tangkai bunga atau ada juga yang menyebutnya serupa liontin. Panjang malai mencapai 75 cm dengan jumlah bunga dapat mencapai 75 kuntum yang diameternya sekitar 4,25 – 5 cm.

3

Pseudobulb

Bulbnya sangat pendek, kurang lebih 7 cm, menjorong pipih, dan tertutup upih daun.

 

Daun

Tipe daun linear-oblong, 4 – 5 helai, panjangnya dapat mencapai 75 cm. Ujung terbelah cembung (bilobe). Meski kaku dan relatif tebal, namun karena panjangnya tersebut, daun agak menjuntai, sehingga sebaiknya anggrek diletakkan pada  tempat yang agak tinggi atau langsung ditempel pada pohon. Bila ditanam pada pot, daunnya dapat diikatkan pada penopang.

 8

Habitat

Hutan-hutan hujan tropis yang terletak pada ketinggian 0 – 1500 m dpl. Menempel pada bagian pohon atau percabangannya, tebing-tebing berlumut, akar pohon rotting wood, and leaf litter pada area yang terbuka hingga ternaung. Sering juga ditemukan menempel pada pucuk jenis palem-palemen.

 

Sinonim

Aerides borassii Buchanan-Hamilton

Cymbidium crassifolium Wallich

Cymbidium erectum Wight

Cymbidium intermedium H.G. Jones

Cymbidium mannii Reichenbach f.

Cymbidium pendulum (Roxburgh) Swartz

Cymbidium simulans Rolfe

Epidendrum aloides Curtis

Epidendrum aloifolium L.

Epidendrum pendulum Roxburgh

10

6

1

 

 

Anggrek ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

AKU CINTA ANGGREK INDONESIA: Trichoglottis tricostata, Anggrek Macan Tutul Jawa yang Super Langka

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2

Alhamdulillah, sungguh merupakan keberuntungan bagi BPG, pertama kalinya mendapat anggrek dari genus Trichoglottis, eh malah dikasih bonus oleh Allah Sang Maha Pencipta merawat dari jenis yang super langka. Anggrek ini memang tidak sepopuler saudara-saudaranya dalam genus yang sama, karena itu perhatian harus lebih dicurahkan karena populasinya juga sangat rendah, baik pada habitat in situnya maupun di tangan para kolektor. Anggrek saya dapatkan dari salah satu stand anggrek di Kediri. Setelah beberapa minggu sejak pertama kali saya melihatnya, alhamdulillah saya dapat memboyongnya ke rumah. Rupanya karena sosok plantnya yang tidak menarik plus bunganya yang imut, tidak mampu memikat para pecinta anggrek. Justru hal itu menjadi keberuntungan bagi saya.

bunga

Trichoglottis tricostata J.J.Sm. nama anggrek ini. Pertama kali diregistrasi oleh ahli tumbuhan dari Belanda Johannes Jacobus Smith pada tahun 1907. Termasuk anggrek yang sangat mudah dirawat, karena termasuk anggrek monopodial (Vanda-vanda-an) dengan ukuran medium. Bahkan anggrek yang ada di kebun saya tidak lebih dari 30 cm tingginya, namun sudah dewasa.

Kelebihan dari grup anggrek monopodial adalah tidak begitu tergantung akan media. Artinya anggrek digantung begitu saja tidak masalah baginya, asalkan kebutuhan akan sinar, air, dan makanan tercukupi, mampu hidup baik, bahkan berbunga dan berkembang biak. Sub tribenya Aeridinae. Sosok, akar, dan daunnya memang semirip Anggrek-anggrek Aerides, kecuali bunganya.

Menempel pada batang-batang pohon maupun cabang-cabangnya dengan kebutuhan sinar medium (ternaung) namun masih mampu menerima sinar pagi secara langsung beberapa jam. Kalau menurut pengalaman saya, anggrek yang akarnya berwarna putih dengan ujungnya hijau mampu dijemur, minimal terkena sinar matahari pagi hingga pukul 11.

plant4

Menurut informasinya, anggrek ini berada pada daerah dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Namun rupanya anggrek juga mampu beradaptasi lebih rendah dari elevansi normalnya. Karenanya menarik kita tunggu selanjutnya, apakah anggrek ini juga mampu tumbuh dan berkembang baik di lingkungan tempat tinggal saya yang panas dengan ketinggian 92 m dpl.

Meski merupakan endemik Jawa, namun tidak semua wilayah pulau Jawa terdapat anggrek ini. Dari catatan hanya ada di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Apakah Jawa Tengah juga termasuk lokasi habitatnya, saya belum menemukan informasinya.

The Three Ribbed Trichoglottis  memiliki penampilan bunga sangat  cantik dengan motif totol-totol seperti pola kulit macan, subhanallah. Apalagi bunganya yang imut (1 – 1,5 cm) itu mampu mekar sempurna. Lama mekar sepekanan. Tangkai bunga (inflorescent) sangat pendek, hingga seakan-akan bunganya menyembul dari pseudobulbnya seperti cluster. Sedangkan panjang tangkai kuntum sekitar 1 cm.

Sepal dan petal saling terpisah dengan bentuk dan warna serupa yakni kekuningan dengan totol-totol warna coklat kemerahan. Hanya saja ukuran sepal lebih besar sedikit dibanding petalnya. Dari beberapa situs terdapat perbedaan corak totolnya meski masih dalam spesies yang sama.  Ada yang totolnya saling terpisah seperti yang BPG ulas ini, ada pula yang totolnya saling tindih membentuk pita atau belang. Ada juga yang letak totol-totolnya saling berjauhan/jarang.

Dasi (ujung labellum)nya sangat unik, seperti dasi beneran dengan warna putih. Terkadang terdapat gradasi pink.

plant5

Letak bunga berlawanan sisi dengan letak daun atau keduanya saling berselang seling. Jarak antar ruasnya pun relatif pendek. Bila cincin ruas yang satu terdapat daun maka cincin ruas berikutnya letak keluarnya bunga. Begitu seterusnya mulai dari pangkal hingga ujung psedudobulb.

daun1

Bentuk daun pita memanjang dengan ujungnya terbelah. Sangat mirip daun Kuku Macan, hanya saja ukurannya lebih kecil. Permukaannya pun agak keriput seperti halnya daun Aerides odorata.

akar

Akar tunggang layaknya anggrek monopodial lainnya, berwarna putih dengan ujung hijau. Saat melekat pada media/kulit pohon, akar tidak gepeng seperti akarnya anggrek bulan.

Tak banyak informasi mengenai anggrek ini, karena itu ulasan saya pun juga super singkat.

bunga3

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Arundina graminifolia, Anggrek Tanah yang Mempesona dengan Bunga Laksana Angsa atau Itik Liar yang Sedang Terbang

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

angsa 6 copy

Bunganya yang mengangguk-angguk ditiup angin bagaikan itik liar yang sedang terbang atau angsa yang sedang mengepakkan sayapnya. Saya memang suka menyebutnya sebagai Anggrek Angsa atau Swan Orchid karena kalau dilihat dari sisi samping mirip angsa yang sedang merentangkan sayapnya. Dalam kerumunan yang besar akan nampak sangat cantik. Sungguh merupakan pemandangan yang mempesona. Itulah sosok bunga cantik dari Arundina graminifolia. Sebelumnya, Arundina wallichii merupakan satu-satunya saudaranya dalam genus Arundina. Namun sekarang, anggrek terestrial (rhizome geophyte) itu dimasukkan dalam genus Dendrobium. Jadi, Arundina graminifolia merupakan jenis tunggal dalam genus Arundina.

peta-indonesia

Bamboo Orchid, Bird Orchid, Grass Orchid, Spelled Bambusaefolia, atau Kinta Weed terdapat hampir di seluruh wilayah Asia Tropis, mulai Tiongkok dan sekitarnya, India, Thailand, Nepal, Srilanka, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Philipina, Singapura, Malaysia, Papua Nugini, Fiji serta Kepulauan Pasifik dan sekitarnya, termasuk Indonesia. Ada juga yang secara khusus menyebutnya berasal dari Asia Tenggara saja. Di Indonesia, anggrek ini tersebar di Jawa, Nusa Tenggara, Borneo, Sulawesi, dan Sumatera. Informasinya, Sumatera memiliki varian terbanyak. Yang mengherankan saya kenapa Papua/Irian tidak disebut-sebut sebagai asal anggrek ini, padahal sumber-sumber lainnya menyebut penyebaran Anggrek Bambu hingga ke Papua Nugini?

Di beberapa tempat, Malaysia umpamanya, buah dan daun anggrek ini dijadikan sayur (oseng-oseng) yang berkhasiat sebagai pengontrol darah tinggi. Rasanya seperti bitter atau like bittergourd.

angsa 3

Variasi anggrek ini memang bermacam-macam, ada yang ujung lip-nya terbelah ada juga yang tidak (bertumpuk/overlapping). Warna ungunya bergradasi, mulai ungu tua (nampak pekat atau penuh) hingga yang semburat saja (cenderung pink). Petal sepalnya ada yang putih bersih ada juga yang pink/ungu muda. Ada yang berukuran relatif besar dan ada juga yang tidak, serta berbagai variasi lainnya. Nama variannya yang pernah tercatat antara lain: var. major, var. chinensis, var. sarasinorum, var. malayana, var. borneensis, serta subsp. caespitosa yang terdapat di Sri Lanka, Assam dan Malesia. Namun menurut Wikipedia, varian yang diakui hanya dua saja, yakni var. graminifolia dengan habitat hampir di seluruh Asia dan Kepulauan Pasifik, dan var. revoluta yang tersebar secara alamiah mulai dari Assam, Srilanka terus ke timur mencapai Vietnam, kemudian ke selatan hingga pulau Jawa.

rumpun

Batangnya beruas seperti bambu, begitu juga daunnya. Ada juga yang mengatakan seperti sosok rerumputan atau ilalang. Nama graminifolia (gramineus” (=rumput) dan “folius” (=daun)) disematkan karena plantnya memang begitu mirip dengan rumput-rumputan (Graminae). Sangat sulit memang membedakannya bila sedang tidak berbunga, kecuali adanya keiki. Pada habitat aslinya, semisal di padang rumput/savana, anggrek ini sering berkelompok dengan tanaman pakis dan juga rumput-rumputan lainnya atau dengan Rhododendron (Melasstoma malabathricum), atau terkadang juga dijumpai bersama-sama dengan anggrek lain, semisal Spathoglottis plicata, Coelogyne dan Bulbophyllum pada lereng-lereng bukit dan tebing, baik alami maupun buatan. Ada juga yang tumbuh di pinggir hutan. Selain itu dapat juga dijumpai pada habitat hutan-hutan hujan, sekunder, pinggir sungai, maupun area-area terbuka.

angsa 1

Merupakan anggrek simpodial yang sangat mudah untuk ditanam maupun dibudidayakan, serta tidak rewel dalam pemeliharaannya. Hanya dengan disiram saja, anggrek ini sudah akan tumbuh subur. Boleh juga media tanamnya ditambahkan seresah, pupuk alami (kandang), dan sebagainya. Menyukai area terbuka yang terhujani sinar sepanjang hari. Meski pun begitu pada area yang teduh anggrek ini juga mampu berkembang dan berbunga. Pseudobulbnya berpenampilan laiknya batang sejati dengan pangkalnya yang sedikit menggembung. Tinggi umumnya sekitar 1,5 m, namun ada juga yang mencapai 3 m. Varian dwarf-nya kurang dari semeter tingginya.

knop
Bunga m
uncul di ujung batang dan terus bermekaran sepanjang hidupnya setelah mencapai puncak fisiologisnya. Mekar satu demi satu bergantian antara sisi kiri dan kanan yang mana setiap bunga dilindungi oleh kelopak bunga. Total bunga lebih dari 50 kuntum, bahkan mungkin dapat mencapai 100 kuntum. Warna bunganya dapat berganti-ganti sesuai dengan kondisi lingkungan pada saat bunga akan mekar. Terkadang petal dan sepal nampak putih bersih, terkadang juga ungu gradasi, kadang nampak lebih kekreman, dan sebagainya. Pada tempat yang teduh, warna akan dominan putih. Malai yang membawa bunga dan keiki akan terus tumbuh memanjang hingga mencapai titik puncaknya untuk berhenti (kurang lebih 1,5 m atau lebih). Sewaktu anggrek ini hadir di kebun BPG sudah dalam keadaan kondisi berbunga. Bekas bunganya saja sudah ada sekitar 50 kuntum. Hingga tulisan ini diunggah bunga terus bermekaran secara bergantian.

Agar semarak disarankan untuk menanamnya secara bergerombol atau merumpun. Calon bunga banyak mengandung cairan madu. Bila tempatnya agak teduh, cairan yang keluar lebih banyak (mengembun). Karenanya semut suka mengerubunginya.

Ada 3 perkembangbiakan vegetatif, yaitu keiki yang muncul dari ketiak bekas kelopak bunga, pisah rumpun (tunas-tunas anakan) dan juga merunduk. Secara alami, karena semakin beratnya keiki yang kian membesar, batang pun merunduk. Lama-kelamaan keiki yang menyentuh tanah pun akan mengeluarkan tunasnya. Setelah itu batang pun akan membusuk dan putus. Kita juga dapat memisahkan keikinya dengan cara memotongnya setelah keluar akar. Saya telah mencoba dengan memotong keiki tanpa akar dengan mengikutkan sedikit batangnya beberapa cm di atas dan bawah dari letak keikinya dan menanamnya dengan membenamkan pangkal keiki hingga benar-benar masuk ke metannya. Uji coba ini hingga kini belum menampakkan hasil. Insya Allah hasilnya akan saya informasikan pada kolom komen.

Sedangkan perkembangbiakan generatifnya melalui biji. Polinatornya biasanya semut dan serangga lebah/lanceng.
d

Direkomendasikan bagi pemula penyuka anggrek karena mudahnya dirawat, tumbuh, berbiak, dan nyaris tanpa serangan hama dan penyakit. Dapat ditanam pada pot besar/container atau langsung di tanah. Sangat cantik sebagai penghias taman-taman yang terpapar sinar matahari. Beberapa saran dijemurnya hanya beberapa jam saja, jadi tidak full day atau sekitar 2000 – 3000 footcandles. Namun pada kenyataannya pada habitat alamiahnya, anggrek ini full sun full day.

kepak

Sinonim

Arundina bambusifolia, Bletia graminifolia, Arundina affinis, Arundina cantleyi, Arundina caespitosa, Arundina celebica, Arundina chinensis, Arundina densa, Arundina densiflora, Arundina kanehirae, Arundina maculata, Arundina meyenii, Arundina minor, Arundina philippi, Arundina pulchella, Arundina pulchra, Arundina revoluta, Arundina sanderiana, Arundina speciosa, Arundina stenopetala, Arundina subsessilis, Arundina tahitensis, Cymbidium bambusifolium, Cymbidium meyenii, Cymbidium speciosum, Donacopsis laotica, Limodorum graminifolium, Ophrys arundinacea,

Dahulu, beberapa ahli taksonomi memberikan nama untuk anggrek ini berdasarkan daerah asal (native) maupun persebarannya (distribution), tercatat:

  • Bletia graminifolia D.Don, meliputi: Nepal, Suembu, dan sekitarnya
  • Arundina chinensis Blume, Bijdr, meliputi: Tiongkok
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. chinensis (Blume), meliputi: Tiongkok
  • Arundina speciosa Blume, Bijdr, meliputi: Jawa
  • Arundina minor Lindl., meliputi: Ceylon, Mahawelli Ganga R. atau sebagian wilayah India
  • Arundina densa Lindl., meliputi: Singapore
  • Cymbidium meyenii Schauer, meliputi: Tiongkok, Macao
  • Arundina affinis Griff., meliputi: Griffith, Gunung Khasia, Churra
  • Arundina philippii Rchb, meliputi: Tiongkok
  • Corymbis angustifolia Miq., meliputi: India
  • Arundina tahitensis Nadeaud, meliputi:Tahiti
  • Arundina revoluta Hook.f., meliputi: Malaysia
  • Arundina graminifolia (D.Don) Hochr. var. revoluta (Hook.f.), meliputi: Borneo
  • Arundina sanderiana Kraenzl., meliputi: Sumatra
  • Arundina revoluta Hook.f. var. borneensis J.J.Sm., meliputi:Borneo
  • Arundina speciosa Blume var. sarasinorum Schltr., meliputi: Sarasin
  • Arundina stenopetala Gagnep., meliputi: Vietnam, Cambodia
  • Donacopsis laotica Gagnep., meliputi: Laos
  • Arundina maculata J.J.Sm., meliputi: Jawa, Celebes, Mandar, Masawa
  • Arundina chinensis Blume var. major, meliputi: Taiwan

Tumbuhan semirip:

Statusnya dalam CITES Protection adalah True (Appendix II), artinya belum termasuk anggrek yang dilindungi atau langka.

Ada sumber yang mengatakan anggrek ini mampu survive dari kebakaran yang biasa melanda padang rumput saat kemarau panjang. Apa yang menyebabkan demikian belum ada sumber pasti yang saya temukan.

NB: Semenjak gabung dengan milis Pecinta Anggrek di FB, blog ini menjadi keteteran karena terlalu asyiknya saya di sana. Selain itu, bahan baku tulisan (anggrek) juga belum bisa dibahas karena banyak yang belum berbunga.

angsa 4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh