Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), si Puspa Pesona dengan Mahkota Ratu (Anggrek)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

masa nggak cantikSejak dulu hingga kini, Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) tetap menjadi favorit para pecinta anggrek, karena pesonanya yang luar biasa itu memikat siapa saja yang memandangnya, hingga tak mengherankan apabila pemerintah kita menjadikannya sebagai Puspa Pesona. Salah satunya menjadi edisi perangko kita. Namun cara memperoleh anggrek ini yang berbeda.

Dulu, untuk memperoleh anggrek ini, para pecintanya atau pedagang harus mengambilnya langsung di hutan atau habitat in-situnya. Dan akibat eksploitasi besar-besaran dan juga banyaknya pengalihfungsian hutan, populasinya pun menjadi turun drastis, sehingga akhirnya menjadi sulit dicari. Menjadi anggrek langka yang terancam punah. Akhirnya pemerintah dan dunia pun memasukkannya ke dalam daftar anggrek yang dilindungi dan ilegal untuk diperdagangkan. Namun kini, para pecinta anggrek untuk memperoleh Anggrek Bulan sangatlah mudah karena populasinya telah berkembang pesat dan banyak dijual di nursery-nursery, kios-kios tanaman hias, atau pedagang keliling. Harganya terjangkau karena populasinya besar. Semua ini berkat keberhasilan dan kesuksesan dalam pembudidayaannya. Meski harganya terjangkau, bahkan nyaris murah, namun pesonanya yang luar biasa memikat itu tidak membuatnya turun pangkat. Anggrek Bulan tetap diburu dan didamba.

Menjadi begitu diburu tentu tidak lepas dari segudang kelebihan yang dimiliki anggrek ini, yang memenuhi hampir semua kriteria atau persyaratan yang didambakan para pecinta anggrek. Dan dengan segala kelebihannya tersebut, layaklah Phalaenopsis amabilis disematkan atau dinobatkan sebagai Ratu Anggrek. Berlebihankah? Tentu untuk menjawab pertanyaan BPG harus menyodorkan kriteria-kriteria apa yang mampu dipenuhi oleh Anggrek Bulan.

Berikut daftar keunggulannya…

  • Bunga cantik. Tentu saja. Yang satu ini merupakan salah satu syarat wajib untuk menjadi anggrek favorit. Meski sebenarnya semua anggrek itu cantik karena ciptaan Allah SWT, Sang Maha Kreator, namun kecantikan bunga Anggrek Bulan bersifat umum dan tak berbatas. Artinya para pecinta anggrek pemula maupun kawakan memiliki persepsi yang sama terhadap kecantikan anggrek ini yang cantiknya kebangeten … .
  • Anggun. Sosok dan tampilan bunga maupun tanamannya sangat anggun. Daunnya yang menjuntai begitu menawan. Apalagi ditambah dengan deretan kuntum yang tersusun atau berjajar rapi pada tangkai bunga yang panjang. tersusun rapi
  • Diameter kuntum besar. Meskipun bukan yang terbesar, namun diameternya yang dapat mencapai 10 cm itu dapat terpandang dari kejauhan.
  • Rajin berbunga. Dapat berbunga lebih dari 1 – 3 kali dalam setahun.
  • Kuntum banyak. Satu tangkai dapat menyangga puluhan kuntum, antara 12 – 20 kuntum. Bahkan bila kondisi sangat kondusif dapat lebih dari 20 kuntum. Tentu saja kondisi optimum ini tidak diraih dengan sekejap, karena anggrek harus melalui beberapa kali periode berbunga. Bunga awal biasanya antara 8 – 12 kuntum. Selanjutnya dapat mencapai 20 kuntum. Bila ditotal selama hidupnya anggrek dapat mempersembahkan 200 – 500 kuntum, bahkan lebih. Sekedar dihitung kasar saja apabila setahun anggrek mekar 2 kali minimal 2 tangkai dengan rata-rata 15 kuntum per inflorence, itu berarti 60 kuntum dalam setahun. Bila berbunga selama 5 tahun berturut-turut, sudah ada 300 kuntum. WOW… subhanallah.
  • Warna putih bersih. Warna putih memang identik dengan warna sederhana. Namun warna putihnya yang kuat dan tak bernoda menjadikannya sangat elok. Dengan warna tersebut, bunga tampak mencolok di antara hijau dedaunan.

keanggunan tanpa tapi

  • Mekarnya lama. Masa mekar kuntum ± 40 – 46 hari. Masa habis tangkai bunga hingga kuntum terakhir dapat berlangsung hingga 4 – 6 bulan.
  • Cepat dewasa. Untuk mencapai umur dewasa (siap berbunga) minimal membutuhkan 5 tahun, atau bisa lebih lama. Ukuran masa segitu sudah termasuk cepat bagi anggrek tipe monopodial. Anggrek yang berasal dari persemaian biji tentu saja membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
  • Mudah berkembangbiak. Keiki atau tunas anakan dihasilkan dari tangkai bunga. Namun untuk kriteria ini sifatnya relatif, karena di kebun BPG sendiri hingga kini belum pernah menjumpai keikinya. Bisa sih dimanipulasi agar keluar keikinya, namun karena diikat di pohon dengan ketinggian 4 meter sehingga tidak dapat dijangkau tangan, sehingga BPG pun tidak dapat melakukan perlakuan khusus.
  • Mudah dirawat. Asal penempatan dan kondisi lingkungannya tepat, dia akan berbunga dengan rajin, walau tanpa dipupuk sekalipun. (BPG sudah menyinggung sedikit cara/tips merawat genus Phalaenopsis). cukup ditempel
  • Banyak varian. Antar daerah berbeda dalam corak atau warna labellumnya, atau juga ‘misai’nya. Indonesia sendiri mempunyai sekitar 6 ekotipe Anggrek Bulan yang endemik, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Bahkan di Kalimantan sendiri memiliki beberapa ekotipe yakni varian Borneo dan Pleihari. Varian Pleihari yang tumbuh di tempat yang berbeda juga memiliki variasi yang berbeda-beda pula.
  • Menjadi indukan/tetua. Karena kelebihan yang dimilikinya, Anggrek Bulan dijadikan indukan bagi anggrek-anggrek hibrid. Penampilan dan kecantikan anggrek bulan hibrid ini juga tak kalah dengan mempesonanya.
  • Tumbuh baik di semua tipe dataran, yakni rendah, medium, dan tinggi, bahkan dingin. Di daerah dingin seperti Eropa anggrek harus mendapatkan perlakuan khusus saat musim salju datang.
  • Kelemahannya hanya satu: tidak wangi. Namun ini tidaklah mengapa karena kelebihan yang dimilikinya sudah begitu bejibun.

Sebenarnya masih ada satu kriteria lagi yang juga mampu dipenuhi oleh Anggrek Bulan, yakni bentuk bunga yang membulat. Bentuk ini dianggap sebagai bentuk tersempurna dari bunga anggrek. Namun BPG tidak setuju atas hal ini, karena bagaimanapun setiap jenis anggrek sudah diciptakan Allah dengan segala kesempurnaannya sesuai dengan karakter jenisnya masing-masing.

Nah, masihkah sobat BPG meragukan gelarnya, Ratu Anggrek?

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bauhinia purpurea Linnaeus, si Pinky yang Cantik Wangi sebagai Edible dan Medicinal Plants

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanaman pohon berukuran medium dari bangsa Legume/Caesalpiniaceae atau suku polong-polongan ini ternyata memiliki segudang. Segudang apa sajakah?

Segudang Nama

  • Taxonomy: Bauhinia purpurea bright pinkish-purple
  • Internasional: Purple Bauhinia, (Purple) Orchids Tree, (Purple) Butterfly Tree, (Purple) Camel’s Foot Tree, Geranium Tree, Hong Kong Orchid Tree, Pink Butterfly Tree, Hawaiian Orchid Tree, Pink Butterfly Tree
  • Indonesia: Pohon Kupu-kupu, Pohon Anggrek, Tapak Kuda yang merupakan hasil translate dari nama internasionalnya, Ada juga yang menyebutnya Bunga Kupu-kupu, namun nama ini lebih umum disematkan pada salah satu jenis dari familia Belimbing-belimbingan (Oxalidae), Oxalis latifolia.
  • Sinonim: Phanera purpurea, Caspareopsis purpurea, Bauhinia violacea, Bauhinia triandra, Bauhinia purpurea violacea, Bauhinia purpurea var. corneri, Bauhinia rosea, Bauhinia platyphylla, Bauhinia coromandeliana, Bauhinia castrata

 

Segudang Wilayah Persebaran Alamiah

  • Australia purple
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • China
  • Hong Kong
  • India
  • Jepang
  • Kamboja
  • Kenya
  • Laos
  • Malaysia
  • Mauritius
  • Mesir
  • Myanmar
  • Nepal
  • Pakistan
  • Philipina
  • Puerto Rico
  • Sierra Leone
  • Sri Lanka
  • Taiwan
  • Thailand
  • Vietnam

 

Segudang Morfologi serta Pesonanya

  • Batang bundar, berkayu, dengan permukaan kulit terdapat bintik-bintik atau kecil yang bertebaran dan mengumpul di sana-sini.woody stem
  • Banyak percabangan dengan banyak kuntum bunga yang tumbuh pada bagian-bagian ranting dan dahannya.
  • Buah khas polong-polongan/kacang-kacangan yakni bertangkup. Saat masih muda berwarna hijau yang kian lama akan berubah menjadi coklat tua. Panjangnya antara 15 – 30 cm dengan jumlah biji berkisar 10 – 15 atau kurang dari itu apabila pertumbuhannya terhambat.
  • Daun berbentuk cantik, seperti sayap kupu-kupu yang sedang mengembang.
  • Bunga tentu saja sangat cantik, semirip bunga anggrek dengan warna ungu. Di kebun BPG, warnanya lebih kuat ke pink seperti indukannya.
  • Rajin berbunga dan dapat dinikmati keindahannya hingga sepanjang tahun. Apalagi bunganya tidak berkelompok tapi muncul bertebaran di berbagai ranting atau dahan sehingga cantik dipandang mata.
  • Satu pohon dapat memunculkan puluhan hingga ratusan kuntum yang mekar bersamaan, sehingga nampak semarak. Dengan diameter yang mencapai 10 cm hingga lebih, bunga dapat terlihat dari kejauhan.
  • Memiliki wangi yang lembut
  • Tipe akar seperti akar pepohonan lainnya, besar dan bercabang-cabang, serta menghujam dalam tanah supaya batang dapat berdiri tegak dan kokoh.

    looks like orchid's flower

    3 benang sari dan 1 putik

 

Segudang Manfaat

  • Sebagai tanaman hias atau perindang, ditanam untuk menghiasi taman, pinggir jalan raya, atau halaman rumah, kantor-kantor, gedung-gedung, maupun taman kota. Ukurannya yang medium tidak begitu memakan tempat atau lahan.orchid tree
  • Sebagai pencegah/penahan erosi. Merupakan fungsi umum dari pepohonan. Karena termasuk pepohonan yang berukuran medium, maka cocok ditanam di daerah perkotaan atau lahan sempit.
  • Edible plant. Pucuk atau daun mudanya dapat dimakan dan dihidangkan bersama nasi, atau digunakan sebagai penambah cita rasa pada ikan dan daging. Terkadang bijinya juga dimakan.
  • Pakan ternak. Mampu meningkatkan kandungan protein pada ternak kambing, domba, dan lembu hingga 12,6%, serta dapat meningkatkan kandungan laktat pada susu
  • Penyubur tanah. Seperti halnya spesies-spesies yang berada pada Family Fabaceae (suku polong-polongan/kacang-kacangan), tanaman ini juga bersifat mengikat nitrogen dari udara, sehingga tanah pun menjadi subur karena kaya akan nitrogen.

 

Segudang Potensi sebagai Spesies Invansif

  • Area habitatnya luas, seperti hutan dataran rendah, hutan gunung/primer, padang rumput, hutan kering, hutan berawa, hutan sekunder, dan area terganggu seperti tepi jalan, perkotaan, taman, area urban, dan lain-lain dengan kondisi tanah yang bervariasi.buds
  • Berumur panjang. Karena itu, di kebun BPG, batangnya ditempelkan berbagai jenis anggrek atau tanaman epifit lainnya.
  • Cepat tumbuh.
  • Kecantikan bunganya membuatnya dijadikan sebagai tanaman hias favorit, artinya tingkat persebarannya menjadi tinggi.
  • Mampu berkompetisi dan memonopoli sumber hara/makanan.
  • Mampu tumbuh pada iklim tropis dan subtropis.
  • Mampu tumbuh pada intensitas sinar yang beragam (teduh hingga full sun).
  • Mengurangi atau mendesak populasi tumbuhan asli, bahkan mampu mengancam atau mengalahkan spesies asli.
  • Pengubah ekosistem.
  • Per kg terdapat 4000 – 5000 biji, yang mana antara 600 – 1900 dapat berkecambah menjadi individu baru.
  • Potensi berkembangbiaknya tinggi.
  • Teknik persilangan / hibridasi tinggi, sehingga tingkat persebaran (dengan sengaja) juga menjadi tinggi.
  • Tidak rewel dengan kondisi tanah dan lingkungan tumbuhnya.
  • Toleran terhadap pemangkasan, pembakaran, atau kekeringan. Artinya bila kondisi lingkungannya telah kembali ke keadaan semula, tanaman ini tetap akan mampu bertunas kembali
  • Tumbuh baik pada dataran rendah hingga tinggi (50 – 3000 m dpl). BPG berada pada ±95 m dpl.

 

Segudang Manfaat

  • Kulit kayu digunakan sebagai fiber/serat. Cabang atau ranting yang muda digunakan sebagai tali/pengikat.leaf looks like butterfly wings
  • Kulit juga mengandung zat tannin atau dyestuff yang digunakan dalam industri kulit di India
  • Bunganya digunakan sebagai obat pencahar dan bumbu masakan seperti kari
  • Getah atau resin dapat dimakan. Juga dapat dibuat minyak kayu.
  • Kayu (batang) digunakan sebagai peralatan pertanian.
  • Ektraksnya digunakan sebagai penurun berat badan secara alamiah. Namun untuk manfaat yang satu ini masih rahasia perusahaan yang memproduksinya, karena sudah dijadikan sebagai komoditi farmasi berupa suplemen.
  • Meredakan bengkak dan memar serta mematangkan bisul atau borok.
  • Dan masih banyak lagi …. (maaf BPG tidak dapat menerjemahkan istilah-istilah asing dan Latin. Kalau penasaran anda dapat mencari infonya yang tersebar di internet. Tentu saja harus memakai kata kunci dalam bahasa Inggris, semisal Medical Study of Bauhinia purpurea, atau yang semacamnya).

 

Tips untuk Merawatnya

  • Mudah sekali, karena tidak memerlukan perlakuan yang njelimet. Cukup disiram apabila sempat saja. Kalau sudah berupa pohon, maka anda tak perlu lagi sering-sering menyiramnya, 2 minggu sekali sudah cukup.seeds pot
  • Kalau anda memiliki binatang ternak (sapi, domba, kambing), sebaiknya selagi tanaman masih muda dijaga dari ‘serangan’ binatang ternak, karena seperti jenis-jenis dari polong-polongan lainnya, daunnya juga sangat disukai hewan ternak.
  • Mudah diperbanyak atau dikembangbiakkan melalui penyemaian biji atau dengan stek batang.
  • Agar tumbuh bagus dan rajin berbunga, letakkan pada tempat yang terkena sinar langsung. Semakin banyak terjemur/tersinar, semakin baik. Walaupun begitu, tumbuhan bersosok indah ini juga tak masalah bila tumbuh di tempat yang ternaung. Tanaman tetap akan berbunga, walaupun tidak sebanyak dan secemerlang bila berada di area yang full sun.

 

Hama dan Penyakit

Asalkan tanaman dalam kondisi sehat dan mendapatkan sinar matahari yang cukup (harus full sun), maka serangan kutu daun, larva/ulat berbagai jenis serangga, virus Clitoria yellow vein dan Turnip rosette yang dapat menyebabkan bintik daun dan daun gosong, dapat diminimalisir.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phalaenopsis fimbriata J.J.Sm, the Beautiful Phalaenopsis Orchid of Java

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phalaenopsis fimbriata is belonging to subgenus Polychilos section Amboinenses. In my garden, the orchid plants arrived at two years ago. And now, they are blooming, wow … alhamdulillah.

Names:

10

Botanical : Phalaenopsis fimbriata J.J.Sm Synonym : Polychilos fimbriata Common : The Fimbriate Phalenopsis Indonesian : not known

 

Origin:

8

Java – this specimen; Sumatra – sub species/varian sumatrana; Serawak – varian tortilis (?)

 

Flower:

9

white and green tinge, diameter about 4.5 cm, longevity 4 weeks, 3 flowers per inflorence. Maybe not spectacular, but BPG constant pray ‘Alhamdulillah’

 

Special marking:

sepalum lateralia

Two sepals/sepalum lateralia marking look like seismograph in purple color

 

Labellum:

5

hairy, mid lobe – as long as fimbriata or fimbriatus (Latin word) that meaning fringed or serrated, describing the edges at midlobe of the lip

 

Fragrant:

back side view

light fragrant, but finally smells like ammonia or stench of urine or burnt rubber after many days

 

Pseudobulb:

7

suberect, short stem, covered by spathe leaves or the base of the leaves, and homoblastic or has minimum 2 nodes

 

Leaf:

1

oblong-elliptical to elliptical obovate, acute; thin, suberect to supple, waxy or metallic green (upperside), light green (underside)

 

Root:

2

long, dorsiventral (silinder to semi flat), white dorsal and green tip

3

old roots

 

Grown type:

6

monopodial epiphytic orchid

 

Cultivated:

20170827_101535

easy level partial shade area low to medium humidity conditions just be patched on the tree 2 meters from the ground

Note: Kediri low land altitude about 95 meters

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Thevetia peruviana atau Oleander Kuning atau Ginje atau Yellow Oleander yang Beracun

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
7Sebagai ornamental plants, Yellow Oleander (Thevetia peruviana) memang memiliki syarat. Bunga cantik, bentuknya unik seperti terompet dengan mahkota bunga tersusun memutar (kontortus), warnanya kuning cerah, dan ada harumnya yang lembut. Apalagi sosoknya juga tidak begitu tinggi, kanopinya juga tak terlalu lebar, layak memang untuk dihadirkan di taman atau halaman/pekarangan. Namun, entah mengapa, di Indonesia ini, tidak banyak yang tertarikmenjadikannya sebagai tanaman hias. Oleander Kuning dibiarkan tumbuh meliar di pinggir sungai, dekat mata air/sumber, atau bendungan, atau area dengan kelembaban yang tinggi.
Sebagai medicinal plants, Ginje/Ghinje/Ginji dapat digunakan sebagai obat menurunkan panas badan, radang kulit pada kuku jari-jari (cantengan), dan gagal jantung. Telah digunakan dalam dunia farmasi untuk penyakit gagal jantung yang berupa tablet. Tetapi di Indonesia pemakaian Lucky Nut sebagai obat alami tidaklah umum, karena Indonesia sendiri sudah kaya akan tanaman herbal yang sudah teruji secara turun-temurun dengan khasiat yang sama. Banyak juga yang telah teruji secara klinis. Bagaimanapun, selama masih ada alternatif pengobatan yang lebih aman, disarankan untuk meninggalkan pengobatan herbal yang menggunakan tanaman ini.
Sebagai invasive plants, populasi Campanilla sekarang ini kian tersingkir. Walaupun misalnya nantiBunga Terompet hilang dari bumi Indonesia, kita tidak akan begitu kehilangan karena bukan tanaman asli Indonesia. Asalnya dari Kepulauan Karibia, Belize, Peru, Mexico dan Amerika Tengah. BPG sendiri setelah puluhan tahun tidak pernah tersua, baru di tahun 2018 ini, BPG menemukan kembali Ki Hujanyang tumbuh dekat bendungan, padahal dahulu populasinya termasuk banyak.
Sebagai poisonous plants, Adelfa Amarilla memang mengandung toksin yang tinggi yakni thevetin A, thevetin B, juga peruvoside, neriifolin, thevetoxin dan ruvoside. Tetapi realitasnya, terdapat beberapa jenis mamalia dan aves yang memakan buah/bijinya tidak terpengaruh akan racun-racun tersebut. Yang pernah diteliti adalah the Sunbirds, Asian Koel (Eudynamis scolopaceus), Red Whiskered Bulbul, White Browed Bulbul, Red Vented Bulbul, Brahminy Myna, Common Mynadan Common Grey Hornbill (Tockus birostris).

Informasi dan Fakta
3Informasi yang tersebar di dunia internet mengenai Chilidron memang menghebohkan. Beberapa di antaranya mengatakan seperti ini.
• 100 gr daun Geel Oleander sudah dapat menewaskan seekor kuda apabila memakannya.Tentu saja, bila ada kasus seperti ini, seluruh binatang ternak harus dijauhkan dari tanaman ini karena begitu beracunnya. Padahal di referensi lain, daun merupakan bagian yang dimanfaatkan sebagai pengobatan secara herbal. Juga di beberapa tempat memanfaatkan daunnya ini sebagai tembakau/rokok.
• Getah Snake Nut menyebabkan iritasi mata, kulit, dan gagal jantung. Karena itu, anak-anak yang gemar memetik daun atau bunga dan mengisap-isapberesiko mengalami keracunan.
• Madu yang berasal dari nektar bunga Thevetie juga beracun.
Sedangkan mengenai fakta yang BPG ungkapkan ini tentunya bersifat subyektif, sepanjang yang diketahui, didengar, dan dialami.
Faktanya semasa kecil, BPG, saudara-saudara dan teman sebaya bermain-main tidak saja dengan bunga Oleander Kuning, tetapi juga bunga Oleander Pink (Nerium oleander) yang juga terkenal sebagai tanaman yang mematikan. Keduanya banyak dijumpai tumbuh di sekitar rumah. Bahkan Oleander Pink banyak ditanam di pekarangan rumah dan juga halaman sekolah-sekolah. Sedangkan Oleander Kuning/Bunga Terumpet dibiarkan tumbuh meliar. Kedua jenis ini,bunga maupun buah/bijinya dijadikan mainan. Dan selama itu pula kami tidak pernah mendengar berita ada ternak yang mati atau di antara kami yang meninggal dunia hanya gara-gara makan atau bermain dengan kedua tanaman ini. Bahkan sekedar iritasi atau gatal-gatal pada kulit hingga muntah, tidak pernah kami alami. Apakah saat itu kami diberi kekebalan alamiah oleh Allah? Wallahu a’lam.

Bunga

2

kalau kita lemparkan kuntumnya dengan cara memutar pangkal bunganya menggunakan ibu jari dan telunjuk/jari tengah, maka saat jatuhnya akan seperti baling-baling. Bagi anak-anak, permainan seperti ini memang mengasyikkan

 

5

buah yang berukuran kecil biasa dipakai sebagai biji dakon/congklak, sedang yang besar diadu kekuatannya atau dijadikan sebagai permainan lempar-lemparan

 

4

percabangan banyak, tinggi mencapai 5 m, bahkan mungkin bisa lebih

 

6

Daun keras berbentuk linear-atau lanceolate,lebar 2 cm, panjang lebih dari 10 cm, pinggir tajam, ujung runcing dan tajam. Permukaannya dilapisi lilin / waxy atau glossy yang merupakan typical familia Apocynaceae, selain dikenal sebagai familia yang paling beracun

 

1

Sinonim:

• Cascabela peruviana
• Cascabela thevetia
• Cerbera linearifolia
• Cerbera peruviana
• Cerbera thevetia
• Thevetia linearis
• Thevetia neriifolia
• Thevetia thevetia

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Piper porphyrophyllumLindl., Sirih Endemik Sumatra yang Berdaun Indah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanaman sirih sejak dahulu hingga kini tidak terpisah dari kehidupan kita karena kemanfaatannya sebagai antimikroba dan anti-inflammatory/radang. Di era modern ini, budidaya dan pemanfaatan sirih juga semakin maju dan modern.

3Mungkin kita mengiranya bahwa daun sirih melulu berwarna hijau saja. Anggapan seperti itu keliru. Beberapa jenis sirih-sirihan memiliki warna atau motif yang menawan. Satu di antaranya adalah Tiger’s Betelatau Lada Hutan, atau Sireh Rimau, atau Kerakap Rimau, atau Akar Bugu, atau Piper porphyrophyllum alias Cissus porphyrophylladari family Vitaceae yang sekarang lebih populer dengan nama familiaPiperaceae.

Di habitat aslinya, lantai hutan-hutan tropisSumatera, keindahan daunnya menjadi pesaing dari Jewel Orchids / Anggrek-anggrek Permata. Permukaan daunnya yang berwarna ungu kehijauan dihiasi tulang dan urat-urat daun berwarna ungu muda/pink. Sisi bawahnya berwarna ungu kemerahan. Sekilas memang nampa sama dengan Piper ornatum.

Kedua spesies ini memang sama-sama terkenal sebagaiMedicinal Plantsdan Ornamental Foliage yang memiliki daun yang indah. Namun Piper ornatum lebih populer karena sudah terlebih dahulu dikenal dan dimanfaatkan sebagai tanaman herbal.

Daun Piper porphyrophyllumada yang berurat putih dan/atau kekuningan. Namun mayoritas berurat pink/ungu muda. Ada yang uratnya penuh, ada pula yang tidak. Walaupun berbeda-beda coraknya, setiap daun tetap memiliki keindahan yang menawan. Tidak salah memang kalau dianggap sebagai pesaing berat dari Jewel Orchids.

2

Batang Piper porphyrophyllum bersegi empat. Uniknya, batang ini dapat berputar 1800 , karena selalu menghadap arahnya sinar matahari. Pergerakan itu terjadi hanya dalam beberapa jam hingga satu hari. Memang masih kalah dibanding pergerakan bunga Matahari. Kita dapat membuktikannya lho. Geser atau putar pot berlawanan dari sebelumnya. Sisi yang semula menghadap arah sinar matahari, diputar/digeser ke sisi yang berlawanan. Dan hasilnya akan membuat kita takjub.

 

Spesies-spesies dalam Famili Piperaceae/Sirih-Sirihan mayoritas merupakan tanaman liana (memanjat), atau menempel atau membelit pada pohon inang. Tangkai bunga bertipe clusteratau inflorescence seperti gada, yang mana kuntum-kuntum bunganya memenuhi semua sisinya.

gu

Sebagaimana sirih lainnya, kandungan senyawa flavonoid (dihydroxy, dimethoxyflavone, dimethoxyflavone, hydroxy, methoxyflavanone, tetramethoxyflavone, trihydroxy, trimethoxyflavone) yang bersifat anti bakteri dalam Piper porphyrophyllumdapat membunuh bakteri seperti Staphylococcus aureus, bakteri Gram-negatifPseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli karena

 1

 

Sirih hias ini lebih bagus bila diletakkan pada area setengah ternaung atau terang. Apakah tahan terhadap sinar? BPG belum pernah mencobanya, karena eman-eman. Apalagi plantnya hanya satu. Sinar langsung hanya pagi hari saja, itupun sudah terhambat rumah tetangga.

 5

Meski cantik dan bermanfaat, namun sirih ini memang belum membooming. Tidak banyak pecinta tanaman hias yang mengetahuinya. Jadi, populasinya di habitat alamiahnya masih aman. Tapi memang, sirih hias yang satu ini daya adaptasinya lebih rendah dibanding yang lainnya. Karena itu harus dijaga kondisi lingkungan dan medianya jangan sampai mengalami kelembaban yang rendah dan kering. Kelembaban memang harus dijaga. Banyak cara untuk melakukannya, seperti misalnya menyediakan mangkuk berisi air di sekitar media potnya, atau melapisi media tanamnya dengan lumut, atau berbagai variasi cara lainnya. Bila kelembaban rendah, tanaman lebih mudah mati.

4

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Calotropis gigantea Linnaeus, si Jelita Caerulea yang Meliar di Alam Liar

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2Subhanallah, bunga liar dengan nama taksonomi Calotropis giganteaini sangat cantik menawan, rajin berbunga, semarak (berkuntum banyak), beraroma sweet dengan masa mekarnya yang lama. Kelebihan-kelebihan yang menjadi dambaan para tukang kebun.Apalagi warna bunganya juga termasuk langka (caerulea/ungu kebiruan). Kurang apa coba? Namun, entah kenapa tidak banyak yang tertarik untuk memindahkannya ke taman atau halaman rumah.

6BPG sendiri memang tidak begitu tertarik untuk memindahkannya karena tanaman beracun dan disukai ulat.Apalagi sosoknya juga dapat mencapai 4 meter walau umumnya kurang dari 2 meter dg percabangan yang melebar, sehingga tak cocok untuk berada di kebun BPG yang tidak terlalu luas.Apalagi area yang terpapar sinar matahari juga sedikit.

Ini Lho Nama Indonesia, Daerah, dan Internasionalnya….

Widuri, Biduri, Bidhuri, Maduri, Muduri, Saduri, Badori, Babakoan, Burigha, Kore, Krokoh, Kolonsusu, Manori, Modo Kapauk (Kampauk),Lembega, Rambega (Rembega, Rembiga, Rumbigo), Remingu,atau Rubik yang dipakai oleh para penduduk setempat sesuai daerahnya masing-masing. Giant Milkweed, Indian Bowstring Hemp, Swallow-wort, Sodom Apple, dan Crown Flower merupakan nama-nama internasionalnya. Ada juga yang menyebutnya Sidoguri. Namun nama ini lebih umum dipakai untuk tumbuhan liar Sidaguri yang berbunga kuning.

Ini Lho Bunganya….

4

disebut Crown Flower, karena tengah kuntumnya berbentuk segi lima seperti mahkota

 

gu

bungaberlapis lilin, ‘mahkota’nya bersudut 5

3

Benang sari membentuk tabung dan kepala putik lebar, bersegi lima. Mahkota bunga berbentuk bulat telur, berwarna putih atau putih keungu-unguan dengan diameter 4-4,5 cm.

Termasuk bunga entomophily, atau penyerbukan yang dibantu serangga, utamanya tawon.

Biasa digunakan sebagai karangan bunga di Thailand.Di Kamboja sebagai dekorasi jambangan atau peti mayat dari batu dan sebagai interior pada area pemakaman.Juga tak lepas dari kehidupaan keagamaan masyarakat Hindu atau/dan India.

Ini Lho Daunnya….

9

lebar, tebal, bergetah,berlapis lilin, dengan panjang 8–30cm, lebar 4–15cm

12

Ini Lho Batangnya….

1

 

Ini Lho Buahnya….

13

Folliclemasih muda dan kecil

Perbanyakan generatif melalui bijinya

 

Ini Lho Daerah Asalnya….

China, India, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philippine, Thailand, Sri Lanka, Somalia dan Africa tropis lainnya.

6

Ini Lho Habitatnya….

di ladang

di ladang

Tumbuh terbiarkan dan meliar di kebun, ladang, pesisir/pantai, padang rumput,tanah terlantar/kosong, pinggir sungai, tepi jalan, atau area-area yang terpapar sinar matahari.

Oh ya, meski tumbuh liar, jangan harap populasi salah satu spesies dari ini melimpah, sudah mulai jarang dijumpai. BPG hanya menjumpainya pada beberapa titik lokasi saja.Biasanya hanya terdiri satu batang utama saja, jarang yang sampai merumpun.

5

pinggir sungai

Ini Lho Racunnya….

 

Getah atau lateks yang terdapat dalam daun dan batang Madorius giganteusmengandung alkaloids (cardiac glycosides, fatty acids, calcium oxalate).Level racunnya hampir setara dengan Oleander.Dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan kematian.Karenanya banyak suku-suku yang berada di daerah tropis menggunakannya untuk melapisi mata panah-mata panah mereka.Karena itu pula, memang layaklah kalau tumbuhan Periploca cochinchinensisini dibiarkan saja meliar di habitat alaminya. Beberapa jenis serangga tertentu, seperti ulat Kupu-kupu Monarki, Danaus sp. lainnya, atau Kupu-kupu Gagak tidak terpengaruh akan racun tersebut.

Meski beracun, namun milky juiceini dapat digunakan untuk melawan penyakit kanker, arthritis, dan digigit ular.Tentu saja dosisnya harus tepat.

 

Ini Lho Kegunaannya….

Sesuatu itu memiliki kegunaan dan kerugian bergantung penggunaan dan kadarnya.Bagaimanapun juga Streptocaulon cochinchinensejuga memiliki kegunaan yang tidak dapat dianggap ringan, meski beracun.Sejak dahulu, masyarakat India misalnya, mereka menjadikannya sebagai serat/fiber untuk membuat karpet, tali, jaring ikan, benang jahit.Kapas/kapuk buahnya dapat digunakan sebagai pengisi bantal.

Di bidang kesehatan, tumbuhan ini juga bermanfaat karena bersifat anti atau membunuh jamur. Beberapa jenis serangga, seperti nyamuk Culex gelidus dan Culex tritaeniorhynchus yang merupakan vektor atau pembawa penyakit Japanese encephalitis, baik semasa fase telur, larva, atau imago/dewasa-nya juga dapat dilawan dengan menggunakan kandungan kimiawi dari tumbuhan ini.

Di bidang pertanian, meski mungkin saja dianggap sebagai gulma/tumbuhan pengganggu, namun zat-zat kimia yang dilepaskan oleh tumbuhan Asclepias giganteadapat menghambat atau mematikan gulma dari jenis rerumputan seperti Chenopodium album, Melilotus alba, Melilotus indica, Sphaeranthus indicus, dan Phalaris minor yang biasa terdapat dalam area pertanian dan mengganggu produktivitas tanaman budidaya.Gulma makan gulma … J.

Ini Lho Manfaat Herbalnya….

Sebagai obat alami batuk, bisul/furunculus, campak/measles, gabag/morbili, demam eksim/eczema, gigi rusak, kudis/scabies, kutil, kejang jantung/angina pectoris, luka kulit, radang anak telinga/otitis, radang lambung/gastritis, atau pun sakit gajah.

Walaupun memang bersifat herbal, namun BPG menyarankan, mengingat racunnya yang tinggi, selama masih ada alternatif pengobatan herbal atau medis yang lebih aman, sebaiknya penggunaan tanaman ini dihindari.Apalagi kita juga tidak tahu dengan pasti seberapa dosis penggunaan yang aman.

 

 

===========================================================

Kata Widuri sebelum tahun 1990-an seringkali digunakan sebagai nama bayi perempuan. Harapannya, kelak setelah remaja, bayi tersebut dapat menjelma menjadi gadis yang cantik jelita, seperti halnya kecantikan bunga ini yang tiada tara. Kata Widuri juga dijadikan sebuah judul lagu yang pernah populer.Penyanyinya adalah Bob Tutupoli. Namun pencitraan dari nama ini kalah populer dibanding Melati/Yasmin yang dicritakan sebagai sosok gadis yang cantik jelita berhati mulia.

Sekali lagi disarankan: Selama masih ada alternatif pengobatan yang lebih aman, sebaiknya penggunaan herbal dari tanaman ini dihindari.

==================================================================

8

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

KEVIN SANJAYA SUKAMULJO, MEMANG DILAHIRKAN MEMANG UNTUK MENJADI JUARA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artikel ini memang memiliki tema lain ya dibanding biasanya. Selain untuk selingan juga memanfaatkan kategori “Tak Berkategori” atau ‘Unchategorized” yang ada di WordPresss. Dan saya memang lagi berniat untuk menulis ini yang berawal dari rasa kepenasaran saya akan sosok Kevin.

 

Bahasan mengenai kehebatan seorang Kevin telah tersebar di mana-mana, baik di media cetak, internet, maupun televisi. Para penggemar fanatiknya pun mengunggah video-video dirinya, baik sedang dalam suatu pertandingan maupun cuplikan-cuplikan kehebatannya. Dan tentu saja untuk tulisan mengenai Kevin ini, saya mengabaikan berita-berita atau informasi mengenai kehidupan pribadi Kevin di luar lapangan, kecuali yang ada hubungannya dengan badminton.

Sebelumnya saya hanya membaca kehebatannya melalui tulisan-tulisan di internet dan belum pernah menyaksikannya melalui siaran langsung di televisi atau menonton videonya yang tersebar di You tube, hingga gelaran Asian Games kemarin.

Dan untuk memenuhi rasa kepenasaran saya itu, saya harus memperoleh informasi sebanyak-banyak tentang Kevin dengan cara mengunduh video-video tentang Kevin dan kemudian menonton atau memutarnya secara berulang-ulang.

Dan hasilnya saya memang harus mengakui, bahwa seperti yang dikatakan salah satu pelatihnya di PB Djarum, Kevin memang dilahirkan untuk juara. Kalau orang mengatakan bahwa Kevin itu hebat, saya tidak setuju. Menurut saya, Kevin itu SUPER HEBAT. Lebay kah saya? Saya akan menjawabnya TIDAK, karena fakta menunjukkan bahwa Kevin memang Super Hebat.

Ini beberapa alasannya.

Kevin Sanjaya Sukamuljo itu adalah pemain bulu tangkis tingkat dunia yang …

Genius. Sigit Budiarto, mantan pelatihnya, menyebut Kevin itu pintar. Namun menurut saya, Kevin itu jenius. Untuk membaca permainan lawan dan kemudian ‘mengeksekusinya’ dengan senjata yang mematikan yang harus dipikirkan dalam waktu sepersekian detik tidak dapat dilakukan oleh seorang yang pintar saja, tetapi levelnya sudah jenius. Kita lihat bagaimana Kevin menempatkan bola pada area lawan yang kosong, padahal dalam permainan ganda, area kosong itu sangat jarang terjadi, karena dengan adanya dua pemain, mereka dapat mengkafer bidang lapangannya. Dan Kevin sukses mendulang point dari bola-bola yang mengarah ke area kosong lawannya. Atau cara yang cukup sering dilakukannya, dia mengarahkan bola kepada lawan yang fokusnya telah berkurang, atau memukul bola dengan gaya tipuan. Di sini memang Kevin bermain dengan melawan arus pembiasaan dan kebiasaan yang telah mendarah daging dari setiap pemain bulu tangkis dan yang telah menjadi pikiran dan gerak reflek setiap pemain badminton. Misalnya kalau bola dipukul begini, maka biasanya hasilnya akan begini. Kevin melawan itu.

Rajanya Servis. Servisnya selain membingungkan juga gaya memukul Kevin yang menipu menyulitkan lawan membaca arah bola. Terkadang kok berputar-putar tidak beraturan, sehingga lawan tidak tahu kemana arahnya. Yang paling banyak dilakukan Kevin dan mengundang proses lawan-lawannya, dia melakukan servis dengan gestur menipu. Misalnya dia memukul dengan lemah bolanya dan lawan pun menduga bola tak akan sampai ke bidang miliknya, dan lawan pun membiarkan bola tersebut tanpa ada usaha untuk memukulnya. Tapi ternyata, bola masuk bidang lawan meski tipis menyentuh garis atau sedikit di belakang garis. Atau juga Kevin melakukan servis yang menurut pandangan lawan itu fault, namun hakim servis tidak menyalahkannya. Atau terkadang juga Kevin melakukan servis dengan cepat ke belakang area lawan dengan gesture atau cara servis yang biasa dilakukan dalam permainan ganda, yakni servis bola rendah. Servis bola belakang dengan gestur yang sama tidak umum dilakukan dalam ganda, dan Kevin mempopulerkannya dan menjadi salah satu gaya servis andalannya. Sekarang lawan-lawannya juga sudah mulai ikut-ikutan memakai servis mendadak seperti ini.

Karena kreasi-kreasi servisnya mendapatkan protes dari lawan-lawannya, maka BWF pun merubah aturan-aturan tentang servis.

The Imitator. Tidak segan-segan Kevin mengadaptasi gaya atau teknik yang tidak ada hubungannya dengan badminton. Misalnya pura-pura memukul bola, padahal sesungguhnya Markuslah pemukul bolanya. Gaya ini biasa dimainkan para pemain bola. Terkadang pukulan Kevin seperti anak kecil yang sedang bermain, atau memukul bola dengan asal-asalan saja atau terkadang juga memukul bola dengan gaya orang/anak yang baru belajar badminton. Dan gaya ini juga membuat bingung lawannya. Mirip Drunken Master yang memakai jurus orang mabuk sehingga membingungkan lawannya.

The Biggest Creator. Kevin menciptakan gaya atau teknik pukulan baru yang tidak dikenal sebelumnya, utamanya dalam hal servis. Atau mungkin juga teknik tersebut sudah ada sebelumnya, namun Kevin mampu memaksimalkannya.

Mungkin sekarang lawan-lawan sudah pada tahu dan dapat membaca gaya Kevin, namun Kevin juga tak kekurangan cara untuk menciptakan atau mengadaptasi teknik-teknik permainan baru yang tidak dikenal lawan-lawannya.

Penipu Ulung. Seperti hewan yang berkamuflase untuk mengecoh para pemangsanya, Kevin juga memiliki gaya atau teknik tipuan yang membuat lawannya terkecoh, baik melalui gesturnya maupun teknik memukul bolanya. Misalnya saat jumping smash seakan-akan dia akan melancarkan pukulan yang keras, namun nyatanya dia hanya memukul kok dengan tenaga sedikit, sehingga kok berada di depan net bidang lawan. Atau Kevin memang memukul bola dengan keras, namun kok jatuh rendah di depan net lawan.

Lihai Memancing Emosi Lawan. Untuk yang satu ini Kevin memang jagonya. Seringai, senyum, mimik muka, dan juga gestur tubuhnya membuat lawan-lawannya terpancing emosi, sehingga akan kacaulah permainannya. Kevin memang mengakui kalau dialah yang berinisiatif memancing emosi lawan lebih dahulu, sehingga lawan akan rusak permainannya. Karena itu, Kevin memiliki musuh bebuyutan Li/Liu dari China, dan Goh/Tan pasangan Malaysia. Kedua pasangan ini sangat membenci Kevin.

Ada lagi jurus andalannya untuk memancing emosi lawan. Bila bola lawan membentur net dan jatuh di lapangannya sendiri, Kevin akan berlari mengambil bola tersebut sebelum sang lawan memungut bola yang memang kewajibannya. Namun di saat lain, Kevin berlari dan berpura-pura akan mengambil bola yang jatuh di bidang permainan lawan, namun dia tak jadi mengambilnya dan membiarkan bola di tempatnya semula agar lawanlah yang mengambilnya. Kalau gini, siapa yang tak emosi ya?

Kevin Sanjaya SUKAMULJO - The Hyperactivity Badminton Boy.mp4_snapshot_07.52_[2018.09.29_21.15.02]

Lihatlah seringai Kevin, gimana lawan g panas?

Sang Matematikawan. Inilah kehebatan dari Kevin yang membuat saya tak habis pikir. Untuk yang satu ini, saya hanya bisa berdecak kagum atas anugerah Allah yang diberikan kepada seorang Kevin. Memang benar kata salah satu pelatihnya di PB Djarum, Kevin memang dilahirkan sebagai juara. Dan inilah salah satu contoh kelebihannya.

Kevin dapat memperhitungkan dengan akurat bahwa bola yang dipukul lawannya itu akan keluar/out tanpa dia harus terlebih dahulu melihat atau menengok atau mengecek garis lapangan miliknya. Hitungan matematis itu berjalan di otaknya hanya dalam hitungan sepersekian detik. Kalau kejadiannya sekali dua kali, mungkin kita akan menganggapnya bahwa dia sedang beruntung. Tetapi ini kejadiannya berkali-kali, dan sudah berkali-kali pula saya repeat videonya, namun saya tetap dibuatnya terheran-heran dan tak habis pikir. Hingga sekarang pertanyaan “Bagaimana bisa?” terus menghantui.

Kevin Sanjaya SUKAMULJO - The Hyperactivity Badminton Boy.mp4_snapshot_00.52_[2018.09.29_21.12.25]

Tanpa melihat garis, Kevin membiarkan bola dan melakukan aksi tengil

Biasanya aksi membiarkan kok lawan ini akan dibarengi aksi tengilnya.

Sang Fisikawan. Kevin dapat memukul bola dengan berbagai variasi. Apakah Kevin menguasai ilmu fisika, saya tidak tahu. Namun julukan Raja Servis yang disematkan padanya, bukanlah julukan yang asal-asalan saja. Kok/bola yang diservis Kevin dapat berputar, atau melemah, atau mengencang, atau meluncur ke arah yang tak diduga dengan gestur tubuh yang sama.

Atau Kevin dapat juga memukul bola dengan arah raket dan bola yang berlawanan. Jadi raket menghadap kemana, namun kok juga menuju kemana.

Mungkin kalau bahas kelebihan-kelebihan Kevin yang lainnya mungkin masih banyak yang belum dapat saya tangkap atau ungkap. Namun beberapa alasan di atas sudahlah cukup membuktikan bahwa Kevin memang pemain bulu tangkis Super Hebat yang pernah ada.

MARKUS, SANG TANDEM IDEAL

Tentu saja keberhasilan dan kehebatan Kevin yang seperti ini tak akan maksimal bila tidak mendapatkan pasangan yang ideal. Dan Markus Fernaldi Gideon lah jawabannya.

Dunia, khususnya PBSI, memang mengakui kehebatan seorang Kevin. Karena itu Kevin diplot sebagai bintangnya. Dan di sinilah ‘tugas’ beratnya Markus dalam mempertahankan keberlangsungan dan kesolidan mereka berdua. Dengan tipe permainan yang tidak jauh berbeda, tugas Markus Gideon dalam memahami karakter dan gaya Kevin semakin berat dibanding apabila mereka berdua memiliki tipe permainan yang berbeda. Dalam ganda, biasanya pemain dipasangkan karena memiliki karakter dan tipe permainan yang berbeda, sehingga apabila dipasangkan akan tercipta ganda yang solit. Tetapi Kevin dan Markus memiliki tipe permainan yang sama. Di sinilah pengorbanan dan kedewasaan Markus teruji dengan berat. Dan Markus dengan hebat mampu melakoni dan melewatinya. Markus dengan gemilang mampu menurunkan bahkan memupus keegoan dirinya. Markus selain mampu memahami gaya dan karakter Kevin, dia juga mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat. Meski usianya lebih tua, namun dia tak pernah bersikap sebagai leader atau ‘pelatih’ atau pembimbing Kevin. Ini berbeda kala Kevin berpasangan dengan Greysa Polli, yang mana Greysa memposisikan dirinya sebagai pembimbing Kevin. Dan Markus menempuh cara yang berbeda. Markus menempatkan dirinya sebagai ‘teman bermain’nya Kevin. Dan cara yang dilakukan Markus ini terbukti mampu membuat ganda ini semakin solid dan menakutkan bagi lawan-lawannya. Salut untuk Markus.

Kevin Sanjaya SUKAMULJO - The Hyperactivity Badminton Boy.mp4_snapshot_07.50_[2018.09.29_21.14.29]

Markus, Sang Pahlawan Tersembunyi

NB: Rasanya ulasan saya tak akan sempurna bila tidak disertai dengan melihat video-video permainan Kevin atau dengan tandemnya, Markus. Silahkan video-video tentang mereka dapat dilihat di Youtube channel: I Love Badminton. Dan gambar-gambar yang ada di artikel ini juga berasal dari channel yang sama.

Kevin Sanjaya SUKAMULJO - The Hyperactivity Badminton Boy.mp4_snapshot_08.12_[2018.09.29_21.15.47]

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Aglaonema pictum tricolor, Berdaun Indah Bermotif Kamuflase/Doreng

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

1Tanaman hias daun (ornamental foliage) Aglaonema pictum var. tricolor memiliki daun yang cantik. Permukaan seperti dilapisis beludru, walau tipis dengan motif atau pattern seperti doreng yang merupakan warna kamuflase para tentara.

Secara umum genus Aglaonemaaglonema, untuk memudahkan pengucapan orang Indonesia – dari familia Araceae (suku talas-talasan) lebih dikenal dengan nama Sri Rejeki, atau Chinese Evergreen ini mudah beradaptasi, dirawat, dan dikembangbiakkan, baik melalui penyemaian biji-bijinya, stek batang, atau pemisahan rumpun.

6

Aglaonema yang satu ini merupakan tanaman asli Indonesia atau endemik Sumatra dan Nias ini habitatnya pada lantai hutan tropis dengan intensitas sinar rendah dan kelembaban tinggi. Tidak tahan sinar memang. Karenanya diletakkan pada tempat yang ternaung atau teduh agar warna daunnya cemerlang. Selain itu, jaga jangan sampai media mengalami kekeringan.

5

Akar serabutnya langsung tumbuh dari bagian batang hingga beberapa cm di atas permukaan tanah. Batang tidak berkambium dengan tinggi 20 – 30 cm. Form warna daunnya dapat berbeda-beda. Ada yang warna putih/silvernya, atau hijau pucatnya, atau hijau gelapnya yang dominan. Ada yang warna putihnya mendominasi/terkumpul di sekitar tulang daun dan ada yang tersebar merata ke seluruh bagian helai daun. Daun yang berukuran sempit memiliki warna yang lebih cemerlang dan tajam dibanding yang berdaun lebar. Secara logika ini tidaklah mengherankan karena zat-zat pigmennya lebih dapat terkumpul dibanding daun yang bersais lebar.

8

Berdasar infonya, Aglaonema membutuhkan pemupukan teratur. Namun pada kebun BPG, pemupukan sangat jarang sekali. Pupuk berasal dari air cucian beras, atau ampas teh, atau bumbu penyedap yang telah kadaluarsa atau rusak. Selain itu media juga diberi cacahan/potongan seresah.

4

BPG belum pernah melakukan perbanyakan tanaman karena masih tahun perdana merawatnya.

Dari informasi populasinya memang sangat langka, walau mudah dirawat. Entah apa yang menyebabkannya dilabeli sangat langka. Mungkin saja agar harganya bisa naik/mahal. Atau bisa jadi karena daerah persebarannya hanya pada wilayah tertentu saja. Sangat ideal sebagai penghias terrarium atau greenhouse dan cocok untuk kota-kota besar yang memiliki kesempitan lahan karena sosoknya yang pendek.

2

Oh ya, BPG belum menemukan nama Indonesia atau daerahnya. Menurut sahabat, kira-kira apa ya namanya yang cocok. Apakah Aglao Doreng, ataukah Aglao Tentara, atau Aglao Triwarna, atau mungkin Sri Rejeki Triwarna?

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium reflexitepalum J.J. Smith, si Mungil nan Cantik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kalau kita cari informasi mengenai anggrek ini di internet, akan membuat kita kebingungan karena banyaknya kontrainformasi, seperti:

  • Terdapat perbedaan bentuk bunga, warna, ataupun daunnya, padahal namanya sama. Dan ID dari anggrek yang BPG unggah berdasar dari situs anggrek terbesar seperti IOSPE dan BlueNanta, serta Kew Ceck Plant List.
  • American Orchids Society mengganti namanya menjadi Dendrobium lobulatum. Namun apabila kita gunakan nama ini sebagai keyword di internet, maka yang timbul adalah data dan gambar anggrek yang berbeda dengan Dendrobium reflexitepalum yang dibahas pada artikel ini. BPG juga belum menemukan keterangan mengenai perubahan nama ini dari situs IOSPE dan BlueNanta. Namun bagi BPG bila anggrek ini ber-ID Dendrobium lobulatum juga tak mengapa, karena labellum anggrek pada artikel ini juga berujung lobe/lekuk yang tajam. Hanya saja tidak umum disematkan pada anggrek ini.
  • Bunga Dendrobium lobulatum sendiri muncul dari ketiak daun, sementara Dendrobium reflexitepalum muncul dari batang atau tangkai yang memanjang.

2

Morfologi salah satu Dendrobium section Aporum ini:

  • Panjang batang kurang lebih 20 cm
  • Tumbuh tegak saat masih muda, yang kemudian berubah menggantung bila anggrek sudah dewasa
  • Daun tebal dan kaku
  • Akar kecil dan pendek
  • Keiki tumbuh pada pangkal batang semu yang tak berdaun
  • Tunas anakan muncul dari pangkal batang semu
  • Bunga Aporum reflexitepalum (sinonim) muncul dari sela-sela batang semu yang tak berdaun, mekar satu-satu dari titik tangkai bunga yang sama dengan ketahanan sekitar 7 hari. Ukuran mungil (5 mm) berdasar putih baik sepal, petal, maupun labellumnya yang dihiasi garis merah terang. Sayang gambar-gambar pada artikel ini tidak dapat merefleksikan warna yang sebenarnya. Bunganya juga lebih sering tumbuh terbalik atau miring

1

Habitat anggrek pada ketinggian sekitar 200 – 1000 m dpl pada hutan-hutan tropis yang terdapat di Jawa dan Sumatra.

4

Anggrek The Reflexed Petal Dendrobium ini tidak tahan hujan saat masa adaptasi. Disarankan juga diletakkan pada area yang teduh dengan cahaya yang cukup terang. Boleh terkena sinar, asalkan pagi hari hingga pukul 8 atau sinar yang menerobos dari sela-sela daun atau atap.

Picture 1180

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Hibiscus rosa-sinensis, si Polos yang Menawan Hati

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3Rasanya tak ada yang tak mengenal tanaman hias yang satu ini. Meski kini Waribang (Bali).sudah tidak sepopuler dahulu, namun varian-varian hibridnya yang cantik-cantik terus hadir di taman-taman milik instansi pemerintah, swasta, jalan atau pun juga rumah-rumah penduduk. Apalagi kini juga hadir varian dwarf-nya dengan warna-warna daun atraktif yang sosoknya tidak lebih dari 1 m, sehingga cocok ditanam pada pot atau lahan pemukiman yang memang terbatas.

Semasa kecil, Kembang Sepatu ini menjadi salah satu mainan BPG. Bunganya digosok-gosokkan pada sepatu yang terbuat dari karet atau kulit imitasi, sebagai semir. Helai petalnya digulung dan digosok dengan perlahan-lahan, kemudian ditiup, maka jadilah balon-balonan, meski sekedar melepuh saja. Atau helai petalnya tersebut ditiup, jadilah terompet-terompetan. Entah, apakah kids zaman now juga bermain seperti ini ya?

Semula, BPG sempat jatuh hati pada Bunga Raya (Melayu) ini. Namun sekarang sudah tidak begitu lagi menggebu-gebu karena tergesernya selera kepada bunga hias lainnya, utamanya anggrek. Apalagi sosok Wora-wari (Jawa) ini termasuk tinggi untuk ukuran kebun BPG. Lagipula tanaman hias ini juga membutuhkan sinar langsung, padahal area kebun BPG hanya tersinar beberapa jam saja. Apalagi banyak tanaman hias lainnya, termasuk anggrek, membutuhkan area panas untuk dapat berbunga. Maka jadilah Soma-soma (Nias) ini digeser ke tempat yang lebih teduh, dan sering kali dipangkas ranting-rantingnya agar tidak terlalu tinggi.

Dulu Bungong Raya (Aceh) pernah menjadi tanaman hias yang populer dan ditanam di rumah-rumah penduduk, sekolah-sekolah, instansi pemerintah maupun swasta, pinggir jalan, dan taman-taman kota. Bunga yang banyak dengan warna-warna polos seperti merah, putih, pink menjadi tampak kontras dengan hijau daun. Meski hanya mekar sehari, namun tak mengurangi kecantikannya. Apalagi perawatannya tidak memerlukan tenaga dan waktu ekstra, cukup disiram saat daunnya layu, itu juga sudah cukup baginya. Sedangkan perbanyakan dapat dengan stek batang yang sudah matang kondisinya (tua).

Kembang Wera (Sunda) juga memiliki khasiat herbal sebagai obat untuk air kemih bernanah (gonorrhoea), batuk (lendir, darah, dan rejan/pertussis), radang saluran napas (bronkliitis), demam karena malaria, gondongan (parotitis), infeksi saluran kemih, keputihan, melancarkan haid dan mengatasi haid tidak teratur, mimisan (epistaxis), radang selaput ikat mata (conjunctivitas), radang usus (enteritis), sariawan (aphthae), tuberkalosis (TBC). Kemanfaatkan herbal ini dimungkinkan karena Bunga Sepatu mengandung zat-zat kimia di antaranya taraxeryl acetat, cyanidin diglucosid, hibisetin, zat pahit, dan lendir yang mengandung fungsi efek farmakologis antiviral, antiradang (anti-inflamasi), antidiuretik, menormalkan siklus haid, dan meluruhkan dahak.

Meski bersifat pengobatan alamiah, namun wanita hamil tidak disarankan untuk menggunakan resep-resep dari Hibiscus rosa-sinensis.

4215Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh