Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Pukul Delapan Turnera ulmifolia yang Berpotensi sebagai Antibiotika

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dulunya, Turnera ulmifolia menghiasi taman atau kebun sebagai tanaman penutup atau tanaman pagar karena memang cenderung merumpun/berkelompok. Bunganya memang cantik, kuning cerah. Subhanallah. Namun kini akibat pergeseran selera para tukang kebun yang terus berganti dan juga derasnya kehadiran bunga-bunga hibrid yang spektakuler. Kecantikan Turnera angustifolia tidak mampu bersaing dan kini sudah jarang hadir di taman-taman atau kebun-kebun, bahkan dibiarkan begitu saja tumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan, ladang, area persawahan, tepi saluran air, tanah kosong|terlantar, area pemakaman, maupun area lainnya yang masih mendapatkan sinar matahari. Apalagi Turnera subulata juga nyaris tidak memiliki nilai jual, maka semakin terabaikan saja si kuning yang cantik, kecuali hanya segelintir orang saja yang mengetahui kegunaan herbalnya yang masih mau meluangkan waktu untuk merawat si cantik ini.

Kegunaan Herbal

Walaupun tidak terlalu populer sebagai tanaman herbal dengan kegunaannya yang tidak terlalu banyak, namun cara pengobatannya yang sangat mudah sekali – hanya dengan merebus 15 gr daun segarnya sebagai teh sudah dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, rematik sendi, tubuh lemah pasca sakit, ulcus duodenum, dan ulkus lambung – membuat Bunga Pukul Delapan ini masih dicari di stan-stan tanaman toga/herbal atau di habitat liarnya. Mengenai pengobatan luarnya juga cukup praktis, cukup dengan melumatkan daun dan akarnya, kemudian ditambahkan kapur sirih, diaduk rata, lalu membalurkan atau menempelkan atau membalutkan pasta ini pada bisul, bengkak, memar, bagian yang sakit / bengkak.

Sifat Farmakologi

Rasanya memang pahit, pedas, dan hangat, karena mengandung flavonoid, saponin dan polifenol yang berkhasiat sebagai tonik dan melancarkan (aliran) darah. Turnera alba juga berpotensi sebagai antibiotika terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

Morfologi

perdu tegak, batang berkayu, biasa merumpun/menyemak
ovate, pinggir daun bergerigi/beringgit/serrate kasar
berkelamin ganda: 5 tangkai benang sari dan 3 tangkai putik, mekar setiap hari hanya beberapa jam saja

Potensi sebagai Gulma

Dari referensi, asal Turnera ulmifolia var. angustifolia adalah dari Hindia Barat. Namun ada yang menyatakan Meksiko atau Kepulauan Karibia sebagai daerah asalnya, selain Hindia Belanda. Padahal secara geografis kedua tempat ini sangat berjauhan sekali. Kini Turnera ulmifolia var. velutina telah jamak ditemui di Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau lainnya). Yellow Buttercup tumbuh liar di dataran rendah kurang dari 250 m dpl. Tingkat penyebaran dan perkecembahan yang relatif tinggi dan gampang tumbuh, membuat Turnera velutina mudah dijumpai dimana-mana. Walaupun begitu, dari berbagai sumber yang BPG unduh, potensi sebagai gulma (tumbuhan pengganggu) belum diketahui secara pasti. Namun kini Indian Holly sudah jarang dijumpai. Jadi dapat dikatakan bahwa potensinya sebagai tumbuhan pengganggu dianggap relatif rendah. Apalagi tingkat pertumbuhannya yang sedang, akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk ‘menguasai’ suatu koloni. Apalagi habitatnya hanya pada dataran rendah saja.

Perbanyakan

Salah satu spesies dari Family Turneraceae, Yellow Elder berkembang biak generatif dengan biji dan vegetatif buatan dengan stek batang.

Potensi Sage Rose sebagai Tumbuhan Fitoremediasi

Karena tumbuhan ini menurut laporan toleran terhadap kondisi tanah yang berasam dan alkalin, kemungkinan dapat dijadikan sebagai tumbuhan fitoremediasi pada tanah yang tercemar asam dan alkaline. Dan kemungkinan juga Holly Rose ini dapat dijadikan sebagai tumbuhan perintis pada tanah yang kering. Wallahua’lam.

Hama dan Penyakit

Kutu putih/kutu kebul, kutu daun aphid, dan beberapa serangga lainnya sering menyerang daun dan tunas muda Turnera. Namun serangan hama-hama ini tidak memberikan dampak yang serius. Artinya selain tanaman ini mampu bertahan dari serangan hama, juga kemungkinan serangan-serangan hama tersebut tidaklah sering.

Catatan Istilah:
Knoplike: guratan|bekas pangkal daun yang telah gugur atau patah 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terapi Anggrek Sekarat (2): Otak-atik Penjelasan Ilmiah Peranan Pakis Kepala Tupai terhadap Recovery Anggrek Sekarat

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sambil menunggu hasil eksperiman lanjutan atau tes penguat dari percobaan awal mengenai terapi anggrek sekarat dengan memakai pakis Drynaria (  ), BPG akan mencoba mengulas hubungan senyawa kimiawi pada Oak’s Leaf Fern dengan anggrek sekarat. Tentu saja artikel ini hanya bersifat otak-atik gathuk atau dicocok-cocokkan agar cocok he…he…, karena BPG sendiri bukanlah ahli kimia dan juga bukan seorang peneliti. Terlalu rumit untuk dipahai. BPG hanyakebetulan saja atas izin Allah mendapatkan pengalaman mentritmen anggrek sekarat memakai pakis. Pada artikel ini, BPG hanya sekedar mencoba menghubung-hubungkan dari beberapa referensi yang sekiranya dianggap berkaitan dengan terapi anggrek tersebut.Tentu saja ‘puzzle’ ini bukanlah gambaran yang sebenarnya. Tetapi setidaknya kita dapat mengira-ngira apa yang terjadi di antara keduanya. Mudah-mudahan dengan tritmen ini banyak anggrek yang dapat terselamatkan dan juga dapat menambah khasanah menangani anggrek bermasalah yang telah ada. Barakallah.

Hormon pada Anggrek

Pada setiap (individu) tumbuhan, termasuk anggrek, terdapat 5 hormon yang diproduksi secara alamiah yang bekerjasesuai fungsinya masing-masing. Kadarnya juga berbeda-beda. Kelima hormon tersebut, biasa disebut ZPT (zat pengatur tumbuh), yakni hormon auksin, gibberellin, cytokinin, ethylene, dan inhibitor.

  • Fungsi hormon auksin yaitu memanjangkan dan melebarkan pucuk-pucuk (daun-daun dan batang muda) serta mengeluarkan akar baru.
  • Hormon cytokinin/sitokinin bertugas mengeluarkan tunas-tunas baru atau tunas-tunas samping.
  • Hormon gibberellin bertugas dalam proses pembungaan, yang kemudian tugasnya digantikan oleh,
  • Hormon ethylene yang berperan dalam pematangan buah.
  • Sedangkan hormon inhibitor sifatnya melawan atau menghambat fungsi dan kinerja hormon lainnya.

Ada waktu-waktu tertentu satu jenis hormon begitu dominan terhadap lainnya. Contohnya, apabila kita memangkas cabang-cabang atau ranting-ranting, maka di kemudian waktu, tumbuhan akan mengeluarkan tunas-tunas baru yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Pada saat itu, hormon sitokinin begitu dominan terhadap hormon auksin, gibberellin, ethylene, dan inhibitor.

Pada anggrek sekarat yang hampir-hampir tidak ada fungsi fisiologis sama sekali, yang mana sel-sel dan jaringan-jaringannya juga hampir mati, dalam individu anggrek tidak terjadi proses fotosintesis, proses tumbuh dan membesar, berbungadan berbuah yang artinya pada keadaaan seperti ini hormon inhibitor kadarnya sangat tinggi dan dominan, sedangkankeempat hormon lainnya memiliki kadar begitu rendah atau hampir mendekati nol.Bila kondisi ini berlarut-larut, maka lama kelamaan anggrek akan mati.Dari sinilah peranan pakis Kepala Tupai bermula.

Kandungan Senyawa Kimia Pakis Pasilan Kelapa

Pembahasan kandungan kimiawi pada pakis sudah BPG sebenarnya sudah ada pada artikel tentang Drynaria quercifolia, tetapi enggak apalah kita tulis kembali karena terdapat beberapa perubahan.

Secara umum, semua paku Drynaria mempunyai kandungan kimiawi fenol, tanin, alkaloid, protein, xanthoprotein, asam carboxylic, coumarin, saponin, catechin, flavonoids, phenolics, steroids, triterpenes, friedelin, epifriedelinol, beta-amyrin, beta-sitosterol 3-beta-D-glucopyranoside, naringin, glycosides, terpenoids. Zat-zat senyawa kimiawi ini ada yang berfungsi sebagai anti bakteri, anti mikroba, anthelmintic penghalau parasit, antioksidan, phytochemical/fitokimia (penyerap racun), pestisida, dan lain-lain.

Secara alami, zat-zat ini akan menguap atau memencar ke udara dengan berbagai sebab. Pertama, adanya serangan hama dan penyakit. Kedua, penguapan atau pengaruh sinar matahari. Ketiga, rudapaksa atau mengalami benturan. Keempat, bersifat gas, misalnya atsiri atau flavanoid. Kelima, melawan tumbuhan kompetitor/pesaing. Dan lain-lain.

Penjelasan

Bila bakul/keranjang pakis diletakkan anggrek sekarat, tentu saja pakis akan bereaksi. Bibit-bibit penyakit yang dibawanya tentu saja akan menyebar ke sekitarnya. Pakis merasa kehidupannyaterancam. Untuk itu maka dilepaskanlah zat-zat kimiawi yang dimilikinya untuk menghancurkan atau membasmi bibit-bibit penyakit yang dibawa anggrek. Zat-zat kimiawi ini secara alami juga dilepaskan karena pengaruh sinar matahari (penguapan) dan atau pergerakan angin dan air hujan. Efek dikeluarkannya zat-zat kimiawi ini tidak hanya membawa kemanfaatan bagi si pakis sendiri, tetapi juga bagi anggrek. Dapat dikatakan zat-zat tersebut berfungsi sebagai obat bagi anggrek. Sebagai obat, bakteri, jamur, mikroba, atau bibit penyakit yang terdapat pada anggrek dapat terbasmi atau terbunuh.

Setelah masa krisis terlewati, kondisi anggrek pun kian pulih. Fungsi fisiologis bekerja sebagaimana mestinya. Sel-sel dan jaringan-jaringan baru kian terbentuk dan terus bertambah. Zat-zat kimiawi yang dilepaskan menjadi doping/perangsang bagi anggrek untuk terus-menerusmemulihkan kondisinyamenuju sehat. Zat-zat senyawa kimiawi akan diserap dan diseleksi oleh anggrek sesuai kebutuhannya.

Tidak hanya itu saja, anggrek juga memanfaatkan zat-zat hara yang terperangkap dalam bakul pakis untuk terus melangsungkan kehidupannya.Humus, air, debu, dan logam-logam ringan yang terperangkap menyebabkan bakul pakis menjadi kaya mineral dan sebagai sumber makanan bagi anggrek. Dan tentu saja anggrek tidak akan melepaskan keberuntungan ini. Zat-zat nutrisi telah ada, air tersedia, kelembaban terjaga, dan perlindungan dari angin yang kencang serta panas matahari yang menyengat merupakan kondisi idaman anggrek, sehingga lama=kelamaan anggrek pun kian sehat dan tumbuh maksimal.

Simpulan Setelah Treatment

Pada bakul, BPG meletakkan beberapa tipe dan jenis anggrek dengan kondisi yang berbeda-beda, baik saat eksperiman awal maupun eksperimen lanjutan. Ada yang keadaannya sudah kering kerontang. Ada yang masih memiliki daun. Ada yang perkembangannya menunjukkan stagnanisasi, dan sebagainya.

Dan inilah tanda atau hasil(sementara) setelah atau masih dalam masa terapi.

  • Anggrek mengeluarkanakar baru. Biasanya anggrek masih memiliki daun hidup walaupun daun tersebut tidak sehat (layu, keriput, setengah kering). Contohnya Luisia sp.. Luisia ini sebelum ditrit hampir setahun dari kedatangannya stagnan perkembangannya.
  • Anggrek tak berdaun namun masih memiliki bulb hidup, mengeluarkan akar baru. Contohnya Dendrobium sp. 1.
  • Anggrek tidak berdaun namun masih terdapat akar yang hidup, cenderung mengeluarkan tunas baru. Contohnya Anggrek Bulan hibrid dan sp. (amabilis).
  • Anggrek patah batang namun masih berdaun belum menunjukkan gejala apapun. Ini yang ditunjukkan oleh Luisia sp. spesimen 1 dan 2, Dendrobium sp. 2, 3, dan 4.
  • Anggrek masih berakar dan berdaun, mengeluarkan tunas baru. Misalnya Trixpermum sp.
  • Patahan ujung Renanthera sp. yang terdapat dua daun, mengeluarkan tunas dan akar secara bersamaan.
  • Anggrek sudah sangat kering kerontang (berbagai jenis Bulbophyllum dan Flickingeria sp. 1) tidak menunjukkan tanda atau gejala sama sekali atau dengan kata lain hasilnya negatif.

Dari hasil di atas, kalau kita cermati antara anggrek tipe simpodial dengan monopodial menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Anggrek tipe simpodial cenderung mengeluarkan akar baru dahulu atau tunas baru secara terpisah atau memiliki tenggang waktu yang lama. Sedangkan anggrek monopodial seperti Phalaenopsis dan Renanthera mengeluarkan tunas dan akar hampir bersamaan atau selang waktunya tidak terlalu lama. Dapat dikatakan pada anggrek monopodial hormon auksin dan cytokinin/sitokinin sama-sama dominan dalam waktu yang hampir bersamaan. Sedangkan pada anggrek tipe simpodial, hormon auksin dan cytokinin/sitokinin dominan sesuai dengan kadar mana yang lebih tinggi dibanding yang lainnya. Jika hormon auksin lebih dulu dominannya, maka akan keluar akar baru. Namun apabila hormon cytokinin/sitokinin dominan, anggrek akan mengeluarkan tunas baru. Wallahu a’lam bishowwab.

Catatan:

Semoga BPG dapat menemukan links atau referensi yang lebih valid. Kalau di antara sobat BPG ada yang memiliki alamat link atau referensi tersebut BPG akan sangat berterima kasih sekali apabila berkenan membagi informasinya. BPGjuga berharap adanya sharing pengalaman terapi anggrek memakai pakis ini, agar nantinya treatmen ini dapat teruji.Barakallah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Momordica balsamina, Pare Alas Penggempur Diabetes dengan ‘Ratusan’ Khasiat Herbal

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sekilas bila kita memandangnya, mungkin kita mengira tumbuhan liar ini biasa-biasa saja. Tidak mempunyai bunga yang indah atau memiliki manfaat. Karenanya, kita pun malas untuk memindahkannya ke kebun kita. Namun apabila bunga kuningnya yang cantik bermunculan dan bermekaran, akan langsung mencuri mata kita untuk memandangnya. Perpaduan hijau daunnya dengan kuning cerah bunganya merupakan pesona yang luar biasa.

BPG biasa mendapatinya tumbuh merambat di sela-sela tanaman tebu dengan melingkarkan sulur-sulurnya atau membelit dengan batang/tunas mudanya. Walaupun merupakan tanaman kompetitor/gulma, namun tanaman tebu tidak terlalu terpengaruh terhadap kehadirannya. Walau begitu, penyiangan terhadap tanaman ini dan/atau tumbuhan pengganggu lainnya tetap dilakukan agar hasil panennya memuaskan. Selain di ladang tebu, juga berhabitat pada rerumpunan bambu. Bila tidak ada pohon inang atau tempat merambat, batang akan tumbuh menjalar.

Mentimun Afrika, seperti juga pare lainnya, membutuhkan sinar matahari langsung yang banyak agar tumbuhnya optimal. Biasanya memang berada pada sisi timur habitatnya, sehingga mendapatkan hujan sinar pagi yang sangat bermanfaat bagi dirinya. Karena itu, kita jarang menjumpainya pada tempat-tempat yang teduh.

Meski tumbuh meliar di Indonesia, namun sebenarnya asal pare liar ini dari Afrika. Karena itu sering disebut dengan nama yang sama African cucumber atau Balsam Apple atau Balsam Pear. Hampir anggota dari familia Cucurbitaceae (African Pumpkin) disebut dengan nama-nama (yang sama) seperti itu.

Seperti sayur-sayuran lainnya, pare liar ini juga berumur semusim saja. Artinya setelah menuntaskan ‘tugas dan kewajibannya’ atau setelah biji-bijinya bertebaran, tumbuhan ini perlahan-lahan akan mati. Kelak, di tempat jatuhnya bibit-bibitnya, akan tumbuh individu baru sebagai pengganti individu lama yang telah mati.

Walaupun dianggap sebagai gulma atau tumbuhan liar semata, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa pare ini (terutama bagian buahnya) mempunyai manfaat klinis mampu menurunkan kadar gula dalam darah (hipoglisemik) atau obat ampuh bagi para penderita penyakit diabetes militus. Zat yang berperan dalam penurunan kadar gula tersebut adalah karatin, insulin dan alkaloid.

Habitus (seluruh bagian tanaman)

Kandungan senyawa:  secara umum mengandung 17 asam amino dan mineral-mineral (potasium, magnesium, fosfor, kalsium, sodium, seng/zinc, mangaan dan besi), dan senyawa kimia alkaloid, flavonoid, glikosida, resin, saponin, steroid, terpen. Senyawa-senyawa ini bersifat sebagai antiHIV dan antivirus lainnya, anti-plasmodial, shigellocidal, antidiare, antiseptik, antibakteri, anti-inflammatory, antimikroba, hypoglycemic, antioksidan, analjesik dan khasiat perlindungan (kesehatan) manusia lainnya.  Setiap bagian dari tanaman mempunyai tingkat kandungan yang berbeda-beda.

Nilai/kandungan protein dan lemak (nabati)nya yang tinggi dimanfaatkan sebagai suplemen protein untuk sereal dan juga biopharmaceutical lainnya bagi yang peduli/perawatan kesehatan. Sedangkan kandungan potassium yang tinggi merupakan sumber yang bagus untuk orang yang memiliki penyakit hipertensi dan gangguan jantung.

Awalnya, kandungan zat-zat kimiawi ini bermanfaat bagi Paria Alas untuk bersaing dengan kompetitornya dalam memperebutkan zat-zat nutrisi yang terkandung dalam tanah dan juga untuk membantu tumbuhan menghadapi masalah kekurangan nutrisi pada habitat/tempat hidupnya. Namun manusia memanfaatkannya untuk kepentingan manusia. Dan ini tidaklah mengapa, karena Allah menciptakan semua yang ada di dunia demi kepentingan dan kemaslahan manusia. Terpenting bijak dalam melakukan eksploitasi dan eksplorasi.

Batang

segi lima dengan percabangan yang banyak dan juga terdapat sulur-sulur yang dapat membelit induk semang atau apapun yang dapat dibelitnya. Batang/tunas muda akan tumbuh melingkar pada batang tumbuhan lainnya

Manfaat, kandungan senyawa, dan kegunaan herbal dapat dilihat pada paragraf Herba (seluruh bagian tanaman).

Daun

Manfaat: untuk sayuran

Kandungan senyawa: Vitamin A, B1, dan C, protein, fosfor, besi, momordisin, resin, minyak, chlorogenic acids (CGA), caffeoylquinic acid (CQA), dan feruloylquinic acid (FQA), dan para-coumaroylquinic acid (pCoQA).

Kegunaan herbal: obat cacing kremi, bisul, gatal-gatal

Catatan: ekstrak aman dikonsumsi oleh ibu hamil

Bunga

tipe banci (berkelamin ganda), artinya pada satu kuntum terdapat benang sari (3 buah berwarna kuning kehijauan) dan putik (3 buah berwarna kuning) sekaligus, petal (mahkota bunga) 5 helai, letak kuntum di atas bakal buah

Manfaat, kandungan senyawa, dan kegunaan herbal dapat dilihat pada paragraf Herba (seluruh bagian tanaman).

Buah

panjang sekitar 5 cm, kulit beracun dan terdapat bintil-bintil atau gerigi kasar, terdiri 3 helai daun buah yang saling mengatup/menempel, rasanya pahit

panjang sekitar 5 cm, kulit beracun dan terdapat bintil-bintil atau gerigi kasar, terdiri 3 helai daun buah yang saling mengatup/menempel, rasanya pahit 
buah telah pecah

Manfaat: diolah atau dimasak tumis, asinan, sup, pare isi, dan lain-lain

Kandungan senyawa: charatin, alkaloid. albuminoid, betakaroten, momordicin

Kegunaan herbal: obat diabetes, gangguan pencernaan, bronchitis, tumor, luka, reumatik, malaria, diabetes, cacingan dan obat kuat. Ekstrak untuk obat dan juga anti kanker.

Catatan: ekstrak aman dikonsumsi oleh ibu hamil

Biji

terbungkus selaput merah berlendir dan lengket, rasanya manis dan bisa dimakan, panjang ± 1 cm, lebar ± 0,5 cm

Manfaat:

Kandungan senyawa: saponin, alkaloid, tritrepenoid, asam momordial, MAP (Momordica antiviral protein) sebagai antikanker dan mencegah penuaan dini.

Kegunaan herbal: menurunkan kadar kolesterol dan lemak.

Perawatan di Kebun

Karena karakternya yang masih ‘liar’, Paria Hutan ini cukup mudah untuk dirawat di kebun. Nggak ribet mengenai cara perawatan dan medianya, karena memang tidak mensyaratkan kondisi tertentu. Cukup dengan apa yang ada di kebun kita saja, pare ini sudah dapat tumbuh baik, asal sinar yang diterimanya cukup (banyak). Melakukan penyiraman sesempat atau seingat kita, juga nggak problem bagi pare. Yang perlu dilakukan rutin adalah pemotongan cabang/batang supaya tidak terlalu lebat dan mengganggu tanaman kesayangan kita lainnya. Bibitnya dapat kita ambil dari buah pare liar yang sudah masak atau langsung mengambil bijinya dari buah yang telah pecah. Tabur/semai di atas area yang kita inginkan. Sudah, biarkan saja.

Catatan:

Karena BPG hanya membahas Manfaat, Kandungan Senyawa, dan Kegunaan Herbal, maka apabila digunakan sebagai resep dengan bagian habitus manakah yang lebih diutamakan untuk penyakit tertentu dapat dilihat pada link-link lain atau berkonsultasi pada ahlinya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Schoenorchis juncifolia, Anggrek Jambul yang Unik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Ada yang menyebutnya sebagai Anggrek Ekor Tikus atau Anggrek Bambu atau Anggrek Pensil. Padahal ketiga nama ini sudah populer dimiliki oleh anggrek lain. Jadi tidak dapat dipakai lagi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ada pula yang menyebutnya Anggrek Tirai Bambu. BPG tidak tahu apakah nama ini sudah ada yang memilikinya atau tidak. Yang lainnya menyebutnya Anggrek Taoge atau Anggrek Kecambah karena bentuk kuntumnya memang mirip kecambah. Kalau nama internasionalnya sih The Reed-Like Leaf Schoe atau kita sebut saja Anggrek Alang-alang. Bahkan ada juga yang menyebutnya sebagai Anggrek Wisteria. Ataukah kita sebut sebagai Anggrek Jambul? Tabung bunganya itu kan mirip jambul ya, apalagi arah bunga juga ke bawah seiring arah plantnya yang menggelantung. Anda suka nama yang mana? Kalau BPG suka nama yang terakhir.

Sebagai salah satu spesies pada tribe Vandeae subtribe Aeridinae, ciri-cirinya sebagai anggrek monopodial nampak tidak begitu kentara. Apalagi banyaknya bulb anakan yang berada di sekitar bulb batang induk semakin mirip dengan anggrek simpodial, walaupun pada bulb batangnya juga terdapat keiki. Akar udara yang merupakan ciri khas anggrek monopodial juga hanya beberapa utas, dan tidak semua plant terdapat akar udara ini, sehingga menyamarkan anggrek ini sebagai anggrek monopodial.


Umumnya tumbuh pada area yang lembab, sekitar sungai misalnya atau sumber mata air pada hutan-hutan di Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur), Sumatera, dan Kalimantan pada ketinggian +1700 m dpl. Ada yang melaporkannya 800 – 1200 m. Tetapi anggrek yang ada di kebun BPG ini diperoleh pada ketinggian 1800 m. Selain ditemukan di hutan, Schoenorchis juga mampu bertoleransi dengan jenis-jenis pepohonan yang homogen, seperti pada pohon/perkebunan teh, jati, pinus, atau karet. Seringnya menempel pada percabangan/ranting terluar kanopi suatu pohon. Pada cabang atau ranting seperti itu sinar matahari yang diterima lebih banyak, namun tidak terlalu panas karena masih terhalang dedaunan. Selain itu kelembabannya juga tidak terlalu tinggi. Dan memang benar, BPG menemukan anggrek ini menempel pada ranting/cabang-cabang yang mendekati ujung kanopi. Warna daunnya juga kemerah-merahan, yang artinya mendapatkan siraman sinar matahari yang banyak. Di saat ranting atau cabang tersebut telah mendekati masa kering/mati, maka anggrek juga akan jatuh bersamaan dengan jatuhya ranting tersebut.

Daun
Warna dasar hijau. Terdapat warna keunguan yang muncul atau tersebar tidak merata. Bentuk gilig seperti pensil atau lidi. Panjang dapat mencapai 15 cm. Bentuknya memang mirip dengan daun Luisia sp., atau Pharaphalaenopsis sp. Atau bisa juga seperti anggrek Vanda teres. Memang akan sulit membedakannya dengan anggrek-anggrek tersebut apabila kita tidak mengamatinya secara mendalam.
Warna daun ini unik. Saat mendapatkan sinar yang cukup warnanya akan kemerah-merahan. Namun apabila kita tempatkan pada tempat yang kurang mendapatkan sinar, daun yang kemerah-merahan tersebut akan berubah menjadi hijau.

Akar
Akar merupakan pembeda yang nyata terhadap anggrek lain yang memiliki bentuk daun serupa.

Bunga
Bunga tidak mekar penuh, ukuran kecil (7 – 8 mm diameternya), berwarna putih dan ungu. Tabung bunganya mirip jambul. Memang dari samping nampak seperti kecambah. Dalam satu tangkai yang panjangnya dapat mencapai 10 cm terdapat puluhan (≤ 30) kuntum. Namun di kebun BPG, panjang inflorescence hanyalah 5 – 7 cm saja, muncul dari ketiak daun.
Berbunga tidak kenal musim, atau berbunga sepanjang tahun.

Pseudobulb
Serupa batang dan ramping tetapi kuat yang dibungkus oleh seludang daun. Pangkal dan batang yang telah tua akan berwarna coklat dan nampak kering. Batang menjuntai dan berayun-ayun bila tertiup angin. Memang nampak anggun ya.
Menurut Puspitaningtyas dkk., anggrek ini sering ditemukan di dataran tinggi. Pada saat ini yang mana teknik dan cara rekayasa sudah sedemikian maju, maka tak masalah bila anggrek juga dirawat di dataran rendah, asalkan cara-cara perawatannya sesuai. Dan BPG tinggi di dataran rendah yang panas pada ketinggian kurleb 92 m dpl.

Populasi
Dari beberapa penelitian, Saccolabium juncifolium tidak berada pada level yang mengkhawatirkan. Bahkan pada beberapa lokasi penelitian, populasinya melimpah. Mungkin karena bukan termasuk anggrek yang memiliki daya jual ya, sehingga tidak begitu dilirik para penggemar anggrek. Atau mungkin juga daya toleransi anggrek ini terhadap perubahan kondisi lingkungannya tinggi. Terbukti dengan ditemukannya anggrek ini pada perkebunan-perkebunan dengan vegetasi pepohonan yang homogen. Walaupun begitu, jangan sampai kita melakukan ekploitasi, apalagi berlebihan. Cukuplah barang 1 – 2 plant saja, agar sumber daya genetik ini dapat terjaga hingga di masa mendatang. Bahkan ada cara tanpa perlu mengambil secara paksa dari pohon inangnya, yakni menunggu anggrek ini jatuh bersama ranting/cabang pohon tempatnya menempel. Biasanya ini terjadi pada musim kemarau. Atau kalau di musim hujan anggrek jatuh saat pohon inangnya tumbang.

Sayangnya karena masih koleksi baru, BPG belum dapat membahas mengenai perbanyakannya. Hanya saja, umumnya anggrek monopodial, perbanyakan dapat dilakukan dengan cara stek batang, yakni memotong batang yang sudah tua (pangkal atau yang dekat pangkal) beberapa cm tergantung besar kecilnya plant. Terpenting pada potongan itu terdapat 1 atau lebih akar yang sehat, agar pertumbuhan tunas anakan lebih cepat.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terapi Alamiah Anggrek-anggrek Sekarat, Gratis dan Tak Ribet

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Siapa yang tak baper melihat anggrek-anggrek kesayangan menunjukkan gejala-gejala yang buruk, bahkan berujung kematian. Kita tidak mungkin menyalahkan siapa-siapa, karena memang kesalahan terletak pada kita sendiri, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang didambakan anggrek. Kesalahan terbesar adalah buruknya atau ngawurnya tata cara penyiraman, yang menyebabkan bulb anggrek membusuk, mengering, dan akhirnya mati. Walau pun dengan berbagai cara ditempuh supaya anggrek dapat pulih, baik dengan cara memberikan obatan-obatan/hormon-hormon, atau memperbaiki cara perawatan, namun seakan-akan usaha yang kita lakukan seperti membentur tembokyang tebal, tidak menuai hasil yang memuaskan, bahkan sia-sia.
   Namun sekarang, sobat pecinta anggrek tidak usah khawatir lagi dengan anggrek-anggrek sekaratnya. Ada terapi yang dapat merecovery anggrek kita yang sekarat. Insya Allah. Meski mungkin hasilnya tidak seratus persen betul, namun paling tidak harapan hidup anggrek-anggrek sekarat akan lebih besar. Terapi ini tidak membutuhkan biaya sepeserpun karena kita dapat memperolehnya di alam, kecuali di tempat-tempat tertentu. Dan juga tidak membutuhkan perlakuan yang ribet-ribet. Sobat pecinta anggrek hanya diminta untuk menyediakan paku-pakis Drynaria quercifolia atau Paku Kepala Tupai.
Kalau sobat pecinta anggrek tidak tahu mengenai paku-pakis Drynaria quercifolia, silahkan menengok link ini https://bluepurplegarden.wordpress.com/2018/02/08/drynaria-quercifolia-linn-paku-kepala-tupai/.
   Di habitatnya sendiri, anggrek sering ditemukan berasosiasi atau ‘berkoalisi’ membentuk suatu koloni dengan paku-pakis, dan atau ganggang, jamur, lumut, serta tumbuhan-tumbuhan epifit lainnya. Tentu saja ada hubungan yang terjadi di sana. Namun BPG tidak dapat memastikan apakah simbiosis yang terjadi antara anggrek dengan tumbuhan epifit lainnya itu bersifat mutualisme ataukah tidak. Hanya saja secara logika paku-pakis dapat menyediakan kelembaban dan juga zat-zat hara yang tertangkap atau terperangkap untuk anggrek, utamanya dalam hal perkecambahan biji anggrek. Meskipun anggrek mendapatkan keuntungan dari asosiasi tersebut, namun paku-pakis tidak merasa rugi atau dirugikan.Yang menakjubkan dari hubungan ini (BPG tak sengaja menemukannya), ternyata paku-pakis dapat memulihkan anggrek-anggrek yang sekarat. Namun percobaan baru sebatas pada Paku Kepala Tupai.
   Cara terapinya juga cukup mudah, juga tidak perlu tambahan obat-obatan atau hormon atau pupuk. Begini langkah-langkah terapinya.

Terapi anggrek sakit dengan paku-pakis Drynaria
  1. Letakkan anggrek sekarat atau bisa juga anggrek stek atau anggrek adaptasi di dalam bakul. Boleh juga disertakan dengan media sebelumnya apabila akarnya sudah melekat erat pada media, asalkan muat di dalam keranjang pakis tersebut. Namun sebaiknya anggrek tanpa media sama sekali, karena dikhawatirkan media anggrek dapat berkontradiksi dengan proses terapi anggrek.
  2. Dalam ‘keranjang’ tersebut boleh diletakkan hingga puluhan plant, asal jangan sampai tergencet saja. Kalau khawatir, secukupnya saja atau ditata dengan rapi.
  3. Siram seperti biasanya.
  4. Lihat satu atau lebih bulan kemudian atau sesuka keinginan anda.
  5. Bila anggrek menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan anggrek sudah mantap, anggrek dapat dipindah ke media baru atau tempat yang diinginkan.
  6. Bila selama setahun anggrek tidak menunjukkan perkembangan sama sekali, berarti terapi anda gagal. Hal ini biasanya disebabkan anggrek memang telah mati sebelum dilakukan treatment.


Setelah ditritmen, Anggrek Bulan hibrid telah menumbuhkan daun dan individu baru. Sebelumnya batang kian mengering, daun-daun juga berguguran satu demi satu. Alhamdulillah kini menunjukkan perkembangan yang bagus

Tentu ada faktor-faktor yang menyebabkan kenapa paku-pakis Drynaria dapat merecovery anggrek sakit, padahal sebelum itu beberapa kali BPG juga pernah menaruh anggrek bermasalah di keranjang pakis Asplenium nidus, namun tidak ada hasilnya sama sekali. Beberapa dugaan BPG atas jawaban pertanyaan ini antara lain:

  • Zat-zat kimia yang dilepaskan oleh pakis ini dapat berfungsi sebagai obat anggrek sekarat atau suplemen untuk merangsang pertumbuhan akar-akar dan tunas-tunas baru. Artinya zat-zat kimia tersebut cocok/sesuai dengan kebutuhan anggrek. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa banyak tanaman yang melepaskan zat-zat kimia ke udara atau lingkungan sekitarnya yang berguna untuk menarik polinator, ‘memerangi’ tumbuhan pesaing dalam perebutan zat hara/makanan serta ‘wilayah’. Tumbuhan Bandotan contohnya dapat membunuh tanaman-tanaman di sekitarnya dari zat-zat kimia yang dilepaskannya, sehingga tanaman ini dapat menjadi penguasa tunggal suatu wilayah atau koloni.
  • Tersedianya zat-zat hara yang dibutuhkan oleh anggrek. Zat-zat hara tersebut terperangkap dalam keranjang atau rambut-rambut pakis.
  • Tersedianya kelembaban yang relatif konstan, sehingga anggrek sekarat pun merasa nyaman. Efeknya tentu saja anggrek akan cepat pulih. Rambut-rambut yang banyak dari pakis ini dapat menahan penguapan dari air atau uap air atau embun yang terperangkap, sehingga kelembaban senantiasa terjaga. Air juga tidak banyak yang jatuh ke bumi karena tertahan lembaran-lembaran daun steril.
  • Daun-daun pakis fertil yang panjang dapat menahan panas dan terik sinar matahari, sehingga anggrek tidak sampai terbakar.
  • Daun-daun pakis steril yang telah mati dapat menjadi tameng anggrek dari hembusan atau kencangnya angin atau deraan hujan.
Beberapa bulan setelah distek, Trixpermum centipeda tidak ada bagus-bagusnya. Setelah 1 bulan diletakkan di keranjang pakis, alhamdulillah tumbuh 2 tunas. Sedangkan indukannya baru muncup-muncup daun baru pada batang teratas

Artikel ini memang belum sempurna/final. Itu BPG sadari betul. Sebenarnya akan dipost setelah eksperimen-eksperimen penguji atau penguat dari percobaan sebelumnya telah menunjukkan hasilnya. Namun karena berjibaku dengan waktu, siapa tahu dengan dipercepatnya diunggah, akan banyak anggrek yang dapat diselamatkan. Karena itu tulisan-tulisan lain yang berhubungan dengan artikel ‘Terapi Alamiah dan Gampang untuk Anggrek-anggrek Sekarat, Gratis dan Tak Ribet’ akan BPG susulkan kemudian. Insya Allah.
Memang masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di benak BPG tentang hal ini, seperti zat kimia apa saja yang berpengaruh, apa hanya pakis jenis ini saja yang mampu menjadi obat anggrek sakit, atau pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Yang jelas, artikel ini sangat terbuka akan saran, berbagi pengalaman, dan lain-lain, terima kasih.

Saat datang plant Luisia latifolia gemuk menggiurkan dengan bunga dan seedpot. Namun kian lama akar mengering satu demi satu, batang juga tampak mengering. Hingga setahun tidak nampak gejala munculnya mata akar atau mata tunas atau mata daun.

 

Setelah diterapi, alhamdulillah kini muncul akar baru

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mycaranthestjadasmalangensis (J.J.Sm.) Rauschert, Anggrek Indonesia Punya yang Terpinggirkan

 Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Membicarakan anggrek Mycaranthes tjadasmalangensis mau tak mau kita harus kembali ke masa lampau, masa dimulainya kontroversi mengenai Mycaranthes dan Eria. Sekedar diketahui, Mycaranthes hingga kini masih diperdebatkan.

 

Mycaranthes dan Eria

Para ahli memang belum mendapatkan titik temu apakah Mycaranthes itu merupakan section generaEria ataukah merupakan genus tersendiri. Kontroversi ini telah ada sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Salah satu situs anggrek terbesar IOSPE memandang Mycaranthes adalah seksi genus Eria. Sedangkan Kew (the Singapore Botanic Gardens) dan Dr. Jany Renz (Swiss Orchid Foundation)berpendapat bahwa Mycaranthes merupakan genus mandiri. Sedangkan kelompok terakhir tidak mempersalahkan apakah Mycaranthes sebagai genus ataukah sebagai seksi.

 

Perbedaan Fisik Mycaranthes dengan Eria

Secara kasat mata, kalau kita lebih jeli mengamati, terdapat beberapa ciri fisik yang membuat Mycaranthes layak menempati genus tersendiri dalam susunan taksonomi. Dalam arti Mycaranthes mempunyai perbedaan yang banyak dan mencolok dibanding ciri keumuman genus Eria.

  • Percabangan dalam akar lebih banyak. Ukurannya juga kecil walaupun sosok plantnya besar.
  • Ujung daun lobe atau bercuping. Mayoritas Eria ujung daunnya lancip atau dua sisi lembar daunnya menyatu sempurna.

 

 

 

 

  • Bentuk amplop bunga menyerupai Vanda-vandaan atau seperti kepala burung dengan paruhnya.Eria lebih mirip kuncupDendrobium yang serupa koma dengan variasinya.
  • Perbungaan tumbuh aksial (di tengah-tengah ujung batang) dan lebih dari 1 tangkai.

 

 

 

 

 

 

  • Tidak terdapat lubang dari bekas tangkai bunga yang telah gugur/rontok.
  • Labellum terbuka lebar (mangap, Jawa) atau lebih ndower (melet), seperti logonya band rock Rolling Stone (J).

 

  • Tabung bunga nyaris tidak ada.
  • Pseudobulb mirip batang.

 

 

 

 

 

 

 

  • Epifit dan terestrial. Dengan tipe bulb seperti batang serta akar yang bercabang-cabang prosentase hidup secara terestrial sangatlah besar. Karakter akar yang seperti itu akan lebih dapat mencengkeram media tanah. Apalagi karakter daunnya juga berair dan lunak sehingga dapat mencegahnya dari pembusukan bila hidup di tanah.

 

 

Mycaranthes dan Pseudopollen

Yang memisahkan Mycaranthes dari Eria berpendapat bahwa adanya pseudopollen menjadi pembeda yang nyata. Lebih dari 90 tahun yang lalu, Beck telah mengamati secara mendetail morfologi pseudopollen yang merupakan salah satu material yang terdapat dalam labellum (Mycaranthes). Substansi seperti tepung ini berasal dari bulu-bulu yang terdapat pada labellum/lip dan kaya akanprotein dan kanji/starch – apakah yang dimaksud starch itu sama dengan karbohidrat? –.Meski penelitian akan pseudopollen telah lama dilakukan, namun kenyataannya pengetahuan akan pseudopollenini tetaplah masih sedikit. Dan, tentu saja bagi awam, metode ini tetap saja menyulitkan dan membingungkan.

Hingga kini, para ahli masih belum memiliki titik temu atas kontroversi dari Mycaranthesini.

BPG pribadi, yang notabene awam akan anggrek, cenderung memakai Mycaranthes sebagai genus. Alasannya tentu saja agar lebih mudah membedakannya dengan Eria. Dengan begitu kegiatan identifikasi akan jauh lebih gampang dan juga akan lebih menarik.

Dan genus Mycaranthestersusun dari 35 spesies yang tersebar luas di Sumatra, Kalimantan Borneo, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara (Lesser Sunda Islands), Thailand, Malaysia, Philipina, Laos, Myanmar, Vietnam, Tibet, Kamboja, Assam, sebagian wilayah China, dan Papua (termasuk juga New Guinea). Sumatra dan Kalimantan paling kaya akan spesies-spesies Mycaranthes.

Kemungkinan bertambahnya anggota spesies tetap besar dengan ditemukannya spesies baru atau transferan dari genus lainnya, termasuk dari genus Eria.

 

Tentang Mycaranthes tjadasmalangensis

Mycaranthes tjadasmalangensisanggrek Indonesia Punya. Benar-benar anggrek pribumi karena hanya ada di Sumatra dan Jawa. Dan Kediri termasuk salah satu wilayah persebarannya. Sayangnya belum ada nama Indonesia atau daerahnya. Karena itu sambil menunggu nama resmi Indonesianya, untuk sementara BPG akan menyebutnya sebagai Anggrek Cadasmalang, dari nama translatenya. Atau Anggrek Seje (Sumatra Jawa) ..he…he…he…

Sosoknya mirip Aerides atau Vanda. Sekilas apabila kita melihatnya, tentu kita akan mengiranya sebagai Vanda. Begitu juga apabila dilihat dari kejauhan. Yang tidak paham benar bisa jadi akan terperangkap Jebakan Batman.

Bunganya kecil, lebar ‘sayap’ 1 cm, tinggi juga 1 cm lebih sedikit. Aroma seperti wangi Kamboja, namun sangat lembut sekali dan hanya tercium di sekitar kuntum saja. Walau bagi kita tidak begitu tajam wanginya, namun tidak bagi para serangga polinatornya yang dapat mendeteksi aromanya dari jarak yang cukup jauh. Masa mekarnya hanya kurleb 5 hari. Namun karena dalam satu tangkai terdapat ratusan kuntum yang mekarnya bergantian, kita dapat menikmati pesonanya hingga 1 – 2 bulan, mungkin juga lebih.

Sepal lateral (sepal samping) sangat lebar bagaikan sayap yang sedang mengembang lebar-lebar. Sedangkan labellumnya sangat ndower. Di sinilah terdapat pseudopollen, yang merupakan ciri khas pembeda dengan genus Eria umumnya.

Daunnya tampak lunak dan berair. Permukaan seperti dilapisi lilin/waxy.

Anggrek ditemukan pada ketinggian sekitar 1800 m dpl. Menempel pada pepohonan yang memiliki tajuk lebar dan daun yang rapat, sehingga kondisinya teduh dan menerima (terobosan) sinar dari sela-sela dedaunan.

Tak banyak informasi yang dapat digali lebih dalam lagi mengenai anggrek ini.Kemungkinan disebabkan:

  • Belum ada penyelesaian/titik temu atas kontroversi anggrek ini.
  • Masih sebagai anggrek botani, belum (tidak) bernilai ekonomis dan hanya bermanfaat dalam bidang sains saja.
  • Bukan termasuk anggrek populer dan tidak banyak dilirik oleh penikmat anggrek karena bunganya kecil, sehingga pembicaraan mengenai anggrek ini di antara pecinta anggrek juga sangat minim.
  • Meski tersebar di Sumatra dan Jawa, mungkin hanya di titik tertentu saja habitatnya.

Saran BPG jikalau sobat menjumpai anggrek ini, jangan ragu-ragu untuk mengkoleksinya sebagai cara konservasi eks-situ, karena kalau bukan kita yang memberikan perhatian, lalu siapa lagi? Para penganggrek luar negeri saja menaruh perhatian, masa kita enggak?

masih piyik udah kelihatan Myca-nya

 

 

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pohon,Media Terbaik bagi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)(Tips Sukses Merawat Anggrek Bulan)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

1Pesonanya yang kuat membuat banyak yang jatuh hati karenanya.Banyak sudah yang mencoba untuk merawatnya di kebun masing-masing.Sayangnya ekspetasi mereka harus menguap melihat kenyataan betapa sulitnya merawat anggrek ini.Masalah seakan silih berganti datangnya mendatangi anggrek mereka, bahkan berujung kematian.Tak putus asa, mereka pun mencoba kembali merawat anggrek ini.Dan sekali lagi kenyataan pahit harus mereka terima dengan kematian anggrek mereka.Dan dari sinilah stereotip metawat Anggrek Bulan itu sulit sekali, bermula.Padahal kenyataannya tidaklah demikian.Merawat Anggrek Bulan itu mudah, sangat malah. Adanya anggapan tersebut berasal dari para penggemarnya yang berada di dataran rendah, karena di daerah yang sejuk (1000 mdpl ke atas) anggrek dapat hidup baik dan berbunga, walau tanpa perawatan yang merepotkan sama sekali. Tetapi di dataran rendah, kendala dan masalah seakan tak menemui ujung pangkalnya.Untuk itu BPG mencoba untuk mencari alternatif pemecahannya. Tentu saja bagi para pecinta anggrek di dataran menengah dan tinggi tidak mutlak untuk mengaplikasikan tips yang BPG uraikan ini.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya Anggrek Bulan dapat hidup baik dan kemudian mempersembahkan bunganya. Syarat-syarat itu adalah …

Media

Inilah kesalahan terbesar yang dilakukan para penggemarnya.Perlu dipahami benar bahwa setiap media memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang bersifat menyerap/menahan air, seperti sabut, pecahan genting dan bata, akar/sabut paku-pakis, atau (sphagnum) moss, namun ada pula media yang bersifat meloloskan air dan cepat mengering, seperti arang, papan pakis, dan semacamnya. Hal ini berpengaruh pada cara dan intensitas penyiraman.

Di alamnya sendiri, Anggrek Bulan banyak ditemukan menempel pada pepohonan dari genus Szygium, Beringin-beringinan (Ficus sp.), Pakis Haji (Cycas rhumpii), Mangifera, atau Hydnophytum.Atau di daerah lain, anggrek menempel pada pohon Vaccinium varingiaefolium, Rengas, Menggris, Rambutan Hutan, Kiara, Kalaban, atau Meranti.

Karena itu sangat disarankan kita menggunakan pohon sebagai media tanam/tempel anggrek. Bila tak ada kita dapat menggunakan bagian-bagian dari pohon, seperti potongan kayu, cabang, atau cacahan ranting. Cacahan ranting digunakan apabila kita menginginkan anggrek di tempatkan pada pot.

dengan media ini perkembangannya tidak sesuai harapan

dengan media ini perkembangannya tidak sesuai harapan

Sirkulasi Udara

Harus LANCAR. Syarat ini mutlak dipenuhi kalau kita menginginkan anggrek epifit koleksi kita dapat bertahan hidup.Namun Anggrek Bulan lebih menyukai kondisi berangin.Phalaenopsis amabilis memang sangat menyukai sirkulasi udara cenderung kencang atau berangin.Semakin kencang semakin baik.Ukuran kekencangan di sini adalah daunnya tidak sampai berkelebat-kelebat seperti bendera (J).Namun bila anggrek sudah ditempelkan pada pohon dengan ketinggian  minimal 2 m, maka poin kedua ini dapat kita abaikan. Namun bila menggunakan potongan kayu atau cacahan ranting pada pot harus benar-benar memperhatikan area yang menjadi peletakan anggrek itu kondisinya berangin atau tidak.

cukup ditempel

Intensitas Sinar

Di daerah sejuk, anggrek toleran terhadap sinar langsung, pagi atau sore hari.BPG pernah melihat Anggrek Bulan yang terkena sinar pagi hingga siang hari sekitar pukul 11, anggreknya dalam kondisi prima dalam artian rajin berbunga.Namun di dataran rendah yang panas, anggrek mutlak diletakkan pada area yang teduh.

media potongan kayu

Kelembaban

Sifatnya memang tidak mutlak.Di daerah sejuk yang mana kelembaban selalu terjaga, perlakuan untuk menjaga kelembaban dapat kita abaikan. Berbeda dengan daerah panas/rendah, pengetahuan akan kelembaban dan kemudian mengaplikasikannya ke kebun kita mutlak kita lakukan. Paling mudah mengetahui kelembaban terjaga atau tidak adalah dengan melihat adanya lumut.Bila tidak ada, kita dapat menanam pohon atau tanaman-tanaman hias lainnya.Semakin banyak yang kita tanam, maka kelembaban pun juga semakin tinggi/baik.Penyiraman juga merupakan sumber kelembaban.Pada malam hari kelembaban lebih tinggi dibanding pagi, siang, dan sore hari. Bila tidak ingin repot,dapat diletakkan wadah berisi air. Tentu saja harus dicek berkala agar tak ada nyamuk/larvanya yang bersarang di sana.

bibit dari malang dapat bertahan di kediri yg panas

Penyiraman

Karena memakai media pohon atau bagiannya, penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore, untuk anggrek adaptasi.Bagi anggrek yang sudah mapan, penyiraman dapat dijarangkan, bisa 1 kali per dua hari.

meski rontok daunnya namun dapat recovery

Saat dipindah daun pada kering dan rontok, tetapi setelah beberapa hari, tumbuh lagi daun-daun yang baru

Catatan:

  • Hasil yang didapatkan bisa saja berbeda antar pekebun karena banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti kondisi lingkungan, cara perlakuan dan juga faktor intern dari anggreknya sendiri.
  • Tips ini ditujukan bagi para pemula yang mengalami kegagalan.
  • BPG tidak berpengalaman memakai media untuk Epidendrum amabile(sinonim) selain pohon dan bagiannya (potongan kayu, batang, (cacahan) ranting, dan kulit pohon)
  • Tips juga dapat diberlakukan untuk spesies Phalaenopsis lainnya. Hanya saja yang memiliki daun berwarna keunguan seperti Phalaenopsis  pulcherrima,anggrek harus terkena sinar langsung beberapa jam, meskipun di dataran rendah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), si Puspa Pesona dengan Mahkota Ratu (Anggrek)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

masa nggak cantikSejak dulu hingga kini, Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) tetap menjadi favorit para pecinta anggrek, karena pesonanya yang luar biasa itu memikat siapa saja yang memandangnya, hingga tak mengherankan apabila pemerintah kita menjadikannya sebagai Puspa Pesona. Salah satunya menjadi edisi perangko kita. Namun cara memperoleh anggrek ini yang berbeda.

Dulu, untuk memperoleh anggrek ini, para pecintanya atau pedagang harus mengambilnya langsung di hutan atau habitat in-situnya. Dan akibat eksploitasi besar-besaran dan juga banyaknya pengalihfungsian hutan, populasinya pun menjadi turun drastis, sehingga akhirnya menjadi sulit dicari. Menjadi anggrek langka yang terancam punah. Akhirnya pemerintah dan dunia pun memasukkannya ke dalam daftar anggrek yang dilindungi dan ilegal untuk diperdagangkan. Namun kini, para pecinta anggrek untuk memperoleh Anggrek Bulan sangatlah mudah karena populasinya telah berkembang pesat dan banyak dijual di nursery-nursery, kios-kios tanaman hias, atau pedagang keliling. Harganya terjangkau karena populasinya besar. Semua ini berkat keberhasilan dan kesuksesan dalam pembudidayaannya. Meski harganya terjangkau, bahkan nyaris murah, namun pesonanya yang luar biasa memikat itu tidak membuatnya turun pangkat. Anggrek Bulan tetap diburu dan didamba.

Menjadi begitu diburu tentu tidak lepas dari segudang kelebihan yang dimiliki anggrek ini, yang memenuhi hampir semua kriteria atau persyaratan yang didambakan para pecinta anggrek. Dan dengan segala kelebihannya tersebut, layaklah Phalaenopsis amabilis disematkan atau dinobatkan sebagai Ratu Anggrek. Berlebihankah? Tentu untuk menjawab pertanyaan BPG harus menyodorkan kriteria-kriteria apa yang mampu dipenuhi oleh Anggrek Bulan.

Berikut daftar keunggulannya…

  • Bunga cantik. Tentu saja. Yang satu ini merupakan salah satu syarat wajib untuk menjadi anggrek favorit. Meski sebenarnya semua anggrek itu cantik karena ciptaan Allah SWT, Sang Maha Kreator, namun kecantikan bunga Anggrek Bulan bersifat umum dan tak berbatas. Artinya para pecinta anggrek pemula maupun kawakan memiliki persepsi yang sama terhadap kecantikan anggrek ini yang cantiknya kebangeten … .
  • Anggun. Sosok dan tampilan bunga maupun tanamannya sangat anggun. Daunnya yang menjuntai begitu menawan. Apalagi ditambah dengan deretan kuntum yang tersusun atau berjajar rapi pada tangkai bunga yang panjang. tersusun rapi
  • Diameter kuntum besar. Meskipun bukan yang terbesar, namun diameternya yang dapat mencapai 10 cm itu dapat terpandang dari kejauhan.
  • Rajin berbunga. Dapat berbunga lebih dari 1 – 3 kali dalam setahun.
  • Kuntum banyak. Satu tangkai dapat menyangga puluhan kuntum, antara 12 – 20 kuntum. Bahkan bila kondisi sangat kondusif dapat lebih dari 20 kuntum. Tentu saja kondisi optimum ini tidak diraih dengan sekejap, karena anggrek harus melalui beberapa kali periode berbunga. Bunga awal biasanya antara 8 – 12 kuntum. Selanjutnya dapat mencapai 20 kuntum. Bila ditotal selama hidupnya anggrek dapat mempersembahkan 200 – 500 kuntum, bahkan lebih. Sekedar dihitung kasar saja apabila setahun anggrek mekar 2 kali minimal 2 tangkai dengan rata-rata 15 kuntum per inflorence, itu berarti 60 kuntum dalam setahun. Bila berbunga selama 5 tahun berturut-turut, sudah ada 300 kuntum. WOW… subhanallah.
  • Warna putih bersih. Warna putih memang identik dengan warna sederhana. Namun warna putihnya yang kuat dan tak bernoda menjadikannya sangat elok. Dengan warna tersebut, bunga tampak mencolok di antara hijau dedaunan.

keanggunan tanpa tapi

  • Mekarnya lama. Masa mekar kuntum ± 40 – 46 hari. Masa habis tangkai bunga hingga kuntum terakhir dapat berlangsung hingga 4 – 6 bulan.
  • Cepat dewasa. Untuk mencapai umur dewasa (siap berbunga) minimal membutuhkan 5 tahun, atau bisa lebih lama. Ukuran masa segitu sudah termasuk cepat bagi anggrek tipe monopodial. Anggrek yang berasal dari persemaian biji tentu saja membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
  • Mudah berkembangbiak. Keiki atau tunas anakan dihasilkan dari tangkai bunga. Namun untuk kriteria ini sifatnya relatif, karena di kebun BPG sendiri hingga kini belum pernah menjumpai keikinya. Bisa sih dimanipulasi agar keluar keikinya, namun karena diikat di pohon dengan ketinggian 4 meter sehingga tidak dapat dijangkau tangan, sehingga BPG pun tidak dapat melakukan perlakuan khusus.
  • Mudah dirawat. Asal penempatan dan kondisi lingkungannya tepat, dia akan berbunga dengan rajin, walau tanpa dipupuk sekalipun. (BPG sudah menyinggung sedikit cara/tips merawat genus Phalaenopsis). cukup ditempel
  • Banyak varian. Antar daerah berbeda dalam corak atau warna labellumnya, atau juga ‘misai’nya. Indonesia sendiri mempunyai sekitar 6 ekotipe Anggrek Bulan yang endemik, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Bahkan di Kalimantan sendiri memiliki beberapa ekotipe yakni varian Borneo dan Pleihari. Varian Pleihari yang tumbuh di tempat yang berbeda juga memiliki variasi yang berbeda-beda pula.
  • Menjadi indukan/tetua. Karena kelebihan yang dimilikinya, Anggrek Bulan dijadikan indukan bagi anggrek-anggrek hibrid. Penampilan dan kecantikan anggrek bulan hibrid ini juga tak kalah dengan mempesonanya.

  • Tumbuh baik di semua tipe dataran, yakni rendah, medium, dan tinggi, bahkan dingin. Di daerah dingin seperti Eropa anggrek harus mendapatkan perlakuan khusus saat musim salju datang.
  • Kelemahannya hanya satu: tidak wangi. Namun ini tidaklah mengapa karena kelebihan yang dimilikinya sudah begitu bejibun.

Sebenarnya masih ada satu kriteria lagi yang juga mampu dipenuhi oleh Anggrek Bulan, yakni bentuk bunga yang membulat. Bentuk ini dianggap sebagai bentuk tersempurna dari bunga anggrek. Namun BPG tidak setuju atas hal ini, karena bagaimanapun setiap jenis anggrek sudah diciptakan Allah dengan segala kesempurnaannya sesuai dengan karakter jenisnya masing-masing.

Nah, masihkah sobat BPG meragukan gelarnya, Ratu Anggrek?

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bauhinia purpurea Linnaeus, si Pinky yang Cantik Wangi sebagai Edible dan Medicinal Plants

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh gu Tanaman pohon berukuran medium dari bangsa Legume/Caesalpiniaceae atau suku polong-polongan ini ternyata memiliki segudang. Segudang apa sajakah? Segudang Nama
  • Taxonomy: Bauhinia purpurea bright pinkish-purple
  • Internasional: Purple Bauhinia, (Purple) Orchids Tree, (Purple) Butterfly Tree, (Purple) Camel’s Foot Tree, Geranium Tree, Hong Kong Orchid Tree, Pink Butterfly Tree, Hawaiian Orchid Tree, Pink Butterfly Tree
  • Indonesia: Pohon Kupu-kupu, Pohon Anggrek, Tapak Kuda yang merupakan hasil translate dari nama internasionalnya, Ada juga yang menyebutnya Bunga Kupu-kupu, namun nama ini lebih umum disematkan pada salah satu jenis dari familia Belimbing-belimbingan (Oxalidae), Oxalis latifolia.
  • Sinonim: Phanera purpurea, Caspareopsis purpurea, Bauhinia violacea, Bauhinia triandra, Bauhinia purpurea violacea, Bauhinia purpurea var. corneri, Bauhinia rosea, Bauhinia platyphylla, Bauhinia coromandeliana, Bauhinia castrata
Segudang Wilayah Persebaran Alamiah
  • Australia purple
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • China
  • Hong Kong
  • India
  • Jepang
  • Kamboja
  • Kenya
  • Laos
  • Malaysia
  • Mauritius
  • Mesir
  • Myanmar
  • Nepal
  • Pakistan
  • Philipina
  • Puerto Rico
  • Sierra Leone
  • Sri Lanka
  • Taiwan
  • Thailand
  • Vietnam
Segudang Morfologi serta Pesonanya
  • Batang bundar, berkayu, dengan permukaan kulit terdapat bintik-bintik atau kecil yang bertebaran dan mengumpul di sana-sini.woody stem
  • Banyak percabangan dengan banyak kuntum bunga yang tumbuh pada bagian-bagian ranting dan dahannya.
  • Buah khas polong-polongan/kacang-kacangan yakni bertangkup. Saat masih muda berwarna hijau yang kian lama akan berubah menjadi coklat tua. Panjangnya antara 15 – 30 cm dengan jumlah biji berkisar 10 – 15 atau kurang dari itu apabila pertumbuhannya terhambat.
  • Daun berbentuk cantik, seperti sayap kupu-kupu yang sedang mengembang.
  • Bunga tentu saja sangat cantik, semirip bunga anggrek dengan warna ungu. Di kebun BPG, warnanya lebih kuat ke pink seperti indukannya.
  • Rajin berbunga dan dapat dinikmati keindahannya hingga sepanjang tahun. Apalagi bunganya tidak berkelompok tapi muncul bertebaran di berbagai ranting atau dahan sehingga cantik dipandang mata.
  • Satu pohon dapat memunculkan puluhan hingga ratusan kuntum yang mekar bersamaan, sehingga nampak semarak. Dengan diameter yang mencapai 10 cm hingga lebih, bunga dapat terlihat dari kejauhan.
  • Memiliki wangi yang lembut
  • Tipe akar seperti akar pepohonan lainnya, besar dan bercabang-cabang, serta menghujam dalam tanah supaya batang dapat berdiri tegak dan kokoh.
    looks like orchid's flower

    3 benang sari dan 1 putik

Segudang Manfaat
  • Sebagai tanaman hias atau perindang, ditanam untuk menghiasi taman, pinggir jalan raya, atau halaman rumah, kantor-kantor, gedung-gedung, maupun taman kota. Ukurannya yang medium tidak begitu memakan tempat atau lahan.orchid tree
  • Sebagai pencegah/penahan erosi. Merupakan fungsi umum dari pepohonan. Karena termasuk pepohonan yang berukuran medium, maka cocok ditanam di daerah perkotaan atau lahan sempit.
  • Edible plant. Pucuk atau daun mudanya dapat dimakan dan dihidangkan bersama nasi, atau digunakan sebagai penambah cita rasa pada ikan dan daging. Terkadang bijinya juga dimakan.
  • Pakan ternak. Mampu meningkatkan kandungan protein pada ternak kambing, domba, dan lembu hingga 12,6%, serta dapat meningkatkan kandungan laktat pada susu
  • Penyubur tanah. Seperti halnya spesies-spesies yang berada pada Family Fabaceae (suku polong-polongan/kacang-kacangan), tanaman ini juga bersifat mengikat nitrogen dari udara, sehingga tanah pun menjadi subur karena kaya akan nitrogen.
  Segudang Potensi sebagai Spesies Invansif
  • Area habitatnya luas, seperti hutan dataran rendah, hutan gunung/primer, padang rumput, hutan kering, hutan berawa, hutan sekunder, dan area terganggu seperti tepi jalan, perkotaan, taman, area urban, dan lain-lain dengan kondisi tanah yang bervariasi.buds
  • Berumur panjang. Karena itu, di kebun BPG, batangnya ditempelkan berbagai jenis anggrek atau tanaman epifit lainnya.
  • Cepat tumbuh.
  • Kecantikan bunganya membuatnya dijadikan sebagai tanaman hias favorit, artinya tingkat persebarannya menjadi tinggi.
  • Mampu berkompetisi dan memonopoli sumber hara/makanan.
  • Mampu tumbuh pada iklim tropis dan subtropis.
  • Mampu tumbuh pada intensitas sinar yang beragam (teduh hingga full sun).
  • Mengurangi atau mendesak populasi tumbuhan asli, bahkan mampu mengancam atau mengalahkan spesies asli.
  • Pengubah ekosistem.
  • Per kg terdapat 4000 – 5000 biji, yang mana antara 600 – 1900 dapat berkecambah menjadi individu baru.
  • Potensi berkembangbiaknya tinggi.
  • Teknik persilangan / hibridasi tinggi, sehingga tingkat persebaran (dengan sengaja) juga menjadi tinggi.
  • Tidak rewel dengan kondisi tanah dan lingkungan tumbuhnya.
  • Toleran terhadap pemangkasan, pembakaran, atau kekeringan. Artinya bila kondisi lingkungannya telah kembali ke keadaan semula, tanaman ini tetap akan mampu bertunas kembali
  • Tumbuh baik pada dataran rendah hingga tinggi (50 – 3000 m dpl). BPG berada pada ±95 m dpl.
Segudang Manfaat
  • Kulit kayu digunakan sebagai fiber/serat. Cabang atau ranting yang muda digunakan sebagai tali/pengikat.leaf looks like butterfly wings
  • Kulit juga mengandung zat tannin atau dyestuff yang digunakan dalam industri kulit di India
  • Bunganya digunakan sebagai obat pencahar dan bumbu masakan seperti kari
  • Getah atau resin dapat dimakan. Juga dapat dibuat minyak kayu.
  • Kayu (batang) digunakan sebagai peralatan pertanian.
  • Ektraksnya digunakan sebagai penurun berat badan secara alamiah. Namun untuk manfaat yang satu ini masih rahasia perusahaan yang memproduksinya, karena sudah dijadikan sebagai komoditi farmasi berupa suplemen.
  • Meredakan bengkak dan memar serta mematangkan bisul atau borok.
  • Dan masih banyak lagi …. (maaf BPG tidak dapat menerjemahkan istilah-istilah asing dan Latin. Kalau penasaran anda dapat mencari infonya yang tersebar di internet. Tentu saja harus memakai kata kunci dalam bahasa Inggris, semisal Medical Study of Bauhinia purpurea, atau yang semacamnya).
Tips untuk Merawatnya
  • Mudah sekali, karena tidak memerlukan perlakuan yang njelimet. Cukup disiram apabila sempat saja. Kalau sudah berupa pohon, maka anda tak perlu lagi sering-sering menyiramnya, 2 minggu sekali sudah cukup.seeds pot
  • Kalau anda memiliki binatang ternak (sapi, domba, kambing), sebaiknya selagi tanaman masih muda dijaga dari ‘serangan’ binatang ternak, karena seperti jenis-jenis dari polong-polongan lainnya, daunnya juga sangat disukai hewan ternak.
  • Mudah diperbanyak atau dikembangbiakkan melalui penyemaian biji atau dengan stek batang.
  • Agar tumbuh bagus dan rajin berbunga, letakkan pada tempat yang terkena sinar langsung. Semakin banyak terjemur/tersinar, semakin baik. Walaupun begitu, tumbuhan bersosok indah ini juga tak masalah bila tumbuh di tempat yang ternaung. Tanaman tetap akan berbunga, walaupun tidak sebanyak dan secemerlang bila berada di area yang full sun.
Hama dan Penyakit Asalkan tanaman dalam kondisi sehat dan mendapatkan sinar matahari yang cukup (harus full sun), maka serangan kutu daun, larva/ulat berbagai jenis serangga, virus Clitoria yellow vein dan Turnip rosette yang dapat menyebabkan bintik daun dan daun gosong, dapat diminimalisir.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phalaenopsis fimbriata J.J.Sm, the Beautiful Phalaenopsis Orchid of Java

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phalaenopsis fimbriata is belonging to subgenus Polychilos section Amboinenses. In my garden, the orchid plants arrived at two years ago. And now, they are blooming, wow … alhamdulillah.

Names:

10

Botanical : Phalaenopsis fimbriata J.J.Sm Synonym : Polychilos fimbriata Common : The Fimbriate Phalenopsis Indonesian : not known

 

Origin:

8

Java – this specimen; Sumatra – sub species/varian sumatrana; Serawak – varian tortilis (?)

 

Flower:

9

white and green tinge, diameter about 4.5 cm, longevity 4 weeks, 3 flowers per inflorence. Maybe not spectacular, but BPG constant pray ‘Alhamdulillah’

 

Special marking:

sepalum lateralia

Two sepals/sepalum lateralia marking look like seismograph in purple color

 

Labellum:

5

hairy, mid lobe – as long as fimbriata or fimbriatus (Latin word) that meaning fringed or serrated, describing the edges at midlobe of the lip

 

Fragrant:

back side view

light fragrant, but finally smells like ammonia or stench of urine or burnt rubber after many days

 

Pseudobulb:

7

suberect, short stem, covered by spathe leaves or the base of the leaves, and homoblastic or has minimum 2 nodes

 

Leaf:

1

oblong-elliptical to elliptical obovate, acute; thin, suberect to supple, waxy or metallic green (upperside), light green (underside)

 

Root:

2

long, dorsiventral (silinder to semi flat), white dorsal and green tip

3

old roots

 

Grown type:

6

monopodial epiphytic orchid

 

Cultivated:

20170827_101535

easy level partial shade area low to medium humidity conditions just be patched on the tree 2 meters from the ground

Note: Kediri low land altitude about 95 meters

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh