Bronchocela jubata Duméril & Bibron, Jenis Bunglon yang Banyak Tersebar di Wilayah Indonesia

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semula BPG tak menyadari keberadaannya, seekor Bunglon Surai, reptil pohon berukuran sedang (remaja) yang sedang bertengger di salah satu ranting pohon Bauhina purpurea. Warnanya yang hijau memang nampak tersamar di antara dedaunannya, ditambah lagi saat itu BPG sedang fokus pada kupu-kupu Hipolimnas bolina jantan yang terbang ke sana kemari. BPG hanya mampu menembak salah satu anggota dari suku (familia) Agamidae (Kadal) ini 2 kali saja, itu pun dari jarak semeter lebih karena sudah keburu lari menghilang.

Hewan ini sering dijadikan lambang/logo berbagai produk atau perusahaan. Juga dijadikan pomeo untuk menyebut orang yang sering berubah-ubah pendiriannya. Yang demen nonton film Star Wars pasti tahu ya tokoh Jarjar. Makhluk galaxi yang mirip Lunduk (Sunda) itu. Juga terdapat karakter pada game Tekken. Bunglon juga termasuk makhluk paling popular di bangku sekolah karena dijadikan sebagai contoh hewan mimikri. Meski pada kenyataannya terdapat jenis-jenis hewan lain yang memiliki keistimewaan seperti itu, namun Bunglon lah binatang yang paling mudah dijumpai, sehingga anak-anak didik akan mudah mengetahui contoh bagaimana proses mimikri yang terjadi pada hewan-hewan tertentu.

Berikut beberapa keistimewaan dari Londok (Sunda).

» Mimikri

Mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan warna latar / background atau lingkungan sekitarnya. Itulah yang disebut dengan mimikri secara sederhana. Tak banyak memang hewan yang memiliki kemampuan seperti ini. Selain bunglon dan hewan Chamaeleon (suku Chamaeleonidae), ada juga Gurita, makhluk laut yang memiliki kemampuan mimikri lebih cepat dengan variasi warna yang lebih banyak pula. Pada Bunglon hanya sedikit dari 160 spesies yang mampu berubah warna ke hampir semua warna. Umumnya perubahan Bunglon terjadi pada seputar warna hijau, coklat, abu-abu, dan kehitaman.

Dari jurnal Nature Communication diperoleh informasi bahwa perubahan warna Bunglon itu terjadi karena di bawah kulit terluarnya terdapat nanokristal spesial yang fungsinya memantulkan cahaya. Adanya perubahan ruang antara kristal tersebut mengubah cahaya (warna) yang dipantulkan ke mata kita. Jadi bukan karena memiliki pigmen warna yang dapat berubah-ubah. Perubahan tersebut berdasar data National Geographic dipengaruhi oleh sinar matahari atau cahaya, suasana hati/mood, suhu, dan pigmen warna. Suasana hati atau emosi tersebut pada jantan biasanya dipacu dalam perebutan betina atau persaingan dalam wilayah kekuasaan. Pada betina tidak seemosional jantan, karena mereka berubah warna hanya untuk menarik perhatian sang jantan saja, tak peduli jantan yang mana yang akan mengawini sang betina.

Sebelumnya perubahan warna pada Green Crested Lizards diduga berasal dari sel-sel yang disebut chromatophores (kromatofora), yakni sel khusus berpigmen (berwarna) yang terletak pada lapisan bawah kulit terluar. Lapisan atas chromatophores berpigmen merah atau kuning, sedang lapisan bawah berpigmen biru atau putih. Ketika sel-sel pigmen ini berubah, kulit bunglon pun berubah warna. Perubahan kromatofora terjadi karena mendapatkan pesan dari otak agar sel-sel tersebut membesar atau mengecil agar sesuai dengan latarnya supaya Bunglon dapat tersama dari pemangsa maupun mangsanya. Dari proses membesar atau mengecilnya sel-sel kromatofora ini menyebabkan pigmen sel bercampur-seperti cat. Suatu senyawa kimia/melanin yang dapat menyebar seperti sarang laba-laba melalui lapisan sel pigmen juga menyebabkan kulit Bunglon menjadi lebih gelap.

Dari kedua pendapat ini mana yang benar, wallahua’lam.

»» Mata

Memiliki visi 360 derajat sehingga dapat melihat ke dalam dua arah sekaligus. Kelopak mata atas dan bawahnya bergabung dengan lubang sebesar jarum bagi pupil untuk melihat. Keduanya dapat memutar maupun fokus secara terpisah untuk mengamati dua objek berbeda secara bersamaan atau bersifat independen. Keberadaan mangsa difokuskan oleh mata dengan memberikan visi stereoskopik tajam dan kedalaman persepsi. Serangga kecil yang berjarak 5 – 10 m pun mampu dideteksinya dengan sangat baik.

»»» Lidah

Mempunyai lapisan jaringan dengan keelastisan super, yang dapat dilipat seperti sebuah akordion. Untuk menangkap mangsanya, lidah Bloodsuckers dapat dilontarkan secara balistik dengan kecepatan yang luar biasa, yakni 0,07 detik pada percepatan melebihi 41 g. Lebih cepat dibanding pesawat Jet Fighter. Ujung lidah berbentuk bola bulat berotot yang akan dengan cepat membentuk cangkir hisap kecil setelah mencapai mangsanya. Lidah balistiknya ini memiliki panjang 1,5 sampai 2 kali panjang tubuhnya (tidak termasuk ekor). Juga memiliki lapisan yang sangat lengket agar mangsanya tidak mudah lepas.

Morfologi
Berukuran sedang, kurang lebih ½ m. Ekornya yang panjang dapat mencapai empat perlima dari panjang total. Ekor terasa bersegi-segi. Terdapat gerigi yang menyerupai surai pada tengkuk dan punggungnya. Dari ornamen inilah diperoleh nama “
jubata” atau bersurai. Gerigi tersebut terdiri dari sisik-sisik pipih panjang yang meruncing namun lunak dan tidak berlunas.

Kepala bersegi-segi dan bersudut. Dagu terdapat kantung lebar. Tulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, dan tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.

Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau. Pada belakang mulut di bawah tympanum, bahu, serta sisi lateral bagian depan terdapat bercak merah yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, semakin ke belakang semakin kabur warnanya.

Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisiknya keras, kasar, berlunas kuat.

Lima jari panjang-panjang pada masing-masing kaki sangat sesuai dengan gerakan di pohon (arboreal locomotion)/memanjat dan untuk berlari kencang. Kaki depan, kelompok luar berisi dua jari kaki, sedangkan sisi dalam berisi tiga yang berbeda terbalik pengaturannya dengan kaki belakang. Kaki-kaki khusus yang berfungsi mirip penjepit ini memungkinkan bunglon untuk dapat berpegangan erat ke cabang sempit atau kasar. Masing-masing jari terdapat cakar yang tajam untuk membantu cengkraman pada permukaan saat mendaki.

Populasi

Nias, Borneo, Jawa, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, dan kepulauan Salibabu. Juga ada di Philipina. Tentunya Indonesia memiliki persebaran yang lebih luas dibanding Philipina

Bunglon surai merupakan reptil yang berasal dari negara Filipina, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia kadal ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan bagian Tenggara, Nias, Dan Sulawesi.

Habitat

Semak-semak atau perdu, pepohonan, kebun, pekarangan, hutan hujan tropis dan tempat-tempat yang melimpah sumber makanannya.

Musuh

Ular dan burung pemangsa

Makanan
Berbagai macam serangga, seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain atau pun hewan-hewan kecil lainnya semisal siput. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin.
Aktif mencari makan pada siang hari.

Perkembangbiakan
Ovovivipar (bertelur di luar tubuh). Telur – biasanya 2 butir yang berbentuk lonjong – dipendam di lubang yang digali dengan moncongnya pada tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Kulit telur berwarna putih yang lentur dan agak liat semirip perkamen. Terkadang telur diletakkan begitu saja pada lapisan humus yang halus.

Spesies Terkait

Cecak Terbang (Draco spp.), Soa-soa (Hydrosaurus spp.), Bunglon Amerika atau Anole (Anolis carolinensis), atau sesama genusnya, seperti B. cristatella atau Bunglon Mahkota.

Status Perlindungan        

Least Concern (IUCN Red List) dan masih banyak dijumpai. Meski begitu, tentu saja populasinya kian lama kian jauh berkurang. Hal ini dibuktikan, sekarang sudah jarang menemukan hewan ini. Jadi BPG sungguh beruntung beberapa kali melihat hewan ini.

Untitled-1 copy

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Ajeran dan Kupu-kupu Gagak Hitam Putih Euploea core

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita tahu tumbuhan Widuri itu mempunyai getah beracun. Kita tahu juga kalau Nerium oleander|bunga Mentega menjadi the top ten of poisonous plant in the world. Namun kita juga tahu jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu, pasti akan terjadi, walau di luar jangkauan nalar manusia. Nah tumbuhan-tumbuhan yang beracun itu Allah menjadikannya tawar bahkan makanan favorit dari larvanya kupu-kupu Gagak dan kupu-kupu Monarki. Genus Euploea bersama Genus Danaus menjadikan Milkweed|Rumput Getah dan tumbuhan beracun lainnya sebagai tanaman inang utama bagi larva-larva mereka. Namun karena populasi tumbuhan beracun tersebut sudah jauh berkurang, maka populasi dua genus ini pun juga berkurang. Widuri, salah satu dari Milkweed yang ada di negeri kita ini populasinya di alam juga memprihatinkan. Saya menemukan Widuri hanya di beberapa spot saja, itu pun tidak sampai merumpun. Satu spot terdiri dari 1 – 2 tumbuhan saja. Beberapa alasan orang tidak menanam Widuri karena daunnya memang fave ulat. Selain beracun juga manfaatnya belum tereksplor.

gagak1

Nama Binomial dan Tampangnya:

Euploea core

The Crow Butterfly|Kupu-kupu Gagak|Kupu-kupu Gagak Inti|The Common Crow Butterfly|Oleander Butterfly

Diskripsi secara umum:

Taksiran lebar sayap 7 – 8 cm. Tampilan sayap dan warnanya serupa dengan jenis Kupu-kupu Gagak lainnya, dominan hitam kecoklatan. Terkadang ditemukan juga warna sayap yang memutih|kusam. Perbedaan ada pada corak sayap. Warna pola pada sayap semua putih. Beberapa di antaranya memang ada yang bersemu biru atau bahkan terdapat warna biru. Dan kupu-kupu Gagak ini tak memiliki warna biru sama sekali. Strip putih|margin sayap bawah pada kupu-kupu jantan sedikit melengkung, sedang betina lurus.

Model terbang:
Kecepatan sedang cenderung lambat dan lebih sering hinggap.

Tumbuhan inang:

Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp), Streblus asper, Beringin-beringinan|Ficus sp. (benjamina dan hampir semua jenis tergantung persebarannya), Nerium (odoratum, oleander, indicum), Brachystelma glabriflorumCeropegia cumingiana, Ichnocarpus frutescens, Toxocarpus wightianus, Morinda spp., Girionniera reticulata, Allemanda sp., Carissa ovata, Holarrhena antidysenterica, Mandevilla sp., familia Moraceae, Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides

Tumbuhan pangan:
Ajeran (Bidens pilosa), Lantana camara, Rumput Pecut Ekor Kuda|The Snakeweed (Stachytarpheta indica), Muntinga calabura(Cherry Tree|Talok|Kersen), Chilean Jasmine|Mandevillea laxa, Stephanotis spp, Melati Jepang/Cina|Trachelospermum jasminoides, Widuri dan Milkweeds lainnya (Asclepias spp).

Level jepret:

Easy. Karena jarang berjumpa pada spot Ajeran, so, tak banyak file yang saya dapat.

Habitat:

Mungkin jarangnya saya menjumpai kupu-kupu Gagak ini dikarenakan mereka memang lebih menyukai area tertutup dengan banyak vegetasi pepohonan. Dan saat saya menjepretnya di padang terbuka, mungkin mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat yang disukainya. Meski tinggal pada habitat tertutup tapi ada yang melaporkan kalau jumlahnya memang sudah sedikit. Maka perlu mendapat perhatian yang lebih agar keberadaannya tetap terus terjaga.

Populasi:

Jarang|sedikit. Kupu-kupu Gagak yang saya temukan ini populasinya lebih rendah dibanding Euploea mulciber (Kupu-Kupu Gagak Bergaris) yang belum pernah saya temui. Kalau dibiarkan saja, dikhawatirkan kupu-kupu ini populasinya akan kian terancam. Ups … jangan sampai dech …. Namun fakta-fakta di lapangan memang sudah mengarah ke sana lho, apalagi kuantitas tumbuhan inangnya juga semakin berkurang.

Keistimewaan:

Mengeluarkan bau yang kuat sebagai penanda bahwa dia beracun agar para predator tidak memangsanya. Namun tidak semua predator menjauhinya seperti laba-laba, capung, lalat, tawon|tabuhan serta beberapa jenis burung tawar terhadap racun tersebut.

gagak

Kemiripan spesies:

Sesama anggota genus.

 

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Penghias-Penghias Taman Gratisan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Paku pakis liar kian lama kian naik pamornya. Meski termasuk tumbuhan liar bahkan cenderung gulma, namun pesonanya tak kalah dengan tanaman hias maupun paku pakis hias lainnya. Karena itu sudah banyak hotel-hotel, rumah makan/kafe, dan taman-taman kota mulai melirik tanaman hias daun ini, salah satunya adalah Taman Menteng. Tumbuhan liar ini juga menghiasi lokasi suting acara-acara televisi, baik sinetron, bincang-bincang, maupun acara-acara lain. SCTV lah yang banyak menanyangkan dalam program-program mereka. Beberapa stand penjual bunga di tempat saya juga mulai menyediakannya. Namun kalau anda mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga, anda dapat memperolehnya secara gratisan, karena dapat ditemukan dimana-mana. tak dilepa
Ya memang, maksud penghias-penghias taman gratisan seperti judul artikel adalah paku pakis liar. Keindahan dan kecantikannya ada pada daunnya, yang terkadang unik bentuknya. Bagi pecinta tanaman hias sejati, tak ada bunga yang tak indah, tak ada tumbuhan yang tak mempesona. Semua akan dicintai dengan sepenuh hati, meski diperoleh secara gratis. Hampir di setiap sudut area yang lembab dapat kita temukan tumbuhan ini. Selain itu, paku pakis juga masih sulit untuk diperdagangkan kecuali jenis tertentu. Alasannya, ya karena ketersediaan di alam masih melimpah ruah, walaupun beberapa teman-teman blogger mengatakan pada beberapa tempat sudah mulai berkurang banyak, baik kuantitas/jumlah apalagi kualitas/jenis-nya. saluran air
Kelompok paku pakis ini mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai tanaman lainnya. Selain jenisnya yang sangat beragam, habitat dan tempat tumbuhnya pun berbeda-beda, mulai yang hidup di tanah (bersifat terestrial), air (hidrofit), dan udara (epifit). Paku pakis hidrofit pun terbagi untuk jenis yang mengapung atau tumbuh di bawah air/underwater. Karena itu paku pakis sangat mudah kita temukan. Hampir di setiap area dapat kita jumpai paku pakis. Ada yang tumbuh di celah-celah bebatuan / rekahan (litofit), tepi sungai/saluran air dan tempat-tempat yang lembap (higrofit), pada tumpukan sampah dan sisa tumbuhan maupun hewan (saprofit), pepohonan, sudut/celah/rekahan tembok/bangunan hingga tempat-tempat yang berlumut. Pokoknya hampir di setiap tipe tempat dapat kita temukan paku pakis meski barang 1 atawa dua jenis. Bahkan, paku pakis mampu tumbuh di tempat-tempat yang  cadangan tanahnya sedikit atau hanya sekumpulan debu saja, seperti di atas tembok atau celah-celah bebatuan.sudut Hebatnya, beberapa jenis paku epifit atau litofit mampu juga hidup bermedia tanah, atau sebaliknya. Contohnya Paku Sarang Burung. Bahkan Java Vern mampu hidup di air maupun di darat. Karena ukurannya yang relatif kecil dan pendek, si paku asli Jawa ini cocok sebagai penghias akuarium atau terarium.
Sebagai penghias taman, paku pakis dapat dijadikan sebagai tanaman pagar atau sebagai tanaman gardening bertema hutan-hutan tropis – apalagi bila dipadupadankan dengan anggrek – akan wow … jadinya. Paku pakis juga memberi kesan teduh karena memang menyukai kelembaban. Untuk paku pakis hidrofit dapat kita gunakan pada kolam, bejana maupun akuarium. Karena variannya sangat buuuaaanyak, kita pun punya alternatif pilihan yang banyak pula tergantung yang kita maui. Terkadang kita pun tak menyangka antara paku satu dengan paku yang lain ternyata masih sodaraan karena dilihat dari struktur bagian tanamannya sangat jauh berbeda. Seperti suplir dengan paku ekor kuda misalnya. Masing-masing varian membawa pesonanya masing-masing.

Karena tidak mempunyai bunga, paku-pakis berkembang biak dengan spora dan tunas anakan. Namun tidak semua paku pakis menghasilkan spora. Meski mampu menghasilkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta spora, namun tidak semuanya mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar spora mampu tumbuh. Dan itulah salah satu cara alam mengontrol perkembangan suatu makhluk hidup. Kalau anda beruntung, mungkin di halaman anda akan tumbuh paku pakis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, padahal anda tidak merasa menanamnya. bataYa, paku pakis ibaratnya adalah tamu yang tak diundang bila bikin kesel anda karena dianggap ‘merusak’ tema taman anda atau bahkan tamu tak diundang yang bikin bahagia karena yang ‘menclok’ di sana adalah paku pakis berharga mahal, seperti jenis-jenis Platycerium/Paku Simbar Menjangan. Saya pernah mengelami yang demikian ini. Tetangga saya mempunyai paku sarang burung. Saya pun ketularan punya pakis jenis ini. Dari dua tanaman, yang satu mati saat saya pindahkan ke dahan pohon yang bercabang. Rupanya masih terlalu dini saya mindahin ke sana. Pakisnya masih kecil.
Menurut analisis saya yang infonya dari berbagai sumber ditambah pengamatan, paku pakis yang hidup di tanah biasanya berakar serabut dan tidak berperekat. Batang/rhizomanya hampir atau bahkan tidak terlihat. Suplir termasuk salah satunya. Namun paku pakis jenis terestrial juga mampu tumbuh pada media kayu/pohon atau tembok yang hanya ada sekumpulan debu saja atau pada tempat yang berlumut. Saya pernah melihat di sebuah rumah ada Pakis Boston yang ditanam di cekungan percabangan pohon dengan sedikit media tanah.Untitled-2 copy
Menurut info, sebagian jenis paku sudah banyak yang punah. Paku purba ini berciri-ciri tidak berdaun atau daunnya kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdeferensiasi. Ada yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang dan bersifat homospor. Contohnya Rhynia major, Taeniocrada deeheniana, Zosterophyllum australianum, Asteroxylon mackei, Asteroxylon elberfeldense, Psilotum nudum, Psilotum triquetrum, dan Tmesipteris tannensis. Dari semua jenis itu, Psilotum dan Tmesipteris sajalah yang masih ada hingga kini. Psilotum nudum hidup di Pulau Jawa, Psilotum triquetrum hanya terdapat di daerah tropika, dan Tmesipteris tannensis masih hidup di Australia.
Sebagian besar tumbuhan paku memang masih dianggap liar cenderung gulma. Belum diketahui kemanfaatannya. Padahal Allah dalam menciptakan segala sesuatu tidaklah ada kesia-siaan di sana. Untuk itu kita memang perlu lebih menggali dan mengeksplor manfaat paku pakis. Yang sudah mampu diidentifikasi kegunaannya adalah:
Sebagai tanaman hias: ada paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) atau aneka macam suplir (Adiantum sp).
Obat–obatan: seperti Aspidium sp, Dryopteris filixmas, atau Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran: semanggi (Marsilea crenata) misalnya, atau Pteridium aqualium (Paku Sayur).
Bahan pupuk hijau, misalnya Azolla pinata.
Sebagai hiasan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Note:
ü    Diferensiasi menurut KBBI artinya n 1 proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan; 2 perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen; 3 proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan
ü    Karena begitu banyak variannya dengan penampakan yang mirip-mirip, utamanya bentuk daunnya, membuat informasi tentang tumbuhan ini yang ditulis para blogger pun menjadi simpang siur. Untuk itu, saya juga mohon maaf bila paku-pakis yang saya identifikasi ini juga salah. Untuk itu sudilah kiranya anda memberikan pembetulan agar bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

BAHASA DAUN

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bahasa Daun, mungkin belum ada yang menggunakan istilah itu ya? Kalau Bahasa Kalbu, saya tahu dari lagunya Titi DJ. Kalau bahasa cinta dari lagu-lagu juga, utamanya dari dari Mbak Vina Panduwinata. Timbul pertanyaan, memang daun punya bahasa? Ya iya lah. Kalau baca puisi atau dengerin syair lagu kan ada kalimat seperti ini …

Daun-daun berbisik lirih

Ye … itu kan kalimat puitis doang. Ye … iye … aye tahu. Tapi beneran kok, daun itu juga punya bahasa. Siapa lagi nih yang bilang? Ya kitab suci al-Quran yang artinya Allah lah yang bilang kalau daun itu juga punya bahasa. Ya setiap makhluk, baik itu makhluk hidup maupun benda mati – benda tak bernyawa –, semuanya mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Dan semuanya memuji Allah, Sang Maha Pencipta. Dan saya mengimani hal ini. Hanya saja kita tak memahaminya. Namun sebenarnya alam dengan berbagai caranya memberitahu atau mengabarkan kepada mengenai sesuatu hal. akan atau sudah terjadi. Tentunya bahasanya juga lain. Dan itu tidak semua orang mampu mendengar dan membacanya. Orang-orang terdahulu berpatokan pada kumpulan bintang untuk membaca alam, seperti kapan akan mulai menanam padi, atau kapan akan datang musim hujan, dan sebagainya. Umat Islam pun juga berusaha membaca gerakan matahari dan bulan untuk membaca kapan mulai sholat wajib. Dan dengan berpatokan pada perputaran pada matahari dan bulan akhirnya lahirlah almanak.

Dan inilah beberapa bahasa daun yang saya ketahui.

Krowak-krowak

Apa ya bahasa Indonesianya krowak-krowak untuk menyebut daun yang digigit-gigit itu. Kalau bolong-bolong tidak tepat. Kalau sobek-sobek juga tidak pas. Karena lupa dan tidak tahu sebutannya, akhirnya saya pakai bahasa Jawa krowak-krowak.

Ada dua penyebabnya.

Ulat

Dampak besarnya dari kerakusan ulat hanya tercapai bila dia dalam jumlah yang banyak. Ciri-ciri daun yang berulat biasanya tepi-tepi daun akan krowak-krowak dan menyisakan tulang daunnya. Kalau daun berlubang-lubang di tengah, berarti daun itu sudah berlubang duluan, baru ulatnya makan.ulat

Belalang yang Rakus

Lain lagi dengan belalang. Si serangga ini sangat rakus. Daun akan dimakannya daun10.jpghingga tak bersisa. Tidak hanya itu, dia juga makan bunga dan pucuk-pucuk tunas. Tanaman juga bisa mengalami kematian. Meski hanya seekor saja, efek yang ditimbulkannya relatif besar dibanding jumlah dan besar tubuhnya itu. Dan inilah yang menimpa tanaman-tanaman hias saya. Anggrek yang tak disukai ulat pun disantapnya. Penanganannya cukup repot juga. Karena tak ingin memakai zat kimia, belalang biasanya saya tangkap dan kemudian saya lemparkan ke sarang laba-laba. Ini juga tak efektif, karena belalang biasanya juga bisa meloloskan diri. Secara alamiah sebenarnya ada predator di sana. Ada laba-laba berjaring, baik jenis besar maupun kecil. Ada laba-laba pelompat. Dulu juga ada belalang sembah, sang predator, namun kini entah kemana. Dan kayaknya serangannya lebih tinggi dibanding penyantapnya. Terbukti banyak daun yang krowak-krowak. Bunga pun juga begitu. Yang masih kuncup tak sampai mekar sudah dimakan. Bunga yang sudah mekar, mahkotanya disikat juga. Urgh … bikin kesel juga nich. Tapi ya sudahlah, saya niatkan untuk sedekah saja.

Walau tidak sampai 100%, belalang tidak begitu suka daun yang tebal, berbau menyengat/tajam, bergetah, dan kasar. Banyak juga tanaman hias saya yang dihindari belalang. Ada Begonia, Bakung cs, Palm, dan lain-lain. Anggrek pun jenis tertentu saja yang dimakan, itupun juga nggak sampai dilalap habis. Paling-paling tunasnya, itupun juga kalau ketahuan sang belalang. Kalau tidak, ya aman-aman saja.

 

Daun Tua

daun3a.jpg Proses alamiah. Biasanya yang menguning dahulu adalah tepian daun hingga sampai ke pangkal daun. Kalau sudah begitu, daun akan gugur. Atau berubah ke warna coklat dulu baru gugur.

 

 

 

 

 

 

Perubahan Cuaca Mendadak

Di antara warna hijau akan ada warna coklat tua cenderung hitam. Tak peduli dia daun yang masih muda atau yang sudah tua. Tanaman yang tidak kuat hanyalah segelintir saja. Dari sepetak kebun, 2 – 3 tanaman saja, salah satu di antaarnya anggrek Scorpion. Plus serangan jamur, daun anggrek berwarna coklat kehitaman berukuran relatif besar. Tapi alhamdulillah, hanya menyerang satu batang saja. Lainnya aman.

daun11

Serangan Kutu

Daunnya akan cepat berwarna coklat kehitaman. Serangan terparah ada pada daun yang dekat dengan pangkal batang, karena memang si kutu nggerombol di sana. Kutu ini warnanya coklat. Bentuknya gepeng cembung di tengah. Menempelnya sangat kuat, kayak kerang trip yang menempel pada dermaga-dermaga atau kapal-kapal. Keberadaannya baru diketahui setelah jumlahnya telah banyak, dan tanaman tidak kunjung berbunga, padahal persyaratan tumbuh tanaman sudah dipenuhi. Atau selain perubahan warna daun, tanda lainnya adalah batang tidak tumbuh-tumbuh atau memanjang dan membesar. Penanganannya saya kerok. Termudah menggunakan kuku. Kalau anda jijai ya pakai saja gunting/cutter yang sudah tumpul. Pisau juga bisa.

Ini nih tampang dari si kutu.

 

 

Dan ini bahasa sang daun.

 daun1a

Daun yang Sehat

daun8aWarnanya hijau muda untuk daun yang masih baru, dan hijau tua untuk daun yang sudah ‘berumur’. Warna itu dipengaruhi oleh karakteristik si tanaman. Tanaman yang menyukai cahaya matahari, daunnya berwarna hijau terang dan bila diletakkan di tempat yang teduh, daunnya akan berubah menjadi hijau gelap dan tidak gilap/mengkilap.

Serangan Virus/Bakteri/Jamur

Menyerang Sanseviera saya. Karena hanya satu daun saja yang diserang, itu pun hanya lapisan atas daun, saya pun membiarkan saja. Kalau dirasa merusak penampilan, anda dapat memotong daun yang terserang.

daun12

 

Bintik-bintik Kuning

Penyebabnya kutu-kutu kecil yang bisa terbang. Saya tak tahu namanya. Daun akan ketahuan diserang apabila kutu-kutu tersebut sudah banyak. Daun bercak-bercak berwarna kuning atau abu-abu atau kecoklatan sesuai dengan sifat dan ketebalan daun.

 

Terpapar Sinar Matahari

Biasanya tepi daun menggulung dan berwarna coklat layaknya terbakar. Anda dapat DSC03786membuang daun yang rusak tersebut, kemudian memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh atau intensitas cahayanya tidak begitu kuat. Untuk daun tebal, biasanya berwarna kuning kecoklatan saja seperti anggrek dendro di bawah ini.

Tampilan daun yang terbakar ini hampir sama dengan daun yang diserang belalang-belalang anakan. Dalam jangka waktu yang relatif lama, daun akan menggulung dengan tepian seperti terbakar. Namun tidak semua daun bertanda seperti ini. Ada juga yang tampilannya seperti ini.

 

Lupa Disiram

Daun mulai dari ujung hingga pangkalnya dengan cepat akan mengering berwarna kuning, kemudian coklat, dan gugur. Namun tidak semua tanaman berpenampilan seperti itu, tergantung jenis dan daya tahan tanaman. Untuk tanaman yang tahan kekeringan, tentu saja efeknya berbeda dengan tanaman yang menyukai media basah.

daun6a

Dan itulah bahasa daun yang saya ketahui. Sebenarnya masih banyak sekali bahasa daun yang mengirimkan sinyal-sinyal kepada kita mengenai keadaan mereka. Namun karena saya hanya punya foto seperti di atas dan juga pengalaman lainnya tidak ada, maka ya ini saja dululah yang bisa saya upload. Semoga bermanfaat. Selamat berkebun.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Bunga Kamboja Putih Tetangga Sedang Rajin-rajinnya berbunga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Para gardener …

Bunga Kamboja warna putih dan kuning pada dalam tabung bunga milik tetangga sebelah itu sedang rajin-rajinnya berbunga. Aromanya yang lembut pun nyampai di rumahku. Aku pun jadi senang mencium-cium wanginya yang dihembuskan angin. Meski di halamanku banyak jenis bunga, namun untuk yang wangi belum ada yang mekar. Bunga Lili Paris yang sedang mekar wanginya tidak kecium cos bunganya yang mini. Bunga pukul empat juga sudah aku cabut, dan sekarang tumbuh generasi berikutnya. Beraneka jenis Bakung pun sudah satu tahun belum menampakkan kuncupnya. Pernah lho saat ada tamu bertandang pas Bakung ku mekar, tamu itu mengira rumahku disemprot parfum. Senang ya kalau bunga-bunga kita menebarkan aroma wangi.

Dulu sih aku pernah tinggal di Malang, yang mana rumah kontrakanku dekat dengan pembuangan sampah. Meski masih skala RW tempat sampahnya, selain bau busuknya menyengat juga jadi sumber penyakit. Beraktivitas apapun menjadi tak nyaman keganggu bau yang nggak enak itu. Kalau ada tamu juga nggak enak hati, meski bukan kesalahan kita. Apalagi kalau musim penghujan datang, selain baunya tambah menyengat, lalat-lalat pun berpesta pora untuk kawin dan memperbanyak keturunannya. Sedangkan limbah sampah yang cair itu selain berbau juga bisa membuat penyakit kulit. Wah … tambah jengkel lah kita. Kalau boleh milih, memang kita inginnya tinggal deket dengan tetangga yang rajin menanam bunga, apalagi yang harum-harum dibanding deket dengan tempat sampah. Namun toh kenyataannya tak selalu demikian kan?

Begitulah dalam kehidupan ini. Inginnya kita pun bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak baik, sopan terhadap siapa saja, baik hati kepada sesama, penyayang, dan akhlak-kambojaakhlak baik lainnya. Orang yang berakhlak baik itu laksana bunga-bunga yang memancarkan selain pesona kecantikannya juga keharumannya. Membuat orang nyaman, senang, dan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya. Meski kita punya rumah mentereng bak istana, namun kalau punya tetangga yang ringan tangan pun lidahnya, kita pun jadi nggak nyaman hidupnya. Kalau sudah keterlaluan banget ingin rasanya kita gampar mulutnya yang lancip itu dan menarik lidahnya yang tajam itu. Namun itu tak mungkin kita lakukan bukan? Mendendam bukanlah pemecahan masalah yang baik. Nasihati. Ya lewat nasihat baik yang kita berikan siapa tahu bisa merubah tabiat jelek tetangga kita itu. Dan juga meski rumah kita type RSS, namun bila memiliki tetangga yang baik, kita pun serasa tinggal di rumah yang indah, karena kenyamanan yang kita dapatkan saat bertetangga dengan orang berakhlak baik.

Dikisahkan, ada seseorang yang sedang berkeinginan mencari sebuah rumah. Keliling-keliling, keluar masuk kampung, akhirnya hatinya pun terpaut dan merasa cocok pada sebuah rumah yang memang sedang dijual. Dia pun menemui sang pemilik rumah dan bertanya berapakah harga rumahnya. Dijawab sang pemilik dengan jumlah tertentu. Sang calon pembeli pun protes. “Lho pak, bukankah harga pasaran sebuah rumah saat ini itu sekian?”. Sang pemilik pun menjawab, “Betul tuan, harga rumah ini sebenarnya memang sekian, namun di sebelah rumah itu tinggal seorang yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya yang dapat mendatangkan keberkahan bagi tetangganya. Maka dari itu saya pun menjual rumah ini dua kian, karena ada bonus tetangga yang sholih itu”. Luar biasa memang memiliki tetangga yang sholih, bagus agama maupun akhlaknya. Kita pun merasa beruntung bertetanggakan orang yang memiliki karakter-karakter yang demikian ini. Dalam pandangan manusia, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun dalam pandangan Allah, Sang Maha Pencipta, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bertakwa/takut kepada Allah. Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, bagai dua mata rantai yang saling terpaut. Tidak bisa orang itu sangat baik kepada para tetangga dan sesamanya, namun maksiat kepada Allah pun juga rajin dia lakukan. Dan tidak bisa juga seseorang itu rajin beribadah kepada Allah, namun lidah dan tangannya tak mampu dia jaga dari menyakiti tetangga dan sesamanya. Wallahu a’lam bishshowwab.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indonesia Pelangi Jingga

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BPGers …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Debar Jantungku, Getar Nadiku

Berbaur Dalam Angan-anganmu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang

Kau Tetap Indonesiaku

Andaikan Matahari Terbit Dari Barat

Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam

Dapat Palingkan Daku Darimu

Kusingsingkan Lengan

Rawe-rawe Rantas

Malang-malang Tuntas, Denganmu …

Indonesia …Merah Darahku, Putih Tulangku

Bersatu Dalam Semangatmu


Indonesia …Nada Laguku, Symphoni Perteguh

Selaras Dengan Symphonimu
Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

 

Saya terpesona saat band Arkarna menyanyikan Kebyar-kebyar yang sedang ditayangkan salah satu chanel TV kita. Mereka sedang di atas panggung secara live. Saya tak mengira band skala internasional itu menyanyikan lagu kita dengan penuh penghayatan (sebagai salah satu tanda keprofesionalisan mereka). Sungguh mempesona saat lagu ini dinyanyikan dengan versi mereka. Apalagi sang vokalis Ollies pun tak gagap menyanyikan lagu ini dengan bahasa aslinya – bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa –. Lidahnya pun tak tampak cedal bagi seorang bule. Sungguh membangkitkan keheroismean saya. Dan mau tak mau saya pun teringat pelajaran Sejarah semasa di bangku sekolah dulu.

Nusantara begitulah kita dulu disebut, pernah termasyhur di percaturan politik dunia melalui kejayaan kerajaan-kerajaan tempoe doeloe. Ada Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan lain-lain yang mampu mengepakkan sayap kekuasaannya hingga ke negeri-negeri tetangga. Kita juga terkenal dengan melimpahnya kekayaan alamnya yang mampu dieksploitasi dan dieksplorasi oleh kerajaan-kerajaan kita dulu, hingga mampu membuat kita berjaya, baik di darat maupun di lautan.

Sejarah pun berganti. Kejayaan kita pun meredup, berganti masanya para pahlawan dan pejuang untuk merebut kemerdekaan. Para pahlawan dan nenek moyang kita berjuang dengan mengorbankan apa saja demi tercapainya suatu kebebasan yang disebut dengan kemerdekaan. Dan setelah kemerdekaan tercapai, bukan berarti juga kita sudah lepas dari problematika. Para pelopor kemerdekaan harus memeras dahi untuk memikirkan suatu landasan ideologi dan hukum bagi negara yang bisa mencakup kebhinekaan bangsa ini. Yang mampu diterima semua orang dari berbagai suku, wilayah, dan budaya. Yang mampu tak menimbulkan rasa keegoismean. Mampu untuk berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Mampu menghujamkan ke dalam dada masing-masing individu yang merasa dirinya bagian dari bangsa ini semangat Bhineka Tunggal Ika, meski berbeda dari sudut manapun namun sesungguhnya kita adalah satu. Dan bagaimana juga para pelopor melahirkan dasar dan hukum negara tanpa menyakiti hati semua pihak. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, malah mungkin saja kesulitannya melebihi saat berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Pancasila dan UUD 1945 diakui atau tidak merupakan pemikiran yang sangat brilliant dari para pelopor kita. Keduanya merupakan hasil cita rasa yang fenomenal dan fundamental yang sangat cocok untuk negeri ini yang dihadiahkan para pelopor kita bagi negeri ini. Negeri dengan sejuta budaya, sejuta bahasa, dan sejuta adat yang secara logika masing-masing sangat rawan menimbulkan keegoisan, kedaerahan maupun perpecahan. Namun syukur alhamdulillah, pemikiran logis ini tidak terjadi pada bangsa ini. Kedua landasan ini kata demi katanya, kalimat-demi kalimatnya, makna demi maknanya dipikirkan dengan sangat matang agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya runtuhnya kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah itu. Dan pada kenyataannya keduanya mampu meredam sifat keegoisan kedaerahan kita masing-masing. Kita adalah saudara. Tak peduli apa bahasa kita, suku kita, adat kita, budaya kita, norma kita, dan lain-lainnya semua adalah satu dan menyatu menjadi sebuah negara dan bangsa yang sangat sekali kita cintai ini, negeri Indonesia. Ibaratnya sebuah taman yang penuh dengan beraneka macam bunga dengan berbagai bentuk, variasi, warna, maupun keharuman. Andaikan suku Papua adalah Anggreknya, Kalimantan Mawarnya, Sumatera Kambojanya, Bali dan Nusa Tenggara dengan Nusa Indahnya, atau Jawa adalah bunga Melatinya. Mereka terbagi-bagi lagi dalam berbagai macam sub spesiesnya. Bukankah Jawa itu ada suku Madura, suku Tengger, Osing, Solo, Yogja, dan lain-lain. Bukankah bunga melati pun ada melati gambir, dan jenis-jenis melati lainnya. Begitu pula yang lainnya, ada yang bagai Dahlia, Bougainville, dan lain-lain yang menyemarakkan sebuah taman yang bernama Indonesia. Suatu negeri yang laksana berada di awan, karena saking indahnya, saking kaya alamnya, dan saking ramah dan tepo selironya rakyatnya. Subhanallah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

– Surat Hujuraat / Kamar-kamar (50) ayat 13 –

Allah memang sudah berkehendak untuk menciptakaan manusia ini berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, maka Allah pula yang akan memudahkan lahirnya bangsa-bangsa itu, termasuk Indonesia / Nusantara. Allah menganugerahkan kemerdekaan yang merupakan prasyarat mutlak berdirinya suatu negara kepada kita. Dan kemerdekaan itu juga diraih dengan pengorbanan apa saja, termasuk nyawa. Hikmahnya adalah terjalinnya kesolidan atau kesatuan di antara kita. Menyatukan seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dengan berbagai bentuknya, adat-istiadat, bahasa, ragam budaya, maupun agama/kepercayaan bukanlah perkara yang sangat mudah. Mustahil jika tidak mendapat pertolongan dari Allah kita akan mampu melewati semua ujian itu. Dan para pelopor kita sangat menyadari hal ini, maka dalam Pembukaan UUD 1945 ada kalimat “.. dan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka …”

Dengan kemerdekaan, kita dapat dengan bebas menjalankan agama dan kepercayaan kita masing-masing tanpa takut apa-apa. Andaikan ada bentrok di antara kita, itu merupakan proses pendewasaan diri. Permasalahan akan selalu ada selama dunia ini belum ‘kukut’ / tamat. Riak-riak kehidupan tersebut memang telah ditetapkan Allah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya. Apakah kita pandai bersyukur dan bersabar. Dan kenikmatan-kenikmatan yang kita rasakan ini sebagai anugerah Allah atas jerih payah para pahlawan kita, baik yang dikenal maupun tak dikenal. Kita nikmat beribadah, bekerja, melakukan sesuatu yang kita senangi, dan lain-lain tanpa ada rasa takut melakukannya karena kita merdeka. Berbeda bila terjajah.

Selanjutnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah selesai begitu saja. Masih banyak PR-PR yang harus diselesaikan. Masih banyak masalah-masalah yang harus dicarikan alternatif pemecahannya. Korupsi secepat mungkin di atasi, hingga kita pun tak perlu membuang uang yang tidak bermanfaat untuk menggaji lembaga non koruptor. Itulah yang disindirkan Bu Mega dalam pidato perayaan kemerdekaan lalu. Bu Mega tidak menyentil seseorang atau sesuatu lembaga saja, namun teguran beliau itu ditujukan kepada kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Kalau menurut saya, Bu Mega selain mengajak kita semua jangan melakukan korupsi, juga jangan ‘menggembosi’ lembaga non koruptor. Kalau lembaga non koruptor tersebut terus-terusan digoyang, bagaimana masalah korupsi dapat segera teratasi?

Permasalahan-permasalahan di negeri ini seakan-akan memang tak ada habis-habisnya. Kini waktunya rupiah terpuruk, sedangkan harga-harga barang terutama kebutuhan pokok mencoba menggapai mega. Tapi ya begitulah romantika kehidupan ini. Maka sudah sewajarnya kita pun memotivasi diri untuk terus semangat menghadapi apapun yang terjadi. Berkepala dingin, berhati lapang, dan ringan tangan adalah 3 faktor penentu sukses tidaknya kita. Artinya selama masalah itu tidak membangkitkan emosi kita, kedangkalan kita, pun kemalasan kita, maka pelan-pelan tapi pasti segala problematika bangsa ini akan menyingkir. Tentu saja kita tak boleh lupa kepada Yang di Atas Sana, Dzat Pemilik Kehidupan dan Segala untuk memohon petunjuk.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

INDONESIA, I LOVE YOU WHATEVER YOU ARE

Jangan-jangan Anggrek yang kita Beli Anggrek Instan ya …?

Lindenia1888(04)140(curtisi)

DIGITAL CAMERA

DIGITAL CAMERA

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

Sekarang jamannya serba instan serba cepat, bahkan kalau bisa serba flash atau super flash. Keinstanan telah menjarah seluruh lini kehidupan masyarakat. Informasi serba cepat. Kereta super cepat. Makanan cepat saji. Karena ingin serba cepat – menuai hasil – domba-domba dan sapi-sapi pun kita kloning agar dapat segera dihasilkan atau diperoleh manfaatnya. Dengan kloning dapat dipangkas waktu yang dibutuhkan untuk perkembangbiakan dan pertumbuhan secara alami. Dengan begitu waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasilnya semakin singkat, dan tentu saja perputaran uangnya pun akan semakin cepat. Ayam-ayam potong diperpendek umurnya agar dagingnya dapat segera dikonsumsi. Pahanya disuntik biar cepat-cepat diperoleh paha-paha yang gemuk. Dan perlakuan ini tak hanya berlaku pada binatang aja, tanaman malah sudah lama dipangkas atau diperpendek umurnya. Bagaimana caranya supaya dihasilkan tanaman yang serba cepat tumbuhnya, serba cepat berbuahnya, dan buanyak hasilnya. Kelemahan-kelemahan dibuang, keunggulan ditimbulkan. Kadang-kadang saya pun dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Bunga matahari yang secara alamiahnya selalu mengikuti pergerakan matahari, sekarang karakter seperti itu dibuang karena dianggap bisa menghambat percepatan pematangan biji sebab energi untuk bergerak mengikuti matahari dapat dialihkan kepada pematangan biji. Contoh lainnya buanyak sekali …

Tentu saja yang serba flash, serba cepat atau serba instan tersebut menuai dampak-dampak negatif. Makanan-makanan cepat saji/fast food pada kenyataannya lebih banyak mudharat/kerugiannya dibandingkan keunggulannya. Para pakar kesehatan juga ahli gizi pun sudah menjustifikasi bahwa makanan cepat saji sebenarnya adalah junk food/makanan sampah. Mi instan misalnya, ada bahan yang merugikan tubuh kita, meski bahan yang positif bagi tubuh juga banyak. Jika cara pengolahannya tidak benar, dalam jangka waktu yang lama penyakit yang akan kita dapatkan dibanding kesehatan yang fit. Domba-domba atau sapi-sapi kloning tidak dapat menghasilkan keturunan melalui cara alamiah. Para petani harus membeli di balai benih untuk mendapatkan ikan atau ternak yang super cepat menghasilkan. Dulu para petani mampu membenihkan sendiri calon-calon padi. Namun sekarang mereka harus membeli benih-benih tersebut dari balai benih. Kalau maksa membenihkan sendiri sih bisa, namun hasilnya tak sebagus dan ‘selezat’ dalam mendatangkan hasil dibanding jikalau membeli dari balai benih/pertanian. Itulah beberapa efek dari kehidupan yang serba instan.

Tak hanya hal-hal yang berkaitan dengan kita saja saja yang kita flash-kan, bahkan kehidupan kita sendiri pun kita percepat. Kita hidup seakan-akan dikejar-kejar waktu dan takut kehilangan peluang. Inginnya serasa berlari laksana flash/kilat. Karena ingin serba flash, kita pun tidurnya juga flash. Sebelum ayam jago berkokok, kita sudah melek duluan. Kalau dulu ayam paling jago menanda waktu pagi/subuh, sekarang sudah kita ganti dengan jam beker yang kita stel sebelum waktu ayam berkokok. Kasus-kasus instan dalam hal keburukan pun banyak kita dengar atau baca. Kasus ijazah palsu dapat kita jadikan contoh. Karena ingin serba flash, kita jadi menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan kita itu. Teori ekonomi dengan bersedikit-sedikit dapat dihasilkan dengan sebanyak-banyaknya pun kita camkan dan realisasikan benar-benar, tak peduli cara-cara tersebut dapat menyengsarakan orang lain karena kita sikut sana sikut sini. Bahkan berurusan dengan hukum kita juga oke-oke saja. Toh ada temannya karena berbuatnya dengan berjamaah. Sebenarnya istilah jamaah tak pantas disematkan untuk hal-hal negatif seperti itu, melukai hati. Jamaah yang semula mempunyai arti yang baik – beribadah sama-sama – sekarang berkonotasi negatif – melakukan kejahatan bersama-sama –.

Karena ingin serba cepat, kita pun jadi ogah-ogahan untuk berjerih payah ria dalam mencapai hasrat atau keinginan. Inginnya semua telah ada, semua telah tersedia, tak usah memeras keringat untuk mendapatkannya. Mirip-mirip pomeo muda senang-senang, tua kaya raya, mati masuk surga. Artinya kita tak usah berpayah-payah untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan, bahkan kalau bisa tanpa berkedip pun apa-apa yang kita inginkan sudah ada di tangan kita, sudah tercapai. Namun tentunya itu hanyalah isapan jempol belaka. Adanya dalam dongeng-dongeng khayalan. Sim salabim, abrakadabra. Memang sih kalau Allah menghendaki apa yang kita inginkan pun akan kita dapatkan, namun itu prosentasenya bagaikan nol koma nol nol sekian dibanding sekian milyar peluang. Sangat-sangat muskil bukan?

Jangan-jangan anggrek yang kita beli pun tak lepas dari keinstanan tersebut. Dengan memanfaatan teknologi kultur jaringan, akan semakin mempersempit waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berkembangbiak. Ditambah lagi dengan pemberian hormon, obat-obatan atau pupuk-pupuk perangsang pertumbuhan maupun pembungaan akan memaksa aktivitas kehidupan anggrek semakin dipercepat. Tentu saja pasti ada efek sampingannya. Jangka waktu kehidupan biasanya juga semakin singkat. Itulah sebabnya saat kita membeli anggrek yang telah berbunga lebat dan indah, tak urung saat kita pelihara di rumah eh … tak berapa lama kemudian anggrek kita pun is dead-lah. Itu bukan efek satu-satunya lho, karena hibrid dan pemaksaan berbunga sebelum waktu alamiahnya, anggrek pun tak mampu berkembangbiak secara generatif. Ingat dengan ikan-ikan konsumsi maupun tumbuhan-tumbuhan pangan atau ayam potong yang tak mampu memberikan keturunan alaminya. Tentu saja anggrek-anggrek instan yang dijual itu merupakan anak pinak dari pemanfaatan kultur jaringan. Treatment indukannya tentunya juga berbeda dengan anggrek instan tersebut. Biasanya indukannya akan dibiarkan berkembang dan tumbuh secara alami dan leluasa. Ya mungkin saja penambahan zat-zat hara atau organik diberikan namun itu cara itu digunakan dengan maksud anggrek dapat suplai makanan yang cukup. Sedangkan anggrek instan diberikan berbagai macam treatment agar waktu untuk berbunga dapat dipersingkat atau diperpendek namun bunganya banyak. Yah … siapa yang nggak kepincut dengan anggrek yang sedang berbunga banyak, kompak, dan indah. Tak terasa kitapun dengan leluasa merogoh kocek untuk membawa bunga anggrek tersebut. Dan tentu saja harga akhir yang kita keluarkan pun jadi lebih mahal dibanding membeli anggrek yang mendapat perlakuan sewajarnya. Anggrek instan tentu saja akan cepat mati setelah merontokkan bunga-bunganya yang cantik nian itu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Catatan:

Artikel ini saya tulis berdasar analisis dan dugaan saya semata, hasil dari baca-baca curhat para friend, pun milis blog anggrek. Jadi anda bebas-bebas saja tidak percaya. Percaya pun juga nggak ngaruh pada saya. Dan hasilnya adalah saya berhipotesis bahwa beredar anggrek-anggrek instan di kalangan kita, utamanya yang di luar negeri sana. Memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Namun kalau kita jujur, tanda-tanda adanya anggrek instan itu ada kan?

Duh … Orkid Q pun Rest in Peace, Innalillahi …

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat the BPGers

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

– al-Qur-an surat Ali ‘Imran ayat 185 –

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Untuk mencapai kondisi yang seperti ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit, tidak cocok bagi hobiis rumahan

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Perbedaan perlakuan bisa menyebabkan anggrek kita mati

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Pemberian hormon, obat2 hama, pupuk, dll banyak dilakukan oleh para nursery besar

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 'penderitaannya', karena itulah kita harus proaktif

Anggrek tidak mudah mengirimkan sinyal2 ‘penderitaannya’, karena itulah kita harus proaktif

Kematian adalah hal yang pasti terjadi, hanya saja cara atau penyebabnya yang tidak dapat dipastikan. Dzat yang Maha Kuasa sajalah yang mengetahui rahasianya. Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, termasuk pula Malaikat Maut / Izrofil. Yang jelas ketuaan adalah salah satu penyebab kematian yang kita ketahui. Kala itu Nabi Ibrahim as didatangi malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Sebelum itu, Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat Izroil bila akan datang kembali untuk mengirimkan 3 tanda kepada beliau kalau memang saat kematiannya telah tiba. Dan Malaikat Maut pun menjelaskan telah mengirimkan tanda-tanda kepada beliau yakni lemahnya tubuh, putihnya rambut, dan keriputnya kulit – untuk yang ketiga ini saya lupa -. Itulah ketuaan yang merupakan salah satu penyebab alamiah kematian.

Kematian juga bukanlah perkara yang menyenangkan, sangat-sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya, termasuk para Nabi dan Rasul, dan juga Malaikat Izrofil sendiri. Padahal mereka adalah makhluk yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itulah banyak yang lari darinya. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. Makanya, kita inginnya hidup hingga 1000 tahun lamanya. Namun apakah mungkin? Hanya saja bagi para kekasih Allah itu, kesakitannya diringankan atau dialihkan. Sakitnya sakaratul maut/kematian bagi para Nabi dan Rasul itu laksana bulu-bulu yang dicabut dari badan burung. Kalau kita pernah mencabuti bulu ayam yang masih hidup, kita akan mendengar kokokan kesakitan sang ayam. Begitulah gambaran sakitnya kematian yang paling ringan.

Kelak, kala merasakan betapa sakitnya ruh yang dicabut dari media wadag-nya, Malaikat Maut menyesal telah mencabut nyawa seluruh makhluk, tak terkecuali tumbuh-tumbuhan. Namun Allah telah menetapkan hal yang demikian, yakni Malaikat Izrofil adalah makhluk terakhir yang mengalami kematian, sehingga dia pun akan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya karena dia baru akan mengetahui kesakitannya setelah seluruh makhluk telah mati. Apalagi kematian sudah merupakan ketetapan Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mampu menghindarinya, seperti sepenggal firman berikut:

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

Saya banyak baca milis mengenai anggrek. Banyak keluhan yang dilontarkan para anggrekers. Terbesar tentang kematian anggrek kecintaan mereka. Pada postingan yang lalu saya memang sudah tuliskan betapa gampangnya memelihara tanaman anggrek. Namun betapa pun mudahnya menanam anggrek dan betapa juga ahlinya kita mengenai keanggrekkan, tak urung juga suatu waktu kiita pasti mengalami kegagalan dalam merawatnya, hingga ujung-ujungnya anggrek kesayangan kita pun kering dan akhirnya RIP. Sekeras apapun kita, dan semati-matinya kita berusaha untuk mempertahankan keberlangsungan sang anggrek, kalau sudah waktunya anggrek dead ya is dead lah bunga kesayangan kita itu. Allah menggambarkan dalam firmanNya – tentu saja firman ini ditujukan kepada kita, manusia sebagai makhlukNya yang termulia – yakni: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, …”. Artinya kalau dihubungkan dengan dunia anggrek, seexpert apapun kita, sehandal apapun kita dan setinggi apapun kita dalam perawatan anggrek, tak akan mampu memundurkan atau memajukan kematian sang anggrek kita.

Tentu banyak sebab yang melatarinya. Dan saya mencoba untuk menganalisisnya berdasar pengalaman, pengamatan, dan juga baca-baca milis. Yang manakah penyebab anggrek anda go pass away?

 

Minimnya pengetahuan kita

Untuk masalah ini sudah saya singgung pada tulisan lalu . Yah … kekurangpahaman kita tentang anggrek adalah faktor terbesar kita menjadi ‘pembunuh’. Memang ada pepatah yang mengatakan ‘pengalaman adalah guru yang paling berharga’, namun mengingat yang kita lakukan ini berhubungan dengan nyawa – tumbuhan –, maka pepatah tersebut yang paling tepat adalah ‘Pengamatan lebih utama dibanding pengalaman’. Bagi kita yang baru terjun dalam bidang keanggrekkan, pengamatan merupakan guru yang terbaik. Kita dapat mengamati bahkan kalau perlu sharing atau bertanya pada pemilik anggrek yang telah berhasil membungakan dan membudidayakannya. Tak usahlah muluk-muluk bertanya pada ahli anggrek, cukup tetangga sekitar yang dapat kita ambil pelajarannya bagaimana cara mereka merawat anggrek. Dibanding pada nursery, para pecinta anggrek rumahan/tetangga tidaklah njelimet dalam perawatan anggrek mereka, dan anda pun tak akan kesulitan untuk mengaplikasikannya di taman anda.

Perbedaan perlakuan

Perbedaan perlakuan menjadi penyebab terbesar kedua atas kematian anggrek. Meski pengetahuan kita mengenai bunga anggrek tingkatnya excellent, namun jika dalam realitanya terdapat perbedaan perlakuan, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita pun koit. Anggrek merupakan tanaman statis, artinya menyukai perlakuan yang sama dan keteraturan. Apabila anggrek mengalami perlakuan atau perawatan yang berbeda dengan awalnya, baik itu perlakuan di habitat aslinya maupun dari penganggrek lain, maka tak akan mengherankan apabila anggrek kita mati, kecuali yang memang mampu beradaptasi . Di alamnya sendiri pun, anggrek tidak mudah untuk move on. Mereka menempel erat pada pepohonan, tanah maupun bebatuan. Dan anggrek pun bukanlah tipe tanaman yang mudah beradaptasi, meski mempunyai tingkat daya juang hidup yang sangat tinggi. Karena itu biasanya kita pun terlambat membaca tengara-tengara yang dikirimkan anggrek kesayangan kita yang sedang menderita. Tahu-tahu anggrek kita sudah meninggalkan kita selama-lamanya. Hal ini juga ‘disebabkan’ lambatnya pertumbuhan maupun perkembangan si anggrek sendiri, namun ini bukan dosa sang anggrek loh … hanya sekedar pengetahuan saja bagi kita.

Yang termasuk dalam perbedaan perlakuan itu antara lain perbedaan perawatan ––, manipulasi habitat, tingkat ketinggian, dan lain-lain. Namun yang paling besar adalah tingkat kesabaran kita yang sangat rendah. Artinya kita menginginkan anggrek kita cepat tumbuh besar, cepat berbunga, dan cepat berkembang biak yang memang tidak bisa dipenuhi oleh anggrek berdasar karakter alamiahnya.

Anggrek Hibrida

Mengapa anggrek hibrida saya jadikan penyebab terbesar kematian anggrek?

Kita tahu bahwa anggrek hibrida merupakan silangan dari jenis anggrek yang berbeda. Bisa dalam satu spesies dan genus maupun antarnya. Karena anggrek dinikmati akan keindahan bunganya, maka fokus pemuliaan adalah hasil bunganya. Mereka tentu saja mengabaikan sifat-sifat kelemahan atau keunggulannya. Terpenting hasil silangan adalah anggrek yang lebih indah dari aslinya. Walaupun ada yang mengklaim bahwa anggrek silangannya tahan banting, cocok untuk ditanam di ‘sana-sini’, mudah untuk dirawat, dan lain-lain dengan ‘sejuta’ keunggulan lainnya namun tetap saja dalam penilaian saya anggrek hibrida juga banyak kelemahan. Anggrek hibrida selain mewarisi keunggulan-keunggulan dari induknya, juga menuruni kelemahan-kelemahan sang induk – dobel malah –. Meski kelemahan ini sifatnya tidak dominan, namun bukan berarti tidak dapat mempengaruhi keberlangsungan si anggrek. Bila suatu saat kondisi lingkungan sangat kondusif mendukung kemunculan sifat-sifat resesif ini, tak urung juga anggrek kita pun akhirnya mati. Selain itu pemuliaan yang sudah menjadi trend industri perbungaan, tentunya akan melibatkan permodalan yang sangat besar, dan pastinya pelaku industri bunga juga tak mau rugi. Mereka pun dengan cermat dan sungguh-sungguh merawat bunga-bunga mereka dengan berbagai cara dengan perlakuan yang njelimet dan terkadang tidak umum agar dihasilkan anggrek yang mampu memikat para pembeli, sehingga perputaran roda fulusnya pun juga akan cepat. Maka dari itu, saat kita membeli bunga hibrida yang sudah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa, kemudian membawanya ke rumah, si anggrek pun terkaget-kaget dan stress, hingga anggrek yang kita beli tak berumur lama.

Analisis saya ini juga mendasarkan pada bunga-bunga hibrida lainnya. Dan inilah beberapa hasil hibrid yang saya anggap hanya mengandalkan pada keindahan bungannya saja, bukan keunggulan-keunggulannya seperti jenis hibrid dari tanaman pangan.

Anda tahu bunga apa ini?

Anda tak mengira bukan kalau ini bunga Cosmos zinnia yang sekilas sulit dibedakan dengan bunga dahlia

Pemberian obat-obatan

Anggrek adalah salah satu tipe tanaman yang tumbuhnya sangat lambat, seperti bunga Tulip. Nah karena karakter lambatnya itu, kita pun menjadi tak sabaran. Berbagai cara pun kita tempuh untuk memaksa si anggrek mengeluarkan bunga-bunganya yang cantik. Pemberian hormon, obat-obatan maupun pupuk-pupuk perangsang pun rutin kita berikan agar slow character dapat diubah menjadi fast bahkan flash atau super fast seperti nasib ayam-ayam suntik. Inilah yang ditempuh para nursery dan perusahaan-perusahaan anggrek besar di luar negeri sana. Agar apa? Ya agar perputaran fulusnya juga berlangsung super cepat. Apalagi sekarang dengan teknik-teknik modern bisa didapatkan anggrek yang tumbuh supercepat dengan kuntum bunganya yang banyak lagi awet. Namun tentu saja ada efeknya, yakni kalau kita tidak mengikuti cara-cara yang dilakukan para nursery tersebut, siap-siap saja anggrek yang kita beli tak akan berumur panjang. Nah perlakuan yang diberikan perusahaan-perusahaan anggrek tersebut tentu saja tak murah. Ada teknologi dan pengetahuan modern yang bercokol di sana. Dan ini tentu saja tak cocok dengan kita, pecinta anggrek rumahan yang menginginkan perawatan anggrek yang simpel-simpel saja.

Tumbuhnya sangat lambat

Bagi anggrek sendiri, tumbuh lambat adalah kelebihan dan keuntungan baginya. Namun bagi manusia – termasuk kita yang serakah ini yang ingin cepat-cepat anggrek kita berbunga – lambatnya perkembangan si anggrek dinilai sebagai kelemahan, padahal kita pun nyadar bahwa Allah sudah memplot si anggrek memang tumbuh lambat. Namun lagi-lagi karena kita menginginkan anggrek kita agar cepat-cepat berbunga dan berkembang biak, sedangkan anggrek tak dapat memenuhi tuntutan itu, maka jadilah anggrek spesies sebagai tumbuhan langka. Artinya terjadi kontradiksi antara kepentingan manusia dan karakter alamiah si anggrek. Karena pertumbuhan dan perkembangan yang lambat tersebut, seringnya kita tidak mampu menangkap sinyal-sinyal yang dikirimkan si anggrek. Apakah ia sedang terkena penyakit, kekurangan air, kelebihan air, dan lain-lain hingga akhirnya kita pun terlambat untuk ‘menyelamatkan’ si anggrek. Maka tak mengherankan kalau kita pun menjadi ‘penjagal anggrek’ yang menyumbang turunnya prosentase kehidupan anggrek. Itu banyak lho yang saya baca di milis-milis pecinta anggrek. Keberhasilan yang kini mereka dapatkan dalam memelihara anggrek memakan korban anggrek yang tidak sedikit. Selain perbuatan kita tersebut yang ‘membunuh’ anggrek, ada tambahan lagi kegiatan-kegiatan manusia seperti tingginya laju deforestasi hutan, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan ilegal yang langsung maupun tak langsung disebabkan oleh para pecinta anggrek, membuat nasib si anggrek di ‘rumah’ alamiahnya menjadi kian mengenaskan. Padahal banyak di antaranya yang belum sempat diidentifikasi, namun sudah keburu musnah. Innalillah.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ilustrasi:

@PKT Kebun Raya LIPI 2014

Arsip dari download

Meminimalisir Kemubaziran di Hari Raya (Lebaran) dengan Me-Reduce, Reuse, dan Recycle

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mitra BPGers
Idul Fitri memang sudah berlalu beberapa hari, namun suasananya masih akan terus terasa hingga bulan Syawal berlalu. Selama masih belum berjumpa dengan handai taulan, kaum kerabat, kawan sahabat untuk meluruhkan kesalahan-kesalahan, selama itu pula suasana Idul Fitri masih ada. Hari raya memang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan patut dirayakan, tidak hanya untuk kaum Muslim saja, namun juga umat-umat lainnya dengan hari rayanya masing-masing. Meski begitu, jangan sampai kita tenggelam pada euphoria, kesenangan yang berlebihan-lebihan hingga melupakan esensi hari raya itu sendiri. Umat Muslim harus mampu memaknai hari raya tersebut sebagai anugerah, rahmat dan ampunan Allah terhadap kita yang telah menjalankan puasa untuk mengekang nafsu dan membersihkan hati dan jiwa. Bersenang-senang boleh, biarkan jasmani saja yang melakukannya. Namun rohani kita harus senantiasa bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan dan keberkahan yang senantiasa diturunkan Allah kepada kita, hambaNya yang senantiasa berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya, menjalankan perintah-perintahNya, serta melaksanakan apa pun yang dianjurkanNya.
Pada hari raya sangat jamak terdapat beraneka makanan, minuman dan jajanan atau suguhan yang disediakan untuk tetamu. Kadang berlimpah-limpah malah. Ya itulah karakter orang Indonesia, lebih baik menyediakan berlebih daripada kekurangan agar tak membuat kecewa orang. Makanan berat seperti opor, ketupat, rawon, bakso, lontong dan lain-lainnya, selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk disuguhkan kepada tamu atau dihantarkan kepada tetangga. Begitu juga dengan makanan ringan seperti assorted biscuit buatan pabrik, aneka kerupuk, permen dan jelly aneka rasa, maupun jajanan tradisional yang masih terus bertahan seperti dodol, jenang, tape ketan, madu mangsa, kembang gula, dan sebagainya. Pun dengan minuman yang aneka rasa dan merek, maupun air mineral. Semuanya berlimpah-limpah demi menyenangkan para tamu. Namun seringnya makanan dan minuman tersebut tidak habis dimakan atau diminum. Mubazir. Padahal Allah tidak menyukai kemubaziran. Dari pengamatan saya, penyebabnya adalah ‘paksaan’ tuan rumah yang dengan semangat empat lima tak bosan-bosannya menawarkan dan mempersilahkan kita untuk mencicipi aneka suguhan yang ada. Seringnya malah mengambilkan suguhan tersebut langsung kepada kita dengan porsi berlebih, padahal mungkin saja perut kita sudah tak mampu menampung lagi karena sudah kenyang hasil ‘menabung’ dari rumah-rumah sebelumnya, atau suguhannya tidak cocok dengan selera kita, atau karena adanya faktor penyakit seperti alergi, diabetes, maupun penyakit lainnya yang memang harus berpantang, dan lain-lainnya.
Nah karena banyak makanan maupun minuman yang tersisa, ditambah lagi dengan sampah yang terus menumpuk membuat kita bingung mau diapakan dan mau dikemanakan. Bagi para pecinta lingkungan atau alam, tentu ini menjadi problematika yang tidak enteng. Dicarilah berbagai solusi agar sampah-sampah dan makanan-minuman sisa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya. Apalagi untuk sampah plastik yang memang sangat susah diurai. Dibakar jelas bukan solusi yang baik, padahal sampah-sampah tersebut kalau dikumpulkan akan banyak sekali yang tentunya akan memakan tempat. Itu problem masih dari satu rumah saja. Coba anda bayangkan kalau sampah-sampah dari satu RT dikumpulkan. Kemudian dari satu RW, satu desa, hingga wilayah yang lebih luas. Tentu akan memberatkan petugas sampah dan juga bumi untuk mengurai sampah-sampah tersebut. Maka dari itu kita harus bijak sebelum membeli atau membuat makanan dan minuman sebagai suguhan di hari raya. Penggunaan berbahan plastik harus sedapat mungkin dihindari. Jika tak mampu menghindarinya, maka meminimalisir penggunaan plastik merupakan suatu keharusan. Program reduce, reuse, dan recycle harus kita realisasikan benar-benar. Yuk mari kita bedah sampah dan limbah apa saja yang dapat kita 3R-in.
Dijadikan Pupuk organik
۞ Makanan sisa / basi
Caranya:
– Gali lubang. Timbun makanan basi di dalamnya, urug dengan tanah. Tunggu beberapa minggu. Gunakan. Makanan sisa yang ditimbun dengan tanah tak akan berbau.
– Masukkan dalam komposer
Saya pernah mencoba membuat kompos dari buah-buah busuk yang dimasukkan ke dalam kantong plastik besar karena saya tak punya komposer dan juga masih malas harus menggali tanah. Saya tambahkan starter hasil campuran dari ± 200 gr tape singkong, air ½ botol aqua besar, plus 5 sdm gula yang dibiarkan selama 5 hari. Namun hingga beberapa minggu, saya belum yakin apakah hasil olahan ini bisa digunakan atau tidak, karena buah-buah tersebut berwarna hitam dan baunya pun tidak enak meski tidak menyengat. Saya akan tunggu beberapa minggu lagi.
۞ Minuman sisa
Sisa minuman apa saja dapat kita gunakan sebagai pupuk, apakah aqua, aneka sirup, teh, kopi, atau susu basi, dan lain-lain. Caranya pun mudah saja, cukup siramkan pada media tanam, jaga jangan sampai kena tanamannya karena akan mengundang semut maupun jamur.
۞ Jajanan sisa
– Caranya sama seperti pada makanan sisa.
– Karena ukurannya relatif kecil dapat langsung kita pakai sebagai pupuk dalam pot. Cukup membuat lubang pada media. Masukkan snack sisa, tutup dengan media tanam.
Tanah/bumi merupakan media terbaik pembuat kompos. Apapun tak akan berbau jika ditimbun dengan tanah. Itu memang sudah menjadi sifat tanah. Bayangkan kalau bumi/tanah tidak mempunyai karakter seperti itu, tentu bau mayat dan bangkai akan membuat kita tak akan nikmat menikmati kehidupan ini. Makanya tubuh manusia yang awal penciptaannya berasal dari sari pati bumi itu tidak berbau, tidak seperti badan hewan lainnya yang mempunyai bau khasnya masing-masing, meski sama-sama berbalut daging.
Dan …
Berbagai macam sampah di bawah ini dapat kita gunakan sebagai pot, penjaga kelembaban atau cadangan air dengan menjadikannya sebagai tatakan pot yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau keinginan kita.
۞ Gelas plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan
Gelas mineralInilah sampah terbanyak di rumah kami, karena setiap orang pasti lebih memilih minum dibanding makan, apalagi bila cuaca sangat panas. Gelas bekasnya dapat kita jadikan pot untuk bibit bunga hias dan juga anggrek. Sudah banyak yang mencoba menanam bibit anggrek dalam gelas plastik, dan berhasil. Saya pernah juga melihat anggrek berbunga yang ditanam dalam gelas plastik dan dijual di kios bunga. Biasanya gelas plastik tersebut berukuran besar dan tepi atasnya dipotong atau dibuang. Dapat juga kita gunakan sebagai penjaga kelembaban dari tanaman anggrek dengan cara menuang air ke dalamnya dan letakkan di sekitar pot atau media anggrek. Untuk menghindari jentik nyamuk, isi gelas bila air telah benar-benar habis atau gelas kering. Bila terdapat jentik nyamuk, siramlah air ke media tanam, isi lagi dengan air baru. Gelas ini cocok juga sebagai pot untuk tanaman hias tini seperti Lily Paris, Portulaca, Sanseviera mini, dan lain-lain.
۞ Wadah biskuit plastik berbagai ukuran, model, dan ketebalan

wadah biskuit bundar

wadah biskuit bundar

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Wadah biskuit bundar satu lubang tampak atas

Terkadang dalam kaleng biskuit ada wadah/keranjang plastik untuk meletakkan biskuit. Ada yang mempunyai lekukan tunggal atau lebih. Tujuannya agar kaleng tidak cepat berkarat dan juga menjaga agar biskuit tidak berhamburan. Untuk yang tunggal ukuran relatif besar dapat kita gunakan sebagai tatakan pot anggrek penyedia kelembaban. Air dapat kita isi secara langsung atau berasal dari buangan siraman. Sedangkan untuk wadah dengan beberapa lubang atau kotak, anda harus mengguntingnya satu-satu atau manasuka sesuai kebutuhan. Lubang yang besar dapat kita jadikan tatakan, sedangkan untuk yang lebih kecil atau mini dapat kita gunakan sebagai penyedia air dan kelembaban, terutama yang bermedia tanam cepat kering seperti sekam, arang atau pasir.

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Cup diatur sebelum ditutup tanah dan bunga ditanam

Caranya isi pot/botol aqua/wadah lain yang tak terpakai dengan media tanam beberapa senti saja. Atur wadah tersebut di atasnya. Urug dengan media tanam beberapa volume lagi. Kemudian tanam bunga dengan cara biasa. Air yang kita siram sebagiannya akan tertahan dalam wadah tersebut, jadi memang sangat cocok untuk bunga-bunga yang memerlukan kelembaban tinggi seperti suplir atau tanaman air atau untuk penghobi yang tinggal di daerah sangat panas seperti Surabaya atau Jakarta, atau daerah-daerah yang mahal air hingga dapat menghemat siraman. Perlakuan yang sama dapat kita pakai untuk gelas bekas minuman mini 120 milian.

Cup minum mini

Cup minum mini

Atau cup imut jelly. P001-Mini-Jelly-CupBekas yakult juga bisa.

Atau yang lainnya …

cup jelly cup120ml Cup gelas n botol Baru-100pcs-lot-Putaran-Batal-Plastik-Cupcake-Box-Muffin-Cookie-box-Pastry-Kontainer-Makanan-Kemasan-Kasus.jpg_220x220 wadah biskuit kotak besar wadah biskuit tiga lubang Mika kotak wadah suguhan Mineral Water (Cup) wadah biskuit 4 kotak

Manasuka sesuai kreativitas anda.

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

Sebagai tatakan pot anggrek

۞ Kaleng plastik maupun seng

Kaleng yang masih baik dapat digunakan kembali

Yang sudah rusak dijadikan pot.
۞ Botol Minuman dan semacamnya aneka ukuran, model, dan ketebalan
779901_12032013014 botol plastikAda banyak cara dan variasi pot dari botol-botol minuman ini. Anda dapat mencarinya di internet. Bila leher botol digunting, kemudian dibuat bolongan sebanyak-banyaknya pada sisi-sisinya dengan membiarkan beberapa senti di atas dasar botol, akhirnya jadilah media pot anggrek. Bolong-bolong tersebut berfungsi sebagai drainase dan aerasi. Sedangkan beberapa senti sisanya sebagai wadah sisa air penyedia kelembaban. Bila digunakan sebagai media pot tanaman hias lainnya, potong botol jadi dua sama besar. Pada potongan bawah anda harus membuat lubang sebagai drainase berlebih. Tanam bunga seperti cara biasa. Letakkan dimana saja anda suka. Untuk potongan atas, balikkan dan buat lubang pada tutupnya. Bunga ditanam seperti biasanya. Untuk potongan atas ini, anda dapat menggantungnya, atau mengikatnya pada pagar besi, atau memakunya pada tembok. Manasuka.
Kemudian …
Untuk sampah-sampah berikut, saya belum punya ide untuk memanfaatkannya …
– Bungkus permen, biskuit, coklat, wafer, dan lain-lain yang berwarna-warni

images2
– Kantong plastik ukuran kecil, baik seal atau tidak

Plastik seal bungkus aneka snack
– Tutup cup

Tutup cup
– Sedotan

sedotan

Anda punya ide? Mari berbagi agar ilmu anda bermanfaat dan tentunya anda akan mendapatkan pahala.
Catatan:
Foto-foto di atas hanyalah sebagai ilustrasi saja, karena variasi dari wadah-wadah tersebut banyak sekali dengan berbagai ukuran, bentuk, bahan, dan ketebalan. Silahkan dimanfaatkan dengan yang paling mirip dengan cara-cara di atas.
Bila dikatakan media itu bisa berarti sebagai media pot, media tanam, media tempel, media gantung, dan lain-lain disesuiakan dengan konteks kalimat atau pembicaraannya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ipomoea triloba, Ubi Jalar Liar Bunga Ungu nan Mungil

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

triloba-guTumbuhan invasif dari Amerika Tropik (Solomon Islands, Palau (Belau), Marshall Islands, Ralik Chain, Micronesia Yap Islands, Guam Island, Northern Mariana Islands, Micronesia Chuuk Islands) dan Tiongkok ini memiliki morfologi yang bervariasi karena mempunyai keragaman genetik yang tinggi terutama pada karakter daun dan bunganya. Karena itu kalau kita buka-buka blogs akan kita jumpai gambar-gambar yang bervariasi tentang Ipomoea liar ini. Di sekitar tempat tinggal saya, Ipomoea triloba ada yang daunnya bercorak merah, tidak terbagi tiga (atau tunggal seperti hati), dan lain-lain variasi. Begitu pun bunganya, banyak variasi warna. Ada yang ungu, ungu pucat, ungu tua, pink, atau lainnya (merah), baik ada corak putihnya maupun tidak. Di tempat terlindung bunga bewawarna pink atau ungu pucat. Di tempat yang terang warna bunganya lebih cerah.

Meski liar namun mempunyai potensi menjadi bibit unggul untuk disilangkan dengan Ipomoea batatas (Ubi Jalar) dan menghasilkan silangan yang tahan cekaman biotok (biotik dan abiotik). Rawatan Ungu juga menjadi sumber gen tahan kekeringan karena mampu tumbuh di kawasan berkapur dan lahan kering, sangat adaptif, dan tahan serangan hama.

Bunganya sih berukuran kecil, ± 2 cm diameternya. Bentuknya tak jauh berbeda dengan Ipomoeae sp. lainnya yakni petal berbentuk bintang (bersudut lima yang lancip) berwarna ungu muda disatukan oleh sepal tipis yang juga ungu muda.

Daunnya terbelah (bercuping) seperti mata tombak bermata tiga atau ada yang berbentuk hati, 3 – 6 centimeter panjangnya. Kebanyakan, walau tidak selalu, daun yang saya lihat pada internet bercuping tiga. Ada juga yang tunggal.

Batang double (bercabang dua), berdiameter kecil, setengah berkayu, melilit atau menjalar, bersudut atau segitiga.

Nama yang umum disematkan padanya antara lain Little Pink Bell, Little Bell, Three-lobed Morning Glory, Three-lobe Morning Glory, Aiea Morning Glory, Pink Convolvulus, dan Potato Vine. Nama binomial yang pernah disandangnya antara lain: Batatas triloba, Convolvulus trilobus, Ipomoea blancoi, Convolvulus heterophyllus, Ipomoea eustachiana.

Termasuk ubi jalar kecil yang tidak dikonsumsi dan tidak bernilai ekonomis danbersama-tumbuhan-liar-lainnya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu pada beberapa tempat di dunia, bahkan menjadi gulma jahat (noxious weed) karena cepatnya tumbuh, memanjat|membelit tumbuhan inang, rentang hidupnya tahunan, sehingga mampu bersaing dengan tumbuh-tumbuhan lainnya, bahkan dengan sesama gulma jahat. Selain dibiarkan rawatan-ungutumbuh meliar di pinggir-pinggir jalan daerah pedesaan, padang rumput, bukit, pinggir hutan, tanah terlantar, sekitar area perkebunan dan persawahan, biasanya digunakan sebagai pakan ternak. For full sun, partial, or deep shade areas. Sometimes we’ll find them in our place or garden.

Sebagian besar Ipomoea triloba mempunyai sifat self-incompatible, artinya bunga tidak mampu menghasilkan biji dari persilangan sendiri.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

LUMUT KERAK/LIKEN BUKANLAH LUMUT

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

3Lumut Kerak/Liken memang bukanlah lumut. Dinamakan lumut karena sepintas memang terlihat seperti lumut. Namun sejatinya Lumut Kerak merupakan bentuk fisik dari kegiatan simbiosis mutualisme antara ganggang dengan jamur. Perpaduan antar keduanya menghasilkan bentuk baru yang berbeda dengan ciri-ciri dan karakteristik alami keduanya.

Kita tahu bahwa simbiosis mutualisme adalah kerjasama yang saling menguntungkan para pelakunya. Jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesis yang dilakukan ganggang. Sedangkan ganggang mendapatkan penjagaan kelembaban dan menghindarkan ganggang dari sinar matahari dari jamur, sehingga ganggang dapat hidup di tempat yang terkena banyak cahaya tanpa khawatir menjadi mati terbakar.Dengan kerjasama tersebut, Lumut Kerak dapat tumbuh di tempat-tempat yang tidak dapat ditumbuhi tumbuhan lain, misalnya bebatuan atau karang, bahkan logam seperti besi. Batu atau karang lama-kelamaan akan hancur menjadi tanah akibat aktivitas Lumut Kerak, sehingga tempat tersebut akhirnya dapat dijadikan sebagai tempat tinggal tumbuhan lain.

== Bentuk ==

1

== Warna ==

Variatif, ada abu-abu, hijau, kuning, merah, ungu, dan lain-lain, baik yang mencolok maupun warna pucatnya.

 

== Manfaat ==

2

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cymbidium lancifolium Hook, Cymbidium Tanah yang Elegan

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anggrek tanah kian lama memang kian moncer (Jawa, naik daun) dan mendapatkan tempat di hati para penggemar anggrek. Mudahnya dalam perawatan serta waktu yang relatif singkat untuk segera berbunga membuat nilai plus tersendiri bagi kelompok ini. Pesona bunganya juga tidak kalah dibanding anggrek tipe epifit, meski harganya sangat terjangkau kantong. Cymbidium aspidistrifolium salah satu di antaranya. Bandrolnya yang murah menjadi layak dimasukkan dalam daftar incaran. Hitung-hitung juga ikut andil dalam pelestarian anggrek-anggrek spesies yang populasi dan habitatnya kian menyusut. Jadi tidak ada alasan untuk merawatnya.

&&&&&

6

Awal mula memiliki anggrek spesies dari genus Cymbidium sempat hopeless juga. Karena dari info-info, anggrek ini suka akan daerah yang tinggi dan berudara sejuk. Namun karena sudah terlanjur memiliki, ya sudahlah. Bismillah saja, mudah-mudahan bisa hidup baik dan berbakti. Lagian, awal mula BPG membuat website salah satu niatannya adalah ‘mendobrak’ tradisi bahwa tanaman-tanaman hias tertentu tidak dapat tumbuh dan berbunga di dataran rendah, termasuk Cymbidium.

Alhamdulillah, semakin lama koleksi anggrek Cymbi-nya juga kian bertambah dan Cymbidium bambusifolium adalah Cymbidium spesies ke empat yang hadir di kebun. Dari keempat jenis Cymbi, 2 sudah berbunga, yakni Cymbidium aloifolium dan Cymbidium syunitianum yang sedang dibahas pada artikel ini.

7

Warna bunganya yang berwarna hijau merupakan salah satu warna idaman BPG dan saat ini baru ianya yang merupakan satu-satunya anggrek yang berbunga hijau, meski tidak hijau banget, tetap patut disyukuri karena selain itu sudah jadi anugerah/rizki, juga Allah swt. akan memberikan kenikmatan yang berlipat-lipat yang ditujukan bagi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur, alhamdulillah wa insya Allah.

2

Cymbidium caulescens termasuk deretan anggrek yang rajin berbunga. BPG memang belum membuktikannya, karena anggrek yang ada baru berbunga perdana di kebun. Namun menilik bekas tangkai bunga sebelumnya, predikat sering berbunga bukanlah isapan jempol semata. Katanya bisa berbunga dua kali dalam satu tahun. Diameter bunganya termasuk medium, ± 5 cm. Dari bunga inilah dapat dibedakan form, bahkan variannya. Ada yang berwarna dasar (putih) kehijauan, hijau muda, hijau samar kekuningan, atau hijau samar kemerahan. Ada yang garis marun/ungunya terdapat pada seluruh sepal dan petal, ada yang hanya petalnya saja, atau bahkan polos. Di kebun BPG, warna bunga kehijauan dengan garis merah marun atau ungu pada petalnya. Sedangkan warna dasar labellum putih yang dihiasi totol-totol warna merah marun. Katanya aroma bunga dari Cymbidium kerrii wangi. Namun anggrek yang ada di kebun BPG tidak beraroma sama sekali.

1Tangkai bunga Cymbidium maclehoseae tegak/tidak menjuntai seperti umumnya Cymbi tipe epifit. Panjang 7 – 35 cm yang muncul dari cincin ruas (node). Terdapat 2 – 8 kuntum bunga Cymbidium lancifolium var. aspidistrifolium. Alhamdulillah saat mekar perdana di kebun, mempersembahkan 8 kuntum bunga yang cantik.

DaunCymbidium lancifolium f. aspidistrifolium termasuk lebar dan tipis untuk ukuran Cymbidium. Bentuknya menyempit mulai dari pangkal hingga separuh panjang daun (10 cm atau lebih) yang kemudian akan melebar dengan ujung daun meruncing. Mirip daun pandan

Pseudobulbs Cymbidium nagifolium memanjang dan relatif pipih dengan panjang sekitar 9 cm. terdapat 3 – 4 daun dengan 2 daun pelindung yang sangat pendek terletak paling bawah.

Kediri merupakan salah satu wilayah habitat asli Cymbidium gibsonii. Selain di Jawa Cymbidium javanicum juga ditemukan di Borneo, Sumatra, Sulawesi, Maluku dan Papua. Di luar Indonesia, penyebaran alaminya mulai dari India dan sekitarnya (Assam, Himalaya, Nepal, Sikkim, Bhutan), Tiongkok, Jepang (Kepulauan Ryukyu), Korea, Taiwan, Indochina area (Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam), Malaysia dan Papua New Guinea pada ketinggian 350 – lebih dari 2000 m dpl. Ada juga yang melaporkan Australia termasuk habitatnya.

5

Cymbidium javanicum var. aspidistrifolium yang ada di kebun BPG berasal dari ketinggian ±1200 mdpl. Padahal BPG sendiri berada pada ketinggian 92 mdpl. Daerah yang cukup panas dengan suhu dapat mencapai 340 C akhir-akhir ini. Nampaknya kondisi anggrek masih baik-baik saja.

gu

Habitat Cymbidium javanicum var. pantlingii adalah tebing-tebing serta batu-batuan berlumut, artinya anggrek dapat tumbuh secara litofit. Atau pada tanah berhumus yang memang kaya akan zat-zat hara. Biasanya Cymbidium lancifolium var. papuanum tumbuh di antara akar-akar pepohonan sehingga kelembaban yang diperlukannya dapat terjaga dengan baik.

akar

Akar besar-besar ukurannya dengan permukaan berwarna coklat

Media Tanam

BPG memakai campuran tanah dan serasah atau humus daun sebagai media tanamCymbidium lancifolium var. syunitianum . Kalau nggak ada serasah atau humus daun, dapat digunakan guguran dedaunan kering yang dipotong-potong atau disobek kecil-kecil. Usahakan bulb Cymbidium cuspidatum tidak terlalu dalam tertimbun media. Kemudian pot diletakkan pada area yang tersinar matahari selama 3 jam saja – untuk dataran rendah. Sinar pagi lebih baik. Selebihnya anggrek terlindung dengan kondisi cahaya yang terang. Namun dari salah satu situs anggrek terpercaya, anggrek dapat dijemur sepanjang hari. Jadi terserah sobats BPG meletakkannya dimana. Sebaiknya dilihat pengaruh peletakan tersebut, apakah membuat daun terbakar atau berubah kekuningan. Kalau seperti itu anggrek dapat digeser ke tempat yang lebih teduh atau dapat juga dipasang paranet.

Perawatan

Cymbidium kerrii termasuk mudah dirawat karena termasuk anggrek tanah yang tidak rewel, asalkan kebutuhan zat-zat haranya terpenuhi serta kelembabannya terjaga, anggrek akan hidup baik. Penyiraman dengan slang dilakukan 1 x per 1,5 hari. Namun saat cuaca sedang panas dan begitu terik penyiramannya menjadi 1x sehari.
spike, bulb, dan tunas anakan

Ketersediaan Zat Hara

Oh ya untuk pemupukannya BPG tidak pernah memakai pupuk yang macam-macam. Ketersediaan zat hara Cymbidium papuanum hanya berasal dari humus daun yang sekaligus sebagai media tanamnya. Kadang-kadang kalau ada air cucian beras atau kulit bawang pas ada acara masak besar dapat dipakai sebagai pupuk. Namun itu juga sangat jarang sekali, belum tentu satu bulan sekali dilakukan pemupukan. Tetapi pastinya, sobekan dedaunan kering atau cacahan ranting-ranting kecil BPG letakkan di atas media sebagai cadangan makanan saat telah melapuk. Yang pasti juga, segala aneka jenis bahan-bahan pupuk organik BPG pakai sesuai ketersediaan saja. Itu tidak hanya berlaku untuk anggrek Cymbidium robustum ini saja, tetapi juga tanaman hias lainnya yang ada di kebun.

Dikenal dengan nama internasionalnya The Lance Leafed Cymbidium dimasukkan dalam section Pachyrhizanthe tipe Geocymbidium atau Cymbidium tanah.

Keterangan:

  • Nama binomial dipakai sebagai judul artikel yang ditakso oleh William Jackson Hooker. Bisa juga memakai nama Cymbidiopsis lancifolia (Hook), namun tidak umum digunakan.
  • Nama-nama sinonim berada dalam isi artikel dan ditulis miring/Italic.
  • Belum menemukan nama Indonesia dan daerahnya.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leonotis nepetifolia / Klip Dagga

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artikel tentang tanaman liar Klip Dagga ini ditulis secara informatif berdasar saintis belaka. Bila terdapat penyimpangan pemanfaatan tanaman di luar semestinya, bukanlah tanggung jawab BPG. =============================++++++++++============================

1Lamiaceae (mint-mintan) adalah famili yang memiliki spesies-speseis berbau tajam dan menyengat. Famili ini memiliki efek zat kimiawi yang bersifat menenangkan bahkan ada yang memberikan efek sedaktif (euforia atau sensasi kesenangan berlebihan, memabukkan, membuat halusinasi, hilang kesadaran atau melayang/fly) atau mempunyai efek psikoaktif. Hampir semua spesies penggunaannya dibatasi atau hanya untuk kegiatan medis semata. Artinya tanaman ini tidak boleh dikonsumsi secara bebas, kecuali yang sudah nyata dihalalkan, seperti mentol. Beberapa tanaman haram dikonsumsi, seperti ganja, kanabis, dan lainnya. Namun banyak juga spesies yang belum ada hukum tegasnya, baik negara maupun agama. Karena itu, sebaiknya kita tidak coba-coba untuk mengkonsumsinya.

Klip Dagga, salah satu tanaman famili Lamiaceae, juga memiliki sifat-sifat seperti ganja-ganjaan (marijuana). Meski di beberapa negara telah dilegalkan atau telah dikonsumsi sejak dulu kala, namun kita disarankan untuk tidak mengkonsumsinya sembarangan. Karena itu beberapa situs jual beli tanaman ini, baik segar maupun herba keringnya memberikan catatan peringatan, seperti:

  • Smoking Klip Dagga is very addictive to some people – equally addictive as tobacco!
  • One should use Klip Dagga with caution. It has shown to be habit forming similar to tobacco.

  • Bereksperimen terhadap diri sendiri maupun orang lain dengan tanaman di bawah ini, SANGAT TIDAK DIANJURKAN!!!.
  • Tidak untuk dikonsumsi (secara bebas) oleh manusia maupun hewan

 

Sangat Mirip dengan Wild Dagga

tumbuh di tepi jalan dekat ladang tebuSosok dan bunga Leonotis nepetifolia, Klip Dagga, atau Lion’s Ear memang sulit dibedakan dengan Leonotis leonurus, Wild Dagga, atau Lion’s Tail. Perbedaan ada pada bentuk daunnya. Daun Christmas candlestick lebih lebar dan mirip hati – ada yang mengatakan segitiga – dengan tepiannya bergerigi, sedangkan daun Wild Dagga bentuk lanset (panjang dan sempit). Bunganya sama-sama berwarna oranye terang yang keluar dari wadah bunga yang jumlahnya puluhan yang nampak seperti bentuk globe. Keduanya juga berasal dari Afrika Tropis dan India Selatan yang kini telah menyebar ke wilayah tropis lainnya, seperti dataran Asia, Amerika Latin, dan Australia dengan habitatnya pada area yang terpapar sinar atau area yang terang. Hanya saja BPG tidak begitu banyak menjumpai Klip Dagga di daerah Kediri, apalagi Wild Dagga, belum pernah menjumpainya. Beberapa lokasi tumbuh ada di daerah Kediri bagian dataran rendah. Biasanya tumbuh di sisi jalan atau area persawahan.

Terdapat dua varian dari Leonotis nepetifolia, yakni var. africana yang berasal dari Afrika dan India, dan var. nepetifolia yang berasal dari Afrika.

 

Kandungan Kimiawi

5Alkaloid leonurine yang memberikan efek menenangkan atau rileksasi, dan euforia ringan. Leonurine termasuk zat psikoaktif, karena itu kita dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya sembarangan. Di beberapa negara seperti Karibia, Meksiko, dan Afrika memang masyarakatnya memakai daunnya sebagai rokok dan teh.

Secara pengobatan daun segar direbus atau daun keringnya diseduh sebagai teh. Dapat ditambahkan madu atau gula. Seduhan atau rebusan teh ini dapat digunakan sebagai obat batuk, malaria, prolaps, sakit kepala, sakit perut/disentri, atau asma yang memang biasa dilakukan oleh suku-suku di Afrika.

Selain itu, akarnya juga berfungsi untuk mengobati luka gigitan (ular, dan sebagainya), bisul, gatal-gatal dan keluhan kulit lainnya, serta kram otot. Tanaman ini juga berfungsi mencegah atau mengusir ular. Tentunya, kemanfaatan tanaman ini sebagai tumbuhan herbal tidak hanya sampai di sini saja, untuk itu perlu penelitian yang berlanjut.

Catatan:

  • Tak banyak informasi yang dapat kita dhudhah (gali, Jawa) di internet. Hingga artikel ini diunggah pun, BPG belum menemukan nama daerah maupun Indonesianya atau Melayu.
  • Bagi umat Islam, sesuatu yang memiliki sifat dasar memabukkan itu diharamkan dikonsumsi (secara bebas) walau dalam jumlah yang sedikit dan tidak membuat mabuk. Meski di beberapa negara penggunaannya sudah dilegalkan (merakyat), sebaiknya kita tidak mengkonsumsinya karena belum ada hukum jelas atasnya. Sesuatu yang meragukan (subhat), lebih baik ditinggalkan. Selama masih ada benda pengganti yang halal, sebaiknya tanaman ini ditinggalkan saja. Wallahua’lam bishshowwab.

32berkoloni dg rumput-rumput lain

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Hypoestes phyllostachya Baker, Daunnya Laksana Liontin Bertatahkan Batu-batu Permata Pink

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2Subhanallah, indah nian daun Freckle Face ini, bagai liontin hijau bertabur batu-batu permata pink. Apalagi bentuk titik-titiknya juga tak beraturan membuatnya kian tampil ciamik. Terkadang titik-titik tersebut menyatu menjadi suatu sapuan atau bahkan menjadi sebuah bentuk atau simbol, seperti letter P. Cantik kan? Karena keindahannya, banyak pemujanya. Namun, tunggu dulu… ada lovers ada juga haters. Saking bencinya, ada yang menjulukinya Evil Plant. Apa pasal? Seperti anggota familia Acanthaceae lainnya, Baby’s-Tears ini juga memiliki keunggulan daya adaptasi yang luar biasa dengan rentang kondisi tanah dan lingkungan yang beragam. Selain itu, mudahnya berkembang biak dan pesatnya tumbuh kembangnya membuat pembencinya semakin banyak. Karena keunggulan-keunggulan yang dimilikinya itu, tak mengherankan apabila di beberapa negara seperti Australia, Costa Rica, Hawaii, India, Puerto Rico, dan Zimbabwe – dan mungkin juga di negara-negara lainnya – tanaman ini telah menjadi tanaman invansive yang penting. Karena itu perlu diperhatikan untuk sobats BPG yang nggak banyak memiliki waktu luang untuk mengurus taman, disarankan untuk tidak menanam tumbuhan ini. Meski cantik, kelak sobats akan dibuat geram karena seluruh taman hanya tertutup oleh tanaman ini. Namun meski begitu, tetap saja para pecintanya menciptakan kultivar-kultivar dengan warna-warna yang beraneka ragam. Oleh karenanya, BPG tetap mengulas tumbuhan berdaun cantik ini secara informatif.

5

1Flamingo plant merupakan tanaman semak dari Madagaskar Afrika yang kini telah menyebar ke wilayah tropis dan subtropis. Perawatannya yang sangat mudah menjadi nilai tersendiri. Hanya dengan media tanah saja, tanaman sudah dapat berkembang dengan baik, apalagi bila ditambahkan humus atau pupuk kandang atau pupuk organik sebagai penyedia/cadangan nutrisi, tanaman akan berkembang dengan optimal. Pertumbuhannya memang pesat, oleh karenanya agar penampilannya terjaga, Pink Polkadot harus rajin diprunning atau dipangkas tunas dan daun-daunnya. Dalam jumlah yang banyak, sangat cocok sebagai tanaman topiari.

Agar tampil elok, letakkan di tempat yang ternaung. Pada area yang terpapar sinar, warna daun dan titiknya akan memucat, sehingga keindahannya pun memudar. Memang, tanaman ini cocok sebagai tanaman indoor. Di wilayah yang sejuk, daunnya akan bersemburat keunguan. Di wilayah panas (dtr), daunnya berwarna hijau tua.

3

Menurut informasi, Freckle Plant yang banyak ditemukan adalah yang memiliki daun dengan warna dasar pink dihiasi titik-titik hijau. Sedangkan di kebun BPG kebalikannya, warna dasar daun hijau bertitik-titik pink.

gu

Bunga warna ungu kemerahan/Lilac yang muncul pada ketiak daun atau ujung batang. Mekarnya solitaire. Menghasilkan buah kapsul yang ujungnya meruncing, khas familia Acanthaceae. Perbanyakannya selain dengan biji juga dapat dengan stek batang. Hingga kini, Measlesplant masih berfungsi sebagai Ornamental Foliage belaka, meski juga mampu berbunga. Namun karena tampilan daunnya lebih cantik dibanding bunganya, tanaman ini disebut-sebut sebagai tanaman hias daun. Hingga saat ini, BPG belum menemukan laporan mengenai kegunaannya dari segi pengobatan.

6

Setiap makhluk pasti ada makhluk lain sebagai pengendali alamiahnya (predator), namun belum ditemukan pengendali alamiah bagi tanaman ini yang dapat menekan laju pertumbuhannya secara intensif. Beberapa jenis kutu daun memang ditemukan hinggap di sana, namun tetap saja mereka tidak dapat mempengaruhi laju perkembangbiakan tanaman ini. Karena itu disarankan untuk tidak menanam Polka Dot Plant bagi gardener yang tidak begitu punya banyak waktu karena pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang cepat.

8

Sekedar Tahu Aja …

Sebelum nama Hypoestes, dulunya bernama Amphiestes dan Periestes. Nama homonomial adalah Hypoestes sanguinolenta. Arti Hypoestes adalah di bawah rumah yang mengacu pada kuncup dan bunganya yang tersembunyi pada cabang-cabangnya.

Ditengarai jikalau tanaman ini mengandung racun bagi anak-anak dan hewan peliharaan. Rusa saja tidak mau memakannya. Namun di sisi lain, tanaman ini dibuktikan tidak beracun bagi kucing. Wallahu a’lam.

4

9Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengalaman Pertama Aklimitasi Alhamdulillah Berhasil (Tips Aklimitasi Bibit Anggrek Phalaenopsis cornu-cervi ala BPG)

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

guAlhamdulillah, semenjak bergabung di grup pecinta anggrek, perlahan-lahan koleksi anggrek BPG kian banyak. Untuk onlinenya, kebanyakan barter. BPG memang baru dalam taraf beli offline. Selain barter, banyak juga anggrek yang merupakan hadiah. Ada anggrek hadiah dari barter, artinya jumlah anggrek balasan dari barter lebih banyak. Ada juga yang memang murni hadiah, salah satunya bibit botolan Phalaenopsis cornu-cervi ini.

Memang sudah sejak lama BPG berkeinginan untuk aklimitasi atau mengadaptasikan bibit tanaman dari botol agar pengalaman dalam dunia penganggrekan kian berwarna. Namun risiko kematian yang tinggi membuat BPG tak ngoyo. Apalagi teman-teman grup banyak yang ngeluh saat beli bibit botolan. Ada yang botolnya pecah hingga isinya pun hancur berantakan, bibit terlalu kecil, bibit rusak, atau bibit tidak layak aklimitasi. Akhirnya BPG pun mengendapkan keinginan itu. Namun rupanya garis nasib BPG memang ditakdirkan untuk aklimitasi. Caranya juga tiada sangka dan tak nyana, subhanallah. BPG dihadiahi bibit botolan dari seorang teman di grup. Happy? So pastilah… .

Selain bersyukur, sedikit stress juga melanda karena BPG tidak ada (belum pernah) pengalaman sama sekali dalam hal aklimitasi. Selain itu eman-eman juga kan kalau mati? Karena bibit sudah terlanjur dikirim, masa’ saya harus nyerah begitu saja. Oh no!! Kalau pun nanti aklimitasi gagal, paling tidak BPG sudah berusaha memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan keilmuan yang dimiliki. Andaikata memang gagal, paling tidak dari pengalaman (kegagalan) tersebut akan memberikan pelajaran yang berharga. Akhirnya, SEMANGAT!!!

Inilah langkah-langkah tips aklimitasi ala BPG:

  1. Anggrek dibiarkan pada botolnya setelah kedatangan. Botol diletakkan di teras yang teduh dan terhindar dari hujan serta panas, namun areanya masih terang. Rencananya satu bulan kemudian anggrek baru diaklimitasi.
  2. Sambil menunggu hari H-nya, BPG membaca berkali-kali berbagai informasi tentang aklimitasi, termasuk membaca dan memahami cara-cara aklimitasi pada lafletnya.
  3. Karena botol datangnya pada musim hujan, kekhawatiran terhadap situasi cuaca yang tidak menentu tentu ada. Bagaimana nasib bibitnya nanti? Apa bisa survive?
  4. Agar bibit mampu adaptasi terhadap cuaca yang berubah-ubah, akhirnya botol diletakkan di tempat yang terkena tampiasan hujan dan sinar yang menerobos. Tempat itu adalah lorong rumah.
  1. Botol tergeletak di sana hingga satu minggu lebih. Setiap hari dilihat kondisinya, masih baik atau enggak kondisi bibitnya. Hingga suatu hari ternampak ada beberapa akar anggrek yang menguning. Busuk. Rupanya ada air yang masuk ke celah-celah plastik pengamannya sehingga kondisi botolnya menjadi lembab. Selain itu dari celah-celah tersebut juga masuk jamur. Kejadian yang di luar perkiraan. Rencana pun menjadi berantakan. Bibit harus segera diaklimitasi agar pembusukan tidak semakin parah.
  2. Media tanam disiapkan, yakni pakis papan yang memang tidak menyerap air secara berlebih. Jadi bibit anggrek tidak akan membusuk. Namun sayangnya, anggrek yang masih bibit membutuhkan kelembaban yang tinggi, maka agar kelembaban terjaga, di salah satu sisi papan pakis tersebut diikatkan sabut kelapa hampir memenuhi areanya.

    Untitled-1 copy

  3. Anggrek pun dikeluarkan dari botol memakai kawat berujung lengkung. Di sinilah masalah juga timbul. Rupanya 8 bibit anggrek dalam botol tersebut sudah berukuran cukup besar. Masing-masing bibit memiliki akar yang memanjang hingga lebih dari 10 cm, saling terkait, bertumpukan, dan menempel. Dilema, bagaimana caranya agar anggrek tidak rusak saat dikeluarkan?
  4. Masih di dalam botol, akar-akar dicoba diurai. Namun karena akar menempelnya sangat erat, akhirnya perlakuan ini. Pun dihentikan Kalau dipaksakan khawatir akar tambah rusak yang bisa berujung kematian pada bibit. Dicoba akar diurai di luar botol.
  5. Anggrek pun dikeluarkan apa adanya. Diusahakan batang atau akar tidak patah. Namun tentu saja sulit. Beberapa akar ada yang patah.
  6. Setelah bibit keluar, penguraian akar juga masih tetap saja sulit dilakukan. Karena itu mau tidak mau tindakan ekstrim harus dilakukan, yakni dengan memotong akarnya tepat di tengah-tengah antar bibit. Kemudian akar-akar tersebut diurai. Potongan akar yang tidak menempel pada bibit, dibuang. Kemudian bibit dicuci hingga bersih.
  7. Diangin-anginkan sebentar di atas kertas/koran.
  8. Beberapa jam kemudian bibit diikatkan pada papan pakis menggunakan benang tipis secara hati-hati atau tidak terlalu erat. Posisi bibit menggantung ke bawah atau dijungkalkan. Dengan posisi ini air yang mengenai daun dapat segera menetes dan tidak sempat membuat daun busuk. Dari 8 bibit, satu bibit diberi perlakuan terpisah, yakni ditempelkan pada ranting-ranting ikat – cara membuat pot ranting sederhana ada pada artikel yang lalu – yang ditambahkan rambut-rambut pakis sebagai penjaga kelembaban.
  9. Agar tidak jatuh, bibit diikat hingga beberapa kali putaran. Ingat jangan sampai diikat erat.

    2

  10. Bibit yang berada di papan pakis diletakkan pada lorong antar rumah yang memang lembab. Di sana bibit-bibit masih terkena percikan hujan dan sinar yang menerobos dari sela-sela tembok. Derajat panas sinar juga sudah berkurang akibat diserap oleh tembok dan atap. Sedangkan bibit pada ranting ikat, diletakkan pada pagar besi yang mana area tersebut terkena hujan dan sinar langsung yang tertahan oleh benda-benda di atasnya, antara lain atap, tembok, dan tanaman anggrek lainnya.

    Picture 076

  11. Setelah beberapa minggu (belum ada satu bulan) bibit yang ada di ranting ikat mengeluarkan akarnya. Karena pada area ini pertumbuhannya lebih bagus, akhirnya bibit-bibit yang ada di papan pakis pun dipindah ke area yang sama. Alhamdulillah, di tempat barunya, pertumbuhannya semakin pesat dibanding tempat sebelumnya.

    1

  12. Hingga kemudian dari 8 bibit tersebut, yang 2 tinggal akarnya doang, dan yang 6 masih survive hingga kini. Tumbuh daun dan akar baru, alhamdulillah.

    3

  13. Oh ya terlupa:
  • Bibit tidak disuci hamakan. Hanya dibersihkan dengan air biasa saja.
  • Mulut botol lebar (botol selai) jadi proses pengeluaran bibit memang relatif mudah.
  1. Problem

Masalah tentu ada. Biasanya daunnya ada yang membusuk. Gunting hanya pada bagian yang membusuk saja. Jikalau daun, akar, atau batangnya mengering, biarkan saja selama masih ada bagian-bagian yang sehat. Tetap jaga kelembabannya. Permukaan batang yang mengering akan menjadi pelindung bagian yang masih sehat dari sengatan panas, hujan, atau deraan angin.

  1. Sekian tips mengaklimitasi bibit botolan. Mudah-mudahan sobats BPG juga berhasil dan sukses.

Picture 162

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Lilium longiflorum, Easter Lily

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

4Bakung-bakungan sudah terkenal akan kecantikannya, subhanallah. Walaupun mayoritas berwarna putih, tidak mengurangi pesonanya yang dahsyat. Apalagi variasi-variasi jenis (+ bunganya) sangat banyak. Meski terkadang dapat membingungkan dalam pengidentifikasiannya, namun penggemar akan bunga ini tidak kian berkurang, justru kian bertambah.

Easter Lily yang ada di kebun BPG ini mempunyai ukuran bunga yang besar dan panjang, padahal tinggi batangnya tidak lebih dari 50 cm. Memang sosok tanamannya tidak seperti bakung-bakung pada umumnya yang memiliki daun panjang-panjang dengan batang semu yang sangat pendek. Sosok tanamannya yang ramping dan tidak terlalu tinggi dan juga daunnya yang pendek, membuatnya kian diciptakan varian-varian barunya (hibrid), seperti Nellie White, Deliana, Elegant Lady / Pink Easter Lily, Trimphator, atau White Elegance karena tidak akan memakan tempat apabila ditanam di kebun. Sangat cantik sebagai tanaman border/pembatas, baik sejenis maupun dengan jenis-jenis tanaman hias lainnya.

2

Asalnya dari tiga pulau kecil di Kepulauan Ryuku (Ryukyu Islands), Jepang. Kini, Bakung November sudah tersebar hampir merata ke seluruh dunia, baik daerah tropis maupun subtropis. Seperti bakung lainnya, Lily ini juga memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi, sehingga dapat diletakkan dimana saja, baik ternaung atau terbuka, asal medianya terjaga kelembabannya. Seperti bakung lainnya, Bakung Paskah sangat menyukai siraman matahari dan media yang basah, minimal lembab. Pada kondisi seperti ini Lilium longiflorum akan tumbuh dengan optimal, karenanya jangan biarkan media dalam kondisi kering.

Bunga

6Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completusl), karena memiliki: kelopak, mahkota, bagian alat kelamin dan saun-saun. Juga termasuk bunga banci (hermaphroditus), karena terdapat alat kelamin jantan/serbuk sari (androecium) dan alat kelamin betina (gynaecium) yang berada pada satu bunga. Benang sari dan putik pada bakung sangat jelas terlihat karena ukurannya yang besar.

Masa mekar bunga sekitar 3 hari dengan jumlah kuntum 1 – 2 per plant. Baunya harum. Plant akan mati setelah masa mekar bunga selesai. Namun umumnya, tanaman akan mati setelah menebarkan biji-bijinya.

3

Perkembangbiakan

Bulb/umbi: dapat memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, dan kemudian ditanam pada pot atau tempat lain sendiri-sendiri.

Biji: dengan menebarkan bijinya yang jumlahnya sangat banyak itu. Namun hingga tulisan ini diunggah biji-biji yang BPG tebar belum menunjukkan pertunasannya, padahal sudah 1½ bulan lebih.

Perawatan

  • Menjaga media tanam tetap basah (minimal lembab) dengan menyiraminya setiap hari sekali saja.

  • Membuang daun-daun yang sudah menguning dan membusuk.

  • Membuang batang yang membusuk, agar perkembangan batang baru lebih baik.

IMG_20180304_063301

Hama dan Penyakit

BPG belum pernah menjumpainya. Hanya saja bila datang hujan yang terus-menerus, seperti bakung lainnya, Bermuda Lily juga rawan busuk. Karenanya penyerapan serta drainase media harus benar-benar bagus. Inspeksi secara berkala juga merupakan tindakan terbijak karena dapat mencegah timbulnya hama dan penyakit serta menghindarkan dari kebusukan.

7

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kelompok-kelompok Anggrek Tanah yang Mempunyai Pesona dan Karakternya Sendiri-sendiri, Dilengkapi dengan Cara Mengadaptasikannya

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Untitled-1 copyMungkin selama ini kita beranggapan jikalau anggrek tanah adalah anggrek yang hidupnya di tanah. Anggapan ini memang betul adanya, namun sesungguhnya anggrek tanah bukanlah sekedar anggrek yang tumbuh di tanah saja, tetapi anggrek yang dapat kita kelompokkan dalam beberapa kategori, yang mana masing-masing kelompok tersebut memiliki pesona dan karakter sendiri-sendiri. Dan kalau kita selami karakter mereka, kita pun akan dibuat takjub. Banyak anggrek tanah yang memiliki keindahan yang tak kalah dengan anggrek epifit, bahkan di antaranya memiliki kecantikan yang tak akan dapat kita temukan pada anggrek-anggrek epifit.

Selain tempat hidupnya yang berbeda, perbedaan mendasar adalah anggrek tanah mampu beradaptasi terhadap tingkat kelembaban yang sangat tinggi karena memiliki struktur perakaran dan sistem fisiologis yang lebih toleran terhadap kelembapan yang tinggi. Umumnya kebutuhan akan sinar matahari juga sangat rendah, walaupun tidak mutlak demikian.

Karena ternyata spesies-spesies anggrek tanah memiliki karakter yang berbeda-beda, maka BPG mencoba untuk mengelompokkannya berdasarkan kesamaan tipe habitat, ciri-ciri, dan karakternya. Tentu saja tidak semua anggrek tanah dapat ditempatkan pada keempat golongan ini karena kemungkinan memiliki karakteristik khusus yang sangat berbeda, namun setidaknya kita dapat menerka-nerka anggrek tanah yang kita miliki termasuk dalam kelompok yang mana, sehingga kita dapat melakukan perawatan dan perlakuan yang tepat.

Berikut kelompok-kelompok anggrek tanah itu….

Kelompok Anggrek Tanah Monopodial atau Anggrek Tanah Tak Murni

Disebut tak murni karena memang tanah bukan merupakan syarat utama sebagai tempat hidupnya. Tanah hanyalah sebagai tempat berpijak saja, jadi serupa anggrek epifit yang menjadikan kulit pohon sebagai tempat menempelnya. Akarnya juga tidak menghujam ke dalam tanah. Spesies dalam kelompok ini dapat mengambil nutrisi dari tanah sekaligus dari udara. Jadi memang memiliki dua tipe cara hidup, yakni terestrial sekaligus epifit. Apabila awalnya tumbuh di tanah, maka akar-akar udaranya yang keluar dari cincin-cincin tunas pada batang atas akan dapat mengambil zat-zat makanan dari udara. Sedangkan apabila awal tumbuhnya sebagai epifit, akar-akarnya yang menjuntai dan memanjang akan dapat mengambil zat-zat hara dari tanah.

Habitatnya ada pada area terbuka yang terpapar sinar matahari sepanjang hari, misalnya padang rumput, atau hutan-hutan dengan vegetasi yang tak terlalu rapat, atau tempat-tempat terbuka lainnya. Kebutuhan sinar langsung dengan intensitas yang lama mutlak diperlukan agar anggrek dapat berkembang optimal yang akhirnya berujung dengan mekarnya bunga.

Ciri-ciri: batangnya tidak menggembung atau nampak seperti batang tanaman umumnya, akar tunggang besar-besar yang keluar dari ruas-ruas batang. Pertumbuhan batangnya terus-menerus memanjang tanpa henti sehingga dapat mencapai beberapa meter. Daun umumnya kaku, walau tak semuanya begitu.

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah anggrek-anggrek monopodial dari Vanda Alliance seperti:

  • Arachnis

    Picture 012

  • Ascoglossum

  • Papilionanthe

  • Renanthera

  • Sarcanthus

  • Vandopsis

Picture 050

  • Vanilla, dll.

Serta turunan-turunan hibrid, seperti:

  • Mokara

  • Kagawara

  • Vanda Joacim

  • Esmeralda

  • James Story, dll.

Cara adaptasi: anggrek dapat langsung dijemur setelah kedatangan. Beberapa anggrek mungkin tidak tahan terhadap paparan sinar saat adaptasi, untuk itu selalu mengecek kondisi anggrek mutlak dilakukan. Apabila anggrek setelah beberapa minggu nampak memprihatinkan, sebaiknya penerimaan intensitas cahaya dikurangi dengan cara memakai paranet atau menggeser anggrek ke tempat yang lebih teduh. Setelah masa adaptasi terlewati, anggrek dapat digeber lagi di bawah sinar matahari sepanjang hari. Anggrek dapat langsung ditanam di tanah atau pada pot yang memakai media tanam tanah yang dicampur dengan sedikit serasah atau pupuk kandang atau pupuk organik lainnya.

Kelompok Anggrek Parasit atau Anggrek Akar

Kelompok ini tidak mampu memproduksi makanannya sendiri secara mandiri, diistilahkan sebagai tumbuhan Heterotopics. Karenanya mereka hidup sebagai parasit terhadap makhluk lainnya. Anggrek beserta tumbuhan lain yang bersimboisis secara parasitisme dengan jamur mycorrhizae disebut tumbuhan Mycoheterotrophic. Sedangkan anggrek-anggrek dalam tumbuhan mycoheterotrophic umum disebut Coral Root Orchids. Seperti namanya golongan anggrek ini memang hidup menempel pada akar-akar pohon, seperti Oak, Bambu, atau Pinus dan Cemara, yang mana pada akar-akar tersebut terdapat jamur-jamur mikoriza yang bersimbiosis mutualisme dengan pohon semangnya. Jadi pada akar tersebut terdapat dua tipe simboisis, yakni simbiosis mutualisme antara (akar) pohon dengan jamur mikoriza dan simbiosis parasitisme antara jamur mikoriza dengan anggrek. Anggrek pada kelompok ini tidak dapat hidup bila tidak ada jamur mikoriza, karena makanannya dipasok oleh jamur tersebut.

Mayoritas memang tak berdaun, karenanya sering juga disebut sebagai Ghost Orchids. Perbedaan dengan Ghost Orchids tipe epifit, anggrek hantu epifit mampu mengadakan fotosintesis dengan akarnya, sedangkan anggrek hantu terestrial atau yang terkenal dengan sebutan Anggrek Akar hidupnya semata-mata tergantung keberadaan jamur mikoriza.

Habitat dari kelompok ini ada di bawah naungan atau bayang-bayang pohon inang yang lembab dan cenderung gelap, menempel pada akar-akar pohon inangnya. Karena itu anggrek kelompok ini mensyaratkan kondisi lingkungan yang relatif stabil. Biasanya anggrek akan mati suri (dormant) pada musim panas atau saat keadaan lingkungannya tidak mendukung, dan akan bersemi kembali saat musim penghujan datang. Sebagian besar kelompok ini berada di wilayah sub tropis yang mana perubahan cuaca dan iklimnya tidak terlalu ekstrim.

Ciri: tak berdaun (kecuali beberapa spesies atau genus saja), tak berhijau daun (kecuali beberapa spesies atau genus saja), batang lurus dan rapuh/mudah patah. Pada pangkal terdapat umbi/bonggol atau batang yang menggembung dengan akar serabut. Bunga lebih banyak menunduk dan mekar tak sempurna. Buah yang dihasilkan relatif banyak.

Contoh genus:

  • Aphyllorchis

Aphyllorchis

  • Cardamine
  • Ceratopsis

  • Corallorhiza
  • Cordiglottis
  • Corunastylis
  • Coryanthes
  • Corybas

Corybas4

  • Corycium
  • Corymborkis
  • Cyrtosia
  • Cystorchis

  • Didymoplexis
  • Epipogium
  • Epirixanthes

    Epirixanthes

  • Erythrorchis

26908065_10208610266734285_5759656409451695337_n

  • Galeola

    27545474_10208653429533328_7741802572674293876_n

  • Gastrodia
  • Hexalectris
  • Maxillaria
  • Spiranthes
  • Stereosandra
  • Triphora

Apakah bisa dibudidayakan? Belum ada informasi lebih lanjut. Anggrek-anggrek kelompok ini belum ada yang diperjualbelikan. Kalau kita lihat di internet, foto-fotonya langsung diambil dari habitat liarnya. Tetapi mungkin saja kalau kita ingin mendomestikasinya, insya Allah bisa, yakni dengan memakai media dengan nutrisi yang sudah jadi atau media yang mengandung jamur mikoriza. Wallahua’lam.

Kelompok Anggrek Saprofit

Habitat: tempat-tempat yang relatif stabil kondisinya dengan kelembaban yang tinggi, seperti lereng/bidang miring, ceruk, rekahan-rekahan, lubang-lubang landai, lantai hutan, atau lainnya yang terdapat serasah atau guguran dedaunan kering yang telah terurai atau humus yang cukup tebal. Terkadang dijumpai juga tumbuh di sela-sela bebatuan (litofit).

Ciri umum: batang/pseudobulb pendek dan tidak menggembung, akar besar dengan jumlah sedikit dengan tipe akar tunggang. Kuncup dan tangkai bunganya diselimuti rambut-rambut halus. Meski termasuk anggrek monopodial, namun pertumbuhannya tidak terus memanjang atau hanya beberapa puluh cm saja. Mempunyai masa hidup yang terbatas.

Terdapat dua sub grup, yakni:

Sub grup Paphiopedilum

Bulbnya tertutup daun, namun ada juga yang tertanam dalam tanah. Beberapa genusnya antara lain:

  • Cypripedium

  • Nervilia
  • Paphiopedilum

Picture 222

  • Phragmipedium

Cara adaptasi: tanam anggrek pada media campuran sedikit tanah gembur/subur dengan serasah/humus. Untuk menjaga kelembaban pada permukaan media tanam dapat ditambahkan rambut-rambut pakis atau moss atau media lain yang dapat menjaga kelembaban atau dapat juga menggunakan taburan cacahan daun-daun kering yang cukup tebal agar penguapan air dari media dapat tertahan. Peletakan anggrek pada area yang relatif terproteksi dari perubahan cuaca yang mendadak serta hembusan angin kencang. Meski diletakkan pada tempat yang teduh, namun kondisi lingkungannya masih cukup terang (60 – 80%). Mungkin saja dalam perjalanan hidupnya kita menjumpai masalah yakni tangkai dan bunganya mengering sebelum berkembang. Kalau seperti ini sebaiknya anggrek dipindahkan ke tempat yang terjaga dari hujan dan panas. Misalnya diletakkan di bawah atap. Namun ingat, kondisi lingkungannya tetap harus terang supaya anggrek mampu berbunga. Tetapi bila tangkai dan bunga tak dapat diselamatkan, jangan khawatir, bunga akan mekar dari tunas anakan.

Sub grup Jewel Orchids

Batang nampak berair/lunak dengan panjang hanya beberapa puluh cm saja. Jumlah akar minimal satu dan paling banyak 5 utas yang muncul dari cincin ruas. Di sub grup ini banyak anggotanya yang memiliki pesona yang tak akan kita jumpai pada anggrek-anggrek epifit, yakni motif dan warna daun yang atraktif dan mempesona. Mayoritas permukaan daunnya juga akan mengkilap bila terkena air. Karenanya tak heran atas pesonanya tersebut, sub kelompok ini disebut Anggrek Permata (Ki Aksara).

Genus anggotanya antara lain:

  • Anoectochilus
Picture 191

( ? )

  • Cheirostylis
  • Crepidium
  • Dossinia
  • Ludisia
  • Goodyera
  • Macodes

Picture 013

  • Nervillia
  • Zeuxine

Cara adaptasi: sama dengan sub grup Paphiopedilum. Hanya saja pada masa adaptasi usahakan agar tanaman berada di bawah permukaan media pot agar kondisi tumbuhnya stabil.

Catatan: Ada yang memasukkan Nephelaphyllum ke dalam Jewel Orchids. Meski memiliki daun yang indah, namun anggrek ini memiliki bulb, sesuatu yang bukan merupakan ciri khas Jewel Orchids. Apakah sebaiknya dimasukkan dalam sub grup tersendiri?

Kelompok Anggrek Tanah (Sejati)

Tanah bagi kelompok ini memang benar-benar sebuah rumah. Ibaratnya hidup matinya adalah tanah. Kebutuhan akan intensitas cahaya hanya beberapa jam saja, yang paling aman adalah sinar matahari pagi atau sore hari.

Habitat: tempat-tempat yang agak ternaung dengan kondisi cahaya yang terang. Kebutuhan cahaya diperoleh dari sinar yang menerobos dari sela-sela dedaunan atau sinar langsung. Areanya mulai pinggir hingga tengah hutan. Ada juga yang dijumpai hidup di padang rumput atau area terbuka.

Ciri: pseudobulb menggembung pada pangkal tanaman, akar serabut, memiliki masa dorman apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan seperti adanya kemarau yang sangat panjang. Bulb dan akarnya mencengkeram tanah. Biasanya tampilannya serupa tunas kelapa atau rumput-rumputan, atau pandan.

Genus pada kelompok ini banyak sekali, ada ratusan. Jadi disebutkan hanya beberapa puluh saja, seperti:

  • Acanthephippium

  • Acanthepippium
  • Aceras
  • Adenoncos
  • Agrostophyllum
  • Andrachne
  • Anguloa
  • Aphyllorchis
  • Apostasia
  • Apostasioideae
  • Arundina

    Picture 1817

  • Ascidieria
  • Bletilla

  • Bromheadia
  • Bryobium
  • Caladenia
  • Calanthe

    IMG_20171118_054332

  • Calypso

  • Ceratochilus
  • Claderia
  • Collabium
  • Crepidium
  • Cryptostylis
  • Dienia
  • Diglyphosa
  • Dilochia
  • Diuris

  • Erythrodes
  • Erythrorchis
  • Eucosia
  • Eulocalis
  • Eulophia
  • Eulophia

  • Geodorum
  • Habenaria
  • Herminium
  • Hetaeria
  • Hippeophyllum
  • Hylophila
  • Lecanorchis
  • Lepidogyne
  • Malaxis

IMG-20180104-WA0049

  • Micropera
  • Microstylis
  • Microtis
  • Myrmechis
  • Nephelaphyllum
  • Neuwiedia
  • Orchipedum
  • Ormerod
  • Pachystoma
  • Pachystoma
  • Pecteilis
  • Peristylus
  • Phaius

Foto-0003

  • Platanthera
  • Plocoglottis

ploco

  • Podochillus
  • Polystachya
  • Preatia
  • Pristiglottis
  • Rhomboda
  • Spathoglottis

DSC04087

  • Spiranthes
  • Tainia
  • Tetramicra

  • Thelymitra

  • Tropidia
  • Vrydagzinea
  • Vrydagzynea

Dalam kelompok ini terdapat juga genus yang memiliki dua tipe hidup, yakni ephifit dan terestrial, yakni

  • Appendicula
  • Liparis
  • Coelogyne
  • Cymbidium (bahkan Cymbidium juga memiliki spesies yang heterotrop)
  • Dendrobium (1 – 2 spesies terestrial)

Catatan:

  • Intensitas penyiraman menyesuaikan. Seberapa seringnya tergantung pada cepat lambatnya media mengering. Semua anggrek yang ada di kebun BPG disiram dengan cara diguyur minimal 1 hari sekali dan paling lama adalah 2 hari sekali. Rata-rata penyiraman adalah 1,5 hari sekali. Penyiraman ini hanya ada di musim kemarau saja serta pancaroba (pergantian musim).
  • Dimohon koreksinya, karena artikel ini belum tentu sempurna.
  • Contoh foto dari genus Malaxis, Aphyllorchis, Corybas, Epirixanthes, Galeola, Erythrorchis dicomot dari Prabu Wanayassaa Facebook.
  • BPG berada di Kediri bagian dataran rendahnya ± 92 m dpl

Picture 244

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Hoya lacunosa Blume, Bunga Lilin Hati

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sekilas Tentang Ant Plants

Ant plants/asclepiads (apa ya nama yang tepat dalam bahasa Indonesia?), adalah tumbuh-tumbuhan yang bekerjasama saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) dengan semut. Semut mendapatkan pasokan makanan serta rumah tinggal dari ant plants, sebaliknya ant plants mendapatkan perlindungan dari gangguan makhluk lain atau pemakannya, meski pada dasarnya ant plants sendiri sudah memiliki sistem pertahanan alami dari para pemakannya, seperti bergetah, rasa tidak enak, daun tebal, dan sebagainya. Selain itu semut juga membantu persebaran regenerasinya melalui biji-bijinya. Meski hubungannya sangat erat, namun tidak ada saling ketergantungan antar keduanya. Artinya masing-masing dapat survive meski tidak bersama ‘pasangan’nya.

Mayoritas semut yang bersimbiosis dengan ant plants dari genus Acropygo, Pseudolosius, Oecophylla, Myrmoteros. atau Euprenotepis. Sedangkan semua ant plants berada dalam familia Asclepiadaceae. Genus-genus yang telah diidentifikasi di antaranya adalah Asclepias, Calotropis, Centrostemma, Cyrtoceras, Dischidia, Dischidiopsis, Hoya, dan Physostelma. Selain itu, ada juga ant plant yang tidak dimasukkan dalam familia Asclepiadaceae, seperti anggrek Acriopsis javanica (A. liliifolia), atau jenis-jenis ant plants dari paku-pakis/fern.

 

Hoya lacunosa

4Hoya lacunosa termasuk tumbuhan epifit. Masuk dalam seksi Eu-hoya Familia Apocynaceae bersama-sama dengan Hoya caudata, Hoya coriacea, Hoya corona ria, Hoya elliptica, Hoya imperialis, Hoya micrantha, Hoya latifolia, Hoya oblanceolata, Hoya obtusifolia, Hoya parviflora, Hoya parasitica, dan Hoya revoluta. Sedangkan Schlechter memasukkan Hoya lacunosa ke dalam seksi Otostemma bersama Hoya halophila, Hoya pedunculata, Hoya litoralis.

Asal: India dan Tiongkok, serta Malaysia, Thailand, dan Indonesia yang berada di pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatra.

Morfologi

Daun (Folium)

Terdapat 3 bentuk daun yang berbeda, meski spesiesnya sama. Lacunosa dalam artikel ini memiliki daun yang berbentuk seperti hati, warna hijau, panjang 2 – 2,5 cm, ketebalan 3 milimeter, lebar 1 – 2 cm, permukaan kasar berkerut/bergelombang di antara ruas-ruas tulang daunnya, tepi rata, ujung daun meruncing dan mencuat. Daun mengandung getah atau cairan putih atau sekret putih. Jumlah satu atau dua per ruas batang.

Batang (Caulis)

Bundar, memanjang, agak berkayu, bergetah, tumbuh melilit atau menggantung atau melekat pada kulit pohon dengan akar-akarnya yang pendek-pendek namun memiliki daya rekat yang luar biasa. Panjangnya dapat mencapai 3 meter.

8

Akar (Radix)

Tipe tunggang (tidak bercabang-cabang atau cabang minimalis, munculnya dari bagian batang atau tidak berkumpul pada satu titik), kecil-kecil atau pendek-pendek, warna cokelat melekat erat pada kulit pohon inang. Pada akar inilah terdapat koloni semut hitam.

3

Bunga (Florum)

1Putih, mengkilap seperti dilapisi lilin. Dari ciri bunganya inilah disematkan nama Bunga Lilin (Wax Flower/ Wax Plant), atau Honey Plant atau Porcelain Flower. Corolla berserabut/berambut, jumlah lima helai. Corona berwarna kuning, jumlah 5 dengan bentuk seperti mata tombak atau ujung anak panah.

Jumlah kuntum biasanya 20 – 25 yang melekat pada umbel/cluster. Keseluruhannya mirip anting-anting. Aromanya mirip pupuk atau ada yang mengatakan seperti air mani. Mekar hingga 3 hari. Setelah bunga-bunga berguguran, tidak membutuhkan waktu lama (± 1 – 2 minggu) kuncup-kuncup baru yang mungil telah muncul. Bunganya memang mengandung banyak madu (cairan manis) yang sangat disukai semut, kupu, lebah, dan/atau burung-burung madu. Satu tandan/cluster memunculkan bunga hingga beberapa periode. Namun sayangnya, tanaman yang telah kita budidayakan bunganya sangat sulit untuk berbuah. Mungkin polinatornya tidak cocok.

umber atau cluster

umbel atau cluster

Perawatan

Siram sehari sekali atau sesuai kebutuhan. Untuk memperbanyaknya dengan stek batang. Cara yang paling aman adalah dengan membungkus batang yang akan kita stek dengan sabut kelapa. Biarkan hingga terdapat akar-akar pada sabut tersebut. Setelah itu baru dapat kita potong/stek dan dipindahkan ke tempat yang kita inginkan.

Hama dan Penyakit

Sangat jarang ditemukan, namun biasanya hampir semua tumbuhan diserang oleh kutu daun (Aphids) familia Aphididae.

Catatan:

BPG tidak pernah menanam hoya dalam pot, jadi tidak ada pengetahuan untuk itu.

5

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Xiphidium caeruleum Aubl., Bunga Tangan Malaikat

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

2 copyDi daerah asalnya, yakni wilayah Amerika Selatan dan Tengah, seperti Guyana, Meksiko, Brazil, Kuba, Dominika, Bolivia, Panama, Karibia, dan lainnya, salah satu spesies dari family Haemodoraceae ini yakni Ixia xiphidium dikenal dengan sebutan Pamitas, Palma, Palma del norte, Palmita, Cola de Paloma, Camotillo de palma, atau Soskia. Disebut demikian karena memang sosoknya (dan/atau daunnya) mirip palem-paleman. Sedangkan nama internasionalnya antara lain Mountain Grass, Tiger Plant, Dove Tail, Walk Fast, atau Angel Hands. Sedangkan di Indonesia disebut Poderosa. Di Malaysia ada yang menyebutnya Orkid Kipas. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai Iris. Sedangkan nama binomialnya adalah Xiphidium caeruleum yang diartikan sebagai tanaman serupa Gladiol dengan daun hijau kebiruan atau bisa juga diartikan tumbuhan berdaun pedang berwarna hijau kebiruan.

Habitat Xiphidium albidium adalah hutan, jalan setapak, tepi danau (kubangan), tepi sungai, atau pada area terbuka dengan populasi yang melimpah, karena memang termasuk tumbuhan yang mudah beradaptasi pada rentang kondisi yang sangat luas, baik pada area ternaung, partial shade atau terbuka. Pada area-area seperti itu Xiphidium album dapat tumbuh tumbuh dengan baik, walau kondisi optimalnya adalah pada tempat yang agak terbuka dengan paparan sinar selama beberapa jam atau semi shade. Termasuk tumbuhan neotropics atau tumbuhan yang memasak sendiri zat-zat makanannya dengan melakukan fotosintesis.

5

Herba menahun ini tingginya mencapai 200 cm. Rhizomenya menjalar/rebah yang semakin lama semakin menegak/erect.

1

Xiphidium rubrum memiliki daun yang mengkilap, beralur/berwiru (rippled texture), bentuk linear seperti pedang dengan panjang 20 – 50 cm, tipis/gepeng dan bertumpuk (overlapping) pada bagian pangkal hingga setengah bagian dari daun sehingga mirip kipas – ada yang mengatakan seperti air mancur –. Daun yang masih muda pinggirannya berparut (berduri mungil). Pertulangan daun paralel/garis-garis.

67

Buah Xiphidium caeruleum var. albidium muda berwarna hijau yang lama kelamaan akan menjadi coklat dan mengering. Selain perbanyakan dengan biji ini, tumbuhan dapat digandakan dengan cara pemisahan rumpun/anakan atau pemotongan rimpang. Sementara tunas anakan selain muncul dari pangkal rimpang juga tumbuh pada tangkai bunga seperti halnya Iris atau Melati Air.

Yang menarik, rangkaian bunga Xiphidium giganteum melingkar seperti frond (daun pakis) muda. Kuncup yang berada di bagian ujung berwarna kuning kecoklatan – ada juga yang mengatakan pale yellow – yang kian lama akan berubah menjadi putih. Bentuknya seperti telur. Saat mekar jumlah tepals (sepal petal) 6 helai. Bunga warna putih seperti lonceng-lonceng (tubular) kecil. Warna benang sari kuning, putik putih. Bunga mekar pada akhir-akhir musim hujan dan pergantian musim. Inflorescence atau cluster muncul dari tengah-tengah daun teratas (axial), bercabang-cabang mencapai 20 lebih cabang. Tipenya mirip cluster-nya bunga Pagoda. Per cabang dapat memuat 25 kuntum yang mekarnya bergantian. Kalau ditotal dapat mencapai 200 – 500 kuntum. Penyerbukannya dibantu oleh serangga (semut, lebah). Di habitat aslinya bunga Xiphidium fockeanum mengundang burung-burung (kolibri, dan burung madu lainnya) untuk bertandang membantu proses polinasi. Namun subhanallah, tidak semua kuntum berubah menjadi buah. Begitulah Allah SWT menekan populasi suatu makhluk agar tidak over population.

Xiphidium floribundum var. caeruleum dapat digunakan sebagai herbal untuk perawatan infeksi cacing (di Guyana) atau tertusuk duri (di Suriname) atau masalah kewanitaan.

Sosok tanamannya yang cantik menjadikan Xiphidium floribundum cocok sebagai border plant atau diletakkan pada pot. Sebagai penghias taman juga ok! Setelah masa berbunga berakhir, dianjurkan untuk memotong seluruh bagian tangkainya.

Note:

  • Nama binomial dijadikan sebagai judul artikel. Sedangkan nama sinonim berada pada isi artikel ditulis Italic. Selain itu juga terdapat nama-nama sinonim yang dianggap invalid, jadi tidak dicantumkan di sini.
  • Seluruh postingan BPG baik yang telah lalu maupun yang akan diunggah, insya Allah, boleh dicopy paste atau apapun tanpa menyertakan sumber/referensinya dari BPG, kecuali untuk artikel yang terdapat sumber-sumber link, mohon dicantumkan sumber link tersebut sebagai tata krama penulisan.
  • Semoga bermanfaat, barakallah

8

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Trimezia steyermarkii|Yellow Walking Iris, Anggrek Tanah yang bukan Anggrek dan Bukan Penggugur Janin

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

depanBeberapa blog dari Malaysia memuat tulisan yang menghebohkan. Katanya tanaman Iris Kuning (di sana dikenal dengan nama Haba Naraka) dapat menggugurkan janin dalam kandungan dan zat yang dikeluarkan ke udara oleh tanaman ini tidak baik untuk anak-anak yang menghirupnya. Oleh sebab itu, Iris Kuning di sana pun dimusnahkan. Namun mereka sendiri pun kebingungan Haba Naraka manakah yang memiliki efek yang dahsyat itu? Apakah dari jenis Neomarica sp. ataukah Trimezia sp.. Banyak blog dari sana yang memuat foto Iris Kuning jenis Trimezia namun keterangannya mengenai Iris Kuning dari jenis Neomarica. Kalau mengenai namanya diyakini bahwa Haba Naraka itu adalah Neomarica longifolia, namun mengenai ciri-ciri tanamannya masih membingungkan. Jadi setelah baca artikel ini, kita tidak akan perlu bingung lagi ya membedakannya. Namun bagaimanapun juga kita tidak boleh memusnahkan sesuatu makhluk, meskipun nampaknya membahayakan dan tidak bermanfaat bagi manusia. Kalau mengurangi populasinya, ya bolehlah.

Cukup lama juga draft tentang Yellow Walking Iris ini nganggur di file storage komputer saya. Penyebabnya saya masih bingung membedakan antara Yellow Walking Iris dari genus Neomarica dengan genus Trimezia. Saat saya nyari informasi mengenai bunga Iris Kuning, mesin pencari Google akan memunculkan 3 genus yang bernama sama Iris Kuning, yakni Trimezia, Neomarica, dan Iris (Iris asli). Iris Kuning dari genus Trimezia dan Neomarica yang salah kaprah disebut Anggrek Tanah ini penampilan bunganya sangat mirip, pun bagian-bagian taman lainnya. Karena identiknya, kalau kita buka-buka referensi lama dan membandingkannya dengan referensi pada zaman kini, akan membuat kita menjadi kebingungan. Apalagi ada juga spesies yang tidak hanya dimasukkan dalam satu genus saja, tetapi juga pada genus lain meskipun pada familia yang sama. Dan sekali lagi, saya mengikuti keumuman artinya nama spesies mana yang paling banyak dipakai pada berbagai referensi, ya itulah yang saya pakai, kecuali kalau ferensinya saya anggap valid, maka meski hanya satu referensi saja yang memakai nama itu, saya akan pakai nama yang sama. Dan alhamdulillah, dengan cara membanding-bandingkan banyak info dan gambar dari berbagai blog, kemudian menyusunnya sehingga dapat ditarik kesimpulannya, saya pun yakin bahwa Iris Kuning yang ada di kebun saya nama binomialnya adalah Trimezia steyermarkii. Agar shob-shob tidak mengalami kebingungan seperti saya, berikut saya sertakan secara sekilas perbedaan keduanya.

Keterangan

Neomarica

Trimezia

Bunga Kuning, 3 petal dan 3 sepal, dengan lama mekar 18 jam dan menebarkan bau wangi Kuning, 3 petal dan 3 sepal, lama mekar ± 10 jam-an, tidak wangi
Gagang Bunga/Stalk Bentuk datar/flattened yang mirip daunnya, percabangan anak tangkai bunga tertutup semacam seludang Silinder dengan percabangan/ruas anak tangkai yang tampak
Vegetatif Rhizome, hanya beberapa saja yang berkembang biak dengan corm Corm
Susunan Pangkal Daun Tumbuh pada bidang rhizome Tersusun melingkar seperti spiral pada corm atau corm berada di tengah-tengah susunan pangkal daun – akan tampak jelas apabila kita mau membongkar rumpunnya

tangkai1rumpuntangkaisari

Apa itu corm?

Untuk memberikan gambaran apa itu corm dan juga agar saya yakin bahwa Iris Kuning yang ada di kebun itu dari jenis Trimezia, akhirnya salah satu rumpun saya bongkar. Dan dari situ saya pun mendapatkan gambaran bagaimana bentuk corm itu?

Definisi sederhana dari corm adalah batang yang berada dalam tanah yang fungsinya serupa bulb, umbi akar, maupun umbi sebagai perkembangbiakan vegetatif yang merangkap juga sebagai gudang makanan. Meski juga menggembung, namun ukurannya tidak terlalu besar. Walaupun ada yang mengatakan corm itu juga sebagai tuber atau rizhome, namun menurut BPG, corm berbeda dengan keduanya. Ada juga yang mengatakan corm sebagai bulbo-tuber. Untuk nama yang terakhir ini mungkin yang paling mirip. Morfologi dari corm sendiri adalah keras (tidak sama dengan umbi yang bersifat lunak), tidak berserat seperti halnya rhizome, vertikal (rhizome biasanya horisontal) dan anakan (individu baru) yang dihasilkan mudah sekali dipisahkan (berbeda dengan rhizome yang mana kalau kita memisahkan anakannya harus dipotong atau dibelah rhizomenya). Ada yang mengatakan corm ini juga dimiliki oleh Krokus (termasuk Zaffaron) dan Gladiol, namun terus terang saya belum pernah tahu corm dari kedua jenis tanaman ini.

Hipotesis saya mengenai corm sebagai alat perkembangbiakan vegetatif ini yakni corm mengeluarkan suatu alat seperti ari-ari (untuk gampangnya kita sebut sebagai akar/batang penghubung) yang pada ujungnya mengeluarkan anakan/individu baru. Selama anakan belum mandiri makanan dipasok oleh induk melalui ‘ari-ari’ tersebut. Bila anakan sudah mandiri, ari-ari akan putus atau rusak dengan sendirinya.

Perkembangbiakan Generatif

Berdasar pengamatan, tunas anakan terbentuk dari bunga yang telah mengalami perkawinan antara benang sari dan putiknya. Per tangkai dapat memunculkan anakan hingga mencapai 10 individu. Selama masih berada pada tangkainya dan belum menyentuh tanah, anakan tidak akan berakar, sehingga makanannya dipasok oleh indukan melalui tangkai bunga. Bila anakan membesar dan tangkai semakin berat menyangga beban yang akhirnya melengkung dan menyentuh tanah, barulah anakan akan mengeluarkan akarnya. Bila sudah menjadi individu baru yang mandiri, ‘ari-ari’ atau gagang bunga pun putus atau rusak.

Berkebun dengan Iris Kuning Steyermarkii

Sekali lagi Indonesia memang menjadi rumah kedua flora dari Amerika Tropis termasuk Iris Kuning Trimezia steyermarkii yang berasal dari Amerika Tengah seperti Meksiko, Kolombia, dan Venezuela.

Tanaman hias ini mudah sekali berkembang biak. Bunganya yang memiliki tiga sepal, tiga petal dengan hiasan garis-garis atau totol-totol berwarna coklat kemerahan pada pangkal helai bunganya menjadikannya perpaduan yang cantik. Rajin berbunga walaupun mekarnya hanya sehari saja. Perawatan sangat mudah, jarang terkena hama maupun penyakit. Membutuhkan sinar matahari yang sangat banyak (full day lebih bagus) dengan menjaga kelembabannya. Toleran terhadap kekeringan maupun kelebihan air.

Sangat cocok sebagai pengisi taman tipe minimalis atau sebagai border lane atau diatur memanjang. Dengan bentuk rumpunnya yang mirip kipas membuat penampilannya sudah cantik, apalagi bila sudah berbunga akan tambah wow (subhanallah)… Kalau untuk taman tipe minimalis tidak cocok bila ditanam dalam jumlah yang banyak dan sebaiknya ditata secara terpisah per rumpunnya. Menurut BPG, Iris Kuning ini tidak cocok ditanam secara merimbun.
Oh ya ada info kalau tanaman Iris mampu hidup di air tergenang atau bahkan sebagai water plant.

Adi

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh