Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

varian putih ungu ini, corak dan warna sifatnya variabel, artinya bisa muncul corak dan warna seperti ini, atau ungunya lebih tebal atau variasi-variasi lainnya, atau dapat muncul warna putih murni atau mahkotanya berwarna ungu semuanya

Mereka dulunya mempercantik halaman depan atau taman-taman rumah kita. Bunganya yang cantik dengan warna-warna yang cerah memikat (kuning, merah, ungu, putih maupun kombinasinya) ditambah aromanya yang haruman semerbak membuat mereka selalu menjadi pilihan sebagai pemanis taman. Namun sekarang ini, akibat pergeseran selera pecinta bunga dan terus bergantinya tren tanaman hias membuat Mirabilis jalapa, atau Bunga Pukul Empat, Bunga Ashar, Four o’clock Plant sudah diabaikan keberadaannya dan tumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan, area persawahan, maupun di kebun-kebun tanpa ada yang merawatnya. Mereka bertahan di musim panas tanpa terkena setetes air pun, dan bersemi kembali di musim hujan. Batang yang tertanam dalam tanah (rhizome) bertahan di musim kemarau yang panjang.  Begitu juga dengan biji-biji yang berjatuhan ke tanah akan dorman di musim yang tidak menguntungkan tersebut. Kulit bijinya yang keras membuat mereka mampu bertahan melalui panas kering selama berbulan-bulan. Dan saat kondisi musim bersahabat (datangnya hujan) mereka pun segera bertunas dan berkecambah untuk meneruskan siklus kehidupan mereka.

varian ungu murni (tidak bercampur atau berkombinasi dengan warna putih)

Daur hidupnya yang cepat (annual) merupakan suatu keuntungan bagi mereka untuk segera berkembang biak (meneruskan generasi penerus). Beberapa minggu setelah musim hujan berlalu, mereka dengan pesat terus tumbuh dan berkembang. Pada musim tersebut mereka juga menimbun cadangan makanan yang cukup pada rizhomenya sebagai persiapan menghadap pergantian musim berikutnya. Pada musim hujan juga mereka berbunga dan kemudian memecahkan bijinya setelah melalui fase buah.  Walaupun sebenarnya fase berbunga tidak tergantung pada musim, namun di kehidupan liarnya yang sekarang, mereka harus berani survive tanpa campur tangan manusia.

Begitulah kehidupan Bunga Pukul Empat yang sekarang sudah terbuang ini. Andaikan kita tahu kalau tanaman ini memiliki manfaat herbal sebagai obat kulit terbakar, jerawat, bisul, infeksi saluran kencing/prostatitis, diabetes melitus (kencing manis), kencing berlemak, radang amandel, leucorrhea (keputihan), cervical erosion (erosi mulut rahim), dan acute arthritis (radang sendi akut), masihkah kita terus mengabaikannya?

benang sari dan putik
daun
bagian ujung (tunas-tunas muda)
buah dan biji yang sudah tua (hitam)
varian kuning, ukuran bunga lebih kecil

Catatan:

Sebelumnya BPG telah menulis tentang tanaman ini ( https://bluepurplegarden.wordpress.com/2015/09/29/kembang-ashar-dan-bang-yang-menakjubkan/), walaupun sedikit ulasannya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beluntas (Pluchea indica L.), Tanaman Fitoremediasi, Pengobatan, dan Dapat Dimakan

==========================================

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bertambah lagi daftar tumbuh-tumbuhan yang bersifat fitoremediasi terhadap racun atau polutan, utamanya di darat, selain yang telah BPG tulis pada berbagai artikel yang telah lalu. Dan, kini giliran Beluntas yang mampu menyerap berbagai polutan logam.

==========================================

Baluntas dan Bau Badan

Sejak dahulu Beluntas Conyza foliolosa begitu masyhur sebagai penghalau bau badan, mulut, dan peluruh keringat (diaforentik). Caranya juga cukup simpel, dikonsumsi mentahan/lalapan (salad) begitu saja, atau dibuat urap-urap (steam), atau diminum air rebusannya, atau meminum jamunya (juice) yang biasanya ditambahkan kencur. Bagi orang yang tinggal di perkotaan tentu saja akan menjadi terkendala tersendiri, karena Baruntas sudah tidak dijumpai lagi di sana. Tetapi kini sudah tidak perlu khawatir lagi, karena telah beredar kemasan praktisnya seperti teh celup. Bahkan, insya Allah, juga akan diindustrikan sebagai parfum (deodorant spray).

Luntas dan Pengobatan Tradisional

Lamutasa memang memiliki kegunaan herbal yang banyak. Dalam pengobatan tradisional di berbagai negara, Beluntas digunakan sebagai penurun panas/demam (antipiretik), obat batuk, diare, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pencernaan, kegemukan, nyeri tulang, sakit pinggang, keputihan, cacar, luka. astringent, diaphoretik atau tonik.

Rebusan daun/pucuknya (baik dengan akarnya atau tidak) bermanfaat sebagai obat demam, meredakan asma, sakit kepala, rematik,keseleo, sakit pinggang/encok, TBC, disentri, pencernaan terganggu, penyakit kulit, kudis, atau sebagai terapi aromatik/rileksasi untuk mandi.

Jamu/ekstrak Lenabou yang telah dicampur dengan bahan-bahan lain digunakan sebagai obat disentri, bisul, badan lemah pasca diare, dan luka.

Daun yang ditumbuk dan dicampur dengan lilin tawon dan minyak jarak untuk membalut anggota badan yang patah/retak. 

Akar yang dicampur dengan bahan-bahan lain untuk obat sakit rematik.

Marsh Fleabane dan Kegunaan Herbal berdasar Studi dan Penelitian

Selain manfaat herbal tradisional yang telah dikenal luas, berbagai studi dan penelitian juga menyatakan bahwa Beluntas Conyza indica masih memiliki kemanfaatan lain yang luar biasa. Senyawa myricetin, quercetin, dan kaemferol pada daun Beluntas dapat melindungi hati dari kerusakan, serta sebagai obat dari penyakit yang pernah diderita petinju legendaris, Mohammad Ali, yakni alzheimer (kerusakan syaraf otak).

Manfaat luar biasa dari Beluntas ini dimungkinkan karena adanya senyawa flavanoid, tanin, alkaloid, terpenoids, minyak atsiri,  asam amino (leusin, isoleusin, triptofan, treonin), dan juga natrium, lemak, magnesium, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, serta C.

Senyawa fitokimia (tannin, fenol, flavonoid, sterol, dan alkaloid) dipercaya menjadi sumber antioksidan dan antibakteri yang dapat digunakan sebagai penghilang bau badan, pengawet makanan dan obat. Sedangkan minyak esensial/asiri-nya berguna sebagai antimikroba Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, jamur patogen Microsporium gypseum dan Candida albicans, atau nonpatogen Pithium ultimum dan Xanthomonas campestris.

Akar Beluntas juga dapat dipergunakan sebagai pengobatan herbal karena mengandung zat kimiawi flavonoida, tannin, pterocaptriol, dan lainnya.

Indian Sage dan Prospek Ekonomi

Meskipun manfaatnya luar biasa dan memiliki prospek ekonomi (industri) yang cerah, namun belum banyak yang menekuninya. Hingga kini BPG belum pernah mendapatkan informasi mengenai perkebunan Beluntas. Erigeron denticulatus ditanam hanya sebagai tanaman sampingan di perkebunan maupun pedesaan. Meskipun tahan terhadap kekeringan maupun kondisi tanah yang buruk, tetapi Baccharis indica juga mudah terserang penyakit. Salah satu yang sering dijumpai adalah Bintil Daun.

Indian Pluchea dan Morfologi

Indian Fleabane dan Perbanyakannya

Dengan cara stek dan pesemaian biji. Hanya saja karena pada Lamutasi budidaya jarang yang sampai berbunga akibat tunas atau pucuk-pucuk mudanya yang selalu dipetik, maka dengan stek tanaman merupakan cara yang lebih pas dan memiliki kelebihan dibanding perkecambahan biji, yakni pertumbuhan yang lebih cepat, sehingga masa untuk dipanen juga lebih singkat.

Indian Camphorweed dan Habitat

Tidak mensyaratkan kondisi tanah tertentu dan bahkan mampu tumbuh pada kondisi tanah yang buruk hingga area bersalinitas. Kondisi lingkungan habitatnya juga bermacam-macam, seperti tanah berlumpur, rawa-rawa, tepi sungai, bukit pasir, area pesisir atau pantai, pinggir jalan, area bakau/mangrove, padang rumput, dan lain-lain. Bahkan Plucheacea folium juga mampu tumbuh secara litofit, yakni pada tanah yang keras dan berbatu.

Di pedesaan tanaman ini sering dijadikan sebagai tanaman pagar atau bahkan dibiarkan tumbuh meliar di area persawahan, tepi sungai (saluran air), atau di tanah-tanah kosong, maupun area terbuka lainnya.

Lenabou dan Potensi sebagai Invasive Species

Di wilayah Pasifik, skornya sebagai tumbuhan invansif mencapai level 11 (tinggi). Seharusnya Beluntas memang bukanlah tumbuhan invansif yang ‘ganas’ karena tidak memiliki zat-zat kimiawi yang hebat seperti Bandotan, atau memiliki karakter kompetitif. Namun karena mudahnya beradaptasi dengan lingkungan yang buruk sekalipun, kehadirannya tetap sebagai kompetitor dan membawa pengaruh yang kuat dari suatu koloni. Percabangannya yang banyak dan menjulur akan menghalangi spesies-spesies kecil yang ada di sekitarnya. Semak atau belukarnya akan mendominasi suatu area. Semaknya yang berada di rawa-rawa juga akan mengganggu habitat dari burung-burung air.

Baruntas dan Native

Asia (Bangladesh, Kamboja, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Taiwan, Thailand, Vietnam), dan Australia

Plucheacea radix dan Asosiasi Alamiah

  • Coccus viridis yang memakan habitusnya.
  • Semut Pheidole megacephala, melindungi Baccharis indica dari serangan para serangga
  • Sering diserang penyakit Bintil Daun
  • Kupu-kupu: bunga dari familia Asteraceae memang disukai kupu-kupu karena biasanya dalam satu tangkai terdapat puluhan bunga-bunga sejati yang berukuran kecil-kecil. Beberapa kupu-kupu yang rajin menyambangi bunga Conyza corymbosa di antaranya Catopsila pomona, Appias sp., dan juga Skippers.
  • Ulat ngengat Lobesia rhombophora

Catatan:

  • Masih banyak kegunaan lain dari Beluntas. Namun BPG pikir untuk sementara artikel ini sudah mencukupi. Selain khawatir artikel akan mubazir tidak terbaca (karena panjangnya), juga banyak istilah-istilah biologi yang tidak BPG pahami, sehingga tidak semuanya diulas.
  • Nama sinonim / other scientific names dari spesies termaksud terdapat dalam isi artikel ditulis dengan huruf italic/miring.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tips Jitu Split Cattleya dengan Prosentase Keberhasilan yang Tinggi

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Banyak pecinta anggrek Catty yang takut untuk mensplit anggreknya karena risiko kegagalannya yang tinggi. Padahal sebenarnya mensplit Catty itu sangatlah mudah. Dan pada artikel kali ini, BPG akan bahas tips/cara mensplit Catty yang mudah dengan tingkat prosentase keberhasilannya tinggi.

Sedangkan anggrek Cattleya yang BPG jadikan sebagai eksperimen adalah Cattleya Chia Lin yang sudah 2 tahun belum juga berbunga-bunga. Di kemudian hari, BPG juga melakukan split pada Cattleya Mantinii. Yuk langsung ke TKP ….

Caranya:

  • Sediakan rumpun Catty yang siap untuk displit
  • Amat-amati dan teliti di bagian manakah rumpun tersebut harus dipotong. Per splitan sebaiknya terdiri dari 3 bulb. Namun BPG saat mensplit kemarin jumlah bulb bervariasi, 1 – 3 bulb.
  • Usahakan saat memotong tidak terkena bagian bulb atau potong pada batang penghubung/rhizome.
  • Setelah yakin, rumpun dipotong sesuai dengan keinginan.
  • Amati akar. Yang sehat dibiarkan saja, yang rusak dipotong hanya pada bagian yang mati atau busuk saja.
  • Tiap splitan dibungkus dengan sabut kelapa yang telah disiapkan sebelumnya (sabut harus direndam dulu selama 2 hari dengan penggantian air pagi dan sore atau total penggantian 4 kali, setiap kali penggantian peras sabut agar zat-zat racunya segera hilang, kemudian jemur dahulu atau bisa juga langsung digunakan). Bungkus dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Ikat sekedarnya atau jangan kencang-kencang atau asal tidak gampang lepas saja. Oh ya, guna sabut hanya untuk menutup akar biar tidak kepanasan dan juga untuk menyerap/menjaga kelembaban. Jadi sabut jangan banyak-banyak ya supaya tidak membusukkan bulb/split.
  • Sediakan wadah split berupa keranjang/tempat sendok atau sikat gigi yang mana beberapa cm dari alasnya sisi-sisinya tidak berlubang. Air yang tergenang di sana sebagai penjaga kelembaban. Anda dapat juga berkreasi dengan wadah lain seperti botol atau gelas aqua dengan memberikan lubang-lubang pada sisi-sisinya dan menyisakan beberapa cm dari alasnya sisi yang tidak berlubang.
  • Agar bulb/split tidak busuk, isikan pecahan batu bata atau genteng atau arang yang relatif besar untuk menahan bulb/split agar tidak terkontak langsung dengan air.
  • Wadah diletakkan pada area rumpun semula atau tidak dipindahkan ke tempat lain supaya anggrek tidak bertambah bebannya untuk beradaptasi.
  • Siram seperti biasanya (tidak ada perubahan intensitas penyiraman).
  • Satu minggu kemudian buka bungkus sabut. Lihat keadaannya. Apabila ada akar yang membusuk segera potong hingga tidak bersisa sama sekali sampai ke akar-akarnya …. (Lha iya ini akar kok diistilahkan sampai ke akar-akarnya) he…he…
  • Bungkus lagi seperti semula. Masukkan lagi ke wadahnya.
  • Satu minggu kemudian, ada splitan yang sudah berakar. Boleh dipindahkan ke tempat/media yang diinginkan.
  • Untuk split yang sudah berakar dapat kita pisahkan/split lagi dengan jumlah bulb sesuai selera.

Result

  • 4 split terdiri atas 3 bulb, 2 bulb (2 split), dan 1 bulb (2 split).
  • 2 minggu kemudian 3 split yang memiliki 3 bulb, serta 1 split terdiri 2 bulb akarnya tumbuh banyak.
  • Lainnya tumbuh tunas anakan dan hanya 1 split (1 bulb) yang belum menunjukkan tanda-tanda apapun.
  • Berikut foto-fotonya ….
3 split 1 bulb + 3 bulb 1 split dengan daun yang telah gugur. Ketiganya memiliki tunas anakan, sedangkan satu split belum menunjukkan hasil apapun
salah satu tunas anakan pada splitan dengan 1 bulb
akar sudah jalan kemana-mana

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tips Jungkelin Anggrek yang Mogok Berbunga atau Anggrek Kadaluarsa

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kesabaran memang pondasi utama bagi orang yang ingin terjun ke dalam dunia penganggrekan. Tanpa yang satu ini, musykil berhasil, karena anggrek merupakan tanaman yang memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibanding tanaman hias lainnya. Pertumbuhannya yang lambat dan lamanya proses dalam adaptasi menjadi sebab utama butuhnya kesabaran bagi setiap pecintanya, karena waktu yang diperlukan super lama, bertahun-tahun untuk melihatnya tumbuh dan berkembang, serta berbunga. Almarhumah ibu Rahayu Sumarni, seorang kolektor kelas atas saja, harus bersabar selama 15 tahun untuk menikmati keindahan bunga dari Dendrobium spectabile, masya Allah.

setelah deg-degan, khawatir spike ini juga akan gagal dengan berbagai sebab, akhirnya, mekar juga bunganya, subhanallah walhamdulillah

Mekarnya bunga anggrek memang itulah yang didambakan para pecintanya. Berbagai cara pun dilakukan supaya anggrek cepat berbunga. Dengan begitu, bisa dinikmati lebih cepat. Sayangnya terkadang (kebanyakan malah) realita berbicara tidak sesuai dengan ekspektasi. Anggreknya mogok/malas berbunga. Padahal sudah cukup umur, bahkan melewati umur yang sewajarnya. Kebutuhan serta syarat-prasyaratnya juga sudah dipenuhi, tetapi nyatanya anggrek tetap nggak mau mengeluarkan kecantikannya. Gemas-gemas pusing kita dibuatnya. Kalau seperti itu, kini kita tak usah khawatir, karena ada trik yang dapat kita lakukan supaya anggreknya mau berbunga. Tidak memakai bahan-bahan apapun. Mureehhhh bingits … g keluar doku sepeserpun.

anggrek dibikin salto dan ‘dipaksa’ untuk berbunga

Ini dia caranya …

  • Syarat pertama, tentu saja harus ada anggreknya ya … he…he… Anggrek sudah dalam kondisi dewasa atau malah lewat validnya (menopause… wkwkwk…)
  • Anggrek menempel pada media yang gampang dijungkirkan, misalnya sepotong kayu, papan (pakis atau kayu), dan yang semisal dengan itu. Mengapa demikian? Karena caranya adalah dengan menjungkirkan atau menjungkelkan atau mensaltokan anggrek. Jadi anggrek yang normalnya tumbuh ke atas, kali ini kita buat menghadap ke bawah.
Subhanallah, pada bulb menopause muncul tangkai bunga dan keiki. Sayangnya seperti yang kita lihat si hitam telah melahap sebagian tangkai bunga dan juga keiki

Cara jungkelin ini menyiasati mekanisme kerja hormon yang secara alamiah sudah ada pada setiap tanaman. Dengan menjungkirkan anggrek diharapkan kinerja hormon giberelin yang berperan dalam proses pembungaan dapat maksimal dan menghambat kinerja hormon lainnya.

tampak samping atas

Catatan:

  • Pada anggrek dewasa yang sudah kadaluarsa atau proses masa berbunganya terlewati yang mana secara normal tidak akan dapat berbunga, ternyata dengan memakai cara ini, bulb mampu berbunga.
  • Anggrek kadaluarsa biasanya berasal dari bulb-bulb syarat yang sudah sangat tua umurnya yang mana secara normal memang tidak dapat/mampu berbunga.
  • Cara ini tidak dapat diaplikasikan untuk anggek bertipe pertumbuhan monopodial. Untuk tipe yang ini, biasanya malah tumbuh keiki atau tunas anakan.
  • Eksperimen masih pada Anggrek Larat saja.
  • Hingga tulisan ini diunggah BPG juga melakukan eksperimen pada anggrek simpodial lainnya dengan cara jungkelin, yakni Cattleya (hybrid) dan Dendrobium Black Cat. Masih belum diketahui result-nya karena memang masih dalam beberapa minggu.
indah juga pada waktunya, alhamdulillah

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Vanda limbata Blume ‘Java’, The Java Callus Vanda

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menurut informasinya, Vanda limbata tersebar dalam tiga wilayah, yakni Jawa, Lesser Sunda Islands (Nusa Tenggara), dan Philipina. Namun BPG tidak membahas Vanda dari dua tempat terakhir, karena spesimen yang ada di kebun BPG ini adalah asli Jawa (varian Jawa). Apalagi menurut info kekinian, Vanda (limbata) dari Philipina telah diganti namanya menjadi Vanda mariae. Tentu saja memiliki perbedaan, walau sedikit dengan Vanda limbata asli.

Nama limbata sendiri ada yang menginformasikan diambil dari kata Lembata, yakni sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, dimana spesimen pertamanya diambil. Namun ada juga yang mengatakan kata limbata berasal dari kata limbatus (Latin) yang artinya “atasnya dengan perbatasan bermata” dalam referensi ke perbatasan sekitar tepal. Apakah ini sama dengan pengertian dari Callus/tonjolan kecil pada bagian tengah pangkal belakang dari labellumnya, yang merupakan ciri khas pembeda dengan Vanda lainnya, sehingga di dunia internasional dikenal sebagai The Callus Vanda?

di sinilah terdapat callus sebagai pembeda dengan Vanda jenis lainnya

Agroklimat

Termasuk anggrek yang mudah dirawat. Dibanding spesimen Vanda lainnya, vanda ini yang paling cepat adaptasi dan berbunganya. Anggrek cukup ditempel pada pohon. Pertumbuhannya pun sudah sangat bagus. Intensitas cahaya 60 – 85% diperoleh dari sinar yang menerobos dari sela-sela dedaunan. Kebutuhan suhu 26 – 32º C juga tepat untuk kebun BPG yang berada di dataran rendah dengan interval suhu 29 – 33º C. Sayangnya pada musim penghujan kali ini, ada yang terkena penyakit busuk daun dan busuk batang. BPG tidak tahu pasti mengapa demikian ini. Memang sedang musim hujan sekarang ini, namun pada tahun 2017 yang terus-terusan turun hujan hampir sepanjang tahun, anggrek dapat bertahan. Untuk kasusnya BPG tidak menggunakan obat-obatan, cukup membuang daun beserta seludang/pelepah yang busuk hingga batangnya nampak ‘gundul’. Pengecekan juga ditingkatkan intensitasnya, terutama bila kemarinnya turun hujan, karena biasanya pada sisa-sisa atau bekas-bekas pembusukan muncul jamur. Lagi-lagi BPG tidak menggunakan obat apapun, hanya membersihkan sisa-sisa pembusukan tersebut, sehingga jamurnya juga ikut kebuang. Terkadang juga memakai sabun cair cuci piring. Namun penggunaan ini tidak disarankan bila tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup karena dapat mengakibatkan anggrek mati.

Mungkin kejadian busuk dan berjamur anggrek ini menurut kita sebagai malapetaka, namun dibaliknya justru tersimpan kegembiraan, yakni bermunculannya banyak anakan baru yang hampir memenuhi batang palsunya. Ada 5 lebih tunas anakan, alhamdulillah. Hingga tulisan ini di-upload tunas-tunas tersebut masih bertahan dan kian bertambah jumlahnya. Semoga saja dapat survive semuanya, aamiin.

Morfologi

Tandan bunga keluar dari tengah batang yang masih berdaun. Bunganya indah dengan warna dasar kuning bercorak coklat. Sisi bawah petal dan sepal berwarna putih susu. Ukurannya kira-kira 5 cm
warna coklat kekuningan dengan splash-splash kuning dengan lidah ungu muda (intensitas warna mahkota bunga dan bentuk lidah juga berbeda-beda tergantung tempat asalnya dan juga kondisi lingkungan anggrek berada)
Aroma cinnamon atau kayu manis dengan wangi yang kuat, serta mampu tercium dalam jarak beberapa meter. Jumlah kuntum sekitar 12 saat mekar perdana di kebun BPG. Berbunga 2 – 3 kali setahun dengan masa mekar ± 2 minggu
kuncup/knop
Batang beruas-ruas tertutup pelepah daun yang mana penampang melintang daunnya seperti kupu-kupu atau burung terbang
Daun berbentuk v (talang) berwarna hijau cerah, ujung erose (terkoyak), tipe evergreen, stomata bertipe anomositik anomositik perigen
Akar silinder, permukaan putih, ujung hijau atau terkadang keunguan. Akar tetap silinder walau menempel pada media

Penyiraman

Sekali dengan digocor atau diguyur menggunakan selang setiap 1½ – 2 hari. Di musim penghujan nyaris tidak pernah disiram, kecuali hujan tidak turun selama 2 hari.

Perbanyakan

Seperti anggrek monopodial lainnya, BPG melakukan stek batang pangkal dengan panjang 5 – 10 cm, terpenting terdapat akar yang hidup dan sehat. Jumlah akar minimal 1 utas. Boleh saja dilebihkan, tergantung selera. Stek dapat dibiarkan pada tempatnya apabila terdapat akar yang sudah menempel pada media. Kalau stekan tidak memiliki akar yang menempel, stek boleh diletakkan di tempat lain. Setelah stekannya tumbuh mantap, dapat dipindah atau diletakkan para area yang kita inginkan.

hasil stek 2x 2 bulb, kini telah mati karena busuk … hiks

Pupuk

BPG tidak pernah melakukan pemupukan. Sekali-kali saja apabila ada air bekas cucian beras atau rendaman kulit bmbp (bawang merah bawang putih) anggreknya baru dipupuk. BPG juga sebenarnya juga mempertimbangkan untuk menggunakan pupuk cair organik pabrikan, karena melihat contoh dan juga testimoni yang menggiurkan. Namun karena harganya masih mahal untuk kantong BPG, keinginan ini pun masih harus dipendam dahulu.

Catatan: BPG tinggal di DTR 92 m dpl.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paphiopedilum glaucophyllum J.J.Sm. 1900, Anggrek Selop Endemik Jawa Timur

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Status Konservasi

Hingga artikel ini diunggah, BPG belum menemukan informasi kekinian mengenai populasinya di habitat aslinya, Gunung Semeru. Banyak kabar yang menyebutkan jikalau Paphiopedilum glaucophyllum telah lama menjadi spesies yang terancam punah (secara in-situ). Karenanya sepuluh tahun yang lalu dimasukkan ke dalam PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa sebagai anggrek yang dilindungi. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa liar), juga memasukkannya ke dalam Appendix I, yakni spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam populasinya sehingga dilarang dari segala bentuk perdagangan internasional. Adapun anggrek yang diperjualbelikan saat ini merupakan generasi ketiga atau hasil penangkaran. Mungkin beberapa ada yang menjual dari hutan habitatnya.

Penyebab rendahnya populasi dari anggrek ini (dan juga anggrek lainnya) diakibatkan karena:

  • Terjadinya bala alam, kebakaran hutan, penebangan liar, dan pendayagunaan hutan yang tidak terkendali atau pengalihfungsian hutan.
  • Perburuan/eksploitas yang tidak terkendali.
  • Banyaknya kendala dalam perbanyakan in vitro.
  • Tergolong anggrek yang kurang rajin berbunga, sehingga sulit untuk diperbanyak melalui perkembangan generatif, baik secara alamiah maupun melalui proses laboratorium/botolan.

BPG tidak tahu apakah yang telah diperjualbelikan secara bebas dengan harga yang murah (50K) merupakan keberhasilan dari proses kultivasi ataukah konservasi eks-situ oleh para pecinta anggrek. Walaupun di stand-stand anggrek mudah didapatkan, namun kegiatan konservasi in-situ sebaiknya jangan sampai berhenti. Apalagi pecinta anggrek luar negeri telah melangkah jauh di depan kita dengan menciptakan hibrid-hibrid dan membudidayakannya secara modern.

Habitat dan Persebaran

Anggrek terestrial yang memiliki tinggi antara 30 – 45 cm (walau di BPG tingginya tidak sampai 15 cm, kecuali kalau daunnya menegak) ini pertama kali ditemukan tahun 1897 oleh Herrn J. Bekking, yang kemudian Johanes Jacobus Smith (J.J.Sm.) Belanda mendeskripsikannya pada tahun 1900. Spesimennya berasal dari lereng atau hutan-hutan berhumus yang berada di Gunung Semeru Jawa Timur pada ketinggian 200 – 700 meter.

Meski ada yang mengatakan kalau anggrek ini ditemukan di luar Jawa (Sulawesi), namun mayoritas referensi menyatakan jikalau anggrek ini merupakan anggrek endemik gunung Semeru, Jawa Timur.

Etimologi

Paphiopedilum: dari kata paphia ada juga yang mengatakan paphos (Yunani), kotanya Dewi Aphrodite dalam mitologi Yunani yang terletak di Cyprus, sedangkan pedilon artinya selop/sepatu dalam bahasa Yunani.

glaucophyllum: ‘glaucus’ ungu hijau (warna lip) dan “phyllus” menggambarkan helai kelopak punggung yang berwarna hijau biru keputihan.

Anggrek Selop, Anggrek Kasut, Anggrek Sepatu, Anggrek Kantung Semar, Slipper Orchid:  bentuk labellum/lip yang nampak seperti selop.

The Shiny Blue Green Leaf Paphiopedilum: diambil dari warna daunnya yang berbentuk lonjong dengan panjang 30 cm.

Anggrek Kasut Berbulu : bentuk lip seperti kasut dan petalnya yang panjang melintir dan berbulu.

Tropical Ladys-Slipper: dari bentuk labellum dan asal habitatnya dari daerah Asia (Tenggara) yang beriklim tropis. Lips juga bertotol-totol.

Morfologi

Berbunga sepanjang tahun. Per kuntum dapat mekar hingga 20 hari. Dalam satu tangkai ibu terdapat 3 – 5 kuntum. Rentang masa antara gugur bunga sebelumnya dengan mekar bunga sesudahnya antara 2 – 3 minggu, bahkan bisa kurang tergantung kondisi lingkungan dan tanamannya.

Sepal dorsal (cepala dorsalis) warna dasar hijau mengkilat dengan kumpulan titik berwarna ungu dan coklat membentuk corak garis yang menarik, ukuran 3 cm.
Sepal lateral bersatu membentuk sebuah synsepalum, jika dilihat dari depan sepal ini tertutup oleh lip
Petal berbentuk pita berpilin dengan sebaran corak atau garis-garis tebal berwarna ungu coklat, dari ujung ke ujung mencapai 8 cm, pada tepiannya terdapat rambut-rambut halus
Semua perhiasan bunga Paphiopedilum glaucophyllum memiliki permukaan mengkilat dengan lapisan lilin di bagian epidermisnya.
Tangkai bunga, daun pelindung, dan kuncup/knop bunga berbulu halus dan dihiasi spot-spot ungu di sana sini
4 – 6 helai, oblong langset (lonjong), ujung membulat, relatif tebal, panjang ± 30 cm, lebar 4 – 6 cm, warna hijau kebiruan, terdapat rambut-rambut halus (ciliate) di bagian tepinya.
4 – 6 helai, oblong lanset (lonjong), ujung membulat, relatif tebal, panjang ± 30 cm, lebar 4 – 6 cm, warna hijau kebiruan, terdapat rambut-rambut halus (ciliate) di bagian tepinya.
Bulb tidak terlihat dan tertutup seludang daun. Anakan tumbuh di sekitar tanaman induk. Bisa lebih dari satu anakan dalam sekali periode. Perbanyakan vegetatif secara pemisahan rumpun (split) atau tunas anakan. Akar hanya terdiri dari beberapa utas saja dan berukuran besar

Sinonim

  • Cordula glaucophylla
  • Cypripedium glaucophyllum
  • Paphiopedilum glaucophyllum f. flavoviride
  • Paphiopedilum moquetteanum f. flavoviride
  • Paphiopedilum victoria-regina subsp. glaucophyllum
  • Paphiopedilum victoria-regina subsp. glaucophyllum

Cara Perawatan

Media boleh memakai humus/tanah gembur atau kompos yang dicampur serasah atau cacahan pakis dengan toping moss. Di dataran rendah mutlak diletakkan pada area yang teduh, terhindar dari hujan dan panas.  Apalagi genus ini juga menyukai kelembaban yang tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedikit saja. Tetapi perlu diperhatikan betul-betul mengenai penyiraman agar tidak membusuk. Intensitas nya disesuaikan dengan media tanamnya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium Black Cat, Dendro Kucing Hitam yang Berlapis Beludru

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak banyak informasi tentang Dendrobium Black Cat, si Dendrobium hibrid yang sepal dan petalnya seakan dilapisi beludru ini. Yah … anggrek-anggrek hibrid memang dinikmati kecantikan bunganya. Jadi informasi atau datanya biasanya dikesampingkan.

Seperti kebanyakan Dendro lainnya, DBC juga mudah dirawat dan senang terpapar sinar matahari, sehingga batang dan daunnya akan berwarna keunguan atau kemerahan.

Bunganya dapat mencapai 25 kuntum, bahkan lebih, sesuai dengan kondisi lingkungan dan plantnya. Warna petal dan sepal ungu maron gelap (dianggap sebagai warna hitam dalam dunia anggrek) yang permukaannya seperti beludru. Terkadang muncul 2 tangkai bunga, namun totalnya tetap kurang lebih 25 kuntum.

Indukan dari DBC adalah dendro-dendro silangan, antara lain : Dendrobium Grace Okabe, Dendrobium Bonnie, Dendrobium Sandy Ahu, Dendrobium Red Choice, Dendrobium Kristen Ann, dan Dendrobium Claire. Sedangkan moyangnya (species ancestors) adalah Dendrobium bigibbum var. superbum (62,24%), Dendrobium bigibbum (18.07%), Dendrobium bigibbum var. schroederianum (10.15%), Dendrobium taurinum (5.27%), dan Dendrobium discolor (3.25%), serta Dendrobium tokai (0.99%).

Karena kecantikannya pula, DBC pun dijadikan indukan dari silangan-silangan berikutnya seperti Dendrobium Black Magic, Mangosteen, Dendrobium dr. Poyck X Black Cat, Dendrobium Sayori, Dendrobium Red Maroon, Dendrobium Lake Land, Dendrobium Regina Beauty, Dendrobium Y. Y. Hattal, Dendrobium Red Jewel.

Dendrobium Black Cat diregistrasi di RHS/Royal Horticulture Society oleh K.Vejvarut pada tahun 1999. Dan kurang lebih setahun kemudian BPG membelinya. Tentu saja masih mahal waktu itu, hampir 3x harga dendro biasa.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hoya amoena Bakh., Hoya Endemik Jawa Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada tiga spesies hoya yang saling identik, yakni Hoya amoena (endemik Jawa), Hoya parasitica (India, Indo-China (Vietnam dan negara-negara sekitarnya), Semenanjung Malaysia (Singapura, Malaysia, dan Thailand), serta Indonesia), dan Hoya verticillata atau Ridley’s Hoya (India, Indochina, Malesia (Singapura, Indonesia, Malaysia)). Ketiganya merupakan nama taksonomi yang saling bersinonim, padahal ketiganya memiliki plant dan bunga yang berbeda. Ketiganya juga mempunyai nama sinonim lain yang sama, yakni Hoya acuta, Hoya ridleyii, Hoya rigida. Tentu saja membingungkan kan ya? Sangat bahkan.

Dan dengan mencocokkan berbagai informasi dan gambar, menimbang-nimbang kelebihan dan kekurangan masing-masing informasi dari masing-masing link, untuk sementara ini BPG menjatuhkan Hoya amoena sebagai nama binomialnya. Selain nama sinonim yang telah disebutkan sebelumnya, Hoya amoena juga memiliki nama sinonim lainnya, yaitu Hoya sperlingia. Ada juga yang menyatakan Indonesia, Malaysia, India, Thailand sebagai daerah persebarannya. Jadi bukan endemik Jawa. Namun banyak yang menyatakan jikalau Hoya amoena hanya ada di Jawa.

Asal spesimen Hoya amoena dari Kediri, Jawa Timur pada dataran rendah di bawah 100 m dpl. Habitatnya menempel pada pohon-pohon besar yang telah berumur puluhan tahun. Beberapa kali BPG menjumpainya pada area yang berbeda-beda, namun sama menempel pada batang pohon-pohon besar. Batang hoya sendiri mampu mencapai beberapa meter, bahkan ada yang melebihi 10 meter.

Beberapa rumpun besar Hoya amoena jatuh, hingga BPG tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkannya, alhamdulillah

Bunganya seperti hoya umumnya, berbentuk seperti bola dengan puluhan kuntum (9 – 30) terkumpul dalam dalam payung bunga (umbel) dan nampak semarak/showy. Warna kelopaknya putih bersih dan agak melengkung ke belakang, ditunjang oleh gantilan (pedicels) berwarna pink gelap hingga marun. Terkadang terdapat semburat hijau pada ujung kelopak. Mahkota pinknya dipisah ‘garis’ kuning oranye lembut. Bagian bunga ini masing-masing berjumlah 5, hingga nampak seperti bintang. Memang cantik dan unik, subhanallah. Bunga beraroma lembut yang menguat pada waktu-waktu tertentu, seperti sore, malam, dan pagi hari. Lama mekar beberapa hari (2 – 3 hari) dan tidak tergantung musim.

Daunnya jorong hingga elips melebar dan memanjang, tebal/berdaging dan kaku, berpermukaan kasar dan berurat jelas dengan pertulangan menjala. Jumlahnya puluhan daun dalam satu batang. Panjang sekitar 8 – 15 cm dan lebar 2 – 5 cm. Daun biasanya berpasangan (opposite) atau tumbuh satu helai (solitaire) pada cincin ruas dan gugur tidak serempak (evergreen). Akarnya yang berukuran kecil tumbuh banyak pada cincin maupun ruas batangnya.

Karakter dan Cara Perawatan

Hoya (waxplant, waxvine, waxflower) berada pada Asclepiadaceae familia Apocynaceae order  Gentianales, merambat/menempel, berumur tahunan, dan berhabitat pada area tersimat maupun ternaung. Meski berasal dari dataran rendah dan menyukai suhu yang hangat, namun sebaiknya Hoya jangan dijemur. Walau begitu Hoya masih mampu terpapar sinar selama beberapa jam.

Termasuk tanaman sukulen, bergetah yang seluruh permukaan batangnya berlilin, karena itu Hoya tidak suka air yang tergenang atau kondisi lembab terus-menerus. 1 kali penyiraman dalam 1 – 2 hari merupakan tindakan yang bijak, atau bisa juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Termasuk hoya dengan pertumbuhan sedang/medium. Perbanyakan dengan stek batang (vegetatif) atau secara generatif dengan penyemaian biji-bijinya. Namun biasanya hoya berdaun lebar, termasuk Hoya amoena ini lebih sulit distek dibanding hoya-hoya berdaun kecil/sempit. Karena itu BPG lebih suka mengakalinya dengan mengikat sabut atau media lainnya pada batangnya agar akar-akarnya menempel pada media dan kelak lebih mudah beradaptasi bila dipotong atau distek.

Catatan:

  • Semua jenis Hoya adalah perennial/tanaman tahunan
  • BPG tidak pernah memakai media pot.
  • Beberapa jenis hoya juga mempunyai genus sinonim, seperti Sperlingia atau Asclepias.
  • Beberapa sumber mengatakan jikalau Hoya amoena belum dapat dipecahkan/penyelesaian mengenai nama binomialnya.
  • Beberapa jenis, di antaranya Hoya diversifolia berstatus “Critically Endangered” dari IUCN (International Union for Conservation of Nature) artinya spesies tersebut diindikasikan terancam punah.
  • Hoya merupakan salah satu tumbuhan yang bersimbiosis/bertandem dengan semut – populer disebut sebagai ant plants –. Biasanya mutualisme dan fakultatif yang berarti kedua spesies tersebut dapat hidup berdampingan dan saling menguntungkan namun tidak dalam tahap ketergantungan. Walau pun begitu, hasil sekresi semut yang bersifat fungistatis atau anti jamur dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan kecambah Hoya.
  • Semua Hoya bermanfaat sebagai Pure Oxygen Generators (menyerap racun-racun di udara dan melepaskan udara murni)

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cymbidium bicolor Lindl: Kimbidium Dwiwarna, The Two Colored Cymbidium, Anggrek Uncal, Lau Pandan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bunga dan sosoknya sangat mirip banget dengan Cymbidium aloifolium, sehingga tak mengherankan apabila dulunya Cymbidium aloifolium sempat menjadi namanya. Keduanya membutuhkan syarat-syarat kondisi lingkungan yang sama, begitupun dalam hal perawatan yang juga sama. Perbedaan dari keduanya memang sedikit, yakni pada daun dan labellum bunganya.

Section Cymbidium subspesies pubescens

Di alamnya, anggrek epifit simpodial ini menempel pada pohon-pohon yang agak terlindung dari sinar matahari pada hutan-hutan tropis atau hutan-hutan dataran rendah, tebing sungai, atau sabana/padang rumput, perbukitan, atau hutan sekunder dengan wilayah sebaran mulai dari Semenanjung Malaya, Kalimantan/Borneo, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Philipina pada dataran rendah hingga 1100 m dpl. Ada juga yang menyatakan elevasinya 400 (atau 800) – 1100 mdpl. Seperti anggota genus Cymbi lainnya, anggrek ini menyukai sinar langsung. Karenanya letakkan pada area yang masih terkena sinar meski hanya beberapa jam saja.

Umbi semu jorong pipih tertutup upih daun dengan panjang sekitar 7 cm.
Daunnya seperti pita yang menyerupai talang, ujung miring, berlobus dua tidak sama besar, lebar 3 – 4 cm. Jumlah daun antara 4 – 8 per bulb. Daun yang sehat berwarna hijau muda atau hijau mengkilap. Jika daun berwarna kuning terang atau terdapat bintik-bintik, itu artinya adalah anggrek terlalu banyak menerima pancaran sinar matahari. Jika daun berwarna hijau tua, berarti anggrek terlalu sedikit menerima pancaran sinar matahari. Karena itu disarankan untuk menggeser/memindah media tanamnya ke area yang tepat/ideal yang dapat dilihat dari perubahan warna daunnya.
daun tampak atas
ujung daun yang dapat dibedakan dengan Cymbidium aloifolium, meski terkadang juga sangat tipis perbedaannya, sehingga dapat membingungkan

Masa berbunga 4 minggu, diameter 4,5 – 5 cm, 8 – 25 per malai, inflorescence mirip untaian liontin yang menjuntai. Benar-benar splashy. Bunga yang terdekat dengan pangkal malai biasanya mekar duluan, disusul kuntum-kuntum atasnya. Malai keluar dari pangkal umbi, menggantung dan dapat mencapai 30 cm panjangnya. Di kebun BPG yang terletak di dataran rendah (± 92 mdpl) jumlah bunga tidak lebih dari 10 kuntum dengan masa mekar kurang lebih sekitar 2 minggu saja. Padahal sepal dan petal nampak dilapisi lilin yang mengisyaratkan jikalau bunga tahan lama mekarnya. Tapi gpp lah, tetap disyukuri, karena di daerah dan lingkungan idealnya, anggrek menunjukkan baktinya dengan berbunga indah dan cantik, alhamdulillah.

mirip untaian liontin
buds/kuntum
Akar berwarna coklat dengan ujung kekreman, permukaan agak kasar

Media Tanam. Anggrek dapat ditempel pada pohon atau kayu atau papan pakis bila ditanam secara epifit. Sedangkan bila ditanam ala pot, medianya dapat berupa potongan ranting-ranting atau dahan kering berukuran 5 – 10 cm. Ranting dapat juga dicacah. Bahkan anggrek juga dapat ditanam begitu saja pada pot tanah liat tanpa media apapun. Saat masih dalam masa adaptasi lebih baik anggrek diletakkan dahulu pada area yang cukup terlindung dari sengatan sinar matahari. Bila menanamnya dalam pot, sebaiknya media tanam agak banyak hingga mencapai permukaan pot agar kelak bila berbunga, kuntum-kuntumnya dapat bebas mekar sempurna dan tidak terhalang apapun.

Repotting dan Split dilakukan apabila rumpun sudah padat, dengan membuang akar-akar tua dan busuk, mengganti media tanamnya dengan yang baru. Mungkin beberapa penganggrek merasa eman-eman untuk mengganti media tanamnya karena kaya akan zat-zat organik yang dibutuhkan anggrek. Untuk menyiasati agar pH-nya tidak terlalu asam ditambahkanlah arang, abu, atau bahan-bahan berbasa lainnya sampai dicapai pH yang ideal. Jika ingin mengganti total media tanamnya, sebaiknya tetap mengikutkan media lamanya agar anggrek lebih cepat beradaptasi. Sisa media lama yang lapuk dapat diletakkan di permukaan media sebagai pupuk alami. Dianjurkan untuk tidak melakukan split terlalu agar tidak memakan waktu lama untuk berbunga, walaupun hal ini juga relatif sifatnya. Sekali lagi dalam penanamannya bulb harus berada di atas permukaan media tanam.

Pemupukan. Air siraman dapat dicampur dengan larutan pupuk rumput laut (seaweed) untuk mengurangi shock (tips dari penganggrek luar negeri). Kalau yang lebih murah dan mudah dapat menggunakan air bekas cucian beras atau rendaman kulit bawang merah dan atau bawang putih.

Sinonim. Cymbidium aloifolium; Cymbidium aloifolium var pubescens; Cymbidium bicolor subsp. obtusum ; Cymbidium bicolor subsp. pubescens; Cymbidium celebicum; Cymbidium crassifolium; Cymbidium flaccidum; Cymbidium mannii; Cymbidium pubescens; Cymbidium pubescens var. Celebicum.

Sub spesies: subsp. bicolor (endemik Semenanjung India dan Sri Lanka);

ssp. obtusum (Jawa, dan lain-lain).  Sinonim: Cymbidium crassifolium; Cymbidium flaccidum; Cymbidium mannii, Cymbidium pendulum, Cymbidium bicolor sensu.

sub species pubescens (Lindl.) : Kalimantan (Borneo), Malaysia, Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Philipina. Sinonim: Cymbidium celebicum; Cymbidium pubescens; Cymbidium pubescens var. celebicum.

Tips Perawatan Anggrek Cymbidum dari Berbagai Link

  • Jangan menggunakan ulang penopang dari tanaman lain, karena penopang tersebut dapat menularkan infeksi.
  • Pangkas hanya ketika batang bunga berubah warna menjadi cokelat. Ketika semua bunga sudah rontok dan tangkai berubah cokelat, potong agar tidak banyak energi/makanan yang dikirimkan ke tangkai bunga.
  • Saat anggrek masih dalam penyesuaian/adaptasi, baik pada area maupun pot baru (habis displit, misalnya), letakkan pada area ternaung selama beberapa hari. Penyiraman seperti biasanya, namun lebih baik dijarangkan agar bulb dan akar tidak membusuk.
  • Disarankan mengisolasi tanaman baru selama dua (beberapa) minggu dari tanaman lain agar apabila terserang hama dan penyakit dapat diambil tindakan sesegera mungkin dan tidak menular ke tanaman kesayangan lainnya.

Kondisi Lingkungan. Suhu: 15° – 26° C (sejuk). Alhamdulillah di kebun BPG yang panas (27° – 35° C), anggrek dapat berbunga. Kelembaban: 60 – 80%. Sirkulasi udara cukup lancar.

Catatan:

Genus Cymbidium termasuk genus yang menakjubkan. Sebagian spesies hidup secara epifit, sebagiannya terestrial, dan sedikit di antaranya bersifat mycoheterotrop atau tergantung sepenuhnya pada jamur micoriza.

Ciri khas dari genus ini adalah bentuk lips/labellum-nya yang seperti sampan (kymbes, Yunani = sampan/dayung/perahu).  Cymbidium terestriallah yang paling banyak dikultivar dan dihibridasi. Hasilnya adalah bunga-bunga spektakuler dengan berbagai corak serta warna yang sangat menakjubkan.

Apapun problematikanya, upaya pelestarian anggrek sangat penting bahkan menjadi keharusan mengingat laju kepunahannya yang sangat cepat, utamanya karena berubah fungsinya hutan, serta eksploitasi/perambahan anggrek secara berlebihan.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh